Senin, 11 November 2024

Sains dan Kesempurnaan Ibu

Dari timeline tahun 2024 sepertinya ini tulisan pertama yang tertoreh di kanvas blog ini. Izinkan kembali menuangkan kontemplasi lewat tengah malam ya. Ceritanya habis nonton beberapa konten di Chanel "Rumah Editor" terkait teori kuantum, relativitas Einstein, partikel tuhan (bosson Higgs), sampai fakta tentang ketiadaan gaya gravitasi bumi.

 Hal yang memantik kontemplasi malam ini adalah sebuah teori yakni Sains menunjukkan jika hukum alam ada dalam bentuk sempurna atau simetris maka kehidupan tidak akan ada sama sekali. Fakta ini dapat dibuktikan dengan penemuan anti materi, seperti contohnya sebuah riset di CERN yang menguak kejadian saat elektron bertemu dengan Antielektronnya (positron) maka kedua partikel ini akan saling meniadakan.

Kesimpulannya, kesempurnaan itu hanya menciptakan ketiadaan. Yang harus kita terima bahwa alam ini bekerja karena ia membatasi kesempurnaannya. 

See...kalau kamu berfikir untuk menjadi ibu yang sempurna kamu gak akan pernah jadi seorang ibu. 

Jadi kepikiran terkait, Kenapa kok bisa lahir feminisme dengan konsep childfree? Yaaah bisa jadi aja Karena mereka sudah menciptakan alur logika yang salah tentang definisi seorang ibu, salah satu frame mereka bahwa seorang wanita yang tidak menjadi ibu sempurna  akan melahirkan generasi yang cacat. Mereka hanya bermain dalam spekulasi pikiran mereka. Padahal pikiran mereka untuk menjadi ibu yang sempurna itulah yang menggagalkan mereka untuk menjadi seorang ibu. 

Tampak jelas, paradigma pada golongan feminisme yang menggaungkan childfree adalah sebuah kecacatan pemikiran. pada akhirnya, menghalangi mereka untuk menjadi seorang ibu. Efek fatalnya, siapa yang akan mewarisi bumi ini kalau gak ada perempuan yang mau menjadi ibu? 

Udahlah ya Mak, Toh sains aja udah membuktikan kok kesempurnaan itu tidak pernah ada dalam dimensi dunia ini kecuali hal itu mutlak hanya dimiliki oleh Tuhan. Woles aja dengan ketidaksempurnaan mu, karena itulah kamu berkah menjadi seorang ibu.

Setuju gak sih? Coba kalau kamu mau koreksi dibagian yang mana. Diskusi yuk

Senin, 21 Maret 2022

Cahaya Kegelapan

Entah seberapa pengapnya engkau berdiri dalam kegelapan yang diatapi awan tebal. Entah seberapa kuat engkau akan bertahan tanpa cahaya?, Dingin, suram, sendiri. Dalam kegelapan yang kau rasakan hanyalah lelah sebab hilir mudik tanpa arah, dalam kegelapan yang kau dapati hanyalah hampa, tak terlihat oleh mu teman.

Masihkah engkau percaya akan 'cahaya' matahari? Bahwa dengan 'cahaya' itu tumbuhan taat di hati mu kembali subur. kau akan melihat banyaknya keajaiban, arah langkahmu pun kian tertuju. Bagaimana mungkin cahaya itu akan masuk? Bila kau tak mengenyahkan awan tebal yang mengatapi hatimu. Mari kesini wahai engkau. Ambillah tongkat  taubat ini. Hancurkan semua batu kemaksiatan yang bertumpuk-tumpuk itu. Kelak, kau akan menyaksikan dengan takjub. Awan itu lepas perlahan...'cahaya' pun menyelinap melalu kisi hidayah ke hatimu. Tak lagi kau engap, tak lagi kau hampa, tak lagi kau sendiri.

Impian Ibu

Semakin kesini, kok merasa gak pernah lagi memancang impian yang mengangkasa layaknya zaman gadis dulu. Menjadi ibu dengan rutinitas yang tak berketepian seperti 'melenyapkan'  segala asa yang telah didamba-damba.  Mulai bangun tidur, hingga tidur kembali dapat shalat tepat waktu plus shalat Dhuha dan mengaji aja udah bersyukur banget. Boro-boro upgrade ilmu seperti dulu duduk berjibaku di perpus seharian, ikut training yang mengasah potensi, berkumpul dengan kolega akademisi yang se-ide. Aaahh... sepertinya hal itu sempat terbersit jadi impian. Bukan tak menikmati peran yang Allah amanah saat ini. Tapi memang begitu lah realitanya.

Tentunya selalu ada pertanyaan dalam hati. Kemana kamu yang dulu? Mana semangat yang dulu?. Kok berat banget ya mencari alasan untuk bisa sesemangat dulu. Juga kadang suka minder sekian tahun hanya berotasi di dunia domestik sedang teman2 udah tiba melancong ke negara bersalju menuntaskan impiannya, mereka yang kian melejit dan outstanding. Keseharian cuma di rumah dan jarang berinteraksi dengan kolega dulu secara perlahan menurunkan wawasan dan keberanian untuk berjuang kembali mencapai apa yang pernah diharapkan.

Pas liat wajah anak tidur. Ada hadir Semangat berbeda. Semangat untuk menjadi sebaik-baiknya ibu baginya. Lebih ke semangat bagaimana anak ini bisa jadi anak yang Sholih lagi menyolihkan, gimana nanti dia punya bekal hidup yang baik untuk masa depannya, dllnya. Maka terus menjadi penguatan dan  akhirnya, Allah takdirka  join ke beberapa komunitas momies. Ternyata terkuak, aku tak sendiri. Ada sekian dari mereka pun juga para sarjana,  magister bahkan doktoral yang kini memilih untuk membersamai anaknya, membersamai keluarganya. Merasa lebih lega dan mendapat new insight bersama mereka. Bahwa di rumah pun kita tetap bisa berkarya. Saling menguatkan, saling menebar inspirasi, dan semangat menjalani peran fitrah sebagai wanita. Bahwa di rumah pun butuh wanita yang cerdas dan bijaksana agar rumah tangga lebih terarah dan tertata. Walaupun akunya masih jauh dari itu. Haks

Trus...pas liat rumah?
Hela nafas lagi, mungkin ini konsekuensi atas pilihan yang sudah ditetapkan. Berani mengambil pilihan berani menjalaninya dengan tuntas. Bismillah beresin lagi, masak lagi, nyuci lagi, daan sekian domestik lainnya yang tak pernah kenal garis finish. Tentunya, mau kerja di luar maupun kerja di rumah. Sama-sama capek, sama-sama ada tekanannya, sama-sama gak ada selesainya. Kita tinggal tetapkan hati, capek mana yang sesuai dengan visi dan misi keluarga kita. Lalu belajar 'bodo amat' sama hidup dan pencapaian orang lain. Cuma kita yang tahu apa yang kita pilih dan kita tak perlu mengharapkan siapapun untuk memahami pilihan kita. Ya kan?

Memang hidup ini tak akan pernah bertabur janji manis. Kitalah yang menentukan untuk menjalaninya dengan gula versi kita sendiri. Saat kita berhenti membanding-bandingkan, berhenti merendahkan diri sendiri, berhenti mengelu-elukan pencapaian dunia. Berasa ada cucuran air ketenangan yang memandikan jiwa. Lalu terus belajar untuk mencintai diri sendiri, mengingat atas semua yang telah dilalui. Sungguh tak semua orang mampu di orbit mu saat ini.

Endingnya, ingat mati...
Ya udah lah, kalau mati semua ini juga akan selesai, bukanlah impian tertinggi yang harus dicapai adalah ridho Allah dan syurga-Nya..okey calm lagi hati.
Berjalanlah semampumu bu dengan menyandang keyakinan utuh pada Allah. 
Sebab semua 'beban' itu akan membahagiakan mu pada waktu yang Allah tetapkan. Bila kau mampu untuk ikhlas menyelesaikannya dengan baik.  Berhentilah bila lelah, kau tetap manusia biasa yang boleh mengeluh. Tapi bukan pada siapapun kecuali hanya pada Allah. 

Bu kamu wanita hebat, terima kasih banyak sudah berjuang hingga titik ini. Semoga Allah tanamkan pada hatimu, keyakinan dan kelembutan untuk menemukan apa yang kau impikan di dunia dan akhirat. Hidup ini sangat sebentar Bu, rugi banget kalau cuma disia-siakan aja. Jadi yang bermakna lagi yuk. Kuat yaaa sayang.

Yuk lah Buu, warming up...
Ramadhan counting down 😊
*Duuuh dah lama ndak diskusi dan memuji diri sendiri kayak ini 🥺

Rabu, 08 Juli 2020

Curcol Bubu tengah Malam

Bubu lagi melow liat Rafa bobo☹️. Sudah 6 bulan  10 hari kita bertumbuh bersama ya Nak, ibu semakin banyak belajar tentang peran dan Rafa terus belajar cara menjadi manusia seutuhnya, mulai dari menegakkan leher, miring kanan kiri, berguling, menggenggam mainan, mengambil,  memindahkannya, hingga titik ini Rafa udah belajar duduk, belajar makan, dan belajar merangkak🥺. Gak ada anak yang bisa sukses tanpa pola pengasuhan yang baik dari orang tua dan itu dimulai dari 1000 hari pertamanya. Ya Allah tiap ingat ini terasa jadi beban, tapi kalau lagi semangat pas membayangkan Rafa jadi anak hebat dan Sholih mulailah lagi berbenah. Banyak ilmu yang luput bubu pelajari untuk menyambut Rafa, maafkan ibu ya Nak. Kita tim yang baik kan? Udah jam segini ibu masih baca² untuk tak mengulangi salah yang sama, karena kalau siang gak ada waktu. Bubu sayang Rafa karena Allah, semoga Rafa menjadikan Allah selalu digardu terdepan setiap tujuan. Semoga Allah himpun kita kelak di syurga-Nya.

Allahumma amin ya Allah

*Duuuuh hangat terasa mata ni

Selasa, 30 Juni 2020

Bubu Rafa dan Dirrect Breastfeeding

Hello Moms, Assalamualaikum 😊

Kali ini bubu Rafa mau berbagi pengalaman lagi nih, terkait dunia per-ASI-an plus beberapa ilmu yang sudah bubu pelajari. Bubu kasih tema tulisan ini "Bubu Rafa dan Direct Breastfeeding". Apa itu breastfeeding? Insya Allah akan bubu kupas ya Moms.

Direct Breastfeeding (DBF) adalah nama lain dari menyusui bayi secara langsung. Dalam hal ini tentu gak pake botol dan Asip ya Moms. Tapi sebelum cerita DBF bubu mau sharing terkait kisah ASI nya Rafa ini. Cerita terkait ASI terkait erat dengan persiapan pada masa kehamilan di TM ketiga. Bubu mulai mempersiapkan kelancaran ASI sejak usia kandungan 7 bulan. Apa saja yang bubu persiapkan? tentunya beberapa hal yang dapat mensupport ASI nya bisa keluar sebelum melahirkan. Bubu rincikan ya:

1. Mulai mengkonsumsi makanan yang berfungsi untuk ASI booster, misal sayur katuk, jagung, jantung pisang, dan bayam. Porsinya lebih ditingkatkan, contohnya kalau makan porsi sayurnya satu mangkuk.

2. Melakukan relaksasi dengan pijet relaksasi. Kalau ini bubu langsung dibantu sama suami, jadi per 3 hari atau kurang dari itu pak suami akan membantu bubu untuk pijet relaksasi. Caranya simpel, bisa liat yutub aja ya Moms. Suasananya disetting dengan musik relaksasi juga. Saat pijet pakai minyak kayu putih waktu itu. mau beli minyak sejenis esensial oil gitu, tapi mehonk, gak jadi deh. wkwkwkwk. Dilakukan selama 45-60 menit. Kalau suami belum bisa bantu Moms bisa gunakan jasa massage aja ya. Tapi tentu akan ada feel yang beda. Kalau pijetnya dibantu suami, vibrasi cintanya mengalir dalam setiap usapan tangan yang akan dirasakan langsung okeh sang ibu dan cadebaynya. *asyik 😅. Relaksasi selanjutnya bisa dengan nyantai sambil rendam kaki di air garam anget, ditambah dengan menyeduh teh chamomile plus madu anget. duuuuuuh mantap banget rileksnya. Apalagi ada suami yang pijet-pijet kepala. hehe. Relaksasi ini sangat besar manfaatnya bagi bumil. Seakii rileks dan hepi akan semakin memudahkan ASI untuk keluar lancar jaya.

