Jumat, 26 Juni 2020

Tips Perinium Utuh ala Bubu Rafa

Emak mana sih yang gak mau pasca lahiran dapati kondisi perinium tetep utuh. Apalagi untuk lahiran anak pertama, berasa gak mungkin terjadi, ya kan moms?.

Tapi ternyata segala itu masih bisa kita ikhtiarkan ya moms. Bubu mau berbagi pengalaman saat prosesi lahirannya Rafa, Alhamdulillah Allah jaga perinium bubu tanpa robek sedikitpun alias utuh. Mari kita kupas cara untuk mengupayakan nya.

Ada kah yang belum tahu apa itu periunium? gugling aja plis moms. hehe

Apa aja sih yang Bubu lakukan untuk preparing lahiran Rafa agar perinium tetap utuh?

1. Doa, tak pernah putus minta sama Allah yang terbaik untuk kelancaran lahiran. Minta aja apapun yang kita inginkan sedetail mungkin sama Allah.

2. Ajak bayi ngobrol. Bubu selalu elus² perut sambil bilang "Nak, bantu Bubu ya agar perinium bubu utuh saat Rafa keluar". Terus kalimat ini disampaikan ke Rafa saat masih dalam perut sejak Rafa usia 6 bulan dalam kandungan.

3. Lakukan pijat perinium sejak usia kehamilan 34 weeks. Gimana caranya? bisa diliat di yutub aja ya moms, insya Allah ada kok. Apa itu pijet perinium ? Juga bisa moms cari tahu sendiri di browser oche yah. Bubu melakukan hal ini, dalam seminggu melakukannya sebanyak 2-3 kali. Sebaiknya minta bantuan suami aja ya Moms agar lebih nyaman ketimbang melakukan sendiri.

4. Banyak gerak saat sudah masuk 36 weeks agar otot periniumnya terlatih sehingga menjadi elastis. Gerak apa aja?. Kalau Bubu setiap hari jalan pagi sama paksu, senam prenatal (buka yutub), yoga prenatal sama paksu kadang ² (buka yutub juga,hehe), dan kalau duduk suka duduk di gymball sambil enjot-enjotan, ngepel jongkok, Pas udah H-4 brojol itu rutin banget gerak jongkok- berdiri gitu. Tapi ingat ya Moms, perhatian kondisi tubuh dan jangan dipaksakan. Kalau sudah lelah istirahatlah dulu. Pengalaman bubu, karena semangat banyak gerak akhirnya pendarahan. Wkwkwkwk...Jadi tetap pada porsinya ya. Yang penting dilakukan secara rutin.

5. Jaga psikologis tetap tenang saat mulai mules-mules (kontraksi). Caranya dengan berlatih pernapasan dari jauh-jauh hari, ini juga bisa liat di yutub tutorial pernapasan untuk melahirkan. Biasanya suka lupa kalo udah kontraksi itu, bubu pun begitu. Nah, disanalah gunanya pasangan atau siapapun pendamping bersalin kita, yakni untuk terus mengingatkan agar istiqamah atur nafas. Kalau kita pandai atur nafas, kita bisa lebih rileks dan tenang saat ngeden, jadi Ndak grasak grusuk. Kalau moms tenang, maka otot2 periniumnya secara otomatis akan elastis insya Allah. Selain itu atur hati dan pikiran dari segala sesuatu yang memicu stres. Agar dapat dalam kondisi rileks syelaluh.  Jangan lupa terus berikan afirmasi  positif ke diri untuk menguatkan Azam tetap tenang. Teruuuuus aja kasih afirmasi positif ke  diri. Bubu sampai buat list afirmasi positif ke diri yang dihafal² pas mau lahiran. Ini beberapa contohnya:
A. Harus tenang, jadi atur nafas agar dedeknya juga dapat oksigen dan lancar nyaman keluar.
B. Harus tenang, atur nafas, terima rasa sakit, ini peluruh dosa. Nikmatiiii....nikmatiiii
C. Harus tenang, atur nafas, agar otot periuniumnya elastis jad bisa utuh
D. Harus tenang, atur nafas agar ngedennya cepet jadi lahirannya gak lama
E. Harus tenang, Atur nafas, agar energi gak banyak terbuang.
Hal ini dapat meminimalisir resiko robek perinium karena kondisi perinium dalam kondisi lentur saat moms rileks.

