Selasa, 25 April 2017

Semangat Belajar Hingga Renta

Ini kisah nyata, yakni cerita teman sekelas saya di SPs Pendidikan Fisika UPI yang sangat antusias dalam belajar. Usia beliau sudah setengah abad, tapi tidak pernah melunglaikan semangat belajarnya. Saya senanh banget sama beliau, melihat saat diskusi matkul  statistik begitu antusias menghitung ini dan itu, bahkan secara manual disaat anak-anak muda lain pake excel. MasyaAllah...

Makasih Bapak untuk inspirasinya hari ini !!!

Minggu, 23 April 2017

Pembelajaran Menyenangkan

Sejauh ini tampak gejala yang memprihatinkan pada diri peserta didik. Sebab pergi ke sekolah adalah hal yang bagi mereka amat menjemukan. Bisa jadi dulunya kita juga begitu semasa menempuh pendidikan dari jenjang dasar hingga perguruan tinggi. Fase-fase belajar seolah keadaan yang menegangkan urat-urat saraf. Sebab di dalamnya ada tuntutan untuk mengejar nilai terbaik dalam bentuk nominal. Sehingga yang terekam dalam setiap memori peserta didik, sekolah adalah tentang meraih prestasi dalam bentuk angka. Maka mereka pun berjuang demi angka itu dengan makna belajar yang belum ditemukan.

Padahal setiap peserta didik memiliki potensi untuk suka belajar, tertarik terhadap ilmu pengetahuan, dan bergairah untuk memperolehnya. Sayangnya, cara-cara belajar yang membosankan dan strategi pembelajaran yang masih konvensional belum berhasil menghadirkan motivasi peserta didik dalam belajar. Membelajarkan peserta didik tidak hanya sebatas tranfer ilmu melainkan menjalin harmonisasi emosional dengan peserta didik. Sehingga pendidik dapat melakukan prediksi untuk pendekatan terbaik bagi setiap setiap peserta didiknya untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.

Hibernasi

Bismillah...
Ya Rabb ridhoi hamba,

Hibernasi jiwa dari hiruk pikuk  membantu diri menguatkan pijakan menuju tujuan hidup.
Hibernasi hati dari riuhnya zaman membantu diri membersihkan niat.
Hibernasi akal dari kekacauan nalar membantu diri menemukan makna kehidupan sebenarnya.

Dari-Nya, karena Dia, dan untuk-Nya, demi ridho-Nya  serta syurga-Nya yang dijanjikan.

Dari hibernasi itu, kembali tertata rencana yang terarah.
Dari hibernasi itu, mulai menyoal semangat mencapai visi akbar.
Dari hibernasi itu, langkah-langkah menuntas impian dibakar harapan  nan menggelora.

Setelah hibernasi itu. Kembalilah menyegar dalam kebaikan, semoga dimudahkan untuk menjadi anak yang berbakti, lalu  impian pun  kian mendekat dalam keridhoan Allah,   karya-karya kian berkah, manfaat diri kian merebak indah, kontribusi bagi bangsa dan agama penyulut ghirah termegah.
Sebab kita tidak dapat mengukur rentang usia, hal ini menguat tekad untuk kembali menoreh tinta.
Di akhir menutup mata, yang terbaca hanyalah karya.
Di penghujung akhir hidup di dunia, masih penuh harap memiliki amal jariyah.
Saat setiap orang berkata 'innalillah...telah berpulang ke rahmatullah'. Mudah-mudahan nama pun diabadikan sejarah.
Allahumma amin ya Allah...

Hiii World, I'm Back !!!

Shohibul Qur'an

Malam di daerah ini  berbeda dengan malam didaerah asal perempuan itu. Dinginnya suhu bisa-bisa menusuk hingga ke tulang sumsum. Tepat usai maghrib, perempuan itu baru menyelesaikan tugas akademiknya dari kampus. Menempuh program magister itu agaknya berbeda ritme dengan menyelesaikan program sarjana. Hari itu sangat melelahkan baginya, tumpukan jurnal internasional yang harus diterjemahkan dan dipahami untuk tesisnya, ditambah tugas-tugas kuliah yang mesti diselesaikan dengan kemampuan berfikir kritis, kreatif, dan inovatif. Apalagi minggu-minggu itu adalah titik koordinatnya berada di posisi musim UTS. Membuat urat-urat sarafnya menegang, mudah-mudahan aman-aman saja.