3. Melakukan kompres PD (payudara) seminggu 3 kali. Bubu melakukan ini dengan sangat rutin. Biasanya ritual ini dilakukan sebelum mandi. Sambil dikompres, bagian putingnya dibersihkan. Boleh juga sambil dipijet-pijet (ada tutorial nya di yutub).

4. Setiap mandi, pas lagi sabunan bubu juga rutin memijat PD. Sambil membayangkan bentar lagi mau keluarin ASInya.hahahaha... sugesti aja biar hepi²

5. Jangan lupa doa. Minta sama Allah agar Allah limpahkanlah rezeki ASI yang cukup untuk bayinya. Sambil pijet dalam hati doa, tambah shalawat... gitu bubu mah.hehe

Okeh Moms, Singkat cerita kalau gak salah ingat ya, pada 34 weeks itu ASI bubu udah mulai netes saat dipencet..Bubu langsung sujud syukur saat itu. huhu terharu banget liat ada ASI yang keluar dari PD, berasa amaze tak terkira. Alhamdulillah....Dengan begini, saat Rafa lahir udah bisa langsung DBF setelah IMD (Inisiasi Menyusui Dini). tapi gak langsung gitu ya, Rafa bobok dulu sekitar 3 jam an.

Sebelumnya kami sudah berencana gak DBF sepenuhnya. Karena suami maunya bubu ada istirahat pada jam 9-12 malam. Sehingga kami pun membeli botol dot, pompa, dan botol penyimpan ASI. Jadi, rencananya Rafa mau dikasih ASIP aja pas malem pake botol.  Tapi, Rafa ndak pandai nenen pakai botol. Kesian liatnya suka kek mau muntah gitu. Ya udah akhirnya bubu paksaan DBF full. Eeeeeh ternyata kesini kesini baru tahu bahwa DBF punya banyak banget manfaatnya bagi Ibu ataupun bayi (cek deh Moms di Mbah Gugel). Jadi bubu makin PD aja jadi jalanin DBF karena didukung oleh kondisi bubu yang sekarang masih full momie. Jadi bisa DBF kapanpun Rafa mau. Alhamdulillah....

Menjalani DBF itu tentu ndak semudah membalikkan telapak tangan ya Moms....Karena untuk bulan-bulan awal sebelum Rafa belum mengerti pola tidur jadi bubu pun harus menjalani siang selama 24 jam..haks...Karena lambung bayi kan masih sangat kecil jadi sering haus dan lapar. Tantangan lainnya dari DBF adalah ada dari beberapa bayi yang mengalami bingung puting, ada juga yang kondisi puting ibu yang ngedelep kedalam  jadi susah anaknya mau nenen. Lagi lagi ini dikembalikan lagi ke pilihan ya Moms. Kalau Moms mau bersabar dalam DBF insya Allah seiring jalannya waktu semua akan terlampaui. Bubu ada gak hambatan? Ada banget dong, awal-awal DBF puting bubu lecetz, hahahaha. Karena masih salah dalam teknik menyusui.

Ohya, ngomong-ngomong tentang teknik menyusui bubu punya kisah  menarik ini. Bubu dulunya benar-benar buta masalah dunia DBF, alhasil ikutan kata-kata nenek Rafa. Kalau nenen itu kanan adalah makan, kiri minum. Jadi belum kempes kanan udah kasih ke kiri..Finnaly, Rafa jadi kembung dan BB nya naik gak begitu ideal karena kebanyakan minum foremilk.  huhu....So, ini noted banget ya Moms kalau mau DBF durasi waktunya kalau bisa gak kurang dari 10 menit biar anak dapat keduanya foremilk (air, mineral, glukosa, dll) dan hindmilk (lemak). Catatan selanjutnya yang penting saat DBF adalah perhatikan pelekatan saat menyusui ya Moms, mulut anak harus mengap sampai areola.

Bubu selalu mengsahakan saat menyusui tu fokus. Agar terjalin kedekatan dengan Rafa, kini sesekali Rafa akan liat bubu dan pegang pipi bubu kalau lagi nenen. hihi Alhamdulillah bubu gak pake ASI booster sejenis suplemen gitu Moms, hanya pakai ASI booster natural aja dengan tetap perhatikan asupan nutrisi dari makanan dan tetap jaga hati pikiran agar gak stres. Musababnya stres itu faktor terbesar bikin ASI jadi ngandet.  Hari ini, genap Rafa lulus ASI Eksklusif 6 bulan.. Masya Allah Tabarakallah Nak...Semoga rejeki ASI nya cukup sampai 2 tahun. Allahumma amin ya Allah.

Bagi yang to be Moms, sangat bubu sarankan banyak membaca terkait dunia ASI ini ya plus DBF. Seperti tips asi lancar, teknik menyusui yang benar, dan printilan lainnya. Bisa langsung cari dari sumber terakreditasi seperti akun akun dokter spesialis anak. Biasanya bubu liat video dr.Tiwi sih. Moms boleh eksplorasi yang lain juga.

Sekian dulu ya Moms curhat DBFnya. Bubu mau rehat dulu. Hepi syelaluh Moms...

Salam bubu Rafa, syalalala~~

Jumat, 26 Juni 2020

Tips Perinium Utuh ala Bubu Rafa

Emak mana sih yang gak mau pasca lahiran dapati kondisi perinium tetep utuh. Apalagi untuk lahiran anak pertama, berasa gak mungkin terjadi, ya kan moms?.

Tapi ternyata segala itu masih bisa kita ikhtiarkan ya moms. Bubu mau berbagi pengalaman saat prosesi lahirannya Rafa, Alhamdulillah Allah jaga perinium bubu tanpa robek sedikitpun alias utuh. Mari kita kupas cara untuk mengupayakan nya.

Ada kah yang belum tahu apa itu periunium? gugling aja plis moms. hehe

Apa aja sih yang Bubu lakukan untuk preparing lahiran Rafa agar perinium tetap utuh?

1. Doa, tak pernah putus minta sama Allah yang terbaik untuk kelancaran lahiran. Minta aja apapun yang kita inginkan sedetail mungkin sama Allah.

2. Ajak bayi ngobrol. Bubu selalu elus² perut sambil bilang "Nak, bantu Bubu ya agar perinium bubu utuh saat Rafa keluar". Terus kalimat ini disampaikan ke Rafa saat masih dalam perut sejak Rafa usia 6 bulan dalam kandungan.

3. Lakukan pijat perinium sejak usia kehamilan 34 weeks. Gimana caranya? bisa diliat di yutub aja ya moms, insya Allah ada kok. Apa itu pijet perinium ? Juga bisa moms cari tahu sendiri di browser oche yah. Bubu melakukan hal ini, dalam seminggu melakukannya sebanyak 2-3 kali. Sebaiknya minta bantuan suami aja ya Moms agar lebih nyaman ketimbang melakukan sendiri.

4. Banyak gerak saat sudah masuk 36 weeks agar otot periniumnya terlatih sehingga menjadi elastis. Gerak apa aja?. Kalau Bubu setiap hari jalan pagi sama paksu, senam prenatal (buka yutub), yoga prenatal sama paksu kadang ² (buka yutub juga,hehe), dan kalau duduk suka duduk di gymball sambil enjot-enjotan, ngepel jongkok, Pas udah H-4 brojol itu rutin banget gerak jongkok- berdiri gitu. Tapi ingat ya Moms, perhatian kondisi tubuh dan jangan dipaksakan. Kalau sudah lelah istirahatlah dulu. Pengalaman bubu, karena semangat banyak gerak akhirnya pendarahan. Wkwkwkwk...Jadi tetap pada porsinya ya. Yang penting dilakukan secara rutin.

5. Jaga psikologis tetap tenang saat mulai mules-mules (kontraksi). Caranya dengan berlatih pernapasan dari jauh-jauh hari, ini juga bisa liat di yutub tutorial pernapasan untuk melahirkan. Biasanya suka lupa kalo udah kontraksi itu, bubu pun begitu. Nah, disanalah gunanya pasangan atau siapapun pendamping bersalin kita, yakni untuk terus mengingatkan agar istiqamah atur nafas. Kalau kita pandai atur nafas, kita bisa lebih rileks dan tenang saat ngeden, jadi Ndak grasak grusuk. Kalau moms tenang, maka otot2 periniumnya secara otomatis akan elastis insya Allah. Selain itu atur hati dan pikiran dari segala sesuatu yang memicu stres. Agar dapat dalam kondisi rileks syelaluh.  Jangan lupa terus berikan afirmasi  positif ke diri untuk menguatkan Azam tetap tenang. Teruuuuus aja kasih afirmasi positif ke  diri. Bubu sampai buat list afirmasi positif ke diri yang dihafal² pas mau lahiran. Ini beberapa contohnya:
A. Harus tenang, jadi atur nafas agar dedeknya juga dapat oksigen dan lancar nyaman keluar.
B. Harus tenang, atur nafas, terima rasa sakit, ini peluruh dosa. Nikmatiiii....nikmatiiii
C. Harus tenang, atur nafas, agar otot periuniumnya elastis jad bisa utuh
D. Harus tenang, atur nafas agar ngedennya cepet jadi lahirannya gak lama
E. Harus tenang, Atur nafas, agar energi gak banyak terbuang.
Hal ini dapat meminimalisir resiko robek perinium karena kondisi perinium dalam kondisi lentur saat moms rileks.

6.  Jaga BB bayi agar dalam rentang 2,5- 3 Kg. Alhamdulillah Rafa lahir dengan BB 2,9 Kg jadi sangat membantu untuk menjaga perinium utuh saat persalinan. Untuk itu, moms harus selalu perhatikan BB bayinya dengan lakukan USG rutin kemudian perhatikan asupan makanan. Bubu mulai 4 bulan sudah menjaga asupan makanan agar BB bayi dapat terkontrol. Misal waktu itu Bubu sudah mulai mengkonsumsi karbohidrat (nasi, gorengan, dll) secukupnya kadang nasinya diganti jagung atau ubi rebus. Lebih banyak konsumsi protein, sayur, dan buah. Juga sebaiknya kalau udah masuk TM 3 mulai konsumsi gula secukupnya, apalagi kurma ini tinggi banget gulanya. Bubu mulai  masuk TM 3 menunya sayur dan protein diperbanyak, misal nasi hanya 1 sendok, ikan 2 ekor trus sayur semangkuk. Kalau lapar cemilannya protein atau buah misal makan chicken nugget, telur rebus pake saos. Jadi bukan roti atau gorengan. Kalau pengen boleh, tapi secukupnya aja ya Moms.

7. Terus jaga bokongnya saat melahirkan agar tidak terangkat ya moms. Masih ingat banget, saat sudah pembukaan 10 pahanga bubu ditahan kuat sama neneknya Rafa. wkwkwkwk, trus suami juga bantu mengingatkan agar tidak mengangkat pantat. Posisi  saat melahirkan akan mempengaruhi tekanan pada perineum, maka harus menjaga agar posisinya tidak berubah-ubah

Tujuh tips itu boleh dicoba ya moms karena ini based of true story, Bubu udah menerapkan dan Alhamdulillah berhasil. Moms masih punya waktu mulai dari 32 weeks untuk memberdayakan diri dalam menentukan cara duedate ternyaman. Jangan lupa terus belajar dan persiapan yang terbaik ya Moms, Selamat mencoba moms...

salam Bubu Rafa, syalala~~

Sabtu, 30 Mei 2020

Manajemen Rasa, Seni Mengelola Baper

Mau belajar lagi nulis, biar sejarah mencatat aku sebagai buibu yang menulis, eaaaaa......

Sudah 5 bulan 1 hari menjalani hari-hari sebagai buibu muda dengan anak unyil yang Masya Allah ulahnya tiap hari. Selama 5 bulan itu pula nano-nano rasa dikecap, senang, sedih, belajar sabar, belajar syukur, belajar kuat, belajar sok sok hebat dan lainnya. Seorang anak perempuan bungsu dari keluarganya, dengan track record gak punya adik dan tak pernah mengasuh bebi membuat seorang aku suaaangaaad ketar ketir berkehidupan dengan sosok bayi. Semua serba ndak pernah praktik, kalau teori jangan ditanya. wkwkwkwk, tapi menjalani ndak semudah mencukil tahi lalat yaaaa. Benar-benar rock n roll rasanyaaaa. Ada hati yang mesti tiap hari dilindungi agar ndak tercincang oleh kicauan para bunda lain. Apalagi ada yang frontal ngomong dibelakang "kok udah S2 gak bisa ngurus Bebi". Aku mau nyebur kelaut biar dimakan paus nya Nabi Yunus aja waktu tuu. syakiiidnyaaa, haks. Betapa sering sekali mereka membandingkan kehebatan mereka dalam mengasuh anak dengan keterbatasan aku yang memang menyedihkan. Apa mereka gak tau ya, kalau aku juga sedang berjuang, sedang beradaptasi dengan banyak hal, tengah belajar hal baru yah benar-benar ndak pernah aku sentuh seumur hidup. Masih ingat, pasca lahiran akunya belum 40 hari. Bagi aku tu, memang fase pasca lahiran hal yang paling menguras energi adalah begadang malam. Ditambah kondisi fisik masih banyak capeknya. Sering rapuh hatinya, eh malah ada dari para bunda yang liat bebi sambil komentar ini dan itu ke akunya, paling bikin sedih tu kalau dibandingkan dengan emak ² yang lain. Misal "Saya punya kenalan anaknya baru 1 Minggu udah dibawa ngisi kajian, saya dulu begini dan begitu". ya Allah, ini lah yang bikin akunya beberapa kali nangis tanpa sebab di kamar mandi. Secara gak langsung mereka mau bilang "kok manja banget sih akutu". Ini pengalaman pertama aku punya anak, pertama kali semua dalam hidup aku berubah, pertama kali aku bersentuhan dengan dunia ibu. Lalu mereka bandingkan dengan emak² yang anaknya udah 4 sampai 10.

