Rabu, 16 November 2016

Taubat dan Syukur

Bismillah....
Tausiyah Santri Karya AaGym,  17-11-16

1. Kita tidak terancam kecuali oleh dosa-dosa kita sendiri. Bisa dibayangkan nasib orang yang sedikit istighfar. Seperti cermin yang tidak pernah dibersihkan.  Maka dia tidak bisa bercermin pada diri sendiri dan tidak ada seorangpun bisa bercermin pada dirinya. Coba koreksi berapa banyak dalam sehari sudah istighfar. Orang yang jarang bertobat dan sedikit sekali istighfar hidupnya tidak akan tenang.

Jujur lah pada diri sendiri Sudah berapa banyak akumulasi dosa dosa itu telah kita istighfarkan , dosa itu akan membinasakan kita.  Tidak aman kita dalam kondisi kotor. Silahkan periksa diri sendiri.
Sungguh dosa itu mengancam, perbanyaklah taubat.

2. Semua karunia tidak ada  jaminan akan bertambah tanpa bersyukur. Kalau kita ingin ditambah karunia perbanyak rasa syukur. Jangan tambah keinginan sebelum mensyukuri apa yang telah Allah berikan. Do'a paling afdhol itu Alhamdulillah. Syukur itu gerbang ditambahnya karunia, bukan keinginan dan bukan pula kekecewaan. Banyak keinginan boleh tapi harus menjadikan kita ahli syukur. Orang yang bersyukur itu mirip banget dengan orang yang bahagia. Tanyakan pada diri sendiri, sudah berapa banyak kita bersyukur hari ini?

Maka hitunglah istighfar dan syukur kita setiap hari. Rasakanlah ketenangannya.

Catatan Hikmah Kajian Tauhid 16_11_16

Bismillah...��
��Catatan hikmah kajian Tauhid 16-11-16

1. Yang penting dalam hidup ini adalah amal.Karir, kedudukan, jabatan itu mah kecil tidak ada arti jika bukan untuk mencari keridhoan Allah . Yang jelas setiap  ikhtiar nan digelar untuk menjemput takdir terbaik mesti berkah.

2. Dunia ini gak kemana-mana. Apa yang untuk kita pasti diberikan untuk kita.  Nilai diri  Kita ini lebih berharga dari apa ingin kita dapatkan, maka jadikan Allah gardu terdepan tujuan. Nilai kita itu adalah manfaat kita bagi sesama. Nanti kita berharap dapat  mati dipuncak kemanfaatan kita bagi umat. Sekarang terus berlatih, perluas ilmu, upayakan amal terbaik: terus prasangka baik, hati baik, pendengaran baik, penglihatan baik, makan yang baik, berucap yang baik, pokoknya semua harus baik.

3. Pangkat boleh tidak tinggi tapi yang  utama derajat kita lebih mulia di sisi Allah. Manusia yang paling mulia di sisi Allah adalah yang bertakwa.

4. Ilmu itu bisa bermanfaat jika kita amalkan dan  mengajarkannya  kepada yang lain agar dapat mengamalkan.

5. Biasa aja  jika tidak ada yang mengagumi kita yang penting kita mengagumkan dalam penilaian Allah dan terkenal di penduduk langit. jadi PDLT aja : perbaiki diri dan lakukan yang terbaik. Apapun yang kita lakukan sempurnakan. Gigih terus perbaiki diri. Perbanyak tobat.

6. Kita dihormati orang lain Karena  Allah masih menutupi aib kita. kalau kita tidak dihargai orang, dipuji, dikagumi atas kebaikan yang kita lakukan itu tidak masalah yang utama adalah Kita berbuat baik karena hal itu  yang Allah sukai dan dengan kebaikan itu Allah ridho pada kita.

7. Kita mesti memiliki fisik yang kuat untuk dapat melindungi orang yang terdzolimi dan untuk menolak kemungkaran. Jadilah pribadi tangguh pantang mengeluh. Kalau mau mengeluh cukup sama Allah.

8. Allah lebih tahu kebutuhan kita maka buat Allah suka dengan kita. Apapun yang dilakukan pertimbangkan, apakah yang dilakukan ini Allah suka atau tidak. Jika tidak maka tinggalkan, jika iya maka segera lakukan.