Syukurnya, kepenatan perempuan itu sekejap meringan ketika menyimak lantunan tilawah yang bersumber dari kamar kos berdekatan dengan kamarnya. Setiap malam selalu ada jiwa wanita itu ada , dan tilawah itu diputar secara live dari rongga mulut  bukan dari hp atau laptop. Damai dan hanyut dalam ketentraman jiwa menyimaknya.  Perempuan itu Qadarullah  memiliki teman satu kos seorang ummahat (ibu-ibu muda dengan 1 orang anak yang berusia 4 tahun). Sering dipanggil Ummu Aisyah.

Pernah suatu ketika, perempuan itu berdialog banyak  dengan Ummu itu. Bercerita * panjang kali lebar = luas* tentang pengalaman hidupnya Ummu. Perempuan itu takjub akan Ummu, yang istiqamah bisa tilawah hingga sangat larut malam. Oh ya, Ummu adalah ibu-ibu muda hebat dan tangguh  tengah menyelesaikan program doktoralnya. Karena rumah Ummu sekitar 7 jam dari kawasan kampus ke  rumahnya (ada suami, anak, dan keluarga). Lantas  beliau riweuh (repot) jika harus pulang pergi, maka ummu memilih ngekos selama 3 hari di kawasan dekat kampus.  Ngekos bersama perempuan itu.

Dialog pada suatu malam...

Perempuan itu: Ummu kenapa bisa betah tilawah dari usai maghrib hingga jam 00.00 ?

Ummu: *tersenyum simpul*  (menyejukkan pisan  memandangnya), sebenarnya  Ini mah hikmah setelah menikah, sebelumnya (saat masih akhwat) belum sanggup juga. *sambil tertawa sederhana* (tapi perempuan itu memasang wajah kepo maxi).  Begini, Bila  dirumah adakala  saya menunggu suami pulang lembur dari kerjanya.   Saya mah selalu ingin  bisa menyambutnya dengan wajah yang menyejukkan saat ia pulang ke rumah.  Maka, saya pun tidak  tidur (bisi/takut wajahnya jadi acak-acakan) dan menunggunya pulang sambil tilawah. Dengan penuh harap dan berdo'a pada Allah, dengan tilawah ini  Allah memberikan  keberkahan bagi rizki suami yang tengah diikhtiarkannya dengan lembur itu. Karena bekerja di kawasan yang sangat riskan akan goncanhan.  Maka saya memaksa diri untuk lembur mendo'akannya, dengan tilawah. Awalnya berat  tapi saat sugesti lebih mendominasi maka insyaAllah menjadi ringan. Alhamdulillah....

Perempuan itu: MasyaAllah teh !!!*sambil ngelap ingus, terharu* (masih ada se akhir zaman ini Ibu-ibu hebat yang dapat diteladani, gumamnya dalam hati).

Ummu: Neng (dik) , masa sih...katanya pengen  dan rindu pisan (banget) ketemu Rabbnya tapi gak betah lama-lamaan sama media (al-Qur'an) yang mampu menguatkan kesabaran atas rindu itu. Bila hati itu benar-benar serius ingin bertemu dengan Rabbnya dalam keridhoan-Nya, otomatis waktu-waktu bersama al-Qur'an (menghafal, muraja'ah, tilawah, tadabbur) akan menjadi momen candu berkepanjangan. Saat hati telah terbenam dalam kekhusyukkan bersama surat cinta-Nya kita bisa menangis sendu saat membaca ayat-ayat ancaman-Nya, lalu bisa senyum-senyum sendiri saat baca ayat-ayat kabar gembira. Aiihh, nikmat lah pokoke. *Ummu pun menggenggam tangan perempuan itu*

Perempuan itu: Teeeh....aku mau bisa seperti teteh. Gimana caranya ?

