Rabu, 22 Januari 2014

Al-Qur'an Aku Jatuh Cinta

Getaran halus yang begitu syahdu.
Kala ku baca surat cinta Mu.
Bak ditepian telaga nan tenang.
Mengalun sejalan keteduhan jiwa.
Bila berpendar simfoni cinta Mu.
Membuai sukma pada kedamaian.
Menelan nestapa.

Alqur'an aku jatuh cinta
 

Selasa, 21 Januari 2014

Dunia Sementara

      Tidak ada secuil pun yang mesti di banggakan. Manusia itu asalnya dari air yang hina, kemana-mana membawa kotoran dalam perutnya, apalagi setelah menyatu dengan tanah semua akan membusuk. Dunia hanya sementara, tempat menempah diri untuk menjadi insanul kamil. Mencari cinta Allah, mengumpulkan ridho-Nya. Berteman dengan kesabaran maka hati akan lapang, bersama syukur nikmat terus menyucur. Sombong tidaklah menjadi jiwa kian sehat. Melainkan mengais habis puing-puing pahala dan tatapan murka Allah. Apa yang ada pada diri kita hanyalah titipan semata, maka keangkuhan hanya patut menjadi selendang Allah saja. Kita manusia, menumpang hidup, memelaskan kasih sayang-Nya.
      Dunia sementara. Akhirat selamanya. Benar !, jembatan kehidupan dunia dan muara akan tiba di akhirat sana. Manusia yang lalai, berbahaya masa depan kekalnya. Tersiksa karena kedzaliman yang ia ciptakan sendiri. Sedang yang berbekal takwa di dunia bersenang-senang karena jerihnya melawan hasutan setan durjana.
    Hanya dengan mengingat Allah hati akan menjadi tenang. Lalu dengan mengingat kematian jiwa akan kian tersadarkan dan akal menganga lepas ketakutan. Dunia yang melenakan, sarana kenikmatan yang menistakan jika disalahgunakan. Kesederhanaan dalam bertindak, berkelakar, dan menjalani kehidupan karena Allah akan menyiksa orang-orang yang melampaui batas. Keabadian hanya untuk Allah saja. Kita dan semua yang tercipta akam binasa. Tidak ada alasan untuk berbesar hati terhadap dunia. Kelak bumi ini pun akan di porak-porandakan oleh-Nya. Berbenah, berbuat, dan mensucikan diri kepada-Nya.
   Allah swt, Tuhan Yang Teramat Baik. Kebanyakan manusia lupa dan mengeraslah hatinya. Kesenangan dunia mampu membuatnya pikun arti kehadiran di dunia. Bukankah Allah ciptakan jin dan manusia untuk menyembah-Nya. Kenapa sedikit sekali yang mau memahami ayat-ayat Allah. Banyak dari mereka adalah orang-orang fasik dan mengabaikan pertemuan dengan Tuhan Semesta Alam. Padahal balasan orang yang berbuat baik di dunia tak terkira indahnya. Semua karena cinta harta dunia yang fatamorgana.

Senin, 20 Januari 2014

Bersyukur

   Barusan saya didatangi oleh seorang ibu. Raut wajahnya sayu dan membiaskan keluh kesah. Saya persilahkan ibu itu duduk.  Dengan serta merta langsung disodorkannya berkas-berkas permohonan bantuan. Saya minta beliau meceritakan kondisi keseharian dan ekonomi keluarganya. Sebelum bercerita matanya sudah berkaca-kaca. "Anak saya ada tiga, semua masih dalam tanggungan, anak-anak semangat sekolahnya luar biasa. Namun keterbatasan ekonomi membuat saya pesimis untuk melanjutkan sekolah anak-anak. Hutang saya pada tetangga untuk masuk SD anak saya yang ketiga masih belum lunas. Lalu anak saya yang pertama sudah kelas 3  SMP, uang les Rp 87.000,- setiap bulan. Kerja suami saya hanya kuli bangunan dan saya pemetik cabe di kebun. Kadang untuk makan saja kami susah sekali, tapi itu tidak jadi masalah utama karena perut kosong dan lapar yang menderu sudah menjadi penghias sabar kami. Anak-anak berprestasi di sekolah, itu yang membuat saya dan suami giat mencari, agar mereka sukses. Kami juga sering pindah-pindah karena rumah mengontrak dan sering tidak ada biaya untuk membayarnya. Semua himpitan kehidupan ini tak pernah menyurutkan hati anak-anak untuk terus sekolah" 
      Hati saya renyuh mendengar tuturan ibu itu, saya sedikit menenangkan beliau. Kisah beliau membuat saya merenung bahwa betapa nikmat yang Allah curahkan jarang sekali saya syukuri. Semoga Allah memudahkan dan melapangkan kehidupan ibu itu dan anak-anaknya menjadi generasi yang sukses dunia dan akhirat. Amin