6.  Jaga BB bayi agar dalam rentang 2,5- 3 Kg. Alhamdulillah Rafa lahir dengan BB 2,9 Kg jadi sangat membantu untuk menjaga perinium utuh saat persalinan. Untuk itu, moms harus selalu perhatikan BB bayinya dengan lakukan USG rutin kemudian perhatikan asupan makanan. Bubu mulai 4 bulan sudah menjaga asupan makanan agar BB bayi dapat terkontrol. Misal waktu itu Bubu sudah mulai mengkonsumsi karbohidrat (nasi, gorengan, dll) secukupnya kadang nasinya diganti jagung atau ubi rebus. Lebih banyak konsumsi protein, sayur, dan buah. Juga sebaiknya kalau udah masuk TM 3 mulai konsumsi gula secukupnya, apalagi kurma ini tinggi banget gulanya. Bubu mulai  masuk TM 3 menunya sayur dan protein diperbanyak, misal nasi hanya 1 sendok, ikan 2 ekor trus sayur semangkuk. Kalau lapar cemilannya protein atau buah misal makan chicken nugget, telur rebus pake saos. Jadi bukan roti atau gorengan. Kalau pengen boleh, tapi secukupnya aja ya Moms.

7. Terus jaga bokongnya saat melahirkan agar tidak terangkat ya moms. Masih ingat banget, saat sudah pembukaan 10 pahanga bubu ditahan kuat sama neneknya Rafa. wkwkwkwk, trus suami juga bantu mengingatkan agar tidak mengangkat pantat. Posisi  saat melahirkan akan mempengaruhi tekanan pada perineum, maka harus menjaga agar posisinya tidak berubah-ubah

Tujuh tips itu boleh dicoba ya moms karena ini based of true story, Bubu udah menerapkan dan Alhamdulillah berhasil. Moms masih punya waktu mulai dari 32 weeks untuk memberdayakan diri dalam menentukan cara duedate ternyaman. Jangan lupa terus belajar dan persiapan yang terbaik ya Moms, Selamat mencoba moms...

salam Bubu Rafa, syalala~~

Sabtu, 30 Mei 2020

Manajemen Rasa, Seni Mengelola Baper

Mau belajar lagi nulis, biar sejarah mencatat aku sebagai buibu yang menulis, eaaaaa......

Sudah 5 bulan 1 hari menjalani hari-hari sebagai buibu muda dengan anak unyil yang Masya Allah ulahnya tiap hari. Selama 5 bulan itu pula nano-nano rasa dikecap, senang, sedih, belajar sabar, belajar syukur, belajar kuat, belajar sok sok hebat dan lainnya. Seorang anak perempuan bungsu dari keluarganya, dengan track record gak punya adik dan tak pernah mengasuh bebi membuat seorang aku suaaangaaad ketar ketir berkehidupan dengan sosok bayi. Semua serba ndak pernah praktik, kalau teori jangan ditanya. wkwkwkwk, tapi menjalani ndak semudah mencukil tahi lalat yaaaa. Benar-benar rock n roll rasanyaaaa. Ada hati yang mesti tiap hari dilindungi agar ndak tercincang oleh kicauan para bunda lain. Apalagi ada yang frontal ngomong dibelakang "kok udah S2 gak bisa ngurus Bebi". Aku mau nyebur kelaut biar dimakan paus nya Nabi Yunus aja waktu tuu. syakiiidnyaaa, haks. Betapa sering sekali mereka membandingkan kehebatan mereka dalam mengasuh anak dengan keterbatasan aku yang memang menyedihkan. Apa mereka gak tau ya, kalau aku juga sedang berjuang, sedang beradaptasi dengan banyak hal, tengah belajar hal baru yah benar-benar ndak pernah aku sentuh seumur hidup. Masih ingat, pasca lahiran akunya belum 40 hari. Bagi aku tu, memang fase pasca lahiran hal yang paling menguras energi adalah begadang malam. Ditambah kondisi fisik masih banyak capeknya. Sering rapuh hatinya, eh malah ada dari para bunda yang liat bebi sambil komentar ini dan itu ke akunya, paling bikin sedih tu kalau dibandingkan dengan emak ² yang lain. Misal "Saya punya kenalan anaknya baru 1 Minggu udah dibawa ngisi kajian, saya dulu begini dan begitu". ya Allah, ini lah yang bikin akunya beberapa kali nangis tanpa sebab di kamar mandi. Secara gak langsung mereka mau bilang "kok manja banget sih akutu". Ini pengalaman pertama aku punya anak, pertama kali semua dalam hidup aku berubah, pertama kali aku bersentuhan dengan dunia ibu. Lalu mereka bandingkan dengan emak² yang anaknya udah 4 sampai 10.

