Perkara yang menggemilangkan dunia sains dalam sejarah peradaban emas Islam pada Dinasti Abbasiyah adalah para saintis muslimnya yang menjaga kedekatannya pada Allah, yang menjadikan al-Qur'an sebagai cahaya inspirasi untuk mengeksekusi ide, serta keluhuran tujuannya dimana setiap penemuan diorientasikan untuk menggali tanda tanda kebesaran Allah dan memfasilitasi kemudahan dalam mengabdi pada Allah.
Senin, 09 Oktober 2017
Mata
Mata manusia itu hanya peka terhadap cahaya dengan panjang gelombang 400-800 nm. Ini memberimu pendalaman makna bahwa banyak hal dari dunia ini yang luput dari pengetahuanmu. Tapi kau bisa melakukan pendekatan untuk melihat dunia ini lebih dekat yaitu dengan kebijaksanaan hati, keluwesan berfikir, dan ketajaman insting. Tapi semua masih terbatas jika masih dalam marginalitas empiris (panca indra) dan rasio (akal, maka kau butuh intervensi Kalamullah. Karena didalamnya memuat informasi melebihi jangkauan indra manusia, di susun Oleh Dzat Yang Mengetahui segala sesuatu baik itu yang bersifat materi maupun dalam bentuk energi.
Minggu, 08 Oktober 2017
Renungan Akhir Zaman
Kalian akan disantap oleh kerumunan para lelapar. Karena kuantitas kalian banyak tapi seperti buih, tak berkualitas.
Keimanan yang lemah, pemikiran yang sekuler, dan akhlak ala westernitas menjadikan kalian buih bukan berlian yang berharga.
Berbenahlah segera hai aktor akhir zaman.
Jangan pernah mau membuih dan memberi kesan apologetik. Dipilih atau digantikan, berperan atau menjadi penonton. Decide now !!!
Setiap diri muslimin mesti menyadari potensi warisan sejarah. Bahwa Islam telah mengungguli peradaban selama 7 abad yang belum pernah dicapai oleh agama maupun teologi manapun sepanjang sejarah. Bahkah peradaban barat hanya 4,5 abad saja berproses dalam kekuasannya. Matahari yang menyinari selama 7 abad itu masih matahari yang menerpa teriknya hari hari kita. Pertanda kita mampu kembali menoreh kejayaan di atas peradaban dunia.
Kita hanya diminta untuk berbuat dan tidak ada intervensi dalam menetapkan hasil, karena itu hak progreratif Allah. Wa qul I’malu fasayarallahu ‘amalakum!Laksanakan tugas kita sesuai dengan profesi dan kapasitas diri masing-masing.
BUKU KEHIDUPAN
Apapun yang kau lakukan, kecil ataupun besar semua akan dirangkum dalam perhitungan super mutakhir di sisi Allah. Di satu kala tak ada lagi pengingkaran akan terjadinya momentum itu kau akan menyaksikan buku kehidupan yang telah kau tulis selama di dunia. Terbahak geriap gembiralah yang mengisinya dengan sebaik-baik catatan. Lalu tertunduklah hati hati yang melalaikan dan acuh akan buku kehidupannya itu.
Nona...bersigaplah menyongsong catatan yang baik untuk buku kehidupanmu.
Allah SWT berfirman:
كِتٰبٌ مَّرْقُوْمٌ
kitaabum marquum
"(Yaitu) Kitab yang berisi catatan (amal)."
(QS. Al-Muthaffifiin 83: Ayat 9 dan 20)
Sabtu, 07 Oktober 2017
Mencintai Cinta
Semoga yang menyentuh cintamu adalah sebaik-baik keimanan seseorang, dengannya sempurnalah agamamu dan semakin baiklah keimananmu pada Allah. Seseorang yang sangat menjaga Allah dihidupnya lalu dengan itu pula ia menjaga hatinya dan menjaga hatimu sampai saat Allah tetapkan waktu untuk takdir terbaik.
Allah Maha Mengetahui apa yang dilakukan hamba-Nya. Allah memiliki cara dan ketetapan yang indah bagi hamba-Nya yang ridho pada ketetapan-Nya. Jika pernikahan untuk mencapai ridho Allah, maka mana mungkin menempuh jalan yang tidak Allah ridhoi.
Jika kita mengikat hati kepada Allah dan membiarkan Allah yang menentukan kepada siapa hati itu untuk ditempatkan. InsyaAllah ruang hati menjadi lebih mapan dalam keyakinan pada Allah. Sehingga lebih tenang, lebih fokus pada mengaktualkan potensi diri dalam kebaikan. Jika keyakinan pada Allah semakin kuat dipautkan dihati maka bersiaplah akan ketakjuban skenario Allah yang ditakdirkan untukmu. Maka taatlah kepada Allah jika memang yakin pada janji Allah. Ketaatan itu membantu hatimu semakin kokoh. Lalu bertawakal lah pada Allah semata.
