Jumat, 20 Desember 2013

Adek dan Abang-Abang

Aku hanya ingin dia tahu
betapa selalu dia kusanjungi dan kubanggakan
sosok yang tangguh dan bertanggung jawab
yang selalu menjaga dan menyayangi kala ku bersamanya

Aku hanya ingin dia mengerti
sangat ku damba ia menjadi yang terbaik
di mata Allah dan manusia
dalam lantunan doa yang kupanjatkan selalu tersemai harapan ini

Aku hanya ingin dia pahami
aku selalu menghargainya disetiap masa
sekalipun aku sering menyakiti
tapi semua bukan dari hati, itulah khilafku

Aku sangat ingin dia tau tentang semua ini
tentang perasaanku yang mengharu biru
karena kekurangan sebagai seorang adik
yang belum bisa mendewasan diri

Aku teramat ingin dia mengetahui semua ini
bahwa dia selalu ada di hati, do'a dan cinta yang di ridhoi Ilahi
ku lantunkan simfoni do'a nan bening
agar dia menjadi lelaki yang sholeh, berbakti pada Allah, Rasul dan Orang Tua, baik, cerdas, lembut, bijaksana, dan selalu dalam naungan dan ridho Allah di dunia dan akhirat.
Amin YA Mujib, Ya Allah, Ya Rahman. Mohon perkenankan do'a hamba Mu ini.

Abang-Abang ku..... Adek cinta dan sayang abang karena Allah
# Miss U All My Family

Bukan Puisi Biasa

Kengerian berhembus menebas rasa
Kelam merangkaki belukar malam
Bersama kesendirian mentafakuri dosa
Menikam-nikam sukma lalu terjungkang dalam

Aku mengagap dengan tubuh meremang gemetar
Limbung menerjang badai kehidupan
Yang tak surut melambaikan fatamorgana busuk
Hanyutkan iman ke muara nista

Melewati lorong-lorong peradaban
Yang tergali oleh waktu
Membongkar kehinaan diri di dasar paling sunyi
Menimbunnya pada Ubudiyah yang memuliakan


Dia Lelaki Itu

Lelaki itu punya paras yang begitu adanya
Dalam kesederhanaannya yang megah
Mengajarnya nilai-nilai berarti.

Lelaki itu terus tegas dalam bersikap
Dalam ombak masa muda yang bergelora
Mempertahankannya dengan perisai puasa dan takwa

Lelaki itu acap melantunkan senandung dakwah
Dalam berulah dan berkelakar
Merefleksikan kebaikan yang indah

Lelaki itu tak jauh ketaatan
Dalam panggilan cinta yang berkumandang
Mengayuhkan langkah menuju rumah Allah dengan segera

Lelaki itu mengkristal dalam jiwa kepemimpinan
Dalam melayani umat yang beragam
Mewaqafkan diri untuk mengejar ridho Allah

Lelaki itu cerdas dan berwawasan
Dalam menuntut ilmu dan belajar
Menghabiskan waktu untuk mengejar kebenaran

Lelaki itu kaya akan kebajikan
Dalam keterbatasan harta
Memberanikan menghidupkan sedekah

Lelaki itu merenyuhkan hati dan pendengaran
Dalam lantunan ayat suci al-Quran
Menggetarkan iman dan menghangatkan mata tuk berlinang

Lelaki itu membiaskan pesona syurga
Dalam air wajah ketawadhukan
Menghidupkan malam bersama dzikir dan qiyamul lail

Merayu Allah Menjemput dalam Ketaatan

Syarah Dasar Arkanul Bai’ah (Prinsip Dasar Dakwah)


10 Syarah Dasar Arkanul Bai’ah (Prinsip Dasar Dakwah)

1. Al-Fahmu (Paham), adalah yakin bahwa fikrah (pandangan ) kita adalah fikrah Islami dan sahih.Anda harus memahami Islam sebagaimana diuraikan dalam ushul  ‘isyrin.

2. Al-Ikhlash, setiap muslim, harus mengharapkan keridhaan Allah dan pahala dari semua ucapan, amal, dan jihad yang dilakukannya tanpa didorong oleh kepentingan pribadi, penampilan, kemewahan, pangkat, gelar, kedudukan dan yang lainnya.

3. Al-’Amal, adalah  buah dari ilmu dan ikhlas. ( At-taubah 105 )

4. Al-Jihad, adalah kewajiban yang harus dilakukan terus menerus dan  berkesinambungan sampai hari kiamat, seperti yang telah dinyatakan dalam hadist Rasulullah Saw: “ Barangsiapa yang mati (sedang) ia tidak pernah berperang dijalan Allah dan tidak pernah berniat untuk berperang (di jalan Allah), ia mati dalam keadaan jahiliah.”