9. Disiplin itu bukan hanya disiplin raga tapi kita juga mesti mendisiplinkan hati. Disiplin jaga pandangan, disiplin khusyuk, disiplin mengingat Allah, dan terus disiplinkan hati dalam kebaikan.

10. Jangan mau tertipu oleh kesibukan dan topeng.

Senin, 03 Oktober 2016

Menyemangati Semangat


Setiap waktu yang terbuang sia-sia akan menjadi jeda untuk meraih  masa depan yang hebat  atau menjadi pemutus jalan menuju pencapaian impian itu.

Dahulukan Allah maka Allah akan dahulukan semua urusan mu!
Harus yakin bahwa Allah Maha Mensyukuri sekecil apapun kebaikan yang kita lakukan.
Terlebih jika  kita yang tengah  berjuang untuk memperbaiki diri demi  perbaikan masa depan.
Bukan sekedar masa depan di bumi namun masa depan setelah bumi ini luluh lantak.

Semangat menyemangati untuk menyemangati semangat !

Belajarlah yang tekun jadilah yang cerdas
Kuatkan ketauhidan jadilah yang ikhlas
Kuatkan kesabaran jadilah yang istiqamah

'

Allahumma amin ya Mujib

Bismillah...

Semoga jawaban do'a mu adalah aku dan kamu  adalah jawaban do'aku.
Teruslah berdo'a..

Namun jangan mencari ku dan aku tak mau mencarimu, kita percaya bahwa Sehebat apapun kita mencari titik temu  hingga jerih menyitakan lelah tidak akan pernah bersua jika kehendak-Nya belum merestui. Maka aku akan terus belajar memantaskan diri, kamu juga kan? Orientasi memantaskan diri kita bukan karena kita berkeinginan saling memiliki, tapi  karena  kita ingin bertemu di titik terbaik diri kita dalam penilaian-Nya.
Agar Dia hadirkan  kamu sebagai pelengkap terbaik imanku, agamaku dan sebaliknya.

Saat dimana kita akan saling menguatkan rindu untuk melihat wajah-Nya dan berjuang penuh untuk mampu menikmati kebersamaan hingga ke taman syurga.
Sebelum semua menjadi ketetapan, kita bisa saling menguatkan dengan mendekat diri kepada Allah, totalitas berserah, sepenuh yakin, sekuatnya sabar, dan seluas-luasnya kesempatan dipergunakan untuk kebaikan dan perbaikan.
Semoga kita bukan sekedar untuk dipertemukan. Karena pertemuan belum tentu menjadi satu. Tapi penyatuan adalah keniscayaan pertemuan terindah.
Semoga al-Qur'an selalu menghiasi hati, lisan, akhlak, dan sekujur waktu kita, kini hingga kelak titik satu itu kian membuat kisah-kasih kita bersama al-Qur'an terus memuncak.

Kelak, perbincangan kita bukan soal manajemen finansial keluarga tapi manajemen finansial umat. Hari-hari yang kita habiskan tidak tentang kemakmuran keluarga tapi kemakmuran umat. Karena kita bersama telah menyerahkan seluruhnya kita untuk-Nya dan untuk mengharumkan nama-Nya. Hingga apapun deru gelombang yang menghantam bahtera kita, rahmat-Nya mampu setia  menyearahkan layar bahtera kita kepada visi besar yang ingin kita perjuangkan bersama dalam suka dan duka.
Selamat bertemu di ruang ketaatan, dimensi terbaik untuk menyatukan dua visi menjadi satu visi cinta yakni memperjuangkan  ridho-Nya. Titik harapan yang baik  untuk merealisasikan sakinah, mawaddah, wa rahmah.

Untuk mu, masa depanku
Dari aku, masa depanmu

Semoga baik-baik saja kamu disana, di entah mana dan siapa.

Belumkah masanya?

Belum datangkah masanya, hati itu tunduk pada Penciptanya?
Entah kapan kita merenung, siapa kita ini sebenarnya.
Tarian nafsu terus saja berkelabat menebas rindangnya kesucian qalbu.
Dunia terasa begitu abadi dan mempesona.
Lalu pada-Nya abaikan saja
Na'udzubillah...

Kemana lagi akan lari bila nadi tak lagi berfungsi?
Biar pun kenikmatan merajalela, duh...tubuh telah enggan tuk merasa.
Yang dikejar ternyata adalah fana.
Sebab tujuan telah salah arah, terjerembab pada dunia jadilah nelangsa nestapa.

