Selasa, 12 April 2016

Ungkapan Cinta


(Kutipan Buku "Hingga Senja Meramu Jingga" By: Ningsi_AFJ...Do'akan bisa diterbitkan ya ! ^-^) 


       Ada orang yang dengan bangga dan percaya dirinya mengungkapkan perasaan kepada seorang wanita. Menyatakaan cinta secara gamblang. Mengungkapkan seolah kepastian ada ditangannya.  Merasa bahwa ini adalah jalan yang terbaik. Jika bukan dengan seseorang yang telah dipilih oleh hatinya. Maka orang yang menolaknya dianggap pembunuh jiwa dan penghancur masa depan. Pernah bertemu orang seperti ini? Jika kamu bertemu nanti tolong sampaikan padanya bahwa dia bukanlah Tuhan, yang dengan sekehendak hatinya menetapkan takdir. 

Mereka yang mengungkapkan cinta itu berdalih-dalih bahwa cinta itu nyata maka mesti diketahui. Benar memang harus diketahui. Namun pada saat yang tepat. Tidak ada yang indah dari perkara tergesa-gesa. Kita tidak pernah mampu meyakini kebenaran hati, sebab dalam hitungan detik hati dapat berubah. Bagaimana jika wanita yang saat ini kau nyatakan cinta padanya benar-benar jatuh hati padamu, lalu dalam suatu ketika kamu mesti memilih yang lain. Bukankah itu artinya kamu telah menzalimi perasaannya? Itulah manfaatnya menyembunyikan kata cinta agar tidak ada hati yang berharap lebih. Cukup saat sekali ia terucap akan menjadi jaminan selama-lamanya untuk kamu bersama dengan seseorang yang kamu nyatakan cinta padanya. Sayangnya, kebanyakan dari anak-anak muda mainstreamnya terlalu senang memuaskan apa-apa yang mereka inginkan. Namun melupakan akibat di belakang dari suatu tindakan yang  dilakukannya itu. Mereka suka malas menahan diri dari apa yang mereka pikir menyenangkan. Naifnya mereka lebih dominan menuruti hawa nafsu ketimbang bisikan sanubari. Hasilnya, kalau punya perasaan yang lagi di titik kulminasi maka tidak dijaga dengan baik. Main ceplas ceplos aja.
 
Jika kata-kata cinta itu terumbar sebelum masa yang terbaik maka akan seperti buah mangga yang dipetik dalam kondisi mentah. Jadi gak enak. Atau jika keseringan disampaikan sebelum waktu yang tepat seperti memakan buah mangga yang busuk. Jadi mual sendiri. Nah, bahaya lagi bisa jadi sakit perut. Tidak ada faedah mengungkapkan terlalu cepat. Nanti jadi gak nikmat dan terdengar di telinga gak hikmat.

Coba tanyakan lagi pada hatimu. Dimana buktinya  kenyataan cinta itu jika hanya terlampir dalam kata-kata dan sebatas larik ucapan. Walaupun memiliki komitmen untuk serius, ya cukup buktikan yang serius sajalah. Sampai keseriusan itu berlabuh pada akad. Barulah ungkapkan yang sebenarnya ada dalam hati nan terdalam. Sebelum itu, jagalah dulu hati. Perasaan itu mesti dijaga kesuciannya sampai tiba waktunya yang Allah ridhoi untuk mengutarakan. Menjaga itu memang sulit tapi hasilnya indah.
Ingat ya wanita, yang serius sama kamu cuma satu. dia yang berani datang ke rumah, ketemu Ayah dan Ibumu, lalu menyatakan komitmennya untuk merengkuhmu bersamanya untuk mencapai syurga. Selain itu, semuanya palsu. Jangan terbuai oleh prosa gombal para budak-budak cinta. Jika dia bersungguh-sungguh mencintaimu, maka dia akan  mewujudkanmu dalam tindakan.

Akan Tiba Waktunya




(Kutipan Buku "Hingga Senja Meramu Jingga" By: Ningsi_AFJ...Do'akan bisa diterbitkan ya ! ^-^)   


