Selasa, 26 Juli 2016

Menjadi Lebih Baik

Sebelumnya kita pernah melakukan banyak kesalahan dalam hidup ini. Mungkin tak terhitung langkah, tindakan, sikap, dan tujuan yang sempat kita helakan itu tidak sejalan dengan kebaikan untuk kehidupan akhirat. Sebab manusia itu dhoif dan lemah. Tanpa rahmat dan ampunan dari Allah kita bukanlah apa-apa dan tidak akan pernah mendapatkan kebaikan bahkan keselamatan. Maka kita akan selalu meminta untuk dapat menjadi lebih baik. Bukan lebih baik dari orang lain, tapi lebih baik dari diri kita yang kemarin.

Barangkali kita pernah merasa tidak siap dengan ujian yang Allah berikan. Sisi manusiawi seorang manusia itu selalu ada,  ada-ada saja satu dua kejadian-kejadian dalam kehidupan ini yang menurut kita menjengkelkan. Manusiawi memang karena kita masih ditempa-Nya untuk menjadi yang lebih baik. Masih dalam proses atas harapan kita sebelumnya. Sebenarnya, Allah mengetahui bahwa kita pasti bisa melaluinya. Pasti bisa! Karena begitulah  hakikat dari setiap ujian yang Allah berikan, sedetailnya telah disepadankan dengan kekuatan dari hamba-Nya tersebut. Tidak untuk membuat kita hina namun untuk memuliakan. Tidak untuk menyakiti namun untuk membuat kita lebih kuat. Tidak untuk membuat sedih namun untuk kita kembali pada-Nya. Tidak untuk membuat kita khawatir namun untuk kita dapat lebih yakin pada-Nya. Semua itu agar kita dapat menjadi lebih baik. Disanalah peran keimanan menjadi perangkat lunak qalbu untuk memberikan intruksi-intruksi positif pada pikiran. 

Semakin kesini, semakin jauh lintasan kita mengelilingi matahari. Kita yang meminta pada Allah untuk menjadi lebih baik, secara sembunyi-sembunyi Allah kabulkan permintaan itu. Maha Baik Allah atas do'a-do'a yang diijabah dengan teknik termodern dalam perencanaann-Nya. Dengan pengabulan do'a-do'a itu kita terlahirkan lagi dengan pribadi yang lebih dewasa jiwanya, lebih dalam dan lembut  hatinya, lebih kokoh jiwanya, lebih luas sudut pandangnya dalam menilai, lebih tertempa, dan lebih hati-hati. 

"Dan mereka berteriak di dalam neraka itu : "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan." Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun." 
(Q.S.Fathir [35]: 37)

Semoga kita belum terlambat untuk menjadi yang lebih baik. Khususnya, lebih baik dalam mengerjakan amal shaleh. Karena usia ini tidak tahu kapan akan disudahi. Berharap pada penghabisan usia, kita sudah menjadi yang lebih baik atau bahkan sangat baik. Baik dalam pandangan Allah. Setiap dari kita berpotensi untuk menjadi yang lebih baik.

Ittaqillah !

Dear God

Dear God, I made so many mistakes in my life but thank you for loving me in every way and letting me see another beautiful day.
 
I have to trust, everything's gonna be okey. Next..it could change from bad to better situation. For the sake of Allah.

Allah, You are the Perfect Peace and peace comes from You. Blessed are You, O... Owner of majesty and honour.

I have to trust, if I want the rainbow. I have to deal with rain. I always feel good when I am alone. Solitude is not frightening–it’s strengthening. Because Allah always with me.

Ia have to trust. Dua is not forcing Allah. But focusing on Allah. It’s asking but not demanding
And then trusting ALLAH for the answer.  

Someday you will look back and know exactly why it had to happen.
Be strong !
Life is a journey from Allāh to Allāh


Senin, 25 Juli 2016

Menuju Syurga yang Dirindukan

Bismillah...
For the sake of Allah !

