Minggu, 21 Agustus 2016

Pelita Lorong Gelap di Seantaro Negri

Menjadi pendidik yang bukan hanya mediator tranferisasi ilmu dan  pengetahuan namun sekaligus menjadi jembatan inspirasi untuk setiap hati yang tercucur bagi mereka ilmu tersebut.

Maka untuk saat ini mesti melengkapi diri dengan berbagai instrumen untuk siap terjun menjadi kontributor pejuang pendidikan di kemudian hari.

Jangan senang mempelajari hal yang sudah kita tahu dan paham. Karena kita tidak pernah mendapat kesempatan untuk mengeksprolasi ilmu baru. Bersyukurlah saat belajar kita tidak mengerti karena kita dituntut untuk belajar lebih banyak dan lebih giat untuk mengeksplorasi ilmu lebih berlimpah. Sebab menjadi pendidik bukan sebatas kekuatan intelektual namun juga memiliki kematangan emosional dalam memanajemen masalah. Termasuk dalam problematika mencari ilmu pengetahuan.

Esok ada sebuah tuntutan baru. Maka gunakan setiap waktu seproduktifnya  untuk ilmu dan ilmu. Kamu adalah yang Allah pilih menjadi PELITA GELAP DI LORONG-LORONG SEANTARO NEGRI.  Ciptakan masa depan gemilang untuk anak bangsa di kancah nuansa global yang kompetitif dan komperatif. Allahu Akbar !

Berjuanglah !
Tetap lah taat !
Ittaqillah !

Hasbiyallah (Cukuplah Allah)

Cukup di hati ini Allah saja, apapun itu cukup Allah saja

Fokus Bersyukur

Kita tidak kan pernah bahagia selama masih terjajah. Selagi diri terjajah oleh dunia, oleh nafsu, oleh syahwat, dan oleh tipu daya setan maka selama-lamanya tidak akan pernah bahagia. Pasti...! Kita sengsara bukan karena kurang karunia tapi karena kurang dua hal, yakni sebab kurang syukur dan kurang sabar. Orang sulit bersyukur karena salah fokus. Lebih fokus pada keinginan, fokus pada yang belum dicapai. Padahal tambahan karunia dari Allah datang karena keahlian bersyukur . Kalau kita tenggelam  dalam syukur udah dah berenanglah diri dalam kenikmatan yang teramat luas. So...Fokus untuk mensyukuri yak soleha !

Sempurnakan kesempatan yang ada untuk melakukan yang terbaik. Kita mah dah untung diciptakan oleh Allah ya. Nikmat penciptaan tidak ada tawar menawar lagi. Harus disyukuri. Coba deh direnungi tentang penciptaan kita nih. Benar benar mesti bertemika kasih sama Allah  diciptakan jadi manusia. Lalu ditambah nikmat pengurusan dari Allah, dari mulai satu sel lalu membelah, lalu berkembang jadi segumpal daging, kemudian dikuatkan oleh tulang, selanjutnya disempurnakan dengan sebaik-baiknya penciptaan. Lalu setelah lahir gak bawa apa-apa tetap aja bisa makan dan minum. Enak kan ya? Siapa nih yang atur ? Tiap hari diberi nafas gratis, pakaian, tempat berteduh, bisa jalan, bisa bicara, bisa lihat, bisa dengar, Fabiayya ala iRobbika tukadziban ? Jantung berdetak otomatis Allah yang atur, makanan masuk dilumat oleh gerak peristaltik masuk ke lambung lalu dicerna dengan sangat baik. Siapa yang atur semua itu? ALLAH. tidak ada celah untuk tidak bersyukur soleha.

Ada nikmat lain yang perlu disyukuri yakni nikmat hidayah. Selanjutnya nikmat taufik. Semua kebaikan hanya karunia Allah. Bersyukur bisa dimudahkan langkah untuk selalu beramal dan ibadah. Sebab tak semua orang yang mendapatkan kesempatan dan keringanan hati untuk seperti ini. Makanya kalau lihat orang maksiat kita mesti syukur karena bukan kita yang maksiat lalu do'akan mereka untuk diberi hidayah dan taufik agar bisa merasakan apa yang kita rasakan.

Kalau kita kurang syukur maka terus menderitalah diri. Kalau ada yang menghina kita, ya wes lah tetap aja  bersyukur,  karena kan cuma sedikit yang berbuat demikian ke kita. Kalau ada orang yang berbuat buruk pada kita maka  ya wes lah tetap juga kudu bersyukur, karena diberi kesempatan untuk muhasabah. Maka kita jadi kembali tersungkur mohon ampun pada Allah mungkin diwaktu lalu,  kita juga pernah melakukan kejelekan yang sama dengan yang diterima saat ini  kepada orang lain. Bisa jadi Allah ingatkan kita biar tidak melakukan perbuatan buruk itu pada orang lain.

