Sabtu, 23 September 2017

Sains-Realistis

Sesekali menjelajahlah ke dunia sains. Agar kau mengerti tentang kisah inti atom, mereka yang memiliki energi ikat sekalipun tak pernah bisa saling berpadu. ^_^

Mungkin sajak yang kau tulis tak lagi melulu begitu.
Lalu puisi mu tak lagi kacau oleh perasaan, sebab logika telah meluluhkan hati tuk lebih realistis.

Kamis, 21 September 2017

Untitled 2

Tidak ada nikmat paling tinggi selain nikmatnya iman. Dengan nikmat itu ibadah menjadi ringan, hati jadi tenang, pikiran terarah untuk memikirkan hal - hal yang baik.

Nikmatnya iman bisa didapat dari taman-taman syurga di dunia. Temuilah di majelis ilmu. Ditempat-tempat ibadah.

Harus punya target dan fokus agar tidak ada waktu yang terbuang sia-sia. Karena banyaknya kegagalan dilatarbelakangi kurang fokus.

Fokus ke Allah dan targetkan amalan-amalan yang membuat Allah ridho dipertemukan dengan-Nya di yaumul akhir. Dengan fokus maka dapat melatih kekuatan hati dan pikiran full all out ke Allah. Maka harus buat target yang jelas harus bisa fokus.

semangat hijrah sholiha, Terus perbaiki diri dan lakukan yang terbaik.

Bismillah...

Rabu, 20 September 2017

Remainder

Sekali lagi sholiha....aku ingatkan kamu untuk fokus pada Allah. Pliss say....

Jangan jauh dari al-Qur'an dan jangan lepas dari mengingat Allah.

Jangan suka pamer, plisss sekalipun makanan. 'ain looh. Haks..hiks...jangan berlaku bodoh, udah sekolah belasan tahun kamu tuh, jadi pake logika iman bukan hasrat nafsu. Mengais ilmu itu agar lebih deket ke Allah, biar selamat.

Doa dengan sungguh-sungguh dan kuatkan dengan amalan unggulan, agar Allah karunia seseoranf yang menggenapkan agama mu adalah yang bertekad ingin menjadi ahlul Qur'an. Agar rumah mu nanti selalu dihiasi dengan tilawah, tadabbur, tahfidz, dan tholibul ilmy. Semoga rahmat Allah menjadi cinta penuh berkah dalam keluarga kelak. Saling belajar tafsir bersama, murajaah bersama, dan menguatkan hafalan sekeluarga. Semoga peradaban Qur'ani itu berlumbung dari rahim mu sholiha.

Jadi pliss banget ya....jaga Allah, jaga hati, jaga keimanan, dan jaga hafalan, plus jaga kesehatan.

Selasa, 19 September 2017

Untitled

Banyak hal yang kamu tidak mengerti dan hanya Allah Yang Maha Mengetahui. Bisa jadi ada rasa perih yang bermekaran atas ketidak-ikhlasan hati menerima jalan cerita-Nya. Tetaplah menjadi manusia, yang butuh menangis untuk menghapus rasa perih. Betapa bijaksana jika kamu pilih sajadah tempat menyucurkan air mata dari luka yang dikecup. Lagi pula luka itu kamu yang membuatnya sendiri, sebab Allah tak pernah mendzalimi hamba-Nya. Karena hatimu belum fokus ke Allah. 

Pastikan Allah selalu menjadi muara atas segala tujuan langkah. Tak pernah kecewa seseorang yang datang pada Allah. Bila hati telah dicukupkan dengan Allah dan Rasul-Nya pasti semakin damai  hari-hari itu. Biarkan perihmu hilang perlahan bersama cucuran air mata taubat. Masih banyak hal yang mesti dibenahi. Masih banyak hafalan yang mesti dituntaskan. Kamu harus belajar menata hati dan menenggelamkan ego.

Allah ingin kamu lebih lama bersama-Nya. Lebih mesra dengan-Nya. Lebih membekali diri dengan ilmu dan mengumpukan bekal tuk pulang pada-Nya. Jangan termakan tipu daya dunia. Fokuskan hatimu pada syurga-Nya dan pertemuan dengan Pemilik Syurga.