Kalau diikutin bakal stres dan aku gak mau karena semua hanya merugikan aku dan anak ku. Caranya gimana? manajemen hati. Kembali menata niat, apakah hidup ini hanya untuk menjalani seperti apa yang orang inginkan atau menjalani seperti apa yang Allah inginkan. Next, sadarilah apa yang keluar dari mulut mereka tak akan berefek apa-apa kalau kita block dari hati, alias bodo amat. Ini hidup aku, aku mau menjalani seperti apa itu hak aku dan aku gak ganggu mereka kan?. Lagian, mereka tu abis nyakitin kita dengan ucapannya dengan mudahnya dilupakan. Nah, ngapain juga kita stres dengan ucapan sembrono  mereka. huuuuufffttttttt.....

Ternyata semua ini awal dari pembelajaran   tentang mengelola Baper pasca punya anak. Karena, seterusnya  akan ada baper-baper lain yang menyusul. Misal aja nih, liat anak temen yang memiliki keunggulan dari anak kita. Nah baper lagi dan lagi. ya kan? Jadi,.jangan mau biarkan hati ternodai dengan membandingkan anak kita dengan anak lainnya. Aku setuju dengan prinsip bahwa setiap anak itu spesial dan yang paling berharga dari anak kita kelak adalah ketakwaan nya pada Allah, itu harga mati. Jadi, fokus pada anak kita dan berikan yang terbaik semampunya, sisanya biarkan kekuatan doa yang bekerja. Ya kan? plong gitu rasanya, kalau kita bisa membebaskan diri dari intervensi orang lain dalam hati ini. Semoga akunya bisa terus install  ulang hal ini dalam hari ² kedepannya. Capek hidup kalau bukan untuk mencari ridho Allah tu, yuk lah hati kita berteman baik dengan kedamaian.

Maaf ya, kalau nulis nya pake hati banget. Hihi

Ini kek diari curhatan ya, biar deh...gak papa. Yang penting aku nulis dulu aja.
Hahahaha

Rabu, 15 April 2020

Memoar Bubu dan Rafa

Dear Yusya Rafsya El Hanif, Anak kebanggaan Ayah dan Bubu. Kala nanti, engkau insya Allah akan membaca ini. Semoga segenap kenangan bersama kita yang tertoreh dalam tulisan ini, menjadi memoar berharga untuk mu kelak.

Nak, bubu bahagia atas hadirnya Rafa dalam kehidupan bubu, sejak 10 Januari 2019 bubu sudah mulai berharap bahwa Rafa segera hadir mewarnai hari-hari bubu. Ohya, Rafa tahu Kamis, 10 Januari 2019 itu adalah momen penting dalam hidup bubu juga. Detik dimana bubu dan Ayah sah menjadi satu untuk berkomitmen akan menjadi orang tua terbaik untuk Rafa. Alhamdulillah, tepat 4 April 2019 bubu dapat kabar gembira, bahwa Rafa telah bertumbuh dalam Rahim bubu. Sebulan setelah nya, bubu dapat melihat Rafa hanya sebatas layar USG, Rafa masih 4 Minggu an kala itu Nak, baru beberapa senti daging yang berdetak jantung. Masya Allah Naaaaak. ini momen paling membuat bubu terharu, sebab kali pertama merasakan ada makhluk hidup lain yang bernyawa dan bergantung hidup pada tubuh Bubu, itu adalah Rafa.