Akan tiba waktunya, hadir seseorang yang menawan akhlaknya  untuk memikat pilihanmu. Seseorang yang mungkin bukanlah siapa-siapa dan tidak memiliki harta berlimpah, dia yang hanya tampil apa adanya dan sangat sederhana. Namun dia adalah orang yang cukup luas hatinya untuk tempatmu tinggal dengan nyaman. Cukup bijaksana pikirannya untuk kamu ajak berdikusi. Cukup luas wawasannya untuk kamu mendalami khazanah ilmu. Cukup berlimpah kasih sayangnya pada anak-anak.  Cukup kuat kakinya untuk kamu ajak jalan bersama. Sekiranya itulah yang kamu yakini dan informasi dari orang-orang terdekatnya. Sebab cinta bukanlah menjawab pertanyaan ‘siapa yang lebih baik?’. Tapi, ‘kepada siapa hatimu dengan yakin berkata ‘ya !’.
Akan tiba waktunya, seseorang dengan keimanannya dapat melembutkan hatimu. Dia yang dengan keteguhannya meruntuhkan tembok keegoisanmu. Dia yang kamu butuhkan ternyata bukanlah yang kamu inginkan. Bukan pula seseorang  yang kamu kagumi bahkan sempat jatuh hati. Kamu lah satu-satunya wanita yang namanya dia sebut dalam ijab qobul sekali seumur hidupnya. Sangat menggetarkan. Dengannya kamu akan merasa aman dimanapun. Sebab dia bukan hanya mencintaimu, tapi juga yang menyayangi orang tua dan saudaramu. Dia bukan hanya pandai memujimu, tapi juga dia yang pandai membimbingmu. Dia  bukan hanya siap mencukupi kebutuhan makanan, pakaian juga tempat tinggal untukmu, tapi juga dia yang berjuang mencukupi kebutuhan emosional, intelektual, juga spiritualmu. Dia bukan hanya siap membawamu keliling dunia, tapi juga yang siap bersamamu menapaki syurga.
Akan tiba waktunya, seseorang dengan kekokohan tekadnya mampu menguatkan mu menapaki kehidupan. Dia adalah orang yang Selalu menjaga ketaatannya pada Allah dan Rasulullah, yang tidak pernah mengabaikan apa yang telah menjadi hak dan kewajibannya terhadap Rabb-nya. Dengan itulah dia menjagamu. Menjagamu dengan penuh rasa sabar, takut jika terlalu keras kamu akan patah dan jika terlalu lembek kamu akan terus bengkok. Dengan penuh hati-hati dia akan membersihkan debu-debu yang melekat pada kacamu, karena jika tidak hati-hati nanti kamu akan pecah. Apa yang tersimpan dalam sanubari kadang-kadang terpancar pada air mukanya. Wajahnya tenang, setenang sewaktu dia berbicara dan bertindak kepadamu.
Akan tiba waktunya, kelak dibalik punggungnya kamu beribadah dan berdoa, dan diwaktu yang sama kamu pun menjadi bagian dalam doa-doanya. Kamu lah  nanti yang menjadi alasannya pulang, alasannya untuk tidak sering lembur, dan kamu lah yang selalu dia ingat sekencang apapun godaan diluar sana. Namun dalam urusan dakwah kamu pun mesti merelakan waktu untuk bersama tersita. Dari rahim-mu nanti, akan lahir anak-anak sholeh dan sholehah, generasi tangguh layaknya Muhammad al-Fatih dan Sholahuddin al-Ayyubi. Malaikat mungil dan lucu yang akan melengkapi kebahagian mu bersamanya. Kamu yang menjaga anak-anak ketika dia sibuk bekerja, sedang dia yang akan mengajarkan anak-anak dan kamu untuk sholat dan mengaji. Menuntun keluarganya menuju jalan Ilahi.
Akan tiba waktunya, seseorang dengan kesederhanannya akan mencintai masa lalumu. Masa kini mu. Masa depan mu. Mencintai yang kamu  miliki dan yang tidak kamu miliki. Mencintai yang kamu bisa dan yang tidak kamu bisa. Mencintai pekerjaanmu. Mencintai keluargamu. Mencintai teman-temanmu. Mencintai mimpi-mimpimu. Mencintai tempat tinggalmu. Mencintaimu saat kamu dekat dan saat kamu jauh. Mencintaimu saat kamu bicara dan saat kamu diam. Lalu menghargai, menghargai setiap potong perbedaan yang ada. Menghargai keputusan-keputusan yang kau pilih.
 Dengannya kamu tidak perlu menjadi orang lain atau  untuk mempertahankannya kamu mesti menjadi bukan dirimu sendiri, tidak perlu. Dia adalah orang yang siap menerima mu dengan apa pun yang kamu miliki. Tetap jadilah diri sendiri. Pun kamu jangan menuntut dia menerima keadaanmu bila ia memang tidak mampu menerimanya. Tidak ada keindahan cinta dalam pemaksaan, kan ? Mencintai adalah membahagiakan satu sama lain, bukan menuntut satu pihak untuk membahagiakan pihak lain.
Tahu kan, orang baik itu banyak sekali dan hanya ada satu yang tepat. Karena yang baik belum tentu tepat. Selebihnya hanyalah ujian. Kamu tidak pernah tahu siapa yang tepat sampai datang hari akad. Tetaplah jaga diri selayaknya  menjaga orang yang paling berharga untukmu. Karena kamu sangat berharga untuk seseorang yang sangat berharga buatmu nantinya. Kamu hanya cukup untuk bersabar atas waktu yang akan tiba itu.