Dear sholiha....kamu akan menjadi sebab sebuah peradaban berubah menjadi cerah. Bunda para ulama itu hatinya lembut dan selalu terpaut pada Allah. Kamu akan menjadi sebab lahirnya orang-orang besar dalam catatan tinta sejarah. Maka pantaskan diri, jangan rapuh oleh hal sepele. Karena cita-citamu betapa besar maka jiwamj butuh ditempah agar kokoh, hati itu butuh di asah agar bijaksana, dan imanmu meski diuji berkali-kali agar Allah pun ridho untuk amanah besar yang diemban kemudian hari.

Dear sholiha....berkejaranlah dengan kafilah orang-orang sholih yang lebih dulu menghadap-Nya dalam keadaan mulia lagi dimuliakan-Nya. Jangan terperdaya oleh nafsu. Nanti kamu  takkan selamat.

Dear sholiha.... Selepas perih yang telah membaik. Jangan lagi buang air mata mu untuk dunia yang busuk ini. Itu tak pernah menjadi sebab kemuliaanmu di sisi Allah. Buang air mata mu hanya untuk Allah, hanya karena merindukan-Nya, hanya sebab menyesali dosa-dosa, hanya karena agama-Nya dicerca. Hanya dan hanya untuk-Nya dan karena-Nya.

Dear sholiha....masih banyak dari firman Allah yang belum kamu amalkan. Mestinya itulah yang membuatmu resah, membuatmu pilu dan sedih bukan karena dunia yang busuk lagi hina ini. Tetapkan hati pada azzam yang melangit tuk menjadi ahlul Qur'an dan membina lingkungan yang mencintai al-Qur'an. Jika di dunia ini tak mampu kamu beri penghargaan yang membuat hati kedua orang tuamu bahagia. Kejarlah penghargaan  terbaik bagi mereka langsung dari Allah, mahkota cahaya, di yaumul akhir kelak.

Dear sholiha...rajin rajin olah raga. Sebab ini akhir zaman. Jadilah yang baik akhlaknya dan kuat fisiknya serta berbobot imannya. Jangan terlalu larut tidurnya dan jaga asupan makananmu ya sayang.

Minggu, 17 September 2017

Pengaruh Faktor Sosial terhadap Efektifitas Pembelajaran Siswa

Tidak dapat dielakkan adanya pengaruh sosial terhadap efektifitas pembelajaran siswa di kelas. Beberpa faktor sosial bisa dari lingkungan keluarga, masyarakat, atau sekolah itu sendiri.

Jumat, 15 September 2017

Kajian Ust.Hana Attaqi

Ini beberapa hikmah yang terkumpulkan:

1. Jangan berfikir orang yang biasa-biasa itu sepele. Bisa jadi ia lebih Allah cintai dari kita.

2. Jika kita beramal untuk mendapat rating terbaik disisi Allah lebih tenang hatinya. 

3. Tidak perlu iri dan dengki dalam urusan dunia. Tapi berkejaranlah dengan amalan-amalan para perindu syurga.

4. Yang kita jaga apa yang akan  membuat Allah kecewa.

5. Caper itu sama Allah aja, baper itu untuk Allah aja. Pasti bahagia selalu berlabuh di hati.

6. Kita belajar untuk memperbaiki diri bukan memperbaiki orang lain.

7. Harus berlatih ikhlas dalam syiar.

8. Lukmanul Hakim istimewanya pada keikhlasan hati.

9. Allah tidak melihat pada fisik, status dan tahta tapi dari hati. Bukan karena status, tahta dan fisiknya istimewa tapi  yang penting hatinya Istimewa.

10. Orang yang hatinya bersih itulah yang istimewa. Qalbun Salim.

11. Orang yang hatinya istimewa itu, adem bersamanya.

12. Apa yang Allah berikan, belajar untuk ridho. InsyaAllah selalu tenang.

Diskusi

-Masa depan itu bukan tentang merancang kehidupan bahagia di dunia. Karena dunia itu sifat   bahagia berupa imitasi. Kebahagiaan sesungguhnya ada pada hati yang selalu bersyukur dan kuat dalam sabarnya, sebab hati itu tengah meniti bahagia yang sebenarnya, Syurga dan Pertemuan dengan Pemilik Syurga.-

Ini kiranya hikmah yang bisa saya ambil setelah diskusi dengan temen terkait pernikahan. Memang belakangan ini berkeseliweuran undangan pernikahan dari adik-adik, teman, dan kakak senior. Ditambah oleh semaknya foto foto, kata kata romantis semacam euforia mereka pasca pernikahan. Nah, malam ini sekian tayangan yang menyentil baper dihati itu tercerahkan oleh kisah rumah tangga seseorang terdekat teman saya.

