Sabtu, 30 September 2017

Muslimah Sehat dan Tangguh

Maha Baik Allah...
Alhamdulillah.

Nikmat bersama orang-orang sholih itu merupakan perkara yang tak bisa di deskripsikan. Bila terus berjuang mohon pertolongan Allah pasti akan beri pertolongan. Salah satu bentuk pertolongan Allah dikumpulkannya kita bersama orang orang yang membuat kita banyak mengingat Allah.

Hari ini, Qadarullah ikut kegiatan renang akhwat only di kolam renang syar'i. Ya Rabb....betapa bahagianya. Kala berenang sambil full di puterin murattal live dari Mekkah. Fabi ayyi ala iRabbikuma tukadzdziban? Setiap gerakan buat hati jadi ingat ke Allah. Merasa tenangnya masyaAllah...

Yang lebih masyaAllah itu adalah setelah renang diberi taujih sama ibunya. MasyaAllah. Allahu Akbar !!!

Hikmah berenang itu tentang melatih ketenangan, melatih tidak panik. Melatih kekuatan. . .Ketenangan sangat dibutuhkan dalam segenap pekerjaan, membuat keputusan, dan belajar.

Selalu bersyukur nona sholihah, bersyukur akan nikmatnya tubuh itu dengan tetap menjaga kebugarannya. Olah raga ya nona, senamnya rutinkan, jogingnya jadwalkan, renangnya istiqamahkan, latihan panahan di azamkan, next berlatih kuda harus menjadi tekad !!!

Jadi Muslimah yang sehat dan tangguh ya nona, karena kamu mesti mempersiapkan generasi yang kelak akan belaga di peradaban akhir nan pekat.
Allahu Akbar !!!

Nona Berbahagialah Selalu

Nona, bagaimana kisah perjalananmu menuju-Nya?. Gempulan haru biru yang menyesakkan itu jangan sampai menempeleng komitmen yang dulu sempat kau camkan. "Jadi Ratu Bidadari Syurga". Estimasi karir terhebat untuk kau titi di kehidupan setelah kehidupan senda gurau  ini binasa.

Apa kabar impianmu sholiha?

Apa kau tega membuatnya terkulai sebab harap yang salah lagi kau pancangkan. Jangan sayang... Bukankah kau telah sepakat dengan hatimu bahwa dunia ini sekedar menjalani peran, entah peran yang tengah bahagia, entah peran yang tengah dinaungi kegetiran, entah apalagi lah yang telah Dia tetapkan untukmu. Semua rasa itu hanya pergulatan emosi yang bisa dikendalikan jika kau kembali pada Yang Maha Mengendalikan hati. Dendangkan di jiwamu tentang iringan kebahagiaan dan kesedihan yang  sebentuk ritme sinusoidal kontinu sepanjang sumbu hidup ini. Agar kau banyak tahunya...agar hatimu lebih bijaksana dalam membuat keputusan. Maka kau mesti berkali-kali mengarus dalan gelombang rasa yang naik turun itu.

Walau perjalanan kali ini, masih saja yang kau kecup adalah pahit. Sebab begini akankah lagi kau tergugu ?. Itu tak adil, karena Allah lebih banyak memberi kelapangan dan kebaikan. Dear hati yang ingin melembut, berjuanglah mensyukuri yang lebih banyak atas karunia Allah. Belajarlah menangkaskan hati itu dengan logika iman. Sebab bahagianya mukmin itu dari hati yang berkemulkan sabar dan syukur. Dua itu sering diingat ya  nona sayang.

Apa kabar iman mu hari ini sholiha?

Wah, bagian terpenting yang harus kau upayakan adalah baiknya keimananmu pada Allah. Boleh berimpian lebih tapi imannya juga mesti melebihi impian duniawi itu. Agar impian duniawi itu menjadi jembatan untuk impian ukhrawi.

Apa kabar hatimu yang gampang rapuh itu sayang?

Percayalah semua akan terlewati, seperti dulu kau pun telah melewati. Baik itu memulai, menjalani, hingga mengakhiri dari suatu prosesi yang Allah takdirkan tak ada yang gampang. Selalu terselip deduri yang bisa membuatmu perih. Itu ladang pahala bagimu. Semakin perih rasa sakitmu, kian hebat kau memohon ampun. Semoga Allah pun semakin cinta padamu sayang. Upaya mu yang dilangkahkan karena Allah tidak pernah sia-sia. Kuatlah hati...! Kuatlah bersama ketaatan pada Allah. 

