Sabtu, 01 September 2018

Kepada Tuan, disana

Kepada Tuan, yang masih disimpan takdir....

Kelak,  pagi yang menyemburkan mentari tak lagi menghangatkan diri sendiri tapi telah menjadi sinar benderang kita bersama. Maka  akan ada masa kita akan menghabiskan waktu tuk harapan-harapan baru. Mengabarkan pada langit tentang asa yang akan kita upayakan. Lalu, aku akan menghidangkan secangkir minuman kesukaanmu dengan senyum tulus berbalut cinta. Menemanimu menyelesaikan bacaan-bacaan yang menjadi ladang ilmu bagiku tuk bertumbuh menjadi lebih baik. Langit akan semakin sumringah menatap ikhtiar kita bersama untuk menjadi hamba yang diridhoi oleh Rabb kita.

Kepada Tuan, yang masih disimpan takdir....
Boleh jadi suatu hari, kudapati engkau dalam wajah yang penuh kejenuhan, lipatan pekerjaan yang menumpuk, kelelahan atas aktifitas seharian di kantor dan macet di jalan, atau gangguan dalam kesehatan suatu waktu nantinya. Aku berharap bisa menjadi tempatmu tuk melerai lelah, ruang bagimu mendapat tenang, pelipur semua resah dan penat,  menjadi teman diskusi terbaik bagimu dalam merumuskan solusi dari masalah yang kau hadapi, penopang bagimu untuk berkarya, dan menjadi penghebat bagimu untuk menjadi yang bermanfaat bagi sesama. Semoga kau mau membantuku untuk merealisasinya. Bila kelak masih banyak yang belum dapat kulakukan atas capaian itu, mohon bersabarlah. Aku akan berjuang sekuat imanku untuk bisa menjadi yang kau inginkan.

Catatan Pranikah 2

Pantaskan diri, bukan membuat kriteria level tinggi. Sekiranya ini adalah nasihat yang "ngejleb" banget bagi diri ini. Sebab tak perlu menuntut yang sempurna dan mempersulit keadaan dengan batasan kriteria yang diukur dalam kaca mata penilaian dunia dan makhluk. Bukan kah pada diri ini juga tak luput dari banyak kekurangan dan kelemahan?. Maka wahai diri, luruskan niat dan sempurnakan ikhtiar dalam memantaskan diri hingga waktu terbaik itu tiba. Apabila ridho Allah yang dituju maka awal dari kemuliaan menjadi manusia saat telah melalui pernikahan nan barakah. Maka bila telah datang pemuda Sholih dengan niat untuk memimpin mu menuju Allah dan syurga-Nya jangan lagi menunda untuk menyegerakan kebaikan bersamanya. Semakin banyak ingin, kriteria, dan syarat hanya ladang untuk memanen kekecewaan. Dalam rumah tangga bukan tentang senang-senang kan? Tapi tentang berjuang saling membahagiakan ditengah banyak kekurangan yang dimiliki.

Maka utamakanlah kebaikan agama dan keluhuran akhlak dalam memilih dan menaruhnya dalam kriteria. Kedua itu adalah muara dari keberkahan dalam pernikahan, sebab kebersamaan dalam bingkai ibadah yang berlandaskan visi pertemuan di Syurga akan membujuk cinta dari langit tuk bersemayam di rumah tangga yang dibina.

Sangat perhatikanlah dengan cermat terkait kebaikan agama calon pasangan, sehingga pernikahan yang dibina tidak sebatas mencapai impian di dunia tapi juga tentang harapan kebahagian sejati bersama hingga ke taman Syurga. Maka, prioritaskan  dia yang hatinya dekat dengan Allah. Dengan itulah dia akan menggenggam tanganmu menuju jalan cahaya dan ruang kedaiaman iman. Bukankan pernikahan adalah sarana untuk saling memperkokoh iman?. Bersama keimanan terbaik pasangan hidup itu kelak dia akan menggodamu untuk bersujud bersama dikeheningan malam dengan hati penuh ketundukan dan kerinduan tuk menjumpai Rabbnya.