5. At-Tadhhiah, adalah mengorbankan jiwa, harta, waktu, kehidupan dan semua potensi untuk mencapai tujuan. Di dunia ini tidak ada jihad tanpa pengorbanan. Setiap pengorbanan  dalam memperjuangkan fikrah  kita tidak akan sia-sia, bahkan mendapat pahala yang besar dan baik di sisi Allah SWT. Barang siapa yang tidak mau berkorban bersama-sama kaum muslimin dalam melaksanakan jihad fi sabilillah akan berdosa dan akan menanggung segala akibatnya. Q.S. At-Taubah: 24
     harus istimrar, berkesinambungan dalam pengorbanan. q.s at-taubah: 111

Pengampunan (At-Tawbah):111 - Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.
6. Ath-Tha’ah (Taat), adalah menerima perintah dan melaksanakannya dengan cepat, baik di waktu senang atau sulit, terhadap hal-hal yang disukai atau dibenci.
sebaik-baiknya jual beli, berdaganglah dengan Allah.

6. Ath-Tha’ah (Taat), adalah menerima perintah dan melaksanakannya dengan cepat, baik di waktu senang atau sulit, terhadap hal-hal yang disukai atau dibenci.
tha'ah adalah buah dari loyalitas dari Allah, muslim, dan mukmin. Al-Quran itu harus bersama kita. karena segala bentuk ketaatan itu harus terarah. Oleh karena itu, harus mengacu pada ketentuan Allah, yakni al-Qur'anul Karim. Dan bentuk ketaatan pada Rasul menjalani sunnahnya, maka hadits-hadits Rasul harus berada dalam dekapan Kita. mukmin yang kita taati adalah insan dan saudara seiman yang taat pada Allah dan Rasul yang berpijak pada Al-Qur'an dan Sunnah. Dalam ketaatan harus bersabar.

Para ulama membagi kesabaran menjadi tiga macam, yaitu kesabaran dalam ketaatan, meninggalkan maksiat, serta menghadapi musibah dan takdir Allah yang tidak disukai.

Dan, sebagian ulama lagi menegaskan, jenis sabar yang paling tinggi adalah sabar dalam melakukan ketaatan kepada Allah. Sebab, ketaatan itu lebih utama dari meninggalkan maksiat.

Allah berfirman, “Tuhan (yang menguasai) langit dan bumi dan apa-apa yang ada di antara keduanya maka sembahlah Dia dan bersabarlah dalam beribadah kepada-Nya. Apakah kamu mengetahui ada seorang yang sama dengan Dia (yang patut disembah)?’’ (QS Maryam [19]: 65).

Sabar dalam ketaatan mencakup sabar sebelum melakukan ketaatan dengan meluruskan niat untuk ikhlas hanya karena Allah, sabar ketika melakukan ketaatan adalah melakukannya dengan terbaik sesuai tuntunan Rasulullah, dan bersabar setelah melakukan ketaatan dengan tidak bersikap ujub membanggakan ibadah yang telah dilakukan karena belum tentu diterima Allah.

Imam Syafi’i berkata, “Di Madinah aku melihat empat hal aneh, salah satunya, seorang kakek berumur 90 tahun sepanjang hari berjalan tanpa alas kaki mengunjungi para penyanyi wanita untuk diajarkannya bernyanyi.

Namun, ketika datang waktu shalat, ia shalat dengan cara duduk. Hal ini menunjukkan betapa beratnya taat itu bagi mereka yang tidak diberikan taufik oleh Allah.”

Di antara jalan agar kita bisa bersabar adalah dengan selalu bersama orang-orang taat. “Dan bersabarlah kamu bersama orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan keadaannya itu melewati batas. (QS al-Kahfi [18]: 28).

Dalam ayat ini, Allah menjelaskan bahwa perilaku orang taat itu didominasi dua hal.

Pertama, di awal pagi ia selalu berharap dan berdoa kepada Allah agar hari ini mendapatkan taufik, yaitu bersatunya keinginan hamba dengan kehendak (iradah) Allah. Dengan demikian, keseluruhan harinya dapat diisi dengan beribadah hanya kepada-Nya.

Kedua, di akhir siang dan awal malam ia senantiasa beristighfar, mengevaluasi segala apa yang dijalaninya pada hari ini dan mengakhirinya dengan bertobat kepada Allah.

Agar dapat bersabar dalam melakukan ketaatan, Allah memerintahkan kita selalu bersama orang yang taat, bersahabat, dan mencari teman yang selalu melakukan ketaatan.

“Seseorang mengikuti agama kawannya. Karena itu, lihatlah olehmu siapakah yang menjadi kawanmu.” (HR Abu Daud dan Tirmidzi).