Waktu terus bergulir, hari demi hari Bubu menjaga Rafa dengan penuh cinta. Tak lupa Ayah selalu support kita bersama kala itu. Nah, sampai lah kita di bulan ke empat kehamilan, Bubu di vonis harus bedrest sebab di analisa bidan memiliki plasenta previa. Untuk menjaga Rafa, semua pekerjaan rumah harus dikerjakan oleh Ayah. duh, sedih ibu liat Ayah rasanya. Tiap pagi, mesti menyiapkan sarapan Bubu, lalu pergi kerja. Pulang kerja mesti bantu-bantu lagi. Semua Ayah lakukan demi keselamatan kita berdua Nak. Ayah Rafa adalah Ayah yang terbaik, Ayah yang penuh kasih sayang dan kesabaran. Alhamdulillah.

Selama hamil Rafa, Bubu gak bisa makan Nasi, ikan, dan beberapa jenis masakan lain. Jadi Bubu ganti dengan menu jagung dan ubi untuk mengganti karbohidrat buat Rafa. Alhamdulillah, saat hamil Rafa ada musim buah yang serba murah. Sehingga Rafa bisa tercukupi bahkan berlimpah asupan nutrisi dari buah. Bubu paling suka mangga dan buah pir. Sehari itu bubu bisa menghabiskan 1 Kg mangga dan 3 buah pir plus pisang dan melon. Hihi...

Bulan berganti bulan, akhirnya sudah dekat dengan duedate kita sayang. Bubu sudah menanti duedate nya Rafa sejak 2 Minggu sebelum tanggal 30 Desember 2019, karena saat kontrol ke bidan dapat kabar kalau Rafa sudah bisa lahir ke dunia ini, musabab semuanya udah matang. itu tu sekitar tanggal 17 Desember. Nah kalau hpl yang sebelumnya, bidan pernah menginformasikan kisaran tanggal 3 Desember. Kan Bubu galou dibuatnya Nak  Sehingga, Ayah dan bubu melakukan konfirmasi ke SpOg, alhasil dapat berita hpl nya bergeser ke 6 Januari laluuuuu dokter bilang bayiknya kegedean ini. huhuuu tambaaaaaaaaaah galouuu bubu. La haula wa la kuawata Illa billah.

Fase bulan Desember adalah fase lumayan nguras perasaan bubu rasanya. Alhamdulillah selalu dapat suport dari Ayah dan nenek sehingga tiap kicauan kacau muncul langsung bisa diheningkan. Detik-detik nunggu  duedate
hampir tiap hari kehujanan kalimat "belum lahiran juga ya" dari arah mana saja. Baper dong bubunya, tambah lagi temen seperhamilan bubu di bulan Desember semua Qadarullah melalui proses persalinan dengan SC, huhuuuu. Heran juga bubu tu, persalinan normal menjadi sesuatu yang langka bagi Bu ibu jaman now. Gak sedikit pulak lah yang vonis bubu bakal SC. haks haks haks....

Selama bulan November pertengahan hingga Desember bubu sudah mulai rutinitas jalan pagi, intensnya di bulan Desember. Menurut info yang Bubu tahu, dengan banyak berjalan bisa bikin perinium lentur dan memicu sekresi hormon oksitosin juga. Tahu gak sih Nak, tanggal 28 Desember 2019 ada tragedi ayah dan bubu jalan kaki dari pagi sampai siang. wkwkwkwkk... mulai dari jam 8 pulang ke rumah jam 12 siang. Ini musabab memenuhi keinginan si Ayah untuk memecahkan misteri jalan tikus. *gaplok jidad yuk Nak*  akhirnya kami keliling kompleks sampai ke komplek tetangga. Kira² jam setengah 11 an  suasana mulai rinai hujan, jadi abis istirahat minum kami memutuskan jalan menuju rumah. itu tu Bubu dipaksa kondisi jalan cepat sebab sudah dikejar-kejar hujan lebat di belakang. Nangis² ketawa bubu tu depan Ayah nahan pegel. huhuuuu. dah yaaa, pas di rumah sorenya Bubu jadi bloody show (keluar darah item²). woaaa Bub bukannya panik, tapi malah senang kegirangan... hahaha, Bubu udah nunggu flek sejak lama. Kan itu pertanda udah deket persalinan. sedihnya keesokan harinya sampe sore gak ada darah yg keluar. Tapi nyeri² mulesnya udah Masya Allah. Bunu masih ngegymball sambil nyebutin nilai mahasiswa bantu Ayah input nilai, Alhamdulillah lagi ² sampai selesai.