Kelak bila Allah telah mengizinkan atau diberi izin di dunia ini untuk dipertemukan dengan mu. Kita meminta dengan permintaan utuh yakni untuk saling menguatkan rindu. Rindu untuk menemui-Nya dengan menuju syurga-Nya bersama. Maka kita akan memperjuangkan keistiqamahan bersama surat cinta dari Nya. Saling mengingatkan untuk terus membaca, mentadabburi bersama atau sendiri-sendiri. Kita akan banyak menghabiskan waktu obrolan kita tentang al-Qur'an, kan ? Agar keimanan tetap erat dihati dengan itu Allah karuniakan cinta dari langit di hati kita, agar rahmat Allah terus menghujani. Tetap memaksa diri untuk menghafalkannya, terlebih saling memotivasi untuk mengamalkannya. Kita akan saling mengingatkan kesalahan dengan untaian Kalamullah, aduhai sejuknya. Bukan hanya sebatas itu, kita juga harus mendakwahkannya dan melestarikan kepada mujahid dan mujahidah kita. 

Semoga Allah mudahkan, ridhoi, berkahi semua harapan yang muaranya adalah Dia. Biarkan cinta berhenti di titik ketaatan.

Allahumma amin ya mujib

Ridho-Nya, Agama-Nya, Kebahagiaan Kita

Bismillah...

       Bersama siang dan malam yang bertasbih memuji asma Allah, diiringi senandung penghambaan embun pagi dan hembusan angin yang membuat rerantingan menari, ditemani ketundukan dan kerelaan bumi mengelilingi matahari. Saat kelopak mata terbuka dengan hati seringan awan tanpa ada lagi yang menghimpit. Kulantunkan tahmid mendebu-debu pada Yang Maha Baik. Dzat Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Pemilik Arasy nan Karim. Untuk-Nya hidup ini dipersembahkan dan kepada-Nya lah setiap diri patut berserah. Dengan itu,  aku tuliskan kembali jahitan-jahitan kalimat yang diharap kelak akan merajut bulir-bulir kebaikan untuk amal jariyah. 

For the sake of Allah...anything, everything at all...!

Demi mencapai keridhoan-Nya. Duhai diri-diri yang memesona, semoga Allah mudahkan kita untuk bersegera pada kebaikan dan memotivasi sesama untuk menuju pada kebaikan. Ketika impian-impian itu kita eksekusi diatas jalan keridhoan Allah. Maka Allah akan menjadi jaminan untuk manusia meridhoi derap-derap langkah perjuangan kita menggapainya. Sebab semua impian-impian itu untuk hidup yang menghidupkan bukan sekedar hidup untuk kehidupan. Seindah untaian kalimat cinta dari-Nya;

".....Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. "
(Q.S.al-Baqarah[2]: 148)
        Dari Abu Hurairah ra, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, "Bersegeralah kalian beramal sebelum datangnya fitnah seperti potongan alam yang gelap gulita. Dipagi hari seseorang dalam keadaan beriman dan disore hari telah menjadi kafir, dan disore hari dalam keadaan beriman dan di pagi hari telah menjadi kafir. Orang tersebut menjual agamanya dengan sedikit kenimatan dunia." (H.R.Muslim, Riyadhus Sholihin Bab 10 Hal. 13)

Dunia ini, kehidupan ini penuh dengan rupawannya tipu daya. Kita yang Allah yakinkan untuk pemangku gelar KHALIFAH terlampau sering terlena dengan hingar bingarnya keinginan diri dan kepentingan duniawi. Na'udzubillah....Sehingga lalai dalam menyegerakan diri untuk menggelar sesederhananya kebaikan. Seperti kebaikan yang Allah tawarkan ketika kita diberi ujian. Saat Allah uji seorang insan dengan kehadiran insan yang lain. Jika semua telah kita landaskan karena iman. Maka, alasan kita membenci adalah karena-Nya dengan itu kita tidak akan menyakiti. Apalagi ketika kita mencintai. Akan menjadi ikatan terkuat untuk mengindahkan segala kebaikan. 

         Kita akan berjuang mencapai ridho-Nya dengan menegakkan agama-Nya. Setidaknya menegak agama-Nya dihati kita, tindakan kita yang memberi teladan, apatah lagi dapat ditularkan pada keluarga dan sesama. Semoga Allah mampukan dan kuatkan tekad serta pijakan langkah untuk merealisasikan. Kita berharap dapat selalu bersama orang-orang yang memperjuangkan langkahnya untuk mencapai keridhoan Allah. Kita takut bukan, saat kembali membaca Sabda Rasulullah SAW ini;
"Bersegeralah kalian beramal (sebelum datang) tujuh perkara. Bukankah kalian tidak menantikan kecuali kefakiran yang melalaikan, atau kekayaan yang menyebabkanmu melampaui batas, atau sakit yang merusak, atau usia tua yang melemahkan, atau kematian yang sangat cepat atau dajjal, maka ia adalah seburuk-buruknya mahkluk ghaib yang ditunggu, atau hari kiamat, maka hari kiamat itu adalah lebih besar bencananya serta paling pahit." (HR. At-Tirmidzi, Hadist Hasan dalam Riyadush Sholihin Bab.10 Hal 133)