Catatan Pranikah 1

Sepenuhnya aku menyadari bahwa bahtera rumah tangga adalah sebuah program kehidupan yang kompleks. Kita butuh pasangan jiwa yang akan menjadi partner terbaik, seorang yang berani tuk  saling membersamai melewati jejal proses yang memayahkan nantinya. Bukan hanya tentang membawa diri pada kesuksesan, melainkan tetap mennguatkan dalam perjalanan saat jatuh bangun dalam berjuang. Bukan hanya memberi dukungan materi, melainkan juga menumbuhkan diri dalam khazanah ilmu yang akan menuntun diri kepada kebenaran. Jelas pasangan hidup tidak tentang kesempurnaan, melainkan perihal saling menyempurnakan dengan penuh rasa cinta.

Menjadi genap adalah amanah untuk saling menjadi tempat bertenang  saat  gelisah,  bersinergi untuk saling menyabarkan bila dalam kesulitan, bersama belajar mensyukuri apa yang dimiliki dengan mengutamakan ketaatan pada Allah.

Belajar dari teladan Bunda Khadijah Ra yang menjadi pendukung kesuksesan Rasulullah Muhammad Saw. Karakteristik yang membuat Khadijah Ra menjadi pasangan yang tak terlupakan bagi sang Nabi adalah karakter penuh kesadaran dari sang Istri untuk mendukung suaminya. Kesadaran untuk setia menyimak keluh kesah problem yang dihadapi suami, kesadaran untuk sabar dalam upaya menyelesaikan hal-hal domestik rumah tangga tanpa mengganggu ketenangan sang suami dalam menuntaskan pekerjaannya, serta kesadaran dalam menciptakan suasana yang hangat dan nyaman bagi suami untuk semakin bertumbuh menjadi lebih baik.

Kelak bila telah sepakat untuk menuntaskan impian bersama. Maka semua cerita getir akan muncul sebab perjalanan tuk mencapai impian bersama pasangan hidup adalah upaya keikhlasan saling memahami satu sama lain. Pengertian dari pasangan disaat berjuang merobohkan ego masing-masing karena perbedaan yang ada.  Belajar agar mampu mengalah dan berkompromi untuk menyelesaikan masalah dengan cara yang baik dan damai. Serta pengertian tuk saling meruangkan tempat sendiri bagi pasangan untuk ia menemukan ketenangan jiwanya dan berkarya.

Kesamaan visi dan misi bersama pasangan hidup melumas licin jalan mereleasisikan impian bersama. Untuk visi yang dicapai maka akan tumbuh sikap rela berlelah-lelah tuk mendukung capaian cita dari pasangan jiwa dan rela memberikan segenap jiwa dan raga untuk menopang kehidupan yang terbaik bagi pasangan hidup. Pasangan terbaik adalah yang memberikan cinta terbaik, membawa pada sesuatu yang baik dan menjadikan diri lebih baik.

Rabu, 29 Agustus 2018

Diam-Diam

Ada yang diam-diam menaruh hati
Ada yang diam-diam berharap
Ada yang diam-diam menunggu dan berdoa
Ada yang diam-diam rindu tuk menjadi takdir

Kemudian harus diam-diam terluka
Kemudian harus diam-diam terisak
Kemudian harus diam-diam kecewa
Kemudian harus diam-diam berdamai dengan diri sendiri

Tak sadar, diam-diam Allah jauhkan dari sesuatu yang belum tepat
Tak sadar, diam-diam Allah takdirkan yang lebih tepat
Tak sadar, diam-diam Allah berikan bukan yang diinginkan tapi yang sangat dibutuhkan
Tak sadar, diam-diam Allah sembuhkan semua luka dengan membri pengganti yang lebih masyaAllah

Tuan, Baik-Baik disana

Tuan, dimiliki olehmu akan menjadi anugrah paling aku syukuri kelak.
Saat kau menjadi tempat paling nyaman untuk berbagi cerita.
Saat impian bukan lagi milik masing-masing namun menjadi impian kita. Menapaki jalan yang tak lagi sendiri-sendiri, saling membantu mengisi kekuatan tuk menderap beriringan dalam keberkahan cinta.

Tuan, dimiliki olehmu akan membuat aku bersyair indah setiap hari. Tentang bahagiaku atas jawaban doa-doa selama ini, tentang banyak hari yang dilalui bersama, tentang kisah kita yang tentu bukan hanya cerita indah tapi banyak liuk pilu atau getir yang akan kita kecap. Tapi, saat kau masih menemaniku dalam ketaatan pada Allah, aku tak pernah merasa takut melalui tantangan berat yang Allah percayakan untuk kita lalui.

Tuan, dimiliki olehmu kelak menjadi hal yang paling menakjubkan bagiku. Karena aku yakin bahwa bersamamu, Syurga dan ridho Allah menjadi lebih dekat.

Tuan, doa tulus untuk perjuangan penuh keberkahan hingga kau sampai mengetuk pintu rumahku. Semoga selalu dalam keimanan terbaik dan kesehatan yang 'afiat.
Baik-baik disana...
Dari aku, Nona 😊💖

Senin, 27 Agustus 2018

Jodoh

Semakin kesini, kesadaran tentang takdir membuat diri berspekulasi bahwa jodoh itu bukanlah perihal seseorang yang paling diharapkan dan selalu hadir dalam doa, bukan tentang sosok yang selalu dinantikan, bukanlah orang yang paling dekat dan kita kenal, tidak pula dia yang sering bertukar cerita dan berbagi pengalaman, bukan perihal seseorang yang dirindukan, tidak juga yang dicintai dan mencintai. Namun, jodoh adalah rahasia takdir yang nantinya kau akan tahu bahwa dia adalah seseorang yang tak pernah ada dalam bayanganmu dan tak sempat terfikirkan sekelebatpun.  Melainkan jodoh itu telah terpatri di laut mahfudz yang bersamanya insya Allah Syurga dan ridhoNya akan lebih dekat.

Minggu, 12 Agustus 2018

Mengkhayal Awan

Katanya, jangan mengkhayal terlalu tinggi Nona. Karena bila jatuhnya ke aspal itu sakit.
Aku tahu, takkan bisa ku sentuh awan. Namun, aku hanya sekedar berupaya mencapainya. Melakukan ikhtiar terbaik yang ku mampu.
Jika pada akhirnya jatuh satu paket dengan upaya itu maka resiko itu sudah aku pikirkan sebelumnya.
Bahwa untuk mencapai awan  adalah ingin ku tapi jatuh adalah kehendak takdir.
Berwaktu lamanya rasa ingin itu kuasuh, membiarkannya mengalir dalam doa. Di titik nadirnya, aku terbang mengepakkan sayap, tetiba langit mengusirku dengan angin hebat dan mematahkan sayapku hingga akhirnya aku jatuh terhempas.
Tak mengapa, itu bukanlah sebuah kesalahan dan aku tak pernah menyesal sempat berangan tuk menggapai awan dan aku tak menyesal sempat jatuh yang sakit.
Karena, semua yang ada tetap menjadi ingatan terbaik bagiku bahwa aku pernah tahu bagaimana hebatnya aku pernah berupaya dan aku bisa membuktikan bahwa semua angan ku tentang indahnya gemawan itu hanyalah ilusi.
Kita tak pernah tahu bagaimana rasanya jika kita tak pernah mencoba, bukan?.
Kini aku tahu rasanya sakit dari jatuh itu dan aku tahu bahwa awan itu memang lebih baik bersama langit.
Terimakasih telah menjadi bagian dari cerita ini, awan.