Sudahkah tiba masanya hati itu untuk kembali?
Mengeja makna diri dihadapan-Nya, apakah muslim, mukmin, muttaqin, muhsin, mukhlis  dan khalifah?
Dunia tak lama, hati itu rindu kembali.
Penuhi panggilan-Nya, kembalilah.
Jalan menuju Allah selalu dekat, karena Allah tak pernah jauh.

Ittaqillah !
Semoga ketulusan menjadi bingkai terindah dalam segala sesuatu.

#selfremainder

Kamis, 29 September 2016

Allah Maha Adil dan Maha Mengetahui

Tak ada yang salah dari setiap ketetapan Allah. Pasti baik dan ketetapan itu telah menempuh sifat-Nya yang Maha Adil.

Sungguh Allah lah yang mengetahui apa yang kita inginkan sebab rasa ingin itu Allah yang menitipkan dalam hati ini. Dialah Maha Mengetahui segala-galanya, mengetahui keperluan kita, mengetahui yang terbaik bagi kita, mengetahui apa yang kita sendiri tidak tahu untuk kebaikan diri kita.
Tidak pula apa yang Allah timpakan kepada  kita yang tidak kita sukai untuk menyiksa. Melainkan untuk Allah hapus dosa-dosa kedhoifan kita lalu Dia muliakan kita atas pemberian itu. Asalkan kita ridho dengan segenap pemberian-Nya itu.

"Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." (Q.S at-Taghabun: 11)

Apapun itu ada kaitannya dengan ketetapan Allah, kita hanya perlu berserah dengan totalitas. Betapa masalah itu bukan untuk kita konsumsi sendiri melainkan dengan masalah itu tingkat rasa membutuhkan kita dan kebergantungan kita pada Allah semakin meningkat. Allah anugrahkan kita ujian untuk kita meminta pertolongan pada-Nya.
Sebab Allah Maha Adil lagi Maha Mengetahui...

Tenang hidup ini dengan menaruh keyakinan utuh pada-Nya. Tetaplah pada ketaatan dan jauhi kemaksiatan, mohonkan keridhoan Allah dan keberkahan waktu dari-Nya. Bersabarlah dalam menjalani ketaatan pada-Nya, lalu  Berteguh hatilah dalam kesabaran itu.

"Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana".(Q.S al-Baqarah:32)

Betapa Allah Maha dekat, sangat dekat, dan begitu dekat... Ujian dari-Nya lebih kecil dari nikmat yang Allah curahkan untuk kita.

"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar." (Q.S al-Baqarah: 155)

#selfremainder

Kamis, 15 September 2016

Kerinduan

Kamu yang tengah berupaya keras mendekatkan diri pada Allah.
Kamu yang tengah gigih memperbaiki diri.
Kamu yang tengah memaksa diri untuk mencintai apapun yang Allah cintai.
Kamu yang tengah menjaga diri untuk menjauhi apapun yang Allah tak suka.
Kamu yang tengah menyibukkan diri dengan kebaikan.
Kamu yang tengah menghibur diri dengan majelis ilmu dan majelis iman.
Kamu yang tengah ikhtiar sholeh-menyolehkan  demi mengharapkan unta-unta merah.
Kamu yang tengah mendamaikan  diri dengan al-Qur'an.
Kamu yang tengah memperjuangkan diri menjadi shohibul Qur'an.
Kamu yang tengah komat-kamit membaca dan menghafalkan Qur'an.
Kamu yang tengah merajut impian mulia.

Bisa jadi ....
Kamu adalah seorang yang tengah merindu...
Rindu akan perjumpaan indah lagi mengindahkan. Perjumpaan agung dan penuh kenikmatan.
Rindu akan perjumpaan yang melunasi semua jerih lelah dan pengorbanan. Perjumpaan kabar gembira bagi setiap diri yang sabar.
Rindu itu adalah rindu yang mendebarkan...rindu yang mengurai linangan air mata...rindu yang menyejukkan...rindu yang menawan...
Rindu itu...
Rindu akan perjumpaan dengan Tuhan Sang Pencipta...
Dia Yang Maha Baik lagi Maha Penyantun pada hamba-hamba-Nya.

Benar...kamu sedang merindu?
Lalu,
Apakah rindu kita sama?

Tapi entah kapan kita bisa saling menguatkan kerinduan itu.