 "Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar- benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik." 
(Q.S al-'Ankabuut [29]: 69)

 Manisnya keimanan itu. Selagi kita selalu berbuat baik maka Allah akan bersama kita. Bukan hanya perbuatan fisik namun juga perbuatan hati, dan perbuatan hatilah yang lebih esensi ganjaran dari-Nya. Bila kita bersungguh-sungguh untuk mengejar ridho-Nya dengan segala jalan kebaikan yang Allah pilih untuk kita maka Allah berikan jalan-jalan kemudahan. Mudah di dunia dan mudah di akhirat. Adakah yang lebih membahagiakan dari segala kemudahan yang Allah berikan? MasyaAllah..Bantu hamba yang lemah ini untuk engkau mudahkan menemui Mu di yaumul akhir ya Rabb. Sebab itulah puncak kebahagian termegah dan paling dirindukan. Allahumma amin ya Mujib

Orang-orang yang mengejar keridhoan Allah hidupnya terjaga dan terjamin mudah dan mendapat tempat kesudahan yang indah. Semoga Allah mudahkan, kuatkan, dan mampukan untuk menjadikan ridho-Nya prioritas dan titik akhir semua langkah yang ingin dituju. Inni asalu-Ka ridhoKa wal jannah ya Rabbal 'Alamin.



Jadilah yang Memesona

Bisa jadi lipatan himpitan dan kesulitan pada kita untuk menekan kesombongan dan menarik hebat diri untuk terjaga dalam dzikir dan lafadz istighfar. Manusia itu memang dhoif. Akuilah ini dihadapan-Nya. 

Mari tenangkan hati kala kegalauan hendak menepi. Kita masih akan berupaya berlapang dada, kan ? Jika kesulitan itu suatu saat menerpa. Kesulitan itu berjeda. Sabarlah ! Ishbiru wa shobiru, fashobrun jamil ! 

Ada pertolongan Allah Yang Maha Baik atas apa-apa yang kita butuhkan. Memintalah dengan kerendahan hati dan berdo'alah dengan penuh harap. Jangan putus asa meminta dan berdo'a. Jika Allah belum kabulkan, maka Allah tangguhkan pada waktu yang istimewa. Jika tidak dikabulkan maka Allah ganti dengan yang lebih baik. Mu'min itu penuh pesona, karena ia selalu menatap apapun pemberian Allah dengan sudut pandang posotif. 

Jadilah yang memesona

Yah...

Yah...
Kalau ayah malam ini ada bersama anak ayah, jelas kita akan bercerita panjang, kan ? Paaaanjaaaaang beud ih. Mungkin ayah sambil menyedu secangkir kopi dengan sesekali curi-curi pandang liat berita di tipi. Kan memang kita suka begadang bersama, iya kan yah? Ayah sibuk dengan tugas lemburan dari kantor, aku sibuk ngoceh cerita ngalur ngidul buat jadi penyangga mata ayah. *hahaha*. Tapi malam ini anak ayah gak bisa tidur, lihat di kursi itu ayah juga gak ada. Cerita sama bulan lagi ditutupin awan. Bintang apalagi, sudah tidur diselimuti kelam. Ayah...baik-baiklah disana bersama rahmat Allah yang selalu anak ayah pinta pada-Nya.

Yah..
Bentar lagi anak ayah akan merantau jauh. Jaauuh sekali yah. Lebih jauh dari saat berpisah waktu SMA atau waktu kuliah tahap pertama. Ayah jelas bakal cerita-cerita lagi yak sama temen-temen kantor. Ah, ayah memang suka buat anak ayah merasa jadi putri raja. Kemana-mana dipuja puji gitu. kan malu yah. *hehe*. Ayah akan antarin anak ayah, kan ? mulai sibuk buking pesawat, mulai repot-repot ngurus surat menyurat. Anak ayah sering repotin ayah yak dari kecil sampai segede kemarin saat kita masih sama-sama bisa bertukar senyum dan haru. Gak papa lah ayah gak bisa lagi temanin anak ayah kemana-mana. Sekarang anak ayah dah bisa bawa motor lebih keren dari kemarin nah yah. Sudah lebih mandiri dan berani pergi ke kantor-kantor untuk menyelesaikan surat menyurat. Sudah banyak lebih sekarang yah, lebih kurus juga.*hehe*. Yaaah....anak ayah akan melanjutkan perjalanan mimpi yang pernah diutarakan ke ayah dulu. Senangnyaaaaa. Alhamdulillah. Ayah kan bilang. "Selamat ya dek!", sambil senyam senyum dan aku ambil tangan ayah buat disalamin. Memang ayah itu adalah seseorang yang paling gengsi buat katakan sayang dan cinta apalagi peluk-peluk mesra anaknya. Tapi semua itu ditunjukkan oleh tindakan perjuangan dan pengorbanan yang nyata.   