Memang pernikahan itu manisnya ada di lima tahun pertama, selepas akan semakin belajar untuk mempertahankan rasa cinta. Terlebih pada usia pernikahan yang telah menuju puluhan. Disini biasanya mulai terjadi goncangan hebat dari berbagai sisi. Teman menceritakan bahwa saat ini maraknya kasus-kasus perselingkuhan. Ya Allah, saya jadi terkenang dengan curhat seseorang ke saya tentang rumitnya keadaan keluarga mereka. Pada titik ia tidak bisa menahan emosi ia berkata "di akhirat aku ingin menjadi orang pertama yang meminta papa untuk masuk neraka". Merinding kan ? Na'udzubillah....Why????? Karena papanya selalu kasar dengan mama dan ketahuan selingkuh dengan pelakor. Na'udzubillah...

Begini ya, saya mengambil hikmah sebisanya dari kisah yang temen kedua tentang besarnya kebenciannya pada sang ayah. Modal utama dalam membangun rumah tangga adalah ilmu dan iman. Maka saya sangat mewanti diri saya jangan sampai kebawa arus euforia yang suka pamer kebahagiaan setelah menikah. Ya Allah semoga saya kuat imannya *amin* sangat  bahaya dan mesti mewaspadai penyakit ain itu. Bisa saja salah satu faktor pelakor itu karna istri yang suka uplot foto suami sambil menceritakan kebaikan suami, Nah...hati hati yaaa. Kedua, rusaknya rumah tangga akan merusak peradaban. Tak sedikit saya dapati temen temen dari keluarga broken home itu menghabiskan hidupkan dengan racun dunia, diskotik-ganja- seks bebas. Na'udzubillah...Ketiga, ini nih saya jadi sadar dengan penuh bahwa niat menikah bukan semata menyetarakan status dengan teman lain, bukan mengejar euforia, bukan tentang imaji senang-senang. Ya Allah bukan bukan bukan. Dear... Ada yang lebih agung yang perlu dipersiapkan. Menikah itu ibadah, seumpama ingin menunaikan ibadah shalat apa yang dilakukan lebih awal? Kita harus bersuci, menata hati agar khusyuk. Begitulah dengan ibadah menikah. Hal terpenting menujunya adalah tazakiyatun nafs (mensucikan jiwa). Sehingga saat waktu itu berkumandang untuk mengikat janji suci. Pertemuan itu adalah puncak keimanan pada Allah. Sehingga ibadah menjadi sempurna hanya untuk meniti jalan kepada Allah.

Ya Allah...sedih saya la malam ini, tiba-tiba diceritakan seseorang yang akan nginep besok ke kos adalah orang terdekat temen saya yang juga tengah proses perceraian dengan suaminya, cerita begini silih berganti sata dapati. Tak lama sebelum hari ini juga orang tua  temen terdekat saya yang lain mengalami hal serupa. Lantas diskusi alot malam ini perkara penyebab suami itu bisa berpaling. Dari kasus kasus temen itu, paling dominan karena papanya orang yang berpenghasilan sangat lebih dan memiliki jabatan. Sampai sampai terceletup dari  diskusi itu: " Memanglah jangan mau jadi istri pejabat, kalau gak diselingkuhi paling makan hati" ya Allah Na'udzubillah....lagi lagi aku bilang semua itu ujian keimanan.

Hadeuh....pengen nulis banyak. Tapi dah ngantuk. Itu aja lah dulu.

Oh ya, dari diskusi itu memberi pencerahan bahwa kelak jika Allah izinkan untuk berkeluarga. Saya ingin rumah itu penuh sesak oleh tilawah dan lantunan al-Qur'an dan kajian ilmu. Setiap ruangan di tata beberapa rak minimalis yang berjejer buku. Sehingga kesibukan seisi rumah untuk menambah ilmu dan menguatkan iman agar mampu menjalani amal amal kebaikan dan agar rumah itu penuh dengan rahmat Allah.

Semoga tulisan ini bisa jadi remainder.