Kalau diikutin bakal stres dan aku gak mau karena semua hanya merugikan aku dan anak ku. Caranya gimana? manajemen hati. Kembali menata niat, apakah hidup ini hanya untuk menjalani seperti apa yang orang inginkan atau menjalani seperti apa yang Allah inginkan. Next, sadarilah apa yang keluar dari mulut mereka tak akan berefek apa-apa kalau kita block dari hati, alias bodo amat. Ini hidup aku, aku mau menjalani seperti apa itu hak aku dan aku gak ganggu mereka kan?. Lagian, mereka tu abis nyakitin kita dengan ucapannya dengan mudahnya dilupakan. Nah, ngapain juga kita stres dengan ucapan sembrono  mereka. huuuuufffttttttt.....

Ternyata semua ini awal dari pembelajaran   tentang mengelola Baper pasca punya anak. Karena, seterusnya  akan ada baper-baper lain yang menyusul. Misal aja nih, liat anak temen yang memiliki keunggulan dari anak kita. Nah baper lagi dan lagi. ya kan? Jadi,.jangan mau biarkan hati ternodai dengan membandingkan anak kita dengan anak lainnya. Aku setuju dengan prinsip bahwa setiap anak itu spesial dan yang paling berharga dari anak kita kelak adalah ketakwaan nya pada Allah, itu harga mati. Jadi, fokus pada anak kita dan berikan yang terbaik semampunya, sisanya biarkan kekuatan doa yang bekerja. Ya kan? plong gitu rasanya, kalau kita bisa membebaskan diri dari intervensi orang lain dalam hati ini. Semoga akunya bisa terus install  ulang hal ini dalam hari ² kedepannya. Capek hidup kalau bukan untuk mencari ridho Allah tu, yuk lah hati kita berteman baik dengan kedamaian.

Maaf ya, kalau nulis nya pake hati banget. Hihi

Ini kek diari curhatan ya, biar deh...gak papa. Yang penting aku nulis dulu aja.
Hahahaha

Rabu, 15 April 2020

Memoar Bubu dan Rafa

Dear Yusya Rafsya El Hanif, Anak kebanggaan Ayah dan Bubu. Kala nanti, engkau insya Allah akan membaca ini. Semoga segenap kenangan bersama kita yang tertoreh dalam tulisan ini, menjadi memoar berharga untuk mu kelak.

Nak, bubu bahagia atas hadirnya Rafa dalam kehidupan bubu, sejak 10 Januari 2019 bubu sudah mulai berharap bahwa Rafa segera hadir mewarnai hari-hari bubu. Ohya, Rafa tahu Kamis, 10 Januari 2019 itu adalah momen penting dalam hidup bubu juga. Detik dimana bubu dan Ayah sah menjadi satu untuk berkomitmen akan menjadi orang tua terbaik untuk Rafa. Alhamdulillah, tepat 4 April 2019 bubu dapat kabar gembira, bahwa Rafa telah bertumbuh dalam Rahim bubu. Sebulan setelah nya, bubu dapat melihat Rafa hanya sebatas layar USG, Rafa masih 4 Minggu an kala itu Nak, baru beberapa senti daging yang berdetak jantung. Masya Allah Naaaaak. ini momen paling membuat bubu terharu, sebab kali pertama merasakan ada makhluk hidup lain yang bernyawa dan bergantung hidup pada tubuh Bubu, itu adalah Rafa.

Waktu terus bergulir, hari demi hari Bubu menjaga Rafa dengan penuh cinta. Tak lupa Ayah selalu support kita bersama kala itu. Nah, sampai lah kita di bulan ke empat kehamilan, Bubu di vonis harus bedrest sebab di analisa bidan memiliki plasenta previa. Untuk menjaga Rafa, semua pekerjaan rumah harus dikerjakan oleh Ayah. duh, sedih ibu liat Ayah rasanya. Tiap pagi, mesti menyiapkan sarapan Bubu, lalu pergi kerja. Pulang kerja mesti bantu-bantu lagi. Semua Ayah lakukan demi keselamatan kita berdua Nak. Ayah Rafa adalah Ayah yang terbaik, Ayah yang penuh kasih sayang dan kesabaran. Alhamdulillah.

Selama hamil Rafa, Bubu gak bisa makan Nasi, ikan, dan beberapa jenis masakan lain. Jadi Bubu ganti dengan menu jagung dan ubi untuk mengganti karbohidrat buat Rafa. Alhamdulillah, saat hamil Rafa ada musim buah yang serba murah. Sehingga Rafa bisa tercukupi bahkan berlimpah asupan nutrisi dari buah. Bubu paling suka mangga dan buah pir. Sehari itu bubu bisa menghabiskan 1 Kg mangga dan 3 buah pir plus pisang dan melon. Hihi...

Bulan berganti bulan, akhirnya sudah dekat dengan duedate kita sayang. Bubu sudah menanti duedate nya Rafa sejak 2 Minggu sebelum tanggal 30 Desember 2019, karena saat kontrol ke bidan dapat kabar kalau Rafa sudah bisa lahir ke dunia ini, musabab semuanya udah matang. itu tu sekitar tanggal 17 Desember. Nah kalau hpl yang sebelumnya, bidan pernah menginformasikan kisaran tanggal 3 Desember. Kan Bubu galou dibuatnya Nak  Sehingga, Ayah dan bubu melakukan konfirmasi ke SpOg, alhasil dapat berita hpl nya bergeser ke 6 Januari laluuuuu dokter bilang bayiknya kegedean ini. huhuuu tambaaaaaaaaaah galouuu bubu. La haula wa la kuawata Illa billah.

Fase bulan Desember adalah fase lumayan nguras perasaan bubu rasanya. Alhamdulillah selalu dapat suport dari Ayah dan nenek sehingga tiap kicauan kacau muncul langsung bisa diheningkan. Detik-detik nunggu  duedate
hampir tiap hari kehujanan kalimat "belum lahiran juga ya" dari arah mana saja. Baper dong bubunya, tambah lagi temen seperhamilan bubu di bulan Desember semua Qadarullah melalui proses persalinan dengan SC, huhuuuu. Heran juga bubu tu, persalinan normal menjadi sesuatu yang langka bagi Bu ibu jaman now. Gak sedikit pulak lah yang vonis bubu bakal SC. haks haks haks....

Selama bulan November pertengahan hingga Desember bubu sudah mulai rutinitas jalan pagi, intensnya di bulan Desember. Menurut info yang Bubu tahu, dengan banyak berjalan bisa bikin perinium lentur dan memicu sekresi hormon oksitosin juga. Tahu gak sih Nak, tanggal 28 Desember 2019 ada tragedi ayah dan bubu jalan kaki dari pagi sampai siang. wkwkwkwkk... mulai dari jam 8 pulang ke rumah jam 12 siang. Ini musabab memenuhi keinginan si Ayah untuk memecahkan misteri jalan tikus. *gaplok jidad yuk Nak*  akhirnya kami keliling kompleks sampai ke komplek tetangga. Kira² jam setengah 11 an  suasana mulai rinai hujan, jadi abis istirahat minum kami memutuskan jalan menuju rumah. itu tu Bubu dipaksa kondisi jalan cepat sebab sudah dikejar-kejar hujan lebat di belakang. Nangis² ketawa bubu tu depan Ayah nahan pegel. huhuuuu. dah yaaa, pas di rumah sorenya Bubu jadi bloody show (keluar darah item²). woaaa Bub bukannya panik, tapi malah senang kegirangan... hahaha, Bubu udah nunggu flek sejak lama. Kan itu pertanda udah deket persalinan. sedihnya keesokan harinya sampe sore gak ada darah yg keluar. Tapi nyeri² mulesnya udah Masya Allah. Bunu masih ngegymball sambil nyebutin nilai mahasiswa bantu Ayah input nilai, Alhamdulillah lagi ² sampai selesai.

Masya Allah Nak, sakit nya gak berhenti juga.. Bayangkan aja wanita yang lagi dismanore lagi haid, itu sakit dismanorenya sampai 20 kali lipat, tapi sama Nenek dipaksa gerak terus. ya Allah ini kek kerja rodi rasanya, Bubu bros kamar mandi malem² sambil jongkok.wkwkwkwk, pas mau coba tidur jam 10 malam sakitnya menjadi-jadi, Bubu masih tahan. Hingga jam 11 an malam sudah gak kuaaaaaaaaaat Bubu tu. Akhirnya bubu coba bangunin Nenek, karena Ayah baru bobok jam 10 tadi, Bubu ndak tega bangunin. Pengennya di manja² gitu sama Nenek, malah disuruh jongkok lagi.. hahaha, akhirnya Bubu jongkok dan skuat dengan penuh semangat, pas udah capek bubu olesin minyak GPU di seluruh punggung sampe panggul trus nunggit. Nah, Nenek liat di pantat Bunu udah banyak darah. Ya Udah langsung  aja Nenek minta bangunin Ayah buat pergi ke bidan. Nenek buatin teh anget dan telur ayam kampung untuk bubu buat energi katanya.

Rafa tahu ndak, senangnya bubu saat di bonceng Ayah pakai motor malam-malam , walaupun ada rasa yang Masya Allah di sekujur badan. Bubu sudah ndak sabar mau ngeluarin Rafa. wkwkwwk. Sampe di bidan sekitar jam 01.00  an wib malem. Ada tragedi lagi, tepat banget nyampe di bidan, hujaaaaaaan turun dengan lebatnya dirangkai oleh ornamen suara gemuruh langit yang memeriahkan suasana dag dig dug duaaar, seolah ingin bilang hip hip hore buat menyambut Rafa. Bubu langsung dicek pembukaannua, Alhamdulillah sudah pembukaan 1. Rasa mulesnya udah dilevel lebih atas, Masya Allah. Kalau normalnya kontraksi itu 551, yakni paling dikit 1 menit kerasa lagi. Bubu baru 20 detik udah kerasa lagi kontraksi nya. next, ada pula drama lampu mati, Masya Allah banget Nak. Makin seru karena Bubu muntah ² hebat sampe 3 kali. Gak bisa di isi perutnya, Bubu dah lemes tak berdaya, jadilah Bubu di infus. huhu....

Karena mulesnya agak ekstrim, bubu ga kuat ngapa-ngapain, bubu ndak seperti orang ² yang  baru tahu pembukaan 1 masih ada yg di suruh pulang atau masak dulu dan lainnya. Bubu sudah di atas bed aja. Ohya, karena persalinannya Ayah ambil kelas gentle birth buat kita, jadi bisa melakukan persalinan di kamar VIP yang kamarnya nyaman banget. Alhamdulillah, itu aja udah jadi salah satu nambah ketenangan buat bubu. Di kamar di kasih aroma terapi biar bubu rileks. Karena kalau melahirkan di ruang persalinan bubunya dah ngerasa angker duluan. Sekitar jam 4 Bubu nanya ke bidan, masih pembukaan 1 ya teh, rasanya udah para banget ini. akhirnya dicek udah pembukaan 4, masyaAllah Bubu muntah lagi dong. Pas adzan, bubu minta shalat subuh sambil duduk. dengan merintih². Bubu pernah mimpi meninggal pas melahirkan, jadi bubu pengen mati dalam kondisi dah shalat. Serius, pas sujud bubu nangis ndak tahan, merasa ini sujud terakhir bubu. selesai shalat, bubu minta mandi. karena pengen mati dalam keadaan bersih, gitu bubu bilang dalam hati. Akhirnya bubu mandi, walaupun udah dicegah sama Ayah dan nenek bubu kekeuh aja minta mandi.