Ummu: Yah atuh neng, tinggal dilakuin aja. Yakini pertemuan dengan Rabb yang neng rindukan itu, lalu bayangkan al-Qur'an yang setia dibersamai itu kelak akan menjadi hujjah untuk neng dimuliakan Allah di yaumul akhir.

Perempuan itu: Ai (kalo) suami teteh kerja nya apa, kok riskan, horor aku mah dengernya ? *nyengir*

Ummu: Apa yaaah, hahaha. *akhirnya ummu ketawa* sebagai pembela kaum yang terdzalimi, Neng. Dalam ikhtiar menegakkan keadilan di muka bumi.

Perempuan itu:  Widiih, berat mah teh, tapi Teteh ih, aku mah gak ngerti. Asa (seperti) masih blur di pengetahuan aku profesi yang ke gituan. Gak bole tahu ya teh? Ya udah gak papa. *nyengir lagi*

Ummu: Suami teteh eta (itu)  teh seorang pengacara.

Perempuan itu: *agak menganalisis*

Ummu: Aya naon (ada apa) neng? Kebayang advokat yang suka  menghalalkan segala cara, menyuap hakim, menyuap jaksa, demi kemenangan klien? atau advokat yang doyan berdebat di Indonesia Lawyers Club? atau advokat yang selalu mencari sensasi di dunia maya sebab  aduan dari klien yang mulai sepi ?. *Ummu senyum lagi*

Perempuan itu: punten (maaf)  teh, yang banyak kelihatan begitu. Maklum aku mah rada kudet dengan dunia persilatan keadilan dunia *rada lebay*

Ummu: *ketawa yang ini lebih gurih*. Hayu atuh neng, pola pandangnya  diperluas. Masih ada advokat yang sholih kok di muka bumi ini. InsyaAllah, teteh mah yakinnya sama Gusti Allah weh (aja). Semoga Allah jadikan suami teteh advokat  yang berperan sebagai  pembela kaum miskin dan marginal yang haknya telah terlanggar oleh para penegak hukum yang ceroboh. Coba atuh Neng, Siapapun kita  gak seneng kalau  haknya terampas hanya karena difitnah  telah melakukan tindak kejahatan dengan bukti palsu, di buat-buat.   Apa Neng suka, ada keluarga atau kerabatnya  divonis  bersalah  sebelum  ada putusan hakim yang berkekuatan hukum tetap ? Kan, setiap orang sama di hadapan hukum serta berhak mendapatkan bantuan hukum di negri ini, Neng.  Hadueuh, kenapa dari pembahasan Qur'an sampe ke dunia hukum ie (ini). *Ummu mulai bergeliat unik*

Perempuan itu: Iya teh. Aku mah masih butuh banyak belajar teh. Kan keseringan sama dunia sains teh. Teteh, hatur nuhun pisan (makasih banyak)  ilmunya malem ini. Do'akan aku ya teh, bisa kek teteh. Istiqamah jadi shohibul Qur'an. Mau nugas lagi. Punten, mengganggu ya teh. Soalnya penasaran aku mah sama teteh. *nyengir gak jelas*.

Ummu:  Hayu atuh, suka main-main ke kamar. Cerita yang gak penting  gak perlu direnungi pisan nyak (ya). Aamiin, insyaAllah. Sukses dan berkah ya Neng nugasnya.

Lalu Ummu pun masih  melanjutkan tilawahnya dan perempuan itu kembali berkutat dengan layar LCD.Karena malam mulai larut dan perempuan itu mesti menyelesaikan tugas untuk besok. Maka ceritanya berakhir sampai disini.

^_^

Shalat

Wanita itu menyapaku dengan salam sepulang dari mesjid deket kosan kami. Dia selalu begitu, setahuku shalat 5 waktunya ditunaikan di mesjid dan tepat waktu. Baik selama di kos, kampus, atau perjalanan. Pernah suatu waktu aku bertanya padanya,

Aku : ukh, kenapa kok shalatnya gak di kosan aja. Kan di kosan kita juga bisa berjama'ah. Wanita itu kan  sunnahnya di rumah. Agar tidak ada fitnah. Bener gak sih, aku pengen tahu nih.