Beranjaklah sholiha, meski dengan langkah lelah yang menggontai. Tepuk dadamu dan katakan pada diri itu "Cukup bagiku Allah dan Rasul-Nya" lalu jejaki langkah baru di hari-hari yang penuh kasih sayang dan kebaikan Allah. Lintasanmu telah melampaui banyak hal dari hidup ini.  Kumpulkan hikmah dengan hati yang bersih. Jangan berhenti apalagi berbalik arah. Allah yang kau tuju tengah menunggumu tuk kembali dalam keridhoan-Nya.
Melangkah lah sayang...pasti sampai. Berbekallah dengan sebaik-baik takwa. Jadilah yang terbaik di sisi-Nya.

Ucapkan terima kasih padanya. Seseorang yang Allah percaya tuk membuatmu kian dekat dengan Allah. Mungkin dengan cara  yang berbeda. Tapi luka hati yang berdarah-darah itu sengaja tercipta agar Allah lah yang mengobatinya dengan kebaikan-Nya, rahmat-Nya, cinta-Nya. Untuk kamu, hamba pendosa dan papa yang ingin dekat dengan-Nya. Menangislah sayang jika memang sakit, karena kau memang manusia. Usai isakan yang meletihkan itu, kembali bangkit dalam keyakinan mengejar ridho-Nya.  Bukankah ridho Allah sebagai muara dari segala tujuan yang kau titi?

Titip hatimu yang rapuh itu pada Allah. Percayakan pada-Nya. Akan ada masa terbaik untuk Dia letakkan hatimu itu pada hati yang Allah ridhoi yang membuatnya tak lagi rapuh apalagi patah. ^_^

Berbahagilah selalu nona....Allah Maha Baik dan Sayang pada hamba yang banyak mengingat-Nya.

Wanita dan Sensitifnya

Wanita suka bercermin yah...tanpa disadari ia pun seperti cermin. Sangat rentan. Jika retak aja sedikit maka tak pernah bisa memantulkan bayangan dengan baik. Begitulah hati seorang wanita, ia sangat mudah memaafkan tapi sesuatu yang terlanjur membekas dihatinya tak bisa hilang, sulit mungkin.

Wanita pun tak pernah minta punya hati yang sedemikian rupa rapuh. Tapi memang begitu kodratnya.

Pahami aja...karena bukan hanya sekedar lagu bahwa "wanita itu ingij dimengerti". Walau sangat sulit untuk bisa memahaminya dengan musim yang mudah berubah ubah.

Jumat, 29 September 2017

Sibukkan dirimu dengan Allah

Ya Allah dalam labilnya diri ini semoga iman selalu dibantu untuk kian membaik setiap harinya pada Mu.

Aamiin...
Terkadang sulit sekali menyelesaikan perkara hati itu selain Allah yang memberi pertolongan. Makanya apapun yg sesebentar hadir lalu membuat hati itu berantakkan ke Allah. Istighfar aja. Bilang aja jujur ke Allah "Ya Rabb hamba rapuh banget hatinya, kuatkan ya Allah...hamba ingin dekat dengan Mu...bantu ya Allah" trus istighfar aja ....kalau gak bisa nangis dalam istighfarnya coba tangisi kenapa hati itu gak bisa nangis. InsyaAllah ya..Allah itu Maha Baik Banget...jika kita berupaya menyibukkan hati kita dengan Allah. Apa apa yang mau dilakukan, dicari, dituju selalu bisa buat kita dekat dengan Allah.

Allah selalu punya cara melindungi kita dari perkara yang membuat kita tidak dekat dengan Allah. Jika kita tekad dan doa terus untuk Allah izinkan jadi hamba yang Allah sayang.

Mungkin jodoh belum bertemu hingga saat ini karena Allah ingin diri itu mesra mesraan sama Allah lebih lama. Trus apa yang lebih romantis dan indah dari hidup ini selain nikmatnya bisa bermesraan dengan Allah lebih khusyuk. Yang hati fokus ke Allah, belum diberi beban pikiran ini dan itu. Ya Allah...

Sibukkan terus hati itu dengan Allah...semakin yakin pada Allah makin tenang hidup ini. Makin taat pada Allah makin terarah menapaki hidup ini, makin banyak mengingat Allah pasti Allah yang jamin hidupnya nyaman dan tentram. Udahlah...menepilah pada Allah, cukupkan Allah dan Rasul dihati itu.