Bubu sudah lemes banget Nak kala itu. Namun, bubu rindu bertemu Rafa. Anak kesayangan Bubu. Per menit, Rafa terus berjuang untuk bertemu bubu juga. Bubu bisa merasakan dengan baik kepala Rafa yang menghentak-hentak jalan lahir. Masya Allah Nak. Tepat setelah pembukaan 4 Bubu pecah ketuban. Alhamdulillah Bubu sudah lebih nyaman dari sebelumnya setelah pecah ketuban. Karena ritme Rafa pengen keluar lebih aktif. Tepat jam 7 Pagi, Bubu di cek kembali Masya Allah Naaaaak. Sudah pembukaan 7 Qadarullah. Cepat banget. Tak henti hentinya bubu menjerit dengan lafadz Istighfar. Detik-detik itu, bubu sudah pengen bilang 'ndak sanggup lagi'. Tapi saat terbayang Rafa tengah berjuang hebat untuk ketemu bubu, Aduhai Nak, Bubu jadi bertubi-tubi semangatnya untuk lebih tegar. Beberapa saat setelah pembukaan 7, Tetiba bidan menjerit bilang kalau kepala Rafa sudah kelihatan. Lagi-lagi Bubu makin semangat mengatur Nafas dan mengeden sesuai instruksi bidan. Tahu ga sih Nak, kata Ayah Rafa itu kuat banget. Ayah melihat langsung perut ibu bergelombang karena tendangan Rafa. Ini detik Rafa meluncur keluar. Tepat Jam 7.56 pagi, hari Senin 30 Desember 2019 Rafa memekikkan rengekan manja pertama di dunia. BB Rafa 2,9 Kg dengan tinggi 51 cm. Rafa putih bersih dengan mata yang sudah melek Nak. Alhamdulillah wa syukurillah...Rontok segenap rasa  sakit dan lelah yang menerpa Bubu. Terbius oleh wajah Rafa yang lugu di tengah menempel di atas dada Bubu saat IMD.

Rafa benar-benar anak yang sholih. Bubu sangat berterima kasih pada Rafa. Entah bagaimana Rafa bisa tersambung ke Bubu saat dalam kandungan, bubu terus berkomunikasi dengan Rafa dan meminta beberapa hal seperti: "Nak, nanti bantu bubu lahiran normal ya", "Nak, nanti keluar nya dengan satu kali tendangan ya", "Nak, bantu bubu untuk tidak robek perinium ya", "Nak, lahirnya di bawah 3 Kg aja ya". Masya Allah semua pengennya bubu Qadarullah Rafa realisasikan. Bersyukur Bubu tak henti hentinya Nak. Bubu berdoa Rafa bisa selalu menjadi anak yang sholih. Jadi hamba Allah yang taat, pemuda yang terpaut hatinya pada masjid, sosok yang mencintai dan dicintai Allah. Amin Allahumma amin ya Allah.

Time flies so fast

Rasanya baru kemarin wisuda, maen sama temen-temen. Hepi kesana kemari, gak ada beban kecuali satu yakni pengen nikah. Time flies so fast...tanpa disadari dunia yang berasa terang benderang sekarang mulai menemukan titip redup. Padahal, euforia orang-orang yang merindukan pasangan adalah tiada hari tanpa bahagia. Ternyata, kita memang suka melupakan bahkan hidup bukan untuk selamanya menikmati benderang nya sinar dunia, tapi ada waktunya takdir memaksa gelap untuk menemani kita. Agar kita lebih khusyuk untuk merenung. Kembali mendefinisikan arti sebuah pernikahan. Bahwa menikah yang membawa pada sakinah, mawaddah, dan rahmah adalah pernikahan yang selalu menjadikan Allah gardu terdepan segala sesuatunya. Formulasi ini akan terus digoreng dalam keseharian. Hingga pada titik kita lupa, maka lepaslah semua kendali diri. Ujung-ujungnya akan timbul rasa bosan, lelah, dan emosi setiap saat.

Senin, 30 Maret 2020

Kontemplasi Bubu Rafa

Rafa tengah terlelap, bubunya hilang ngantuk. Pengen nulis, pengen berkontemplasi lewat tengah malam...

Hampir selama 1 tahun ini, pelajaran yang terus di ulang-ulang adalah page mengendalikan diri. Bagaimana agar respon kita terhadap kondisi tidak membuat kita menyesal karena salah dalam menyikapi. Seperti halnya, selama masa kehamilan kemarin. Aku tak banyak melakukan segala sesuatu, itu cukup sudah menjadikan pikiran stres apalagi ditambah kondisi keluhan yang datang silih berganti. Masya Allah, Ilahi Rabbi rasanya kalau dikenang. Alhamdulillah, dengan mengendalikan diri, pikiran, dan perasaan agar tetap terhubung pada Allah. Insya Allah seketika semua jadi netral. Kenapa? Sebab apapun  keadaan yang Allah tetapkan adalah ruang bagi aku untuk mengasah kedewasaan jiwa, kekuatan mental, dan kebijaksanaan hati. Tambah lagi, bila meyakini bahwa Allah akan membalas segala sesuatu atas kesabaran kita dengan balasan tanpa batas, itu cukup mengkonstruksi kembali puing-puing hati yang berantakan.

Sekarang?
Kondisi semakin kompleks. Jika banyak orang melihat betapa bahagianya berfoto bersama dedek bayi, maka... aku memilih sudut pandang yang berbeda. Aku langsung menyentuh sisi betapa akan letihnya hidup seorang ibu itu di saat ini. Apalagi bila dia adalah ibu dengan anak pertamanya. Aku langsung terbayang mulai saat itu dia akan menjalani malam bagai siang dan siang yang tak pernah menjadi malam, harus mengikhlaskan semua keinginan me time demi anaknya, ah..
Banyak lagi hal-hal yang terlalu heboh untuk dideskripsikan.
Lalu? Yah, begitulah  fase-fase kehidupan terus memaksa diri untuk menjadi semakin kuat dan kian membawa diri agar pandai dalam menerima apapun yang telah menjadi takdir.

Selagi masih bisa mengendalikan diri, hati, dan akal insya Allah kita masih bisa jadi orang normal atas segala rock n roll nya lika liku kehidupan. Jangan lupa sama Allah dalam segala kondisi, insya Allah akan ada bantuan. Allah itu Maha Baik, maka berprasangka baik pada-Nya jadi jalan untuk menuju kedamaian.

Semangat ya bubu

Aku padamu selalu wahai dirikuuuuu

*Ah, akhirnya aku nulis juga. Wkwkwkw

Rafa dah bangun ni😂

Kamis, 21 November 2019

Seputaran Program Hamil End

Hai....
Assalamualaikum semua😘

Ijinkanlah aku yang unyu ini (wkwkwkwkwkek) untuk melanjutkan hasrat ingin berbagi ku terkait promil lagi. boleh ya ? Mumpung doi kerja, aku punya waktu khusus di blog ini. hehe

Aku kan udah bikin 2 page sebelumnya terkait faktor dan tips dalam menjalani promil ya cin?. Sekarang mau berbagi tips menjalani promil dengan melibatkan Allah dalam setiap prosesnya. Tenang-tenang ini bukan tausiyah bla..bla..bla. Aku yang dangkal ilmu nya ini hanya berupaya menjadi perpanjangan lidahnya dari sumber ilmu yang aku dapatin. Aiiissss panjang beud pembukaannya...maap maap😅

Malem tadi aku baca-baca WA di grup, ada temen aku yang lagi giat promil kirim tulisan tentang manfaat puasa bagi promil. Aku share dulu ya...

👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇

Ini saya bahas soal PUASA ya... Sy akan mewajibkan teth semua dlm melakukan puasa, kalau ikhtiar promil tteh serius, mangkanya nanti akan sy huat chalenge perharinya.

Oke gini
Sebagian dokter ada yng menganggap bbahwa puasa utk promil tdk dianjurkan, karna akan mengurangi asupan gizi dan nutrisi yg akan masuk dalam tubuh.

Tapi, waktu itu aku prnah belajar di beberpa sumber luar negeri, australia dan sudan arab tepatnya, kalau promil itu fokus pada masa subur dan kesuburan.

Nah gimana caranya agar masa subur perempuan bisa lebih panjang. Ternyata adalah dgn cara membatasi asupan kalori.

Lalu, demikian lah dengan puasa. Puasa itu kan sbnernya utk membatasi asupan kalori juga ya,  nah ini dia yg membuat masa subur wanita bisa menjadi lebih panjang.

Manfaat puasa mulai dari membersihkan tubuh sampai meningkatkan kesuburan. Dan sel telur perempuan jg akan lebih banyak.

Biasanya memang pada awal puasa, kesuburan seseorang mengalami penurunan (disini kenapa sebagian dokter tdk menganjurkan puasa kalau promil)
Tapi kebanyakan dr mereka tdk meneliti setelahnya, bahwa beberapa hari setelah menjalani puasa, biasanya hormon reproduksi seseorang akan kembali meningkat dan hal inilah yang membuat kesuburan meningkat pada saat melakukan puasa.

☝☝☝☝☝☝☝☝☝☝☝☝☝☝

Sista semuah bisa meniatkan puasa nya untuk ibadah pada Allah, sekaligus ikhtiar untuk dititipkan sang buah hati yang dirindukan. Kalau aku sendiri, jujur lagi deh. Promil nya belum menjajaki hal ini. hehe...Namun, tak ada salahnya kebaikan ini dikerjakan..ya kan yaaa...

Urusan sang buah hati adalah perkara ranah takdir yang tak kuasa bagi kita untuk mengendalikan nya. Pasti Allah punya rencana terbaik bagi setiap kita kan? Kenapa sampai detik ini, Allah masih meminta kita buat sabar lebih panjang. Yang jelas, kita akan mendapatkan pahala dan kebaikan pada setiap kesabaran dan ikhtiar yang dijalani  tulus karena mencari ridho Allah. aaamiiiin... hehe

Mari kita sama-sama menguatkan doa terbaik pada Allah. Aku melted sama ayat ini: Allah SWT berfirman:

قَالَ رَبِّ اِنِّيْ وَهَنَ الْعَظْمُ مِنِّيْ وَاشْتَعَلَ الرَّأْسُ شَيْبًا وَّلَمْ اَكُنْ بِۢدُعَآئِكَ رَبِّ شَقِيًّا
qoola robbi innii wahanal-'azhmu minnii wasyta'alar-ro`su syaibaw wa lam akum bidu'aaa`ika robbi syaqiyyaa

"Dia (Zakaria) berkata, Ya Tuhanku, sungguh tulangku telah lemah dan kepalaku telah dipenuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu, ya Tuhanku."
(QS. Maryam 19: Ayat 4)

Tentu udah pada tahu ya kisah Nabi Zakaria yang lamaaaa banget Allah tunda permintaannya. huhu, tapi pesannya "jangan pernah kecewa dalam berdoa !!!!" catet buat diri sendiri (sambil nunjuk muka) !!!! Dalam Al-Qur'an juga telah diajarkan sebuah doa dalam meminta keturunan, yakni do'a nya Nabi Ibrahim, Allah SWT berfirman:

رَبِّ هَبْ لِيْ مِنَ الصّٰلِحِيْنَ
Robbi hab lii minash-shoolihiin

"Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang yang saleh."
(QS. As-Saffat 37: Ayat 100)

Eh iya, tetiba aku keinget juga dengan kisah masa lampau, detik-detik aku pengen jodoh. Nah kok jodoh? Sabar...sabar..., Kan pas aku S2, ntah kenapa teramat mupeng sama bumil² yang tampak oleh ni mata. Mungkin faktor U jugalah,  udah dititik patut jadi seorang  emak, jadi insting mo hamilnya  udah berasa lebih awal. hahahha. Jadi klo mo hamil otomatis aku kudu minta jodoh dulu la kan. Aku rutin baca doa ini:

Allah SWT berfirman:

وَزَكَرِيَّاۤ اِذْ نَادٰى رَبَّهٗ رَبِّ لَا تَذَرْنِيْ فَرْدًا وَّاَنْتَ خَيْرُ الْوٰرِثِيْنَ ۚ 
wa zakariyyaaa iz naadaa robbahuu robbi laa tazarnii fardaw wa anta khoirul-waarisiin

"Dan (ingatlah kisah) Zakaria, ketika dia berdoa kepada Tuhannya, Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri (tanpa keturunan) dan Engkaulah ahli waris yang terbaik."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 89)

Masya Allah, setiap safar dan waktu mustajab aku lirihkan doa ini benar² khusyu ampe sesegukan. Di saat sujud terakhir juga aku dawamkan doa ini..intinya aku mau minta jodoh dan anak sepaket gitu. haks

Semisal aku liat ada bumil, aku shalawatin perut aku. Hahahaha...ini nih pas udah nikah ya...kek dalem hati melirih "Nak, hadirlah di rahim umi. Udah ndak kuat umi nahan rindu akan hadir nya anak umi di rahim ini".  Abis tu shalawat dan istighfar, kadang sampe nitik air mata. Qadarullahnya, temen satu kajian ada 3 orang yang hamil. Betapa  rapuh nya aku ini setiap hasrat pengen hamil itu datang....Sungguh pilu hati rasanya kalo inget gimana sendu sedan perasaan ku kala di titik itu, saat dimana udh ada keluarga yang nanyain "Udah hamil?". Haks... padahal itu baru jalan 2 bulanan pernikahan.