Dia: Khoir...aku setuju. Tapi karena aku sayang ukhti krna Allah, maka aku ingin kita bersama dapat pahala melangkah kan kaki menuju mesjid. Bukan di kosan.

Aku: *masih belum tercerahkan*

Dia: Ukh, sudah nonton video ust.Adi Hidayat gak? Tentang penjelasan wanita yang terpaut hatinya di mesjid itu tidak ada masalah, terkhusus  bagi wanita/akhwat yang belum memiliki tuntutan lebih di rumah alias singgle Lillah , belum bersuami dan belum punya anak-anak yang mesti urusin.

Lalu tentang fitnah?, pakai masker aja ukh kalau belum mampu menggunakan cadar. Kini selain semerbak muslimah bercadar, juga lagi berkecambah muslimah bermasker. *dengan seulas senyum* Nanti sesampai di mesjid dibuka ukh. Kan hijab di mesjid deket kosan kita terjaga apik. Ya toh?

Aku: *angguk-angguk*. Motivasi kuat kamu apa sih, kok ditekadkan banget shalat di mesjid tepat waktu.

Dia: Ukh, salah satu amalan yang Allah cintai adalah shalat tepat waktu. Jika Allah yang mencintai kita, maka tidak lah lagi kita butuh cinta selain cinta dari-Nya.

Aku mah hanya  hamba dhoif nan tertambat dosa, maka aku  ingin satu langkah menuju mesjid mampu menghapuskannya dan aku ingin Allah muliakan maka semoga satu langkah menuju mesjid akan mengangkat derajatku di sisi Allah. Aamiin

Berjamaah, jangan tanya lagi yang ini....Nanti kalau masuk mesjid ada hal yang aku  dambakan. Yakni mendapat rahmat, dan jaminan do'a nan mustajab . Sebab ketika seorang hamba menuju mesjid untuk shalat berjama'ah lagi sebelumnya ia berwudhu. Saat memasuki rumah Allah dengan kaki kanannya lalu memanjatkan doa masuk mesjid, seketika itu pula  para Malaikat akan meminta pada Allah..."Ya Rabb istajab do'anya, istajab do'anya" Lalu sepanjang waktu di dalam mesjid para malaikat pun memohonkan ampunan atas hamba tersebut kepada Rabbnya. Aduhai, nikmatnya bisa begini lima waktu kan ya?

Ini bukan cerita kosong ukh, saya gak bisa melafalkan hadistnya dengan terang dan detail sebagaimana aslinya beserta periwayatnya. Tapi intinya begitu dan hadistnya shahih, insyaAllah. Atau boleh ukhti cari lagi referensinya. Bisa jadi saya belum sempurna pemahamannya.

Aku: Widiih keren, keren ....Mmhhh.

Dia: masih mikir yak? Ukh, tahu gak? Gak tahu kan ?, haha...gini nih, Semangat ibadah wanita sholihah semasa singgle Lillah akan berdampak pada jiwa anak yang dilahirkannya kelak. Mudah-mudahan kelak Allah percayakan bagi kita  untuk memberikan bagi peradaban ini  generasi yang hatinya terpaut ke mesjid. Generasi yang mencintai Allah dan Allah pun mencintai mereka...

Aku: Allahu Akbar !!! Berat ih, *ngakak* khoir...khoir ...mulai besok kalau mau ke mesjid, jangan lupa ketuk pintu kamar ku yak...

Dia: insyaAllah...

*penggalan cerita perjalanan sahabat syurga yang tengah meniti karir menuju Ratu Sejagad  Bidadari Syurga*

^_^

Galau

Suatu ketika ada yang jerit-jerit keluar dari kamarnya menuju kamarku...

Dia : huaaa...hks-hks... Aku GALAU !!!

Aku : kamu ternyata bisa galau juga. Gak nyangka ! Kenapa ukh?

Dia  : 1 bulan ini aku padat banget nugas, huhu. Jadi aku gak maksimal muraja'ah, trus  saat mengulang lagi udah banyak yang lupa. Astaghfirullah !! Aku galau banget.. *sambil pukul-pukul bantal*

Aku. : *bengong *

Galaunya para shohibul Qur'an agak aneh. Katanya hilangnya hafalan itu  lebih sakit dari sakitnya patah hati. Satu hari gak muraja'ah itu hampir setara dengan habis dosis untuk hidup tenang.

Waktu bersama al-Qur'an adalah waktu berharga yang hanya bisa dibeli oleh orang pilihan. Mereka adalah orang-orang yang tergiur akan pesona Syurga berserta isinya.

Orang kaya tidak akan mampu membeli waktu bersama al-Qur'an, Orang sukses dan hebat dimata manusia pun sangat susah membeli waktu bersama al-Qur'an. Namun waktu bersama al-Qur'an hanya mampu dibeli oleh orang-orang beriman dan teguh pada keimanannya. Bahwa kebersamaan bersama al-Qur'an itulah yang menjadi sebab keberkahan hidupnya, sebab rahmat Allah turun bahinya, sebab baginya untuk dimuliakan Allah, dan sebab untuknya mendapat syafaat pada yaumul akhir.

Semoga kita selalu menjadikan waktu bersama al-Qur'an adalah waktu prioritas. Semoga Allah mudahkan jika kita telah memasang tekad yang kuat untuk menghiasi hari-hari bersama al-Qur'an.

Kemiskinan yang sesungguhkan bukanlah miskin harta tapi kemiskinan tekad untuk meraih kemenangan atas tujuan yang hendak dicapai. Semoga Allah kayakan hati kita semua dengan iman dengan itu tekad bersama Qur'an kian mengkristal.

Dear Para Pendo'a

Dear para pendo'a...yang merindukan ijabah do'anya.

Yakinlah Allah selalu ada pada hamba yang meminta pada-Nya. Setiap do'a yang dilangitkan ada waktu terbaik untuk di ijabah.

Ada do'a yang dipinta langsung Allah berikan, maka istighfarlah. Sungguh Iblis pun pernah meminta pada Allah untuk ditangguhkan hidupnya maka seketika Allah ijabah. Maka khawatirlah jika do'a yang dipinta seketika diberikan. Boleh jadi itu ujian ! Semoga hati tak jadi sombong.

Ada do'a yang Allah tunda sampai batas waktu terbaik. Sebab Allah Maha Mengetahui perkara-perkara hamba-Nya dan setiap keadaan yang ada. Allah senang dengan rayuan-rayuan hamba-Nya itu  dan ingin hamba-Nya terus dalam pinta pada-Nya. Selama do'a itu ditunda sebanyak itu pula pahala yang diraih di sisi Allah. Layaknya kalimat dari Umar ra "Aku tidak khawatir jika do'aku tidak dikabulkan, namun yang aku khawatirkan jika aku tidak mendapat hidayah untuk terus meminta pada Allah"

Ada do'a yang diberikan tapi  tidak seperti apa yang diminta. Sebab Allah Yang Maha Baik hendak menjauhkan hamba itu dari keburukan keinginannya sebagai makhluk yang dhoif lagi tak mengerti apa-apa. Layaknya  kalimat dari Ali ra  "Jika Allah mengabulkan do'a ku maka aku senang 1x tapi jika Allah tidak mengabulkan maka senang 10 x karena yang pertama adalah pilihanku namun yang kedua adalah pilihan Allah"

Ada do'a yang Allah berikan di akhirat kelak. Sungguh apa yang di sisi Allah itu lebih baik. Itulah balasan terbaik dan tidak ada lagi yang lebih baik selain yang terbaik dari sisi Allah.

Berdo'a itu bukan untuk mendapatkan yang dibutuhkan kepada Allah, namun berdo'a itu merayu Allah dalam bincang mesra agar Allah ridho terhadap apa yang Dia berikan pada hambanya yang meminta itu.

Jangan putus berdo'a dan yakinlah do'a itu pasti di ijabah Allah !