Dalam surah al-Kahfi ayat 28 di atas, Allah juga mengingatkan agar jangan sampai memalingkan wajah kita dari orang-orang taat hanya karena menginginkan kesenangan dunia yang bersifat sementara.

Jangan pula menjauhi orang-orang taat hanya karena mereka terlihat miskin tak berharta. Nilai kesenangan dunia bagi Allah tidaklah lebih baik daripada sayap nyamuk.

Dari Sahl bin Sa’d al-Sa’idi ra. ia berkata, “Rasulullah bersabda, ‘Kalau dunia itu sebanding dengan sayap nyamuk di sisi Allah, pasti Allah tidak akan memberi minum seteguk air minum pun untuk orang kafir.” (HR Bukhari).

Untuk menjaga konsistensi ibadah, Allah juga mengingatkan kita tidak mengikuti orang-orang yang dilalaikan hatinya. Hingga kemudian mereka lupa berzikir kepada Allah dan lupa kepada kehidupan akhiratnya. Mereka ini adalah orang-orang yang mengikuti hawa nafsu dan segala urusannya akan berakhir dengan kesia-siaan.

Meskipun kelihatannya mereka mempunyai harta dan kekuasaan, tetapi semua itu tidak  mendatangkan kebahagiaan baginya di dunia, tidak menenangkan hatiny,a dan tidak akan mendatangkan kebahagiaan di akhirat.

Semoga kita termasuk yang diberi taufik oleh Allah sehingga mampu bersabar bersama hamba-hamba-Nya yang selalu melakukan ketaatan kepada-Nya. Wallahu a’lam bish
7. Ats-Tsabat (Keteguhan), al akh senantiasa bekerja dan berjihad untuk mencapai tujuan, meskipun tujuan tersebut masih jauh bahkan memakan waktu bertahun-tahun  sampai ia bertemu Allah Swt dan benar-benar berhasil memperoleh salah satu dari dua kebaikan : tercapainya tujuan atau mati syahid.

8. At-Tajarrud (Totalitas),  adalah membersihkan fikrah dari segala pengaruh ajaran dan tokoh lain.

9. Al-Ukhuwwah, Adalah mengikat hati dan ruh dengan ikatan aqidah, dan aqidah merupakan ikatan yang paling kokoh dan paling mulia. Ukhuwah adalah saudara iman, sedang perpecahan adalah saudara kekufuran. Kekuatan utama adalah kesatupaduan dan kesatupaduan tanpa adanya cinta. Derajat cinta yang paling rendah adalah hati yang selamat dari segala buruk sangka kepada saudara muslim lainnya. Derajat cinta yang paling tinggi adalah itsar.
10. Ats-Tsiqah, adalah tentramnya jundi  (prajurit) kepada mas-ulnya dalam hal kemampuan dan keikhlasannya.

Kamis, 19 Desember 2013

Sadaqah

Assalamualaikum. Wr.wb
Para majelis blog aisyla yang diberkahi Allah, saya Mendoakan semoga aktifitasnya bersama blog ini menuai pahala yang padat dari-Nya. Amin.

     Cerita cinta, adalah aksara yang berjuta makna. Selalu menggiurkan untuk di telusuri, di pijaki, bahkan dilakoni. Cinta bersama segala yang menjadi bahan baku pembentuknya. Melumat hari-hari bersama cinta menderaskan semua dalam kemenawanan tak terperi. Tapi cinta apa yang menggugah sang pemilik menjadi kian cemerlang. Pertanyaan ini sangan konyol sekali. Karena jawabannya terpatri di fitrah semua insan. Yakni cinta pada Sang Pencipta. Ah, jadi ingat satu kata cinta Rasulullah saw,  'Umati,,,,umati......!', satu kata cinta Bilal, 'Ahad,,,,Ahad....!,. lalu kalau ditanya apa satu kata cinta kita ?. Apakah ketika kata cinta terbesit yang membuyar adalah sosok si dia atau uang, atau jabatan, atau anak. Muhasabah sendiri itu lebih baik pembaca yang lembut hatinya. 
        Begini saya ingin menyungguhkan sebuah kisah masih juga terkait cinta. Hehehehe, jangan Suudzon dulu ya....!. Dia adalah wanita dengan 5 orang anak yang bersama kata cintanya,'Shadaqah...shadaqah......!.' 
        Terik mentari menjilat-jilat enak kekulitan insan di bumi. Sembari  menikmati perihnya gigitan sinar matahari dia terus menyusuri jalan untuk mencapai tujuan yakni kantor PKPU simpang By Pass Padang. Wanita itu paruh baya, kulitnya putih berseri, dengan padanan gamis yang lusuh dan jilbab pendek seadanya. Assalamu'alaikum', sapanya padaku. Wa'alaikumsalam, silahkan masuk bu, ada yang bisa dibantu, Balas saya dengan santun dan ramah. Singkat cerita saya memahami tekanan ekonomi yang tengah menghantamnya. Sekali-sekali suara ibu itu tersedu sedan, kadang senyum, ada juga geram. Bagian mana yang membuat beliau tersedu sedan itu adalah saat menguraikan pedihnya menjalani derap-derap kemiskinan, cacian, keterasingan, bahkan penghinaan. Lalu senyumnya mengambang kala memotivasi saya untuk bersedekah. Subhanallah. Sekalipun kondisi kehidupan beliau teramat memilukan, namun tidak secuilpun memagari dirinya untuk senantiasa selalu bersedekah. Betapa kagumnya saya. Ingat benar saya kalimatnya. Mereka yang datang itu kan digerakkan hatinya oleh Allah, maka bermakna telah dikirimnya orang untuk menolong kita. Hah, menolong bukannya para pengemis yang datang kerumah itu akan menambah menyusahka. Gumam hati saya, bisa jadi saja pengemis itu lebih baik hidupnya dari ibu itu. Beliau yang datang itu dek menolong mendoakan kita dan menolong hidup kota lebih berkah. MasyaAllah......