So, tulisan di page ini hanya semacam pengingat kita bersama ya say. Boleh lah kita menjadikan amalan-amalan kita sebagai penguat untuk terkabul harapan baik untuk memiliki keturunan yang Sholih/ah.  Amalan seperti sedekah, puasa, tahajud, Dhuha, dan amalan Sunnah lainnya.  Sebab kita ndak pernah tahu kan amalan mana yang menyampaikan kita pada hajat yang kita dambakan. Bismillah ya sista ku yang aku cintai karena Allah... Semoga Allah bantu kita dalam selurus-lurusnya niat untuk memiliki buah hati, bukan sekedar melengkapi cerita rumah tangga dan menutup mulut para netijen. Tapi benar-benar menguatkan niat dan tekad agar anak yang Allah titipkan akan kita infakkan kembali di jalan Allah dan berdoa agar dapat menjadi syafaat bagi kita di akhirat kelak. amin amin amin ya Allah

Rasanya aku agak melow nulis page ini, karena udah mencakar ranah hati. haks...
Salam cinta penuh pesona dari akuuuuh untuk semua yang bersedia mampir ke blog ini. Makasih ya😘

Pertemuan Cinta Nida dengan Sang Buah Hati

Alhamdulillah wa syukurillah, Hari ini aku makin hepi, dapat suport dari cerita temen-temen tentang prosesi bertemu dengan buah cintanya. ya Allah ilmu itu memang rejeki yang gak ternilai banget ya. Apalagi  belajar langsung dari yang udah mengalaminya. Aku mau coba sharing lagi pengalaman ukhti Sholihah (aamiiin), temen sebandung aku tentang kisahnya untuk bisa meetup sama sang buah hatinya.
ini nih, Selamat membaca...

👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇

Cerita by: Annida Ul-Fithriyah (Ummu Adzkar)

Bismillah hari ini mencoba menjawab sedikit tantangan dari ukhti Ningsi dalam menceritakan kehamilan. Sejak melahirkan aku udah jarang tulis2 blog, sampe ratusan judul di blog aku hapus semua beserta akunnya karena banyak pertimbangan, jadi tantangan kali ini bisa dibilang sedikit membangkitkan kenangan lama *tsah pembukaan oe lebay pisun wkwk.
Jadi boleh dibilang keinginan aku untuk hamil itu cukup lama mungkin sekitar 8 9 tahunan yg lalu, gatau pingin punya anak aja tapi ga pingin nikah ewkwk dikata Maryam lu nid jauh solihahnya, tapi ya emang dulu saking pinginnya punya anak sendiri kadang suka ngaca sambil elus elus perut, timingnya ketika abis makan perutku kan jadi keliatan buncit tuh jadi seolah olah lagi hamil 5 bulanan padahal isina oge cilok, baso, es jeruk eh parah dah. Waktu berselang sekian tahun aku mulai lupa dg keinginan punya anak tanpa nikah karena udah disibukin sama tugas S1 S2. Ketika nikah aku kosong 4 bulanan, termasuk cepet dapet anak kalo kata orang tapi bagiku itu lamaaa kenapa? Ya yunowlah hahaha karena udah kepingin dari 8 9 tahunan tadi hehe. 4 bulanan itu juga udah 4 kali beli tespek kali ya karena haid ku teratur, jadi setiap garis 1 aku selalu kecewa, udah kayak dipilm pilm tp jujur aja emang perasaan kecewa waktu itu sampe bikin takut dan bertanya tanya apakah aku bisa melahirkan seorang anak huhu sedih banget kalo diinget inget sampe sering istighfar, minta doa ke suami dll sampe akhirnya ada yg kasih wejangan santai aja nid, kalo ditunggu tunggu gitu justru lebih berat, masih lebih berat nunggu kehamilan dari nunggu jodoh. Jadi kebayang kan girangnya aku waktu keluar garis dua merah, yg garis kedua samar tapi masih jelas. Mau nangis karena bangga akhirnya Allah mempercayakan janin di rahimku dan bisa memberi keturunan untuk suami, mau nangis karena takut gabisa jaga amanah, pokoknya campur aduk.
Kehamilan pertama bisa dibilang cukup berat bagiku, mungkin krn aku yg terlalu lemah hiks, mual, pegel yg ga bisa diungkapkan lagi, mimisan belasan kali, sampe tiap mau makan aku harus liat mukbang di yutub dulu biar ada nafsu makan, padahal pas makan tetep aja rasanya yaAllah aku ingin bisa makan dg enak sampe salah satu doaku di waktu solat adalah yaAllah semoga aku segera bisa makan enak kayak yg diyutub2 itu aamiin haha, kemudian ucapkan selamat tinggal pada baju2 lama krn perut mulai membesar, lupa rasanya gimana nikmatnya tidur terutama tidur telentang, yaAllah aku ingin tidur telentang, janin ini berat sekalii. Memasuki bulan 7-9 sudah mulai enak makan tp jelas makin berat tapi sudah mulai terbiasa.

Sampe akhirnya di uk 36 aku dihadapkan dg pilihan apakah akan sidang akhir S2 dulu atau mau melahirkan dulu. Setelah dirundingkan aku memilih lahiran dulu biar lega, dan 2 minggu setelah lahiran dari jakarta langsung cus ke bandung buat sidang, tidak ada istilah 40 hari di kelahiran anakku haha. Memasuki uk 37 aku kontrol ke SPOG di RS Islam Al Fauzan Jakarta, dari awal kehamilan aku selalu kontrol ke SPOG, ga pernah ke bidan. Aku tipikal yg lebih percaya dg keilmuan seorang SPOG. Tiap cek mungkin bisa keluar 500-800 ribuan, itu sudah termasuk administrasi, vitamin, USG (hampir tiap bulan krn penasaran), dan konsultasi. Suami jg termasuk lebih percaya ke SPOG untuk kontrol kehamilan. Tapi untuk lahiran aku mempercayakan ke RB Anny Rahardjo di jakarta karena ipar dan temen2 perempuan suami banyak yg lahiran disana, di eyang Anny (kami manggil bidannya Eyang) terkenal dg ari2 tidak dipotong selama 24 jam kemudian baru dipotong, kata eyang yg sudah mempelajari ilmu nya ke amerika itu ada penelitian yg menunjukkan masih ada nutrisi yg masih bisa diserap oleh janin. Di eyang juga kalo di uk tertentu dimana kondisi ketuban cukup, janin tidak terlilit tali pusar, kepala sudah masuk panggul, kelahiran bisa dipercepat dg cara membuka jalan lahir atau biasa disebut dg merobek selaput ketuban jadi rasa sakitnya mirip ketika cek pembukaan, disitu aku dah nangis hehe karena aku lemah mah mah, cengeng ngeng ngeng. Untuk memastikan itu semua tentu aku ke SPOG dulu dan membicarakan rencana kelahiran ku dg dr. Prita, ternyataa yg membantu kelahiran dr. Prita adalah eyang Anny *ngakak modeon. Ya sudah jodoh yg baiklah kalo begini. Selain itu yg bikin aku pingin banget lahiran di sana karena kamar inapnya kayak hotel, ga kayak nuansa rumah sakit yg bikin aku deg deg gimana gitu. Karena di bidan itu gabisa pake bpjs kami harus menyiapkan dana 7 hingga 9 jutaan. Mertua pun support di eyang Anny juga. Akhirnya di uk 37 tanggal 18 juli 2018 sekitar jam 8 malam selaput ketuban ku dirobek oleh eyang. Sebelumnya aku sudah siap dg senam hamil yg sudah Eyang ajarkan guna mempermudah kelahiran biar jalan lahir lebih lentur ditambah sering duduk goyang goyang di gymball, sering minum air kelapa, vitamin ga pernah absen, entahlah persiapan ketika hamil pertama ini aku termasuk yg parnoan, takut banget keguguran. Ini adalah evaluasi besar buatku jika ditakdirkan hamil lagi ga boleh parnoan kayak hamil pertama, aku memaklumi diri sendiri karena ini yg pertama, kalopun kejadian lagi akupun berencana memaklumi kembali diri sendiri, maklum baru ke 2 bukan yang ke 12 haha.

Eyang mengingatkan setelah dirobek selaput ketuban ini siap2 aja malem ini mulai ngerasa kontraksi palsu. Kelahiran ku boleh dibilang sedikit ada intervensi tp karena kondisi ku yg harus segera sidang untuk mengejar wisuda gelombang 3 jadi bismillah semua cocok sesuai rencana. Yg penting aku tidak sampai di induksi. Pagi harinya ditanggal 19 juli 2018 ipar langsung ke rumahku untuk nemenin ke bidan, suami udah dikantor. Karena ipar yg udah pengalaman lahir di Eyang jadi akupun nurut saja. Eh benar ketika jam 9 pagi sudah pembukaan 2, yaAllah betapa sudah mau pecah rasa ketidaksabaranku pingin segera melahirkan, apalagi janin yg kukandung laki2 sesuai dg keinginan kami berdua. Suami pun dg muka girangnya yg saat itu dari kantor langsung ke bidan dan kami seperti akan mendapat sesuatu yg besar sebentar lagi. Bagiku momen ketika suami baru dateng dari kantor dan langsung ke kamar inap untuk menemuiku adalah saat2 yg membahagiakan, rasanya aku sudah merasa dewasa hahaha lebay. Kontraksi terus berjalan yg rasanya aku udah gatahan pingin ngedeeeen aja bawaannya karena mules, memasuki jam 7 malem masih di pembukaan 4 5. YaAllah sedih stres, berapa lama lagi aku harus ngerasain sakitnya kontraksi ini, tp boleh dibilang aku ga teriak2 ketika kontraksi, ketika muncul rasa sakit aku masih bisa dzikir dan nyengkrem kuat2 tangan suami sesekali ninju bantal guling hahaha untungnya bukan ninju suami. Tibalah di jam 12 malem lewat sudah pembukaan 8, akhirnyaa mau lahiran juga. Adzkar lahir di hari jumat jam 1 malem. Setelah ngeden seheboh mungkin akhirnya denger tangisan bayi ku rasanya amat sangat terharu seperti pertama denger detak jantung janin ketika di USG. Mungkin inilah berkah mendapatkan bayi dg pasangan yg sah semua terasa terharu hehe. Setelah itu suami mengadzankan dan mengiqomatkan, lagi lagi ter ha ru ehehee. Btw jujur aja ritual ku selama kehamilan untuk tenang dll ketika udah dipuncaknya melahirkan lupa semua sama teorinya, bodo amat yg penting lahir dg selamet wkwk. Dan lucunya ketika dijait barulah aku teriak2 padahal bayi lagi IMD. Gatau kenapa aku takut jarum dari kecil, udah gitu ga dibius jaitnya. Dan lebih baik kata bidannya ga dibius biar cepet sembuh, yadeh percaya aja walopun nanti kalo lahiran lagi fix aku mau dibius ajaaaa haha. Akhirnya keinginan ku bisa IMD dan bayi tinggal 1 kamar dg ku pun terwujud, ini penting ya gaes, kalo bisa kamarnya disurvey dulu. Alhamdulillah colostrum keluar lancar, yg terpenting adalah rajin mompa biar ga bengkak. Awal awal menyusui aku belum paham ritmenya krn bayi harus menyusui 2 jam sekali dan hisapan nya ga kan bisa ngabisin semua asi di payudara kita jadi harus dipompa biar asinya lancar terus, itu juga menghindari mastitis dan hal hal lain yg tidak diinginkan. sekian pengalamanku semoga ada hikmah yg bisa diambil.