Kalau kita sakit, dihina, diremehkan, difitnah, dikucilkan, dipermalukan, dikecewakan, kehilangan, ujian, dan sejenis musibah menerpa, itu bukan hal yang buruk namun untuk mentarbiyah kita jadi ahli syukur. Semua tergantung cara kita dalam memandangnya. Tapi bersyukur atas semua itu adalah tindak lanjut terbaik dan paling Allah suka setelah bersabar. Jangan berburuk sangka pada Allah. (2:216) Di titik itulah Allah mengajarkan kita untuk menaruh keyakinan seutuhnya pada pertolongan Allah. Dengan itu kita jadi bermesraan dengan Allah. Aduhai nikmat nih. Bener !  Berbagai kepahitan yang membuat kita berputus dari kebergantungan  pada manusia adalah kenikmatan yang patut disyukuri. Lihat kebaikan Allah atas ujian yang diberikan. Semua yang Allah beri bagian dari kebaikan Allah, sebab sifat Allah Maha Baik. Maka fokus pikirkan kebaikannya.

"Hai manusia, ingatlah akan nikmat Allah kepadamu. Adakah pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezeki kepada kamu dari langit dan bumi? Tidak ada Tuhan selain Dia; maka mengapakah kamu berpaling (dari ketauhidan)?"

(Q.S. Fathir:3)

Ibadah kurang tapi Allah sayang dengan kita dan mau kita berada dikedudukan yang kita harapkan disisi Allah. Maka akan Allah uji berkali-kali agar kita dapatkan maqam itu disisi Allah. Beres dah ! Anteng aja. Mau di ambil Allah apa-apa yang kita cintai ya wes lah, yang utama  Allah ridho dan Allah jadikan kita lebih dekat dengan-Nya. Cukup itu ! Gak ada yang lebih nikmat dari dapat izin bisa lebih dekat dengan Allah, lebih lapang hatinya, lebih salim qalbunya, lebih suci jiwanya. Karena dah bersih dari dunia ini dan serahkan aja sama Allah terhadap apa yang Allah sukai maka kita pun suka. Itulah namanya bagian dari takwa. Dan itulah bekal terbaik untuk melihat wajah-Nya. Allahu Akbar !

Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

(Q.S.Azzumar:53)

Ittaqillah ya soleha !

Rabu, 17 Agustus 2016

Nasihat untuk mu Dek

Dek...
Baik semoga masa depan mu yah
Semoga Allah meridhoi hidup mu sayang
Sampai ke yaumul akhir semoga selalu dalam rahmat dan cinta Allah

Jangan tergoda oleh dunia ini ya dek, ini mah cuma tempat mampir. Merdeka kan diri dari keterbudakan nafsu dunia. Tidak ada keselamatan selain ridho Allah, tak ada kemuliaan selain ridho Allah, dan tak ada kebahagiaan sejati selain ridho Allah. Cukup ridho Allah maka cukuplah semuanya.

Dek..
Jauhkan dan selamatkan diri dari keinginan kotor dan hina. Ingin dipuji, ingin  dikagumi, ingin disanjung-sanjung, dan ingin  dibesar-besarkan. Na'udzubillah..
Hanya bagi Allah lah segala puja dan puji.
Penilaian makhluk tidak akan mempengaruhi kualitas penilaian diri dalam pandangan Allahu Ta'ala. Cukup fokus untuk penilaian Allah dan disiplin untuk mencari posisi terbaik dalam penilaian Allah.
Dunia ini indah dan beragam panorama tipu muslihatnya. Kalau tidak mewaspadai larutlah pula hati dalam pernak-pernik hiasan yang tak pernah menghiasi akhirat.
Jauh-jauh dek...sejauh-jauhnya, dan jangan dekati ya sayang !

Dek...
Baik-baik dengan hati ya...
Biar Allah saja yang memenuhinya, izinkan Allah saja yang mendominasi hidup, dan biarkan Allah mengatur sebaik-baik jalan cerita untukmu.
Dek..
Jadi wanita yang sholihah ya, nanti kalau sudah menikah jadilah yang taat pada suami, kalau diamanahkan jadi ibu jadilah bunda peradaban yang melahirkan, merawat, dan membesarkan para mujahid dan mujahidah berakhlak  Rabbani, berjiwa Qur'ani, dan kontributor Islam sejati.

Dek...
Teruslah bertumbuhan di taman taqwa, bermekaranlah bersama ketaatan, dan nutrisi diri dengan iman dan ilmu.
Jagalah Allah selalu dalam sempit dan lapang, dalam suka dan duka.
Semoga Allah ridhoi dirimu jadi wanita syurga ya sayang, ratunya dari sejagad bidadari syurga.

Allahumma amin ya sami'un mujib

Senin, 15 Agustus 2016

Sukanya Kita atau Sukanya Allah

Bukan sesekali kita rasakan bahwa apa-apa yang kita inginkan dan bahkan sangat sukai terlanjur lugu diterlantarkan oleh ketetepan-Nya. Tidak mudah untuk menerima hal yang sedemikian. Saat jiwa dan akal berperang dalam qalbu. Tidak memiliki upaya bagi  keimanan  saat qalbu diselisihi nafsu dunia. Kebeningan qalbu yang keruh membuat diri tak mampu melihat dengan jernih hikmah-hikmah yang Allah sajikan. Dan aku masih percaya bahwa setiap manusia dari dulu, kini, dan hingga nanti akan banyak mengalami perbedaan keinginan dan kenyataan dalam hidupnya. Maka dengan itulah surat cinta dari-Nya pun dilayangkan kepada setiap kita.

"Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui."
(Q.S.al-Baqarah:216)

Ada suka kita yang tidak Allah sukai dan kita wajib untuk menyukai apa-apa yang Allah tetapkan. Karena ada banyak kebaikan yang dijanjikan oleh Allah atas kerelaan kita untuk menyukai segenap ketetapan-Nya. Apalagi jika kita menghiasi diri dengan sikap sabar dan takwa maka lihatlah pertolongan Allah yang Maha Dahsyat.

"Ya (cukup), jika kamu bersabar dan bersiap-siaga, dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu Malaikat yang memakai tanda."
(Q.S.Ali-'Imran: 125)

Ittaqillah !

Godaan Dunia

Bagaimana bisa kita tak bersabar dengan godaan dunia sedang azab neraka kelak tak kuat membuat kita tuk bersabar. Sunatullah memang dijadikan dunia ini indah lagi sesak dengan hiasan yang menyilaukan hati-hati yang lalai dari mengenal kemilau syurgawi.

Menjaga Keimanan

Pada hari kelima memijaki kota pendidikan, aku menemani wanita yang paling kucintai, IBU, beli kaca mata. Sudah bolak balik di toko optik itu sebenarnya. Kok bisa-bisanya baru kelihatan hari ini. Subhanallah...

Dari cerita-cerita serius tentang kaca mata, entah dari mana muasalnya kok malah wanita yang paling kucintai itu jadi curcol sama akang penjual kaca mata. Haha

Tepat pada titik cerita tentang aku, mata gak mau lagi lihat-lihat kaca mata di toko itu. Aku palingkan arah keluar menuju pemandangan lalu lalang orang di jalan. Kan malu ih, dicerita-ceritain gitu. Nih dialognya

Ibu: nih si anak gadis saya makin tinggi jenjang pendidikan, kian jauh pula merantaunya

Akang kaca mata: mau cari jodoh neng disini?

Aaaaaarrrrggghhhhh......! Stop!!!!!
Aku mesti bilang MasyaAllah apa Subhanallah yak untuk pertanyaan yang nonjok hebat perasaan akuh. *tratakdengces*
Kesini aku mau cleansing kang tapi kenapa disemprot pertanyaan semengenaskan itu, berontakku dalam hati.

"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar." (Q.S.al-Baqarah:155)

Aku harus yakin bahwa pertanyaan ini akan menggembirakanku jika aku kuat untuk tetap bersabar. Terkadang memang mesti di uji sekian kali perasaan kita sampai sejenis apapun ucapan yang dituju ke hati tak membuatnya salah sangka. Allah tidak akan meluluskan jika kita belum maqamnya untuk lulus. Lantas aku ingin lulus untuk kali ini. Sudah terlalu jauh matahari yang aku kelilingi maka tidak boleh berlama-lama mengulangi ujian yang itu-itu aja. HARUS LULUS !!!

Kesini waktu membuat aku dapat ilmu lagi bahwa kelulusan itu ditentukan oleh kapasitas keimanan. Jadi yang terurgen untuk hidup hari ini dan kedepan adalah mensistem waktu sedemikian rupa untuk dapat mengisi pundi-pundi diri dengan keimanan yang terus bertambah baik.

Dah ceritanya selesai...^_^