Yah....
Pengen cerita sama ayah, tentang kejadian beberapa pekan kemarin. Ayah belum pernah kan dapat cerita yang seperti ini dari anak ayah.*hks hks*. Ayaaaah....! Dulu kita tidak pernah cerita masalah yang seperti ini yah. Kan kita ceritanya masalah topik-topik berita di tipi, atau tentang penemuan-penemuan terbaru, kadang tentang masa depan, kadang tentang rencana-rencana masa depan, kadang tentang materi agama, dan kita gak pernah cerita tentang apa-apa yang anak ayah lampaui sejak ayah berpindah dimensi. Ayah yang tenang ya disana, gak papa yah. Ada Allah selalu bersama anak ayah. Anak ayah sudah cerita sepuas-puasnya sama Allah, dengan seseguk isak yang pilu-pilu asyik rasanya. Allah Maha Melihat, Mengawasi, Mendengar lagi Maha Baik.

Dah mulai ngantuk...
Bismika Allahumma ahya wa amutu...

Allahumaghfirlahu warhamhu wa'afihi wa'fu'anhu...Allahu aamiin
Salam rindu sepenuh jagad dari anak ayah yang mau tidur


ZZzzzzzz....

Sahabat fillah

      Tak dapat dihindari bahwa kamu selalu membutuhkan seseorang yang bisa menenangkan deru gelisah dalam segala situasi, selalu membutuhkan seseorang yang mampu menguatkan saat keadaan merontoki ketegaran hati, selalu butuh seseorang yang dapat mengerti dan menerima,  itulah sahabat

       Aku kira pemahaman persahabatan yang sempat terjalin dengan teman-teman semasa SD, SMP, dan SMA sangat berbeda dengan sahabat yang aku dapatkan saat mulai jadi anak kampusan. Dulu waktu kanak-kanak aku fikir sahabat adalah seseorang yang bisa aku ajak main masak-masakan, main boneka,main kelereng, main layang-layang, main patuk lele, main tangkap nyamuk, main monopoli, bisa bantuin aku manjat pohon, main sepeda, main mobil-mobilan, yang bisa motivasi aku belajar,  berani buat aku tantang menjelajahi hutan atau main PS *ups, ketahuan*. Intinya yang selalu bisa buat aku haha hihi, hepi tiap hari. Itu baru namanya sahabat. Beranjak SMP aku mulai merasa yang namanya sahabat yang bisa diajak kompromi saat ujian *Hehe*, yang asik diajak curhat, yang punya banyak skill untuk ditularkan, yang bisa motivasi untuk berprestasi. Pokoknya yang selalu buat aku bisa enjoy dengan dunia sekolah itu namanya sahabat. Beranjak SMA defenisi sahabat masih sama seperti SMP. Terhitung tamat SD, 6 Tahun wajib  belajar aku memang gadis akademikus sejati yang selalu dikelilingi oleh kesibukan makan dan minum ilmu. Jadi urusan kehidupan ini selagi masih bisa jadi juara dan berprestasi atau setidaknya masih dikepung para juara dan orang berprestasi maka bagiku semua adalah aman. Sehingga, yang jadi sahabat aku kalau gak orang yang pecinta ilmu yah orang yang semangat untuk terus menuntut ilmu. *Eaaaa*