☝☝☝☝☝☝☝☝☝☝☝☝

Jujur ya, aku melted banget dengan cerita Ukhti nida ini. hahahaha

Aku ngeliat ada prinsip keyakinan yang kokoh dari ceritanya plus rasa syukur yang besar karena amanah baru yang dikaruniakan , huhuuu aku juga mau bisa gitu. Mau bisa enjoy menikmati setiap apa yang menyerang tubuh ini pada setiap fase kehamilan. Nah, ku jadi insaf sendiri, memang keyakinan dan rasa syukur bisa jadi obat manjur untuk meredakannya. Masya Allah

Jazakillah Khoir ya Nid udah sediakan waktu semedi buat berbagi ilmunya. Moga paedah dan pul barakah ilmunya...Moga bisa jadi Bunda para Ulama....amin amin amin ya Rabb

Rabu, 20 November 2019

Seputaran Program Hamil Page 2

Baiqlah...aku akan mencoba berbagi kembali tenang promil ya. Nah di Page 1 kan aku udah sharing tips pertama buat promil, berdasarkan pengalaman aku sendiri dan data empirik teman-temanku plus ilmu medisnya. Now, aku mau berbagi pengalaman tentang kesehatan dalam promil. Hehe

Actually, kalian bisa-bisa aja search di mas Gugel tips kesehatan untuk promil. Disana akan membura info atopun artikel terkait hal ini. Tapi kan, kita lebih suka aja ya ngejalanin tips itu dari pengalaman langsung seseorang. Jujur aja, kalau aku pribadi promil kesehatan nya gak nyampe   ke tahap cek lab gitu buat memastikan tingkat kesuburan aku maupun doi. Dari sisi aku pribadi, udah nyiapin promil dari sebelum merit. wkwkwkwkwkek...Serius ini lho gaes, asal kalian tahu ya...pas tahun 2010 aku pernah megang perutku pas jalan ke kampus (kan klo ke kampus itu hitungan jihad, jadi aku manfaatin buat banyak-banyak doa) sambil aku doakan agar nanti lahir ulama besar dari rahim ku..lebay kan? hahahaha. Tapi aku gak cukup cuma doa. Ikhtiar yang aku lakukan dengan menjaga pola makan. Aku meng-anti-kan banget dari mi instan dan makanan ber-msg, suka makan sayuran yang baik buat rahim seperti tauge. Selain itu aku rajin olah raga. Lebih-lebih saat aku di Bandung yang sangat terfasilitasi tempat olahraga nya. Aku suka memaksa diri untuk joging dengan rutin, walau ada juga fase malesnya. But, pas udah fiks mau nikah aku ketat banget olahraga dan senam plus minum makan yang sehat². Misal aku sudah rajin konsumsi herbal seperti madu mix lemon, air infus, habbat, sari kurma minyak zaitun, ekstra food, teh manggis, dan lain-lain nya. Catet yaaa...ini sebelum merit. Jadi, kebiasaan seperti ini menjadi program lanjutan aja ketika aku dah merit.

Nah,  aku pun merekomendasikan promil ala dr.Zaidul Akbar (bisa dikepoin di sosmed ya) buat manteman semua. Disana jenis herbalnya lebih detail sekaligus fungsinya. Kalau temen-temen terdekat aku juga samalah, herbal yang digunakan itu masih sekitar madu, sari kurma, habbat, dan konsumsi sayuran. Catatan banget nih, bukan cuma istri doang yang mesti promil, tapi suami juga kudu ikutan. Jadi, akutu abis merit juga kasih doi herbal-herbalan gitu. Suka aku buatin madu mix lemon anget, teh telur mix jahe, minum sari kurma juga dan habat, tentu tak lupa rutin makan sayuran (doi Qadarullahnya pecinta tauge dan bayam) plus buahan. Apalagi kalau makanan? Adalah bubur kacang ijo...hehehe ini enak dan menyehatkan, aku konsumsi ini karena cerita ² orang -orang dulu ini nih bagus banget buat kesuburan. Jadi aku yang lugu ini pun manggut-manggut wae. Tapi ternyata, setelah aku selidiki di Gugel makanan ini bagian dari makanan rekomendasi buat kesuburan rahim. yeeeeee.... yang jelas aku gak ada minum obat-obatan promil, tapi herbal-herbalan iya.

Kita lanjut ya ke rutinitas olah raga...
Alhamdulillah nya juga aku dan doi punya kebiasaan suka olahraga sejak sebelum menikah. Kalau si doi dipaksa takdir sebab telah terlahir sebagai atlet Wushu dari esempe, mau gak mau olahraga adalah makan sehari hari nya. Jadi, pas udah serumah ndak terlalu sulit buat menyamakan ritme untuk olahraga bareng dan senam bareng. Jangan tanyakan khasiat lain dari olahraga rutin bagi pasangan yang baru (atopun yang lama) merit, you know la kan ? wkwkwkwkwk. Setidaknya, Olahraga bareng seminggu sekali sama bebebnya, seperti joging bisa membantu buat membugarkan tubuh insya Allah. Berkelindan dengan hal ini, aku juga mau cerita tentang HB yang menunjang promil. Secara ilmunya, pasutri kudu giat bergelora buat HB di waktu masa subur ya. Penting bagi sista punya kalender haid dan masa subur. Aku punya catatan ini (bisa download kalender catatan haid ini di play store ya say). Inget, abis HB jangan buru-buru membersihkan bagian bawah buat calon² emak nih. Wait sampe lebkur 15 menit lebih. Biar calon utun bisa berenang gembira dengan tenang mencari dan membuahi sel telur. Usahakan, buat posisi nunggit ya abis HB buuk (yu now nunggit?hahaha) atau kakinya diletakkan di dinding dengan posisi badan rebahan di kasur, sesekali pinggang nya diangkat. Rileks kan diri habis HB,.bagi yang mau minum air anget boleh atau yang lain-lainnya.  Nah, terkait posisi HB nya, aku terlalu malu mengupasnya disini. Boleh cari di Gugel aja ya... Kalau bagi aku, temukan aja posisi yang bikin nyaman. Aku lebih memilih yang bikin aku hepi aja, gak mesti overthink sama artikel-artikel yang berkeseweuliran di medsos.

Ohya, selain itu. Jaga pola hidup sehat seperti tidur dan aktivitas. Aku dan doi punya kebiasaan tidur larut yang jadi PR bersama kami setelah merit. Tentunya ini paling gak bagus banget. Aktifitas gimana? Usahakan untuk tidak jadi workholic terutama di malam hari (aku masih usaha juga yang ini nih sampai detik ini, hehee). Buat sista pecinta kafein , plis selama promil diminimalisir ya say...

Tentunya temen-temenku berhasil promil kesehatan dengan jalan berbeda beda.  Ada yang rutin konsumsi buah dzuriat dan kurma muda, Alhamdulillah Qadarullahnya berhasil. Ada yang ikutan promil ala dr.Zaidul  Akbar, Ada yang dengan madu, kurma muda, dan habbat yang di ruqyah, ada  yang minum kolagen dan susu promil. Bahkan bagi yang udah sampai hitungan tahun gitu ada yang ikhtiar cek lab kesuburan baik istri maupun suami. Kalian mau yang mana? bebas...

Buat tambahan, Aku mau bagikan lagi hasil chattingan dengan temenku yang ikutan grup promil:
👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇

Faktor-faktor memicu gagalnya promil:

poin 1 itu stres ya...(aku aku bagikan di page 1)

2⃣ Kebiasaan makanan yang mengandung lemak trans tinggi.
Kurleb 75% bagi bbrpa pasangan makanan yg mngandung tinggi lemak trans, itu tidak cocok.
Speerti burger, pizza, bakar2an, junkfood dll.
Solusi :
Makan yg rebus2an, ayam rebus, sup, singkong rebus, dll.
Lemak trans ini memang akan mengganggu kesuburan lebih tinggi dr yg jarang/tidak mengkonsumsinya.

3⃣ Kegemukan dan Kekurusan. Melakukan diet yg tdk sehat.

4⃣ Tidak tau masa subur yg pasti

Jadi utk perempuan itu kan ada yg namanya masa subur.
Jd kalau hubungan diluar masa subur, maka dirasa percuma. Karna tdk ada sel telur yg lepas.
Akhirnya sperma tdk bertemu dgn sel telur.

5⃣ Yang paling banyak menjadi faktor gagalnya promil, ada bbrpa gangguan dr perempuan atau laki2.

Perempuan
- gangguan reproduksi, saluran tuba, pcos, dll.

Laki2
- kualitas sperma yg menurun, gangguan pembuluh darah pd buah zaka, dll.

Drimana asal gangguan prmpuan dan laki2 itu ?
Dari pola hidup dan kebiasaan mereka. Spt mungkin kurang olahraga, banyak konsumsi kafein, rokok, bergadang trlalu sering dll.

☝☝☝☝☝☝☝☝☝☝☝☝☝☝☝

Gimana kalau semua tips kesehatan itu sudah dijalani tapi masih belum berbuahkan hasil?. Lagi-lagi mari kita menata niat yang lurus. Sungguh ikhtiar itu adalah bagian dari ibadah. Hehe Kan Ndak baek menuhankan ikhtiar toh cin? Biar Allah yang menentukan hasil akhirnya. Bukankah konsep ini sudah kita pelajari juga saat mencari jodoh. wkwkwkwkwkek.

Bila, mau mencoba langkah selanjutnya ya dengan program inseminasi atau bayi tabung. Rasanya, ini udah jalan mentok deh ya.

Aku rasa udah dulu ya, ini cukup banget menurut aku. Saran aku yang unyu ini (hehe) jangan  terlalu overthink sama artikel-artikel yang dibaca di medsos ataupun kata-kata orang ya say. Harus difilter juga dan gunakan insting aja mana yang mau dijalanin. Next aku mau mengupas promil dari sisi religiusnya. Tapi keknya gak bakal panjang bgt deh. hehe

Makasih udah mampir ke blog ini...😘

Seputaran Program Hamil Page 1

Topik tentang dunia Promil seakan gak ada habisnya bagi pasangan muda atau pun yang gak muda lagi. hehe...Gimana gak jadi hot isu ya, baru juga dua mingguan merit, kita tu suka banget dihujani pertanyaan "Udah ngisi ya?". Sungguh itu pertanyaan jahad setelah pertanyaan "Kapan nikah?". fiuuuuh....

Dari survei kecil² an terhadap temen seangkatan aku yang nikah, hampir 50 % mereka harus di uji oleh masa tangguh buat hamil dari Pemilik Takdir. Ada pula orang² terdekat aku yang ditangguhkan bukan hanya hitungan bulan bahkan tahun dan belasan tahu...haks !

Gak ngerti juga akutu ya. Pernah nanya juga sama emak, orang-orang jaman dulu apa banyak juga ya dapat kasus belum hamil sampai sekian tahun pernikahan. Kalo kata emak tu, ada sih tapi ndak separah anak-anak milenial sekarang ini. Hampir rata-rata habis merit mereka dapat rejeki anak, bahkan anaknya berkepirit. wkwkekwkekek. Trus ada apa dengan generasi now? Antahlah yooo...dengan kesoktoyan seorang aku ambil spekulasi begini "mungkin karena pake suntik-suntik caten itu Ndak ya?" hahaha (Plis, bagi para cendikiawan medis kasih aku pencerahan, hehe). Karena kesoktoyan ini membuat aku ambil langkah nekat gak mau disuntik caten sebelum nikah (gimana caranya?, Ini of the record, hehehe)  hahahaha....Bandel sih ya !!! Kalau ini gak penting jangan ditiru deh. Karena ada kok yg patuh ikutan suntik caten dan tusuk² lainnya langsung bengkak perutnya abis merit. Wwkwkwk

Next lah ya...
Alhamdulillah akupun merasakan nelangsa nunggu hamil selama hampir 3 bulanan. huhuuu... Nikahnya 10 Januari, tahu positif itu 4 April.
Bulan pertama sampe kedua bukan bulan madu buat kami. Tapi bulan pare. wkwkwkwkwkek...Musababnya kami disibukkan oleh resepsi yang berlangsung 2 kali, setelah itu harus bolbal bangko-solok-bangko-jambi-serang-kerumah yang ditempati sekarang (Deket ke Cilegon). Dibulan pare itu badan cuapek minta maaf, stres karena mesti pindah-pindah dan adaptasi lingkungan baru dan aktivitas baru. Artinya, mulai bermadu-madunya di bulan ketiga memang. hehe..So.? Kesimpulan pertama yang dibutuhkan dalam promil dalam versi aku tu adalah ketenangan jiwa dan raga. Pikiran tidak diselubungi stres dan tubuh benar-benar dalam kondisi yang rileks dan fit.

Okey, sekarang aku mau copas ya sharing dari grup promil temen aku yang berkaitan kesimpulan pertama.
👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇

Sebenarnya kenapa sih promil kita gagal terus?
Udah usaha ini itu, tapi blm juga garis 2 ?

*Apa faktor penyebab gagal promil?*
NOTE : Ini diluar kehendak Allah ya...

