"Menyetel ulang perasaan. Suka dengan kalimat ini. Dalam maknanya. Hati siapa yang tak pernah bertamu pada seseorang ? Tak banyak yang berani mengunci hatinya dengan rapat, kecuali tetap saja ada celah untuk menghadirkan satu nama dalam ruang hati itu. Walau pada akhirnya, sesuatu yang tidak baik harus segera dikemasi dan diminta pergi. Maka dari sanalah menyetel ulang perasaan dirasa cukup perlu."
Begitu kata temen saya...
Saya hanya menuliskan dan belajar memahaminya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar