Rabu, 17 Agustus 2016

Nasihat untuk mu Dek

Dek...
Baik semoga masa depan mu yah
Semoga Allah meridhoi hidup mu sayang
Sampai ke yaumul akhir semoga selalu dalam rahmat dan cinta Allah

Jangan tergoda oleh dunia ini ya dek, ini mah cuma tempat mampir. Merdeka kan diri dari keterbudakan nafsu dunia. Tidak ada keselamatan selain ridho Allah, tak ada kemuliaan selain ridho Allah, dan tak ada kebahagiaan sejati selain ridho Allah. Cukup ridho Allah maka cukuplah semuanya.

Dek..
Jauhkan dan selamatkan diri dari keinginan kotor dan hina. Ingin dipuji, ingin  dikagumi, ingin disanjung-sanjung, dan ingin  dibesar-besarkan. Na'udzubillah..
Hanya bagi Allah lah segala puja dan puji.
Penilaian makhluk tidak akan mempengaruhi kualitas penilaian diri dalam pandangan Allahu Ta'ala. Cukup fokus untuk penilaian Allah dan disiplin untuk mencari posisi terbaik dalam penilaian Allah.
Dunia ini indah dan beragam panorama tipu muslihatnya. Kalau tidak mewaspadai larutlah pula hati dalam pernak-pernik hiasan yang tak pernah menghiasi akhirat.
Jauh-jauh dek...sejauh-jauhnya, dan jangan dekati ya sayang !

Dek...
Baik-baik dengan hati ya...
Biar Allah saja yang memenuhinya, izinkan Allah saja yang mendominasi hidup, dan biarkan Allah mengatur sebaik-baik jalan cerita untukmu.
Dek..
Jadi wanita yang sholihah ya, nanti kalau sudah menikah jadilah yang taat pada suami, kalau diamanahkan jadi ibu jadilah bunda peradaban yang melahirkan, merawat, dan membesarkan para mujahid dan mujahidah berakhlak  Rabbani, berjiwa Qur'ani, dan kontributor Islam sejati.

Dek...
Teruslah bertumbuhan di taman taqwa, bermekaranlah bersama ketaatan, dan nutrisi diri dengan iman dan ilmu.
Jagalah Allah selalu dalam sempit dan lapang, dalam suka dan duka.
Semoga Allah ridhoi dirimu jadi wanita syurga ya sayang, ratunya dari sejagad bidadari syurga.

Allahumma amin ya sami'un mujib

Senin, 15 Agustus 2016

Sukanya Kita atau Sukanya Allah

Bukan sesekali kita rasakan bahwa apa-apa yang kita inginkan dan bahkan sangat sukai terlanjur lugu diterlantarkan oleh ketetepan-Nya. Tidak mudah untuk menerima hal yang sedemikian. Saat jiwa dan akal berperang dalam qalbu. Tidak memiliki upaya bagi  keimanan  saat qalbu diselisihi nafsu dunia. Kebeningan qalbu yang keruh membuat diri tak mampu melihat dengan jernih hikmah-hikmah yang Allah sajikan. Dan aku masih percaya bahwa setiap manusia dari dulu, kini, dan hingga nanti akan banyak mengalami perbedaan keinginan dan kenyataan dalam hidupnya. Maka dengan itulah surat cinta dari-Nya pun dilayangkan kepada setiap kita.

"Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui."
(Q.S.al-Baqarah:216)

Ada suka kita yang tidak Allah sukai dan kita wajib untuk menyukai apa-apa yang Allah tetapkan. Karena ada banyak kebaikan yang dijanjikan oleh Allah atas kerelaan kita untuk menyukai segenap ketetapan-Nya. Apalagi jika kita menghiasi diri dengan sikap sabar dan takwa maka lihatlah pertolongan Allah yang Maha Dahsyat.

"Ya (cukup), jika kamu bersabar dan bersiap-siaga, dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu Malaikat yang memakai tanda."
(Q.S.Ali-'Imran: 125)

Ittaqillah !

Godaan Dunia

Bagaimana bisa kita tak bersabar dengan godaan dunia sedang azab neraka kelak tak kuat membuat kita tuk bersabar. Sunatullah memang dijadikan dunia ini indah lagi sesak dengan hiasan yang menyilaukan hati-hati yang lalai dari mengenal kemilau syurgawi.

Menjaga Keimanan

Pada hari kelima memijaki kota pendidikan, aku menemani wanita yang paling kucintai, IBU, beli kaca mata. Sudah bolak balik di toko optik itu sebenarnya. Kok bisa-bisanya baru kelihatan hari ini. Subhanallah...

Dari cerita-cerita serius tentang kaca mata, entah dari mana muasalnya kok malah wanita yang paling kucintai itu jadi curcol sama akang penjual kaca mata. Haha

Tepat pada titik cerita tentang aku, mata gak mau lagi lihat-lihat kaca mata di toko itu. Aku palingkan arah keluar menuju pemandangan lalu lalang orang di jalan. Kan malu ih, dicerita-ceritain gitu. Nih dialognya

Ibu: nih si anak gadis saya makin tinggi jenjang pendidikan, kian jauh pula merantaunya

Akang kaca mata: mau cari jodoh neng disini?

Aaaaaarrrrggghhhhh......! Stop!!!!!
Aku mesti bilang MasyaAllah apa Subhanallah yak untuk pertanyaan yang nonjok hebat perasaan akuh. *tratakdengces*
Kesini aku mau cleansing kang tapi kenapa disemprot pertanyaan semengenaskan itu, berontakku dalam hati.

"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar." (Q.S.al-Baqarah:155)

Aku harus yakin bahwa pertanyaan ini akan menggembirakanku jika aku kuat untuk tetap bersabar. Terkadang memang mesti di uji sekian kali perasaan kita sampai sejenis apapun ucapan yang dituju ke hati tak membuatnya salah sangka. Allah tidak akan meluluskan jika kita belum maqamnya untuk lulus. Lantas aku ingin lulus untuk kali ini. Sudah terlalu jauh matahari yang aku kelilingi maka tidak boleh berlama-lama mengulangi ujian yang itu-itu aja. HARUS LULUS !!!

Kesini waktu membuat aku dapat ilmu lagi bahwa kelulusan itu ditentukan oleh kapasitas keimanan. Jadi yang terurgen untuk hidup hari ini dan kedepan adalah mensistem waktu sedemikian rupa untuk dapat mengisi pundi-pundi diri dengan keimanan yang terus bertambah baik.

Dah ceritanya selesai...^_^

Minggu, 14 Agustus 2016

Terima Kasih

Apa-apa yang kita terima bukan untuk kita seutuhnya tapi untuk kita  memberikannya kembali. Begitulah nikmat Allah yang telah kita terima selayaknya kita syukuri dengan mencurahkan nikmat itu pada sesama. Hal sederhana dari karunia Allah adalah kesehatan. Sungguh dahsyatnya nikmat sehat itu. Lantas apa yang dapat kita berikan dari nikmat kesehatan? Memang bila hati masih disibukkan oleh dunia dan hiasannya membuat kita kurang pandai mentafakuri tentang diri sendiri. Dari sehat itu kita dapat melakukan banyak hal. Betapa beruntungnya orang-orang yang menggenapkan setiap aktifitasnya dalam sehat itu untuk menghidupkan kehidupan, menebar manfaat dan meneruskan nawaitu Lillah.

Pelajaran-pelajaran ini mencetus keinginan baru dan bergelora untuk seorang aku untuk menjadi motivaQur'an. Sadar akan dalam kitab Shahihnya, Imam Al-Bukhari meriwayatkan sebuah hadits dari Hajjaj bin Minhal dari Syu’bah dari Alqamah bin Martsad dari Sa’ad bin Ubaidah dari Abu Abdirrahman As-Sulami dari Utsman bin Affan Radhiyallahu Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ .

“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur`an dan mengajarkannya.”

 

Masih dalam hadits riwayat Al-Bukhari dari Utsman bin Affan, tetapi dalam redaksi yang agak berbeda, disebutkan bahwa Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,

إِنَّ أَفْضَلَكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ .

“Sesungguhnya orang yang paling utama di antara kalian adalah yang belajar Al-Qur`an dan mengajarkannya.”

Dalam dua hadits di atas, terdapat dua amalan yang dapat membuat seorang muslim menjadi yang terbaik di antara saudara-saudaranya sesama muslim lainnya, yaitu belajar Al-Qur`an dan mengajarkan Al-Qur`an. 

Semakin sehat kita semakin bisa untuk menjadi yang paling utama dan paling baik. Tidak inginkah nama kita menjadi bagian yang termaktub dalam hadist Rasulullah? Semoga kita bisa menjadi pengasih saat kita sudah Allah izinkan jadi penerima. TERIMA KASIH, setelah diterima cepat-cepat kasih. Terima kesehatan kasih kemanfaatan dengan al-Qur'an menjadi pedoman dan sumber inspirasi untuk menjadi yang lebih bermanfaat.

Kalau ada kesibukan, pilih dan lakukan kesibukan yang mendekatkan kita pada Allah. Biasakan diri dalam dzikir dan kebaikan.  Jangan berhenti belajar untuk mensyukuri nikmat dan karunia Allah yang tak bertepi itu. Bermujahadah untuk berakhlak mulia. Tetaplah taat dan jangan khawatir dengan masa depan. Allah menjamin kemudahan bagi orang-orang yang berjuang mengejar ridho-Nya.

Ittaqillah !
“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mengerjakan salat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri”.

(Q.S Faathir:29-30).

Jumat, 12 Agustus 2016

Wanita Imijinatif

Banyak yang tak mengerti bahwa wanita yang imijinatif lebih suka menciptakan  epilog dan meneruskan pada monolog. Begitulah teater pikiran yang berkelebat senantiasa.Ada lelaki yang cerdas mengerti hal ini. Dia yang akan mengubah sedemikian unik monolog itu menjadi seindahnya  dialog. Itulah pemenang hati wanita imijinatif itu. Susah memang memperjuangkannya. Untuk tahu tentangnya bukan dari apa-apa yang ia sampaikan, namun dari isyarat. Lelaki itu adalah seorang yang teramat sabar dalam memperjuangkannya dan begitu kuat kesungguhan untuk menyempurnakan cerita wanita itu.  Kadang untuk meyakinkannya butuh waktu, karena  sulit untuk menakar dialog yang tepat pada kerangka monolog yang diciptakannya.

Diri dan Masa Depan

Siapa lagi yang akan mencintai diri ini selain kita sendiri. Setuntas semua yang dijejaki, menaruh aku pada ruang jiwa yang tak pernah aku rasakan sebelumnya. Ketika aku disadarkan betapa banyaknya kelalaian yang telah dilakukan hingga menzalimi diri sendiri. InnaKa 'afuwun karim, tuhibbul 'afwa fa'fu'anna...Aku ingin memperbaiki cinta untuk diri ini, untuk diri sendiri.

Mencintai diri sendiri lebih dekat pada istilah mensyukuri sekian perangkat diri yang telah Allah karuniakan beserta variabel-variabel menyokong untuk perangkat itu mengeksekusi tugasnya. Jarang betul bukan, kita bercermin dengan ketakjuban atas penciptaan diri kita oleh Sang Maha Pencipta. MasyaAllah...ketika Allah bawa aku pada kedalaman hati, aku dapat merasakan bahwa aku tanpa-Nya bukanlah apa-apa dan memang tak punya apa-apa. Apalah aku...!

Kedepan menjadi perduan kegetiran dan harapan. Lalu aku seseguk kesanggupan  untuk menguatkan harapan, sekiranya itu  dapat mencabut kegetiran hingga ke akarnya. Allah...! Energi yang tetap membuat aku bisa melaju bersama berjuta harapan itu. Sekian harapan untuk satu pencapaian, ridho-Nya untuk kelak dengan syahdu menikmati wajah Dzat Nan Maha Karim di sebaik-baik tempat kesudahan. Allahumma amin ya Mujib