1⃣ Kebiasaan stress dan kecapean
Dampak dari point pertama ini, menurut penelitian memang bisa sekitar 70% promil gagal untuk teteh yg suka stress.
Nahloh...

Teteh termasuk seorang aktivis? Karir diluar rumah? Kerja dan PP keluar masuk rumah setiap hari?

Bila tingkat stress dan kelelahan teteh cukup tinggi, sebagian therapis akan menyarankan untuk tteh resign.

Kecuali, di tmpat aktivitas sana tteh merasa banyak keberkahan yg didapat, merasa membuat hati lebih lapang, fikiran tenang dan cukup menghilangkan penat dlm rumah, walau lelah, tteh bisa pertahankan.
Tinggal yg tteh butuhkan hanyalah bbrpa pendukung spt suplemen agar tetap vit dan pertahanan tubuh tteh lebih kuat.

Apa hubungannya?
Hubungannya adalah soal "Tali Silaturahim", sebuah hablum minannas yang terbangun disana.
Ketika tali silaturahim kita perluas, kita bumbui dengan kebaikan, akan ada signal cinta dr Allah untuk urusan rezeki kita.

Salah dua yg termasuk kedalam PEMBUKA REZEKI adalah : Silaturahim dan sedekah/zakat.
Berkah dan keutamaan yg sdh tidakk diragukan lagi, bahwa silaturahim dan sedekah sebagai jalan pembuka rezeki, termasuk rezeki seorang anak utk pasutri (pasangan suami istri).

*Coba teteh ingat2...*
*Seberapa banyak, temen tteh yg hamil ketika teman sebelumnya juga sdg hamil?*

Saya pribadi, 3 tahun berturut2 setelah menikah mengalami keajaiban yang tdk bisa saya sebut "KEBETULAN", mohon izin saya cerita sedikit.

Sy punya komunitas menulis dimana saya, suami dan bbrpa teman adalah promotor/penggerak komunitas menulis ini.

Tahun pertama, kami menyebar undangan (ada cinlok antara sya dan suami ciiee 😄), lalu bbrpa bulan setelahnya Qadarullah adalagi cinlok dalam grup promotor ini yg akhirnya mereka menikah, sampai bulan2 selanjutnya para promotor ini banyak yg menjadi sepasang suami istri, kurleb ada 5-6 pasang berturut2. Maa syaa Allah *Nular*.

Lalu, saya dan suami adalah pasangan perdana yg cinlok disana, tapi qadarullah 1 tahun kami kosong belum di karuniai kehamilan, begitupun dengan pasangan ke 2 dan ke 3, beluk jg Allah karuniai kehamilan.

Sampai pasangan yg ke 4 dan ke 5 menikah di tahun berikutnya, tidak lama mereka hamil duluan dibanding kami.

Teteh2 tau?
Setelah pasangan ke 4 dan 5 itu hamil, kami psangan pertama, kedua dan ketiga maa syaa Allah ikut hamil berturut2, smpai kami hamil cuma beda 1-5 bulan semuanya.

Dan ketika saatnya melahirkan, maa syaa Allah 6 pasang cinlok ini melahirkan setiap bulan 1 orang.

Dan tidak hanya disitu, karna  setelah menikah sy langsung dibawa suami ke tangerang. Saya dpt temen baru, dan masuk grup kajiam yg didalamnya adalah para istri.
Qadarullah, ketika dlm grup itu sedang menanti sebuah kehamilan. Lagi lagi, ketika saya datang disana, seolah2 sy mengirimkan sebuah energi positif yang akhirnya semua para istri disana HAMIL berturut2, dan melahirkan berturut2 setiap 1-2 bulan sekali.

Dan keajaiban yg ketiga adalah, ketika para istri ini sudah melahirkan. Ada 1 teman dekat sy yang ketika anaknya baru berusia 8 bulan, Allah kasih dia hamil lagi. Dan teteh semua tahu?
Saya dan bbrpa istri yg lainnya, juga HAMIL LAGI ketika anak pertama kami masih kurang dari 1,5 tahun.

Dan bagaimana nasib grup promotor dari komunitas menulis kami?
Ketika kami mengabarkan bahwa sy sedang hamil lagi, teman di promotor ini juga ikut2an hamil anak kedua, el2 bulan berikutnya 🤣

Maa syaa Allah, saya baru sadar dan mempelajari satu hal tentang "HAMIL ITU NULAR"

Teteh tau jaman dulu kalau katanya haid itu nular?
Itu mitos?
Ya, awal2 saya sangka itu mitos, yaialah apa hubungannya kan, koq bisa nular. Apalagi soal hamil, bisa nular dimananya?  Kan beda suami 🤣

Nahhhh disini saya tadaburi, bahwa ternyata semua itu TIDAK sepenuhnya MITOS.

*saya lanjut dulu ya...*

Nah, lalu sangat jelas. Apa hubungannya antara BISA HAMIL dan SILATURAHIM???

Ya itu tadi, habluminannas dan energi positif yang datang dari temn2 Kita.

Jadi, untuk faktor penyebab gagal promil point 1 ini. Tergantung dari teteh masing2 ya... :)

Bila aktifitas terlalu berat dan cukuo menguras tenaga dan fikiran. Mungkin bisa sejenak di stop :)

Tapi bila merasa masih aman, silahkan lanjut semntara.

Dengan catatan, tetap istirahat pada waktunya. Karna tubuh kita punya hak utk beristirahat. Tsk dzholim pada tubuh sendiri :)

☝☝☝☝☝☝☝☝☝☝☝☝

Nah, gimana?

Buat yang mau memulai step awal promil, kalo saran dari aku yang unyu ini (apaan siii,hahaha), hindari stres ya say. Ada cerita fakta dari temen aku yang kosong sampe berbulan-bulan juga mengaku pemicunya adalah stres. Sebab ciwi-ciwi ni kan makhluk baperan. Awal menikah bukanlah hal yang sederhana, rumit. Karena kan mesti adaptasi dengan banyak hal, biasanya di page adaptasi sama hal-hal baru ini yang jadi pemantik stres nya. Walaupun, bisa juga dipicu oleh beban kerjaan (bagi yang kerja). Nah, manajemen stres gimana? Eummm bisa cari sendiri la ya, kan ini bukan lagi era purba yang sulit Cari info. Hehe...kalau manajemen stres ala aku ikutin tips Aa Gym "Stres itu sebab banyak mikir tapi kurang dzikir". Kitu....
Mau lebih tenang? Bisa dengan intensif kan lagi baca Qur'an, kalau gak sempat banyakin istighfar, kalau mampu banyakin ibadah sunnah lainnya. Kan manusia ndak diminta buat nyelesein masalah, tapi didisain buat minta tolong sama Allah, biar Allah yang selesaikan. Hehee...

Ohya, mumpung ingat (karena suka lupa akutu skrg). Nikmatilah HB bersama pasangan tanpa ada beban ini nih bakal  jadi Bebi atau ngga ya. Stttt ini juga mempengaruhi banget ke psikologis sista semuah yang aku cintai karena Allah (asik). Doi akutu juga pernah ingetin aku soal ini. Karena pas masuk bulan kedua akhir aku masih haid, aku kelihatan agak beda. Apalagi suka mupeng liat bebi² yang berkeliaran seputar kompleks. haks... tambah-tambah mulai dihunus oleh pertanyaan "udah ngisi belum?". huuuufttt. Jadi, aku suka terbebani saat HB hanya demi menyenangkan hati orang yang nanti bakal bertanya ulang. Ternyata ini gak baeeek ya ciiin.... mesti menata niat yang lurus. Sama seperti nawaitu saat ingin menikah,.lurus menjadikan pernikahan untuk ibadah. Maka, bagus banget kalau bisa nyusun niat kembali untuk punya Bebi agar nanti bebinya jadi anak Sholih yang akan diinfakkan di jalan Allah (Asyik, cie cieee). Jadi, kita lempeng hatinya atas ketetapan Allah, kapanpun Allah mau takdirkan untuk memberi amanah baru. Kalau belum, yah kembali ikhtiar dan tata niat lagi. hehe

Dah dulu ya, ini nih baru satu dari sekian bejibun tips promil yang ada. Sebab poin ini yang paling penting jadi aku cetusin di awal aku berkisah...
Aku mau yoga dulu, hahaha
insya Allah disambung ke chapter berikutnya kalau aku mau dan mampu.
Doakan aku yaaaa ...

Semoga berpaedah, salam cinta penuh pesona dari aku buat semua yang mau singgah ke blog ini😘

Kisah Persalinan Ajwa

(Cerita ini aku dapetin dari temenku, Astrid)

Sharing sedikit tentang persalinan ku kemren. Semoga bermanfaat...

Aku udah jalan-jalan keliling komplek dari usia kehamilan (UK) 36 week, tapi gak banyak dan di pagi hari. Pas udah 37w jalan 38w, saat dokter bilang kalau mau lahir udah 'sah' aku mulai ngepel jongkok, berdiri jongkok berdiri jongkok gitu.. terus jalan-jalan juga smkin rutin. Minum juga dibanyakin pas periksa di uk 37w 7,5 ketubannya, jdi hrs dibanyakin minum, syarat klo mau normal diatas 10. Setelah 3 hr periksa lagi jadi 13,5 Alhamdulillah.

Aku juga ga berenti ngajak ajwa ngomong dari sejak masuk TM3, kalau ajwa anak Sholehah pintar, tau jalan keluar nya lewat pintu ya. Pas setiap periksa bukaan itu aku juga ngajakin ajwa ngomong terus, naak keluar yo nak lewat pintu ya nak, ummi dan Abi udah nunggu.

Setelah seminggu (hari Rabu 21/2) periksa lagi itu UK 38w5d, diperiksa panggul udah bukaan 1. Kata dokternya 3 hari lagi kontrol tapi kalau udah ada tanda-tanda (flek darah/air ketuban keluar/ mules 5 menit sekali langsung ke dokter). Pulang dari rumah sakit langsung ke pasar sekalian jalan, disitu keluar flek coklat lendir gitu. Cuma kata ibuku ga usah ke dokter dulu karena belum ada mules. 

Malamnya ternyata aku mules sejam sekali, tapi masih gak terlalu sakit. Selain itu kayak ada keluar air cuma aku gak curiga itu ketuban karena gak amis. Nah besok pagi (kamis) sampe siang ga ada rasa apa-apa, tapi tetep aku pakekin gymball, ngepel jongkok, jalan.

Jam 2 an aku ngajak suami dan ibu ke mall buat jalan-jalan. Nah baru setengah jam jalan-jalan keluar air lumayan banyak sampe tembus ke daleman celana. Aku gak langsung pulang malah makan bakso dlu,hehe. Setelah pulang, jam setengah 5 aku mandi pas mandi keluar lagi air. Dan aku baru yakin itu ketuban langsung deh ke rumah sakit.

Pas siap-siap ke rumah sakit aku ngersaiin kontraksi yg belum pernah ku rasain sebelumnya, dipinggang nyeri bgt (tulangnya kayak ada yang narik buat dilepas) malah gak sama sekali mules. jam 17.00 nyampe rumah sakit langsung di bawa ke ruang observasi di rumah sakit. Hasil nya fiks ketuban aku udah pecah 😭 udah gak boleh gerak-gerak lagi. Dicek bukaan ternyata masih 2. Bidan telpon dokter disuruh usg setelah itu ctg. Hasilnya ketubanku udh 4,9 (kurang dari setengah). Bidan bilang kata dokter resiko nya besar klo mau normal karena ketuban udah sedikit, masih ada harapan buat normal asal detak jantung adeknya tetep bagus dan bukaan harus segera lengkap.

Hasil ctg jam 18.00, jantung ajwa alhamdulillah normal aku cm perlu dibantu oksigen. Kata bidan 3 jam lagi kita periksa ctg kalau masih normal jatung dedeknya kemungkinan bisa normal. Uuuh deg2an skligus kontraksi semakin kuat, ya Allah rasanya kayak mau lepas pinggang.. Allahu. Jam 20.30 diperiksa bukaan udah 4, hsl ctg detak jantung normal masyaAllah. Gak lama dari itu aku muntah, eeh bakso yg aku makan semuanya keluar. Lemes rasanya. Untung mertua datang bawain sari kurma, extra food.  Nah sebelmnya aku minum telor ayam kampung mentah yg kuning nya aja campur madu sm minyak zaitun (klo menurut aku worth it banget) 3 kali sejak dikasih tau bukaan 1. Dokter sebntar lagi nympe rumah sakit. jam 21.00 diperiksa lagi sama bidan, tapi bidannya ga ngomong bukaan berapa cuma langsung diminta siap-siap ke ruang tindakan. Disitu aku agak sebel, sampe bilang ke bidan udah bukaan berapa biar aku semangat nih.. bidannya cuma bilang udah nambah :( gitu aja. Pas disuruh ke ruang tindakan msh sempet nanya ini aku mau lahiran normal kan sm suami. Iya makanya kamu semangaat yaah :) seneeng bgt rasanya meskipun sakit kontraksinya waw. 10 menit kemudian aku udah di ruang bersalin bidan nyiapin alat, dokter datang. Kontraksi semkin sakit,udh berasa mau bab, aku langsung bilang sus aku mau bab. Eh dokternya datang dicek, dokter bilang tinggal sedikit lagi. Bidan masih nyiapin alat2, sekitar 21.20 mau bab nya semakin jadi, langsung bilang lagi suuus mauu bab udah ga tahan lagi, sebntar bu jangan ngedeen dlu, tarik nafas buaang..huft

Dokter langsung datang dan dia bilang bukaan udah lengkap dan boleh ngeden. Rasanyaa bahagia excited bgt, suami juga kegirangan.. ayo sbntar lagi kita ketemu dedeknya.. Alhamdulillah 4 kali ngeden baru keluar itupun dibantu didorong sm bidan, jaitannya juga sedikit. MasyaAllah kalau bukan pertolongan Allah, apalaah rasanya. Smpe ngerasa apa ini rasanya sakoratul maut yah, atau ini ga seberapa :(

Beberapa catatan penting:

1. kalau hikmah dan diskusi sama bidan sebenernya kenapa ketuban pecah karena terlalu berlebihan 'olahraga' nya

2. HB sama suami (trutama air m*ni)  juga ngaruh banget bisa ngelunakin mulut rahim.

3. Selama kontraksi baca surah al-Insyiroh. Biar yakin sama pertolongan Allah, dibalik kesulitan ada kemudahan.

Kamis, 14 November 2019

Masa Lalu Pasangan

Pasangan mu punya masa lalu, kamu juga. Masing-masing dari kalian tentu pernah jatuh hati, memendam perasaan, ataupun sekedar kagum pada seseorang yang pada akhirnya bukanlah jodohmu.

Lalu? Apakah masa lalu itu perihal yang akan mengusik?. Tentu tidak ! Jika satu sama lain menyadari dengan penuh seluruh bahwa siapapun yang pernah menjadi bagian dari masa lalu, adalah pembelajaran terbaik tentang hati-hati dalam menaruh hati. Karena kamu memanglah manusia biasa. Dimana, fase ingin bertemu dan dipertemukan menjadi ladang ujian hati terhebat. Dia saat lemah, kamu pun tergelincir. Benar bukan?.

Bagaimana bila masa lalu terasa mengusik?. Kamu hanya perlu tahu, bahwa yang bukan menjadi jodohmu tidak semestinya kembali hadir dalam bayang-bayang. Sebab, pernikahan telah menentukan siapa yang patut kamu cintai dan kepada siapa kamu berhak berikan seutuhnya hatimu. Apa-apa yang terlewati tutup lah dengan istighfar dan hati yang lapang. Kemudian, memintalah kepada Allah agar cinta dalam kesucian ridho-Nya terus mekar mewangi sepanjang masa.

Kamu hanya perlu memaafkan apa-apa yang telah dilewati oleh masing-masing dari kalian. Jangan lagi membuka celah untuk kembali pada masa lalu mu yang tentunya akan menyakiti hati pasanganmu. Cukupkan dirimu pada sesuatu yang akan menyampaikanmu pada keridhoan Allah dengan mencintai seseorang yang telah Allah takdirkan. Pasangan mu kini telah menjadi ladang paling baik untuk kamu menabur cinta dan kasih sayang yang tulus. Jangan biarkan syaithon bermain di ladang mu. Nanti kamu bisa celaka.

Rabu, 13 November 2019

Fase Menggelembung

Selama perut ini perlahan menggelembung, aku lebih banyak melempem. Sungguh banyak waktu dihabiskan hanya di atas kasur, gegulingan sambil terisak, leyeh² ndak jelas, tiduran sambil berimijinasi. Merasa amat sangat tidak produktif syekali akutu.

Di lain sisi, aku pengen gak kek gini. Mau tetap produktif di fase kehamilan. Tapi realisasinya. Suka cenat-cenut kepalanya setiap aku buka file-file pembelajaran di laptop, baru 10 menit baca aku udah ngantuk, dibawa aktifitas eh malah jadi bedrest berhari-hari.

Akhirnya, kosa kata aku semakin menurun   seiring turunnya minat aku membaca. Sekaligus memangkas abis hasrat untuk menulis. Rasanya, ini kondisi paling yang aku suka. Dimana hanya mengurung diri dalam kedangkalan wawasan. Apalagi, daya ingat yang jadi menurun..huhuuu....

Ini keluh kesah ya?
Sebenarnya niatnya cuma mau belajar nulis lagi. Semoga ini menjadi awalan yang baik untuk mencukil ghirah tholibul ilmy kembali, kapan pun dan dimana pun.

14-11-2019. @ Taman Krakatau yang lagi basah oleh hujan

Senin, 29 Juli 2019

Rumput Hijau

Kadang kita yang suka merasa pintar ini gak sadar udah jadi orang goblok. Sayangnya, kita senang sekali memelihara kegoblokkan itu. Musababnya kita selalu tertipu oleh bungkus luar dari apa yang tampak oleh mata. Rumput tetangga kelihatan lebih wow karena kegoblokkan yang tak sadar dijaga oleh diri. Kenapa yang kita telisik adalah rumput di luar rumahnya dan apa yang ada di dalam rumah tersebut. Boleh jadi, halaman depan rumah yang kita elu-elukan itu indah sehingga kita selalu tergiur padanya,  kadang membuat kita lupa untuk bersyukur atas apa yang telah ada pada diri sendiri dan apa yang kita miliki. Padahal isi dalam rumah itu hanya lah problematika yang terus tertutup oleh tampilan luar yang aduhai.

Rumput tetangga lebih hijau, lalu  kita tergoda. Melihat yang lain lulus di kampus impian, kita tidak. Walaupun, kita tetap bisa melakukan yang terbaik dimana pun tempat yang telah Allah takdirkan. Buktinya, ada dari mereka yang gagal berkali kali menggapai harapan nya. Namun asanya tak pernah mati oleh takdir yang tak memihak padanya. Baginya hidup bukan untuk merutuki kegagalan, tapi hidup untuk memperjuangkan ikhtiar tetap dalam bingkai ibadah.

Rumput tetangga lebih hijau, lalu kita tertipu. Memandang teman yang lulus terlebih dulu lebih bahagia. Walaupun, kita tetap bisa bahagia dan tenang dengan apa yang telah Allah tetapkan tanpa harus terusik oleh keadaan orang lain. Ada yang lulus cepat, tapi mereka harus berjuang lagi untuk bertahan hidup pasca kampus. Lalu bisa jadi Allah selamat kita dari kegaduhan pikiran pasca kampus agar kita bisa menata lebih baik akan kemana kaki dilangkahkan setelah selesai studi itu.

Rumput tetangga lebih hijau, Lantas setelah sekian waktu pernikahan kita melihat wanita/laki-laki lain lebih kemilau. Dengan cepat kita lebih mudah terpikat dengan kelebihan yang dimiliki oleh wanita/laki-laki lain. Wah dia hebat ya bisa begini  dan begitu, sudah mendapatkan ini dan itu, prestasinya ini dan itu. Kemudian kita terpincut untuk terus meng-kepo-in kehidupan luar yang ditampilkannya di jejaring sosial. Tetiba terfikirkan 'ah andai dia pasanganku'. Racun khayalan yang dihembuskan oleh nafsu bertemankan syaithon. Padahal, kita tetap bisa menjadikan pasangan kita yang paling menawan jika kita mampu menjaga pandangan dengan iman dan melindungi hati dengan dzikir lalu berhenti mencari-cari tahu kelebihan wanita/laki-laki lain yang menjadi bibit penyakit. Entah kenapa kita lebih senang mengeksplor kelebihan yang ada pada wanita/laki-laki lain dibandingkan mendukung pasangan kita untuk lebih baik dalam mengembangkan potensinya. Belum tentu pula lah yang lebih cantik/ganteng dan yang luar biasa itu akan bisa bertahan dengan segenap kekurangan kita saat merenda rumah tangga. Seyogyanya kita mesti sering menelisik dalam hati dan mengingat kembali, mengapa dulu kita pernah memperjuangkan seseorang yang kini menjadi bagian dari hidup kita. Sehingga kita tak pernah mau beranjak hati dan pikiran kecuali untuk menjaga pasangan selalu menjadi yang terbaik dalam pandangan kita.

Ah...
fenomena rumput tetangga lebih hijau itu takkan berkesudahan bila kita tak mau mengontrol diri memberhentikan nya.
Kalau kata para ustadz  dan motivator gitu, berhenti lah membanding hidup kita dengan
orang lain lalu fokuslah dengan ketaatan pada Allah. Itu lebih baik!

Minggu, 28 Juli 2019

SBM-PTN

Gadis belia itu telah lama menghabiskan waktunya di bilik. Sesekali segukannya menyela diantara keheningan malam. Tak lama sesudah segukannya itu mereda, tetiba pintu kamarnya berderik dan terbuka. Wajah wanita tua dengan air muka yang menenangkan dengan pelan berjalan menujunya.

"Bu..." Sapa gadis itu kepadanya.

Wanita tua itu mengambil posisi tepat disamping bentangan sajadah, dimana gadis itu kerap menghabiskan 1/3 malamnya. Lalu menyeka air mata gadis itu dengan sentuhan tulus dari hati seorang ibu.

"Nak, Ibu tahu kamu masih belum menerima hasil SBMPTN minggu lalu, Ibu tahu kamu telah berjuang dan berkorban untuk mendapatkan kampus impian mu itu. Tapi Allah punya kehendak lain atas apa yang kamu pinta"

Gadis itu pun memeluk ibunya dengan erat dan mengangkat suara.

"Teman-teman Re semuanya lulus Bu di jurusan dan kampus yang mereka inginkan. Sedangkan Re, harus menerima kepahitan tidak lulus".

Ibu  Re pun memulai pembicaraan dari hati ke hati.

"Kadang kita sering memandang sumber kebahagiaan dari terwujudnya apa yang kita cita-citakan. Melihat segala sesuatu dari permukaan luar memang sering menipu akal kita, Nak. Belum tentu mereka yang lulus hidupnya akan berhenti dari masalah. Jelas, sangat tidak mungkin Allah Yang Maha Baik itu mendzalimi hamba-Nya atas Ketetapan-Nya dari ketidaklulusan seseorang. Masa depan mu bukan ditentukan oleh seberapa sering kamu jatuh, tapi seberapa hebat kamu berjuang dan berkorban menjalani proses dan menyerahkan penuh seluruh hasil yang terbaik kepada kehendak Allah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Disana kamu telah menjalani seluruh ibadah. Ikhtiar nya jadi ibadah dan tawakal nya jadi Ibadah."

Gadis itu tampak mulai tenang....

"Bu... maafkan Re ya, belum bisa memberikan yang terbaik"

"Apapun yang telah kamu capai, Kamu tetap lah Re yang selalu Ibu banggakan. Masih ada kesempatan tahun depan untuk mencoba, Nak. Yuk ikhtiar lagi. Minta sama Allah yang terbaik dari sisi-Nya. Ibu selalu ada untukmu disepanjang doa"

.......

Gadis itu menatap tajam podium di didepan. Sesaat lagi Ia akan tampil memberikan kata sambutan hangat dari perwakilan Mahasiswa Lulusan Terbaik pada salah satu kampus bergengsi. Tak terasa 5 tahun setelah air mata tumpah ruah dengan ibunya di malam hari itu tergantikan dengan momen luar biasa di hari ini. Meskipun wanita tua yang malam itu memeluknya  takkan pernah mampu melihat momen tersebut. Tapi, Ia telah memberikan yang terbaik seperti apa yang telah Ia dijanjikan.
°°°°°°°°°°°°
End

-Allah selalu punya cara untuk menyunggingkan senyum pada waktu yang tepat. Setelah tampak kekokohan tekadnya, daya dan juang ikhtiarnya, serta keyakinan hati pada Allah untuk menetapkan hasilnya-

Kamis, 25 Juli 2019

Ibadah Hati

Bila hati mau dengan penuh seluruh meyakini bahwasanya, kesengsaraan adalah kebahagiaan dan setiap bulir cairan bening dari mata yang menderas tercucur akan menjadi jalan tuk menyunggingkan senyum pulas di waktu yang telah ditetapkan. Sungguh hati itu telah menjalani ibadah melalui belajar untuk kuat berprasangka baik pada Allah.