Kalibrasi Jodoh




(Kutipan Buku "Hingga Senja Meramu Jingga" By: Ningsi_AFJ...Do'akan bisa diterbitkan ya ! ^-^)   


Kita yang tidak menyadari waktu telah menghabiskan banyak dari kisah-kisah kemarin. Sudah berapa entah jiwa yang datang dan pergi mengisi untuk menyemai kebersamaan yang sesaat. Dari sekian banyak jiwa yang kita kenal, meskipun mereka tidak mengenal kita. Darinya kita belajar tentang "menelusuri-ditelusuri-menemukan-ditemukan-dipertemukan". Kita cukup mengenal mereka dari kejauhan, dari pikirannya yang tertumpah dalam tulisan-tulisan inspiratif, dari sepak terjangnya mengupayakan impian-impian. Hingga namanya menggaung ke seantaro nusantara. Begitulah masa muda mereka yang kita tahu secara kasar, mereka luar biasa.

                Dengan seksama kita menelaah jalan hidup orang-orang sukses itu. Lalu mendapati orang-orang yang beruntung bersanding bersama mereka telah melecut rasa iri banyak pendambanya. Kata seseorang, laki-laki yang baik itu akan membuat cemburu perempuan lain terhadap istrinya, bukan yang membuat cemburu istrinya pada perempuan lain. Begitu juga sebaliknya bagi perempuan. Ia yang berhasil membuat laki-laki lain cemburu kepada suaminya. Begitulah fakta yang kita saksikan sendiri. Tentu kita bagian dari orang-orang yang merasa, mengapa bukan untukku saja, kan ?

                Mereka yang telah berhasil membekaskan perasaan cemburu pada sekian banyak hati manusia mengajarkan kita perihal sederhananya konsep jodoh itu. Walau kita tak memasang ekspektasi yang melampaui diri sendiri. Karena begitu bahayanya memaksa harapan untuk manusia. Kita tidak pernah mengerti sebentuk apa harapan yang baik sampai kita menyerahkan harapan itu pada Allah.

                Setiap hati menyimak kedahsyatan perubahan hidup manusia. Kita juga yakin, bahwa pertanyaan sepaket dengan jawabannya. Orang yang telah mengupaya kebaikan bagi dirinya itu, kita saksikan telah diperjuangkan pula dengan orang yang luar biasa. Pertanyaan masing-masing dari mereka telah terjawab. Hal ini, memberikan gambaran utuh bagi kita untuk belajar. Untuk mendapatkan seseorang yang kita lihat luar biasa, setidaknya menjadi diri layaknya pasangannya saat ini. Kita akan berterimakasih pada mereka yang pernah kita kagumi, karenanya kita pernah berusaha memantaskan diri menjadi pribadi yang lebih baik.

                Kenyataan yang sering kita hadapi adalah kita terlalu sibuk dengan pikiran kita sendiri. Mendesain dunia yang ideal dalam pikiran berdasar sudut pandang sendiri. Membuat angan seolah kenyataan, membuat harapan seolah berbalas. Padahal tidak. Yah, kembali pada kaidah awal. Kita akan dikalibrasi dengan blueprint yang kita cetak pada do’a-do’a. Kita akan dikalibasi dengan yang sepadan untuk kebutuhan masa depan. Setelah itu, kita pun tergugah dan malu-malu meminta pada Allah. “Jika masih ada orang-orang seperti itu, sisihkan satu saja untukku.” Akhirnya kita tahu sendiri, mengapa orang suka cerita bab jodoh dan cerita hantu sebab kedua-duanya misteri. Ngeri-ngeri sedap ...!

Karena kesibukan sehari-hari sering menyamarkan keberadaan rasa butuh untuk hidup bersama. Padahal mungkin kita tengah resah sekaligus berharap, ada rasa putus asa namun tetap percaya. Percaya akan waktu terbaik itu tidak pernah ada dalam takaran manusia. Kita mungkin sedang sibuk, tidak pernah menduga bahwa seseorang tengah disiapkan Tuhan untuk satu waktu dalam hidup kita. Saat kita tidak pernah menduga begitu cepat datangnya, saat kita juga tidak menduga bahwa seseorang yang dalam do’a itu datang diwaktu yang kamu rasa tidak tepat. Tapi sejatinya memang itulah waktu yang tepat menurut-Nya.