Berbuat salah itu bukti kita manusia, tapi sebaik baik yang berbuat salah adalah yang taubat tak henti henti pada Allah itulah yang menjadikannya manusia luar biasa di hadapan Allah. Sibukkan terus dengan minta ampun pada Allah. Allah itu Maha Baik Banget lah...sejelek apapun kita dimasa lalu tapi masa depan kita masih utuh baik jika kita mau mengupayakan kebaikan untuk masa depan.

Berdamailah dengan hati itu, relakan kesalahan yang sempat berkali-kali diulanginya dengan mohon ampun pada Allah. Katakan pada hati yang rapuh itu bahwa kamu akan berupaya untuk menjadikannya lebih tegar dan kuat dengan selalu mendekatkan diri pada Allah. Pasti Allah bantu kok, Allah itu Maha Baik tak hingga kebaikannya.

Apapun yang mengganjal rasanya dalam hati itu terkait dunia coba di taubatin aja. Intensitas sama Qur'an diperbaiki.

Al-Quran itu dari al-Baqarah sampai an-Nas semua isinya petunjuk. Juga ada petunjuk tentang obat kerapuhan hati itu. Lagi lagi sibukkan diri itu dengan surat cinta dari Allah. Galaunya hati pupuskan dengan baca Qur'an, kalau berat baca Qur'an pasti maksiat hati yang menghijabnya. Istighfar lagi pada Allah, nangis aja terus tiap hari minta bantuan pada Allah agar hati itu lembut tapi tak rapuh. Ingatlah dan selalu diulang ulang Allah itu Maha Baik dan gak ada tandingan kebaikan-Nya. Keyakinan semacam ini penting banget dan gak boleh bergeser sedikitpun. Semakin yakin Allah Maha Baik makin kuat hati itu dengan apa-apa yang tengah dihadangkan oleh Allah. Dikasih apa aja sama Allah bilang sama hati itu bahwa kesedihan, kegetiran, dan apapun prosesi yang bagi kita tidak enak itu dari Allah Yang Maha Baik pasti tidak untuk menyakiti hamba-Nya. Melainkan agar hamba itu makin dekat dengan Dia. Makin butuhnya hanya sama Allah. Sampai di tiap detiknya si hamba itu hanya Allah saja yang tersirat dari hati pikiran dan segala yang ada dirinya hanya untuk Allah. Keren kan? Itulah bentuk Maha Baiknya Allah. Karena Allah ingin hamba-Nya hidupnya dibimbing Allah. Maka Allah  tetapkan skenario yang bisa buat sang hamba mendekatkan diri pada Allah. Entah dengan ujian semacam apalah jenisnya. Yang dengan ujian itu hati dan pikiran si hamba jadi makin sibuknya ke Allah aja bukan lagi ke dunia bukan lagi ke makhluk.

Sibukkan hati itu dengan Allah aja trus minta tolong lagi nih sama Allah agar hatinya gak tergoncang dengan persepsi orang. Biar jadi hamba yang mukhlis gitu. Apa apanya untuk Allah senang aja bukan untuk dinilai manusia. Udah gak usah suka meng'aku' kan diri lah. Siapa sih diri itu? Bisa begini dan begitu yah karena kebaikan Allah aja. Bukan diri itu yang hebat tapi karena Allah berbaik untuk memudahkannya. Istighfar lagi, karena sering bangetkan hati itu merasa punya daya upaya melakukan banyak hal karena ikhtiar. Padahal kalau Allah buat lemah aja tubuh itu gimana? Gak bisa ikhtiar kan? Allah buat susah aja mikir. Yakin deh artikel sesederhana apapun gak bakal kelar. *ups curcol -_-   yah gitu dah ya...

Nah, yang mukhlis itu yang melakukan apa aja selalu merasa disertai oleh Allah. Sibuk hatinya itu pada Allah aja. Dijamin setan bakal gak kuat menembus benteng hati yang Allah kokohkan atas keikhlasan sang hamba pada-Nya.

Kamis, 28 September 2017

Calon Bunda Peradaban

Calon bunda peradaban itu harus cerdas karena kelak harus membekali generasi penerusnya yang mesti bertempur dalam perang intelektual di akhir zaman. Maka tak boleh menyerah  terus mengaktualisasikan untuk ilmu.

Dalam lelah itu ada dalam ladang pahala.

Calon bunda peradaban mesti sehat dan kuat. Karena mereka kelak harus melahirkan generasi yang tangguh dan hebat untuk berlaga dimedan kehidupan akhir zaman. Maka harus memperhatikan asupan makanan dan rajin olah raga.

Dalam letih ikhtiar itu ada ladang pahala.

Calon bunda peradaban mesti sholihah. Karena madrasah pertama anak-anak adalah Ibu. Terus upgrade hafalan Qur'annya. Lembutkan  hati dan nikmati hari-hari bersamanya.

Senin, 25 September 2017

Allah Ar Rahman Ar Rahim

Bismillah...
.
.
Jatuh cintalah pada kebaikan Allah, kagumlah pada kasih sayang Allah, fokuslah untuk mendapatkan keridhoan-Nya.
Jadikan Allah muara dari segala tujuan, pasti terarah hidupnya.
Jadikan Allah sebab atas segala tindakan, pasti Allah bimbing langkahnya.
Jadikan Allah yang terindah dan tertinggi dihati, pasti damai dan tenang hatinya.
.
.
.
Tidak ada yang lebih nikmat dari hidup ini selain selalu dituntun Allah untuk bisa dekat dengan-Nya. Allahu ar Rahman ar Rahim.
.
.
Melembutlah wahai hati, menepilah pada-Nya. Jadikan kebaikan hatimu seluas samudra. Lalu bertakwalah pada Allah dengan sebenar takwa

Minggu, 24 September 2017

Jatuh Hati

Allah tidak pernah menyiksa hatimu, tapi kamu sendirilah yang menyiksanya. Bila kamu tidak pandai  menjaga hati maka terima lah gelisah dalam berharap pada makhluk.

Begitu quote yang dapat saya hikmahi dari taujih Aa Gym. Ngejleb banget. Memang benar, tidak pandainya diri menjaga hati berakibat fatal  terhadap adanya noktah di hati yang mematikan kerja neokorteks. Hhhmmm banyak yang membenarkan katanya jatuh hati itu adalah suatu anugrah, namun setelah tahu hakikat saya jadi menyadari bahwa jatuh hati pada seseorang yang belum diridhoi Allah itu bentuk kedzaliman pada diri sendiri. Sebab kadar perhatian hati lebih cendrung pada hal hal yang lalai terhadap Allah. Bila hati fokusnya tidak lagi pada Allah, pasti lebih tidak produktif hidupnya untuk akhirat. Karena kesibukan hati yang lari dari Allah akan mensintesis hal hal yang tidak ada kaitannya dengan sesuatu yang Allah sukai.

Clear kan? Jatuh hatilah pada kebaikan Allah dan mengapa juga jatuh hati pada makhluk yang tidak akan  memberikan kebaikan padamu, sebab Allah belum meridhoinya.
Periksa hati itu...! Jika masih ada makhluk, cepet bunuh. Sebelum ia yang membunuh kerja neokorteks mu.

Bentuk kerja neokorteks terganggu, kerjanya mau nulis yang baperan mulu...Nah -_-
Karena logika hatinya sedang di ambang sinusoidal yang acak. Sebentar bentar berpuisi, trus bersajak tentang senja dan angin. Ah...kacau dah. *lagi nunjuk diri sendiri*

Rajin baca baca jurnal sains ya atau baca buku sejarah Islam aja. Kurangi  bacaan yang menularkan frekuensi limbik. Bahaya...biar hatinya terjaga aman, maka padatkan waktu dengan al-Qur'an mulai dari membaca, mentadabburi, menghafal, murajaah, mengamalkan, dan mengajarkan.

Jangan jatuh hati jika Allah tidak ridho.  Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa. Jangan kagumi seseorang yang dhoif tapi kagumlah pada Pencipta-Nya. Mengapa kamu mesti hiasi hati pada seseorang  belum tentu jadi takdir yang Allah tetapkan? Padahal Allah lebih wajib tuk selalu ada di tahta tertinggi dan terindah di hatimu.

Mohonlah ampunan pada Allah...biarkan hati kecilmu memberi fatwa.

*maaf kadang ber 'saya' dan kadang ber 'kamu' . Karena saya lagi menasihati kamu wahai diri sendiri !!!