Jika kita melepaskan sesuatu karena mengharapkan keridhoan Allah. Maka Allah gantikan dengan sesuatu yang membuat Allah ridho pada kita dan itu yang terbaik dari sisi Allah.
Jodoh itu menjadi sangat rumit jika menggunakan logika dan matematikanya manusia. Jadikan akhlak dan agama menjadi pertimbangan utama untuk memilih jodohmu.
Untuk itu Jadikan waktu sendiri untuk fokus memperbaiki diri dan mendekatkan diri pada Allah. Sandarkan cinta dan harapmu pada Allah semata.
Mencintai tak sekedar perkara waktu, jeda, dan keberanian atau kesempatan. Melainkan tentang keimanan, ketakwaan, dan kedekatan pada Allah. Kala kau mencintai seseorang yang tidak Allah ridhoi maka sejujurnya kau tengah diuji tentang seberapa besar Allah ada dihatimu dan sekuat apa sabarmu dalam menjauhi apa-apa yang Allah tidak suka. Fokuslah terhadap yang membawa mu ke syurga. Lalu tinggalkan sekuatnya apapun yang menghalangi kebaikan yang akan didapatkan di yaumul akhir kelak. Teguh hati itu untuk penilaian Allah semata dan jangan tinggalkan hati itu pada persepsi makhluk yang mengguncangkan keimanan. Jangan...itu hanya melemahkan langkah mu menuju-Nya.
Tak ada cinta terbaik selain membuatnya semakin rindu dan berharap pada ridho Allah. Sedang seburuk buruk cinta adalah yang membuatnya lalai dari mengingat Allah. Jatuh hatilah karena keimanannya, jika takdir berbeda dari yang diharapkan darinya kau belajar untuk memperbaiki keimanan. Jatuh hatilah pada akhlaknya, bila jalan ceritanya berbeda kau menjadi tahu bagaimana cara memperindah akhlakmu. Jatuh hatilah karena ilmunya, bila skenario yang ada perlu direvisi maka kau pun semakin bertumbuhan dalam ilmu. Jatuh hatilah karena kedekatannya pada Allah, bila kehendak Allah tak seirama dengan inginmu semua itu pun menjadi pembelajaran untuk kau bisa lebih dekat dengan Allah...
Selamat menjaga diri dan memperbaiki keimanan...
Selamat menjadi sebaik-baik hamba Allah yang bertakwa...
Selamat menjemput takdir terbaik dari Allah...
Jumat, 06 Oktober 2017
Belum Selesai dengan Diri Sendiri
Kata orang, kita mampu hidup untuk kebaikan orang lain jika kita telah selesai dengan diri sendiri. Pernyataan ini membawa kita pada makna dari sebuah kehidupan. Atau beberapa dari kita masih bingung, apa maka dari hidup ini? Saya menemukannya di ayat ini:
"Bagaimana kamu ingkar kepada Allah, padahal kamu (tadinya) mati, lalu Dia menghidupkan kamu, kemudian Dia mematikan kamu, lalu Dia menghidupkan kamu kembali. Kemudian kepada-Nyalah kamu dikembalikan."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 28)
Dari sana bermunculan pemahaman bahwa alur kehidupan yang mesti kita jalani adalah dari Allah, untuk Allah, lalu kembali kepada Allah. Dengan makna hidup yang seperti ini kita menjadi bisa lebih realistis.
Karena kehidupan semata untuk Allah maka kita berupaya melakukan apa yang suka. Salah satunya menjadi pengontribusi kebaikan bagi yang lain. Tapi kita harus selesai dengan diri sendiri dulu. Caranya dengan mengikhlaskan hati tuk mengabdi pada Allah.
Keep Trust
Percayalah nona...Allah lebih mengerti domain terbaik bagimu di masa depan. Berbaik sangkalah pada Allah. Tidak pernah ada unsur mendzalimi dari apa yang Allah tetapkan. Memang ada nikmat yang diberikan dalam bentuk ujian. Lantas, hanya imanlah yang mampu menumbuhkan pemahaman akan hal ini. Apa yang Dia berikan, semua itu agar kau bisa lebih dekat dengan Allah. Kau tengah dilatih dalam menyikapi hal yang tak kau suka agar kau mengerti bahwa titian jalan ke syurga penuh bubuhan hal hal yang tidak mengenakkan. Setelah sekian banyak, Allah pun telah menguji mu dengan hal-hal yang kau senangi agar kau mampu mensyukuri bukab malah lalai dari-Nya. Jangan sampai sejumput getir mencabik-cabik rasa syukurmu sedang nikmat telah menghujanimu setiap saat.
Serahkan seutuhnya hatimu pada Allah, hadapkan wajah hatimu menuju Allah dengan tulus ikhlas. Apapun yang datangnya dari Allah dan dilakukan untuk Allah maka biarkan Allah yang menyelesaikannya. Kau akan kembali pada Allah nona...berbekal lah dengan sebaik takwa.