Masya Allah Nak, sakit nya gak berhenti juga.. Bayangkan aja wanita yang lagi dismanore lagi haid, itu sakit dismanorenya sampai 20 kali lipat, tapi sama Nenek dipaksa gerak terus. ya Allah ini kek kerja rodi rasanya, Bubu bros kamar mandi malem² sambil jongkok.wkwkwkwk, pas mau coba tidur jam 10 malam sakitnya menjadi-jadi, Bubu masih tahan. Hingga jam 11 an malam sudah gak kuaaaaaaaaaat Bubu tu. Akhirnya bubu coba bangunin Nenek, karena Ayah baru bobok jam 10 tadi, Bubu ndak tega bangunin. Pengennya di manja² gitu sama Nenek, malah disuruh jongkok lagi.. hahaha, akhirnya Bubu jongkok dan skuat dengan penuh semangat, pas udah capek bubu olesin minyak GPU di seluruh punggung sampe panggul trus nunggit. Nah, Nenek liat di pantat Bunu udah banyak darah. Ya Udah langsung  aja Nenek minta bangunin Ayah buat pergi ke bidan. Nenek buatin teh anget dan telur ayam kampung untuk bubu buat energi katanya.

Rafa tahu ndak, senangnya bubu saat di bonceng Ayah pakai motor malam-malam , walaupun ada rasa yang Masya Allah di sekujur badan. Bubu sudah ndak sabar mau ngeluarin Rafa. wkwkwwk. Sampe di bidan sekitar jam 01.00  an wib malem. Ada tragedi lagi, tepat banget nyampe di bidan, hujaaaaaaan turun dengan lebatnya dirangkai oleh ornamen suara gemuruh langit yang memeriahkan suasana dag dig dug duaaar, seolah ingin bilang hip hip hore buat menyambut Rafa. Bubu langsung dicek pembukaannua, Alhamdulillah sudah pembukaan 1. Rasa mulesnya udah dilevel lebih atas, Masya Allah. Kalau normalnya kontraksi itu 551, yakni paling dikit 1 menit kerasa lagi. Bubu baru 20 detik udah kerasa lagi kontraksi nya. next, ada pula drama lampu mati, Masya Allah banget Nak. Makin seru karena Bubu muntah ² hebat sampe 3 kali. Gak bisa di isi perutnya, Bubu dah lemes tak berdaya, jadilah Bubu di infus. huhu....

Karena mulesnya agak ekstrim, bubu ga kuat ngapa-ngapain, bubu ndak seperti orang ² yang  baru tahu pembukaan 1 masih ada yg di suruh pulang atau masak dulu dan lainnya. Bubu sudah di atas bed aja. Ohya, karena persalinannya Ayah ambil kelas gentle birth buat kita, jadi bisa melakukan persalinan di kamar VIP yang kamarnya nyaman banget. Alhamdulillah, itu aja udah jadi salah satu nambah ketenangan buat bubu. Di kamar di kasih aroma terapi biar bubu rileks. Karena kalau melahirkan di ruang persalinan bubunya dah ngerasa angker duluan. Sekitar jam 4 Bubu nanya ke bidan, masih pembukaan 1 ya teh, rasanya udah para banget ini. akhirnya dicek udah pembukaan 4, masyaAllah Bubu muntah lagi dong. