Senin, 19 Maret 2018

Dua Kendaraan

Adakalanya, lelah dan jerih mengikhtiarkan masa depan harus mengistirahatkan mu dulu dibentangan sajadah. Agar rehat jiwamu bersama Rabb Yang Maha Agung, agar lepas penatmu dalam obsesi, agar semakin pintar rasa syukurmu untuk belajar. Meskipun sepanjang-panjang sujud mu, belum seberapa dari besarnya rasa syukur yang mesti dihelakan. 

Adakalanya, lelah dan jerihnya menunggu takdir terbaik dari sisi Allah harus mengistirahatkan mu dulu dalam sujud panjang. Agar yakin hati semakin membaik, agar pasrah semakin total, agar memohon lebih sering, agar istighfar lebih hebat, agar taubat tak putus-putus, agar pada Allah  hanya berjarak sedekat rasa sabar.

Dua kendaaran yang tak boleh berhenti ditunggangi, Nona...Syukur dan sabar.


Menanti ACC

       
Bila hidup tak pernah dihidangkan perkara yang menegangkan, maka ia sulit tuk memanjangkan doa-doa  ke kaki langit tuk memohon pertolongan. Saya sangat merasa hari-hari yang dilalui semester ke-4 strata magister ini tiap detiknya adalah menegangkan. Kalender sudah mulai tercoret satu persatu dalam setiap tanggal dengan perasaan cemas akan terget. Setiap bangun tidur obsesi ACC mulai bergentayangan. Bukan hanya mengejar deadline penyelesain draft dan instrumen juga harus mengatur langkah dan nafas untuk mengejar dosen yang posisinya tidak punya koordinat pasti. Ditambah tuntutan revisi yang ketat bersamaan dengan waktu menunggu untuk mendapat feedback.  Terlepas dari serentetan lelah untuk menuntaskan semua itu, saya tengah membelajarkan rasa syukur karena lelah itu merupakan lelah yang saya rindukan. Lelah yang juga  sangat diimpikan oleh banyak orang. 
        Saya merenung malam ini, seusai semua revisi seharian tadi kelar dirobek-robek waktu. Tentang ACC, bahkan ada quote unik yang bertebaran bahwa "Tahun akhir adalah momen kata ACC lebih diharapkan dari pada  I love You". Sebagai unek-unek mahasiswa tahun akhir yang sudah mulai jengah dengan penolakan demi penolakan berkali-kali dari dosen pembimbing. Sebab kesesuaan selera akan sudut pandang itu mesti menyatukan  subjektifitas dan jelas itu sulit. Bagaimana dengan ACC Allah akan amal-amal diri ini? Haduh...tiba-tiba saja ada yang membisikkan saya akan kalimat itu. Kalimat itu datang diiringi hujan deras, petir dan gledek besar persis saat saya merapikan seluruh draft yang rencananya akan diserahkan besok ke dosen pembimbing. Bila mengupayakan ACC dari makhluk saja mengerahkan waktu, pikiran, fisik, bahkan finansial yang pada akhirnya tak punya nilai apa-apa kecuali dibubuhi niat untuk mendapatkan ridho Allah. Apakah diri itu tidak tergerak untuk menguapayakan yang lebih baik agar setiap amal-amal itu di-ACC oleh Allah. Dapat ACC dari dosen bisa membuat diri itu sangat lega dan sujud syukur yang panjang kan? Jika ACC Allah yang direnggut tentu syurga balasannya. Sebaik-baik balasan itu adalah syurga sayang.

Bila hati selalu disucikan oleh kalam-Nya maka Allah akan mudahkan untuk menemukan hikmah. Bila hati rajin belajar akan keikhlasan maka rahmat Allah lebih mudah untuk menghujani diri. Bila hati telah ditempah oleh ujian-ujian yang melelahkan maka akan mudah untuk selalu bergantung hanya pada pertolongan Allah. Belajarlah untuk tidak sekedar meminta kemudahan melainkan memohon agar Allah beri kekuatan. 

Tesis insyaAllah akan terlewati, ACC insyaAllah akan didapatkan, M.Pd insyaAllah segera dilekatkan. Tapi ridho Allah belum tentu dicapai keculai bagi yang bersungguh-sungguh mengejarnya. Nona....terus meminta pertolongan Allah dan memohon ridho-Nya.

Hari ini menuju 4 hari meniti keberkahan dan perjuangan untuk mencapai Ramadhan nan dirindukan. Nona membaiklah selalu agar semua menjadi baik dan didekatkan pada hal-hal yang baik. Tidak ada balasan pada sekecil-kecil kebaikan kecuali kebaikan yang lebih baik.

Tinggalkan

Jangan pernah mencoba mengerti tentang tidak sampainya keinginan pada realita. Karena itu  hanya membuka peluang untuk mentolerir hal-hal yang merapuhkan diri. Belajar tegas pada diri sendiri ya Nona !
Tinggalkan !!!
Ctrl+A delete

Kamu perlu restart hidup hari ini agar tak memberatkan jalan hidup di hari esok.

Kesulitan

Kesulitan menjadi sebuah instrumen untuk mengklasifikasi manusia. Semakin kompleks kesulitan yang diselesaikan kian menyempurnakan diri. So...jangan menghindari kesulitan, tapi hadapi dengan keyakinan bahwa Allah Maha Penolong. Menjadi manusia berarti telah siap untuk menyesaikan hal-hal yang sulit. Sebab seseorang yang termanjakan oleh kemudahan memiliki karakter yang lembek dan penuh kekhawatiran. Oleh karena itu, jangan takut menjadi pemula pada hal yang besar. Berusaha lah untuk menguatkan tekad dan bersibuk-rialah dengan hal-hal yang positif.

Allah tidak suka dengan orang baik yang mengeluh apalagi menyerah. Saat telah memilh satu jalan, maka tempuhlah dengan serius jika kamu meyakini bahwa jalan itu akan membawa mashlahat yang besar bagi masa depan mu. 

Nona, jangan lelah untuk terus membaikkan diri ya ... 

Sabtu, 17 Maret 2018

Meniti Keberkahan

"Berkah itu berat tapi hasilnya nikmat"

Saya suka banget dengan kalimat itu. Mantra yang meringankan kesabaran untuk tetap mengambang dalam diri. Mengupayakan yang baik-baik terkadang dihadangkan pada yang buruk-buruk. Seperti Tuhan tengah memberi kesempatan bagi seseorang yang akan diberi hadiah terbaik yang tersembunyi di dalam lumpur. Walau ada hadiah yang sudah tampak nyata berada di kolam yang bening tapi isinya hanyalah sampah. Keyakinan bahwa apa-apa yang ada disisi Allah lebih menunjukkan qalbu lebih terarah untuk menentukan pilihan. Memilih jalan yang lebih utama berkahnya, memilih menempatkan perasaan pada hal yang Allah sukai, memilih tujuan yang lebih mendekatkan diri pada Allah.


Semoga kuat dalam titian jalan berkah ya nona ! Baru 1 hari terlampaui, semoga esok bisa lebih baik. Semangat mencapai berkah !!!

Selasa, 13 Maret 2018

Pertolongan Allah itu Dekat

Adakalanya,  lifecrisis yang tengah dihadapi saat ini menjadi titik balik dikemudian hari.  Selepas lika-liku cerita yang terderai.  Sempat jatuh berkali-kali,  dan kamu kembali bangkit tuk terus berjalan.  Dengan lelahnya melangkah dibawah bayang-bayang.  Upaya untuk menjaga diri dari segala sesuatu yang merusak keimanan,  menghancurkan ketulusan,  dan berpijak pada pijakan yang benar tentu bukanlah hal yang mudah.  Tapi hakikat ujian bukan untuk menampakkan kekuatan diri melainkan keberanian untuk terus memohon pertolongan pada Allah,  kan?  Dengan melatih keyakinan bahwa pasti pertolongan Allah itu dekat.  Sambil belajar melemaskan ego,  agar penerimaan menempati kelapangan hati.
Tak perlu banyak yang tahu,  bagaimana peluh hatimu dan pikiranmu dalam proses lifecrisis itu.  Cukup tunjukkan rekah senyum keberhasilanmu saat kamu telah melampaui semuanya,  dengan lafadz tahmid yang menderu-deru.
Nona, saat kamu menyadari bahwa impianmu teramat besar maka kamu harus sadar tidak ada yang bisa mewujudkannya kecuali dengan  bantuan Allah. Ingatlah tidak ada yang bisa mencegah Allah untuk menghebatkan masa depanmu. Tapi kamu harus sabar dalam fase lifecrisis dan terus dalam dalam keimanan. 
Nona... Berteguhlah,  semua akan berlalu! 

Kamis, 08 Maret 2018

Monolog, Nona

Nona, lupakan pendapat manusia dan utuhkan yakinmu pada Allah.
Buat Allah percaya bahwa kamu layak mendapatkan apa yang kamu inginkan.
Jangan pernah putus asa berharap pada Allah, Nona.
Jika Allah uji, maka itu tanda cinta.
Sebab hakikat ujian adalah untuk mendekatkan seorang hamba pada rasa memelas kepada Yang Maha Kuat.
Nona....Banyak istighfar, banyak shalawat, terus berdoa, bergerak lah dalam keadaan malas ataupun semangat. Jaga Allah dalam waktu lapang ataupun sempit. Jaga Allah disaat senang ataupun susah. Gantungkan kepasrahan hanya pada Allah.
Betapa Allah beri waktu untuk kamu bisa leluasa mendekat pada Allah. Bisa berlama-lamaan dalam khusyuknya taat. Lantas mengapa kamu malah berpaling dan mengabaikan potensi nikmat itu Nona ? Hayuu lah sayang....kuatkan pijakan tuk kembali. Perlahan namun tetap menuju pada-Nya. Walau dengan merangkak.