TEMAN.....
Kau dan aku layaknya neutron dan proton yang berpadu kokoh dibawah energi ikat iman. Kita akrab menamakannya dengan ukhuwah.
Lalu menjadikan kita nukleus kebaikan dalam atom kehidupan.
Tentu saat energi ikat iman itu musnah, kau dan aku bukanlah lagi nukleus kebaikan. Karena kita hanya serpihan partikel bermuatan yang kelak melalang buana dalam semesta kesibukan dunia.
Ah ....itu akan terasa amat hambar dan hampa.
Kita tentu memiliki peran masing-masing bukan ? Namun satu tujuan yang mulia yakni Menuju Keridhoan Allah.
Yang menjadi esensinya teruslah membersamai hari dengan takwa.
Baik aku dan kau,,,
Agar energi ikat iman itu istiqamah selamanya menemani kita hingga bersua wajah Allah yang Maha Indah.
Amiiiiiin.
Sungguhpun aku menulis ini saat aku merasa bahwa aku harus terus melejitkan kapasitas ketakwaan yang selamanya ini kerap terlerai dan memudar dalam aktifitas kesibukan dunia.
Jangan sungkan kawan untuk menghadirkan namaku dalam secepis do'a.karna itu amat berarti dan sangat kubutuhkan.
Salam tali cinta diperaduan iman....TEMAN.
Be Fight Intifadhah 2009...!
Jumat, 03 Oktober 2014
Teman
Selasa, 23 September 2014
TuhanTahan Cinta
Jika hati ini menguapkan rona, tersimpul senyum jumawa menyambut jingga menyelang senja di kemegahan mega.Walau perjalanan akhir bukan titik akhir yang terukir.
Kini....
Ku dengar gemericik hatimu mengundang risau.Pahami dg sebenarnya bhw tetesan itu bukanlah aku melainkan lemahnya iman di dada.Tenangkan dengan kedekatan pd-Nya.
Kau pasti tau...
Saat bulan disimpan awan, langit menjadi suram kehilangan cahaya. Begitupun dengan hati yang terselimuti dosa menayangkan langit kehidupan yang nestapa.
Sayangnya..
Dikau yang tengah bergelut mesra di bawah bisikan setan, hingga tak ada celah cahaya tuk menerangi jiwa. perlahan terjungkir dalam kehinaan.
Wahai angin buatlah tarian2 ranting, agr smesta dan hati berpadu tuk menafsirkan dzikirmu dan mengerti betapa menderitanya Keterpisahan denganNya.
Wahai fajar, singsingkanlah mentari mekar nan menghangatkan kebekuan jiwa.
Agar sulaman lara kian terlerai.
Menjadi hati suci berbinar.
Merongrong hasrat duniawi, menenggelamkan ke lautan lepas.
Sampai Tuhan tak lagi tahan cinta.
Kau pun jumpalitan dalam bahagia
Bangko, 23_09_14
#AFJ_Syair_Jiwa
Senin, 15 September 2014
Simfoni Hati di Eter Kehidupan Fana
Hatiku gontai...
Jiwaku masai...
Akalku terberai...
Aku lemah dan terkulai...
Kehidupan ini mencercaku.
Karena apalah yang ku punya.
Hanya jasad yang berpadu dengan ruh.
Sedang itupun hanya pinjaman.
Lalu aku dihantam karena kepongahan.
Ditikam sebab ketak-syukuran.
Dilumat-lumat penyesalan.
Waktu geram bersama amarah yang kian memuncak.
Aku lalai dalam kefanaan dunia.
Astaghfirullah.....
Duhai waktu....
Aku tak pernah berniat untuk melukaimu karena kesia-siaan.
Jika itu telah terjadi, pada Tuhan, ku mohonkan ampunan.
Duhai nikmat...
Aku sering merenggutmu dalam kealpaan.
Tanpa berterima kasih pada-Nya.
Membuat malu itu hadir dalam hati yang insyaf.
Pada Mu, Tuhan...aku tunduk dan harapkan ampunan.
Duhai dosa...
Aku kerap mengecapmu..
Pada akhirnya qalbuku keruh, imanku runtuh,taatku lusuh,hari-hari yang terjadi kian ricuh, sedang Tuhanku jadi tak acuh.
Aduuuuuuh !
Racunmu menjalar ke seluruh sel-sel tubuh amalku.
Kini ia terbaring tak berdaya lagi.
Sebab kau ! DOSA....
Huuufffftttt...
Tuhanku, ALLAH....mohon obati diri dengan kasih sayang Mu bersama ampunan yang berlimpah.
Betapa kusadari, Tuhan...
Saat Engkau hidangkan ujian demi ujian.
Membuat lambung jiwaku semakin penuh.
Lalu aku menjadi bernutrisi untuk melangkah lebih kuat dalam menjalani kehidupan.
Terima kasih Allah. . .
Engkau masih memandangku.
Memenuhi cintaMu dalam ujian yang diberi.
Semua mampu ku raba dalam kebeningan hati.
Bahwa apapun ketetapan Mu adalah baik bagiku.
#perjalananuntuksebuahmimpi
Selasa, 09 September 2014
Pengagum Rahasia
Menelusuri rekaman hidupmu yang heroik, menarik, dan unik.
Slalu penuh keceriaan.
Aku ingat pertama kali mengenalmu, kau tampil dengan lelucon yang menyulap semua mendengarnya tuk tertawa.
kau dakwahkan jalan Islam dalam kata-kata yang ringan tapi berkesan.
Itulah yang buat ku kagum.
Kejadian itu sudah 4 tahun berlalu bukan ? Tapi sulit bagiku tuk menghalaunya dari benak ini.
Kau tak pernah tau aku mengagumi mu dan tak perlu kau tau.
Dengannya kau tetap tampil dan berkelakar sekehendak yang kau mau.
Tanpa rasa lain yang mengganggu.
Sebenarnya dibalik kekagumanku terselip iri untuk mu.
Karena amalanmu, hafalan Qur'an dan hadist mu, prestasimu, kontribusimu, dan sosialisasimu yang luwes.
Aku sangat iri padamu namun ia terbendung dalam rasa kagum.
Kau dan aku sangat jauuuuuh tak terkira kini.
Dengan ingatan terhadap teladan mu dulu membuatku merasakan kedekatan denganmu, walau kau tak pernah tau. Bahkan mungkin kau tak mengenalku.
Ntahlah...
Aku tak peduli....
Toh aku hanya seorang pengagum rahasia.
Minggu, 07 September 2014
Simfoni Quantum Cinta dalam Melodi Kerinduan
Minggu, 31 Agustus 2014
catatan hati harian 2
kerinduan untuk sebuah kekhusyukan.
Indahnya jika hati itu terus dibinari oleh cahaya iman.
semua kesulitan yang hadir untukku, segalanya baik dari Allah.
agar aku kembali tunduk pada-Nya.
terkadang kenyataan tak sesuai dengan keinginan, terkadang kita harus menunggu lama untuk mendapatkan yang terbaik.
setiap kita punya fashion yang beda, cara yang beda, keunikan yang berbeda, semuaaaaa banyak yang beda.
karena terbentuk dari pola kehidupan yang diabsorbsi dalam rupa yang beraneka.
memang realistis membawa keterbukaan cakrawala pada hidup yang sebernarnya dari pada sekedar banyak khayal.
betapa menawannya menjaga rasa itu, lalu menempatnya pada saat yang tepat dan tempat yang sesungguhnya untuk ia terpelihara.
aku dalam sejagad emosi yang berbaur heterogen pada satu keinginan.
yakni mendapat izin bertemu dan menatap wajah Allah.