 Satu kata cinta bagi beliau, Shadaqah......!

Selasa, 17 Desember 2013

al-Qur'an I'am in Love

Gemercik air riuh menghujani sang bumi
Keheningan menyerabuti pelosok hati,
Sunyi, tenang, damai, hanya terusik pada nafsu
Kau rintik hujan telah membasahi hatiku
Selebat air yang turun ke bumi
Sehebat itu pula kau sejukan kobaran api kegelisahan

Semua telah berganti dengan pelangi
Layaknya spektrum indah yang terbias
Kau indahkan aku dan segala rasa
Mewarnai setiap perilaku
Sangat rupawan, cantik, menjanjikan pesona

Saat berkunjungnya sang mentari
Aku mengenang dikau
Yang setia menyinari hidupku
Menerangkan jalan yang patut ku tempuh
Benar, baik, dan terarah dengan janji yang pasti

Ku ingin kau yang memenuhi ruang jiwa, hati, dan hidupku
Ku harap selalu ada dalam dekapan mu
Bersamamu setia selamanya
Sampai sangkakala memekikkan lengkingan
Kau datang menitahkan syafaat.

Al-Qur'an, I am in Love.......


Senin, 16 Desember 2013

Catatan 17 Desember 2013

     Alhamdulillah, masih diberi Allah kelapangan hasrat untuk senantiasa menundukkan kepala ini untuk sujud kepada-Nya. Pagi  ini agak kecewa, karena tidak mampu memanejemen diri dengan baik. Sehingga membuat hak waktu menjadi berkurang. Semoga Allah memaafkan kealpaan ini. Amin
     Kerja pagi dimulai dengan dhuha, aduhai sejuknya jiwa. Ketenangan mengambang memenuhi eter rasa. Ditambah lantunan kalam Ilahi yang rutin dibacakan. Aku dapat ilmu baru dari tadabbur Quran pagi ini, yakni taat sama dengan kekuatan, yap.. Dalam Q.S Shad: 17 dinyatakan " bersabarlah atas apa yang mereka katakan, dan ingatlah akan hamba Kami Dawud  yang mempunyai kekuatan, sungguh ia sangat taat (kepada Allah)". Taat itu adalah implementasi dari sebaik baiknya hamba (Q.S. Shad: 30).
           Hari ini di datangi seorang ibu lagi. Tapi bukan lagi untuk mengadukan hal yang berkaitan kutukan pada Allah, tapi ini mengenai anaknya yang tragis putus sekolah. Setelah menyimak cerita ibu itu. Aku menjadi kembali tersadar betapa besarnya peranan diri ini untuk memberikan kemanfaatan bagi sesama. Lihatlah fakta yang yang terjadi, berapa banyak anak yang putus sekolah hanya karena finansial. Miris memang jika menyaksikan fenomena anak putus sekolah yang tersebar di seantaro tanah pertiwi kita ini. Padahal generasi muda inilah yang akan menentukan peradaban suatu bangsa. Jika banyak anak yang putus sekolah dapat diprediksi akan seperti apa bangsa ini kedepannya.
         Sebagai kaum intelektual, seperti mahasiswa harus mengigit kuat tri darma perguruan tinggi itu. Bahwa setelah tamat mereka pantang menjadi penyusah bangsa. Namun mereka harus sanggup berinovasi dalam kreatifitas dan ilmu. Sebagaimana bekal yang telah didapat di bangku pendidikan.