     Mulai aku dikawal ke jalan-Nya maka mulai pulalah pemahaman-pemahaman baru tentang sahabat bertunaskan defenisi yang lebih kongkret. Tahun pertama jadi penghuni kampus hijau, tepatnya penghuni bangunan keren berbintang lima, *Sebutlah namanya asrama kampus, uhuk..uhuk* aku dipaksa aturan untuk ikutan pengajian dengan kakak asrama. Masih ingat pesen keluarga. "Dek, dipadang kalau liat perempuan-perempuan yang jilbab lebar apalagi pakai cadar jangan mau dekat-dekat ya, nanti bisa dibawa ke ajaran-ajaran yang gak bener". *haha* Dengan keluguannya aku yang masih tak mengerti apa-apa saat itu. Maka setiap liat kakak di kampus yang berhijab rapi, lebar dan longgar, hatipun mulai berkata jangan dilihat nanti dihipnotis. *Betapa menyedihkannya keluguan aku*. Tapi sebelum lihat mata wanita-wanita soleha itu,hati si gadis pecinta ilmu ini dah keduluan jatuh pada akhlak dan tutur bahasanya. Adeeeeem gitu, seperti dedaunan bersama embun dipagi hari. Eh, ini kemana-mana ceritanya. *maap-maap*. To do poin dah. Aku jadi ikutan mentoring bersama-sama teman yang lugunya sama, ceritanya sama, keluh kesahnya gak jauh beda, dan cara berpakaiannya juga masih sesederhana pemahamannya. The First step to know how amazing of UKHUWAH.

    "Hati dan jiwa ditautkan dengan akidah.Akidah adalah hubungan yang paling ampuh dan berharga. Persaudaraan adalah saudara iman dan perpecahan adalah saudara kufur.Kekuatan yang pertama adalah kekuatan perpaduan.Perpaduan tidak akan wujud tanpa kasih sayang.Rasa kasih sayang yang paling rendah ialah berlapang dada dan yang paling tinggi ialah mengutamakan orang lain."
-Imam Syahid Hasan AL Bana-

You know ? Yang disebut sahabat itu yakni sahabat iman. Inilah konsep terkeren yang aku dapatkan setelah nimbrung sepekan sekali dalam lingkaran bidadari dunia yang insyaAllah wanita syurga. *Aamiin ya Mujib*. Sahabat yang satu hati dengan hati yang lain diikat oleh cinta dari Langit. Sayang mendekap sayang, mesra memeluk mesra. Satu langkah, satu amunisi, satu kekuatan, satu tujuan, Allahu Ta'ala. Persaudaraan yang diikat erat daripada kesadaran iman dan taqwa kepada Allah. Terjalin semata-mata sebab  kepatuhan dan ketaatan pada Sang Kholiq , menyembah dan menyerah diri kepada Allah. 

    Aku takjub bin kagum dengan kisah sahabat Anshor dan Muhajirin. MasyaAllah..! Awesome. menurutku mereka adalah puncak teladan terkeren untuk kisah persahabatan. Lihat ya, mulianya hati-hati mereka yang telah terpaut cinta karena Allah itu. Dimana sahabat Muhajirin demi agama, mereka meninggalkan rumah dan harta mereka, meninggalkan kota Makkah menuju Yatsrib melaksanakan perintah Allah dan Rasul-Nya, hijrah tanpa harta untuk membiayai kebutuhan mereka, dan tanpa tempat tinggal. Sementara itu, penduduk kota Yatrib (Anshar) adalah orang-orang fakir, lebih dari itu, mereka juga tidak memiliki hubungan dengan kaum Anshar, juga tidak mengenal mereka. Walau demikian mereka harus menerima saudara-saudara sahabat Muhajirin secara utuh. Indahnya ! Sampai Allah kekalkan pujian atas mereka dalam surat cinta-Nya.


"Dan orang-orang (Anshar) yang telah menempati kota Madinah dan menempati keimanan (beriman) sebelum kedatangan mereka (Muhajirin), mereka (Anshar) mencintai orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). Dan mereka (Anshar) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin) dan mereka mengutamakan (Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan."
 (Q.S. al-Hasyr: 9)

Izinkan aku menangis*ambil tisu*....

Hingga kini, aku selalu merasakan debar-debar cinta layaknya sahabat Anshor dan Muhajirin dari mereka yang kucintai di jalan Allah. Sungguh aku tidak bisa cerita semua kebaikan dan pengorbanan mereka di tulisan ini. Mereka selalu ada bukan hanya sebatas momen senang dan sedih aku, namun mereka selalu menghadirkan namaku dalam tajuk-tajuk do'anya yang khusyuk.  Maha Baik Allah atas karunia sahabat-sahabat syurga ini. 

Dah dulu yak, mau nangis ah!

*Spesial for My lovely sista in the awesome circle...Uhibukum fi sabilillah. ..

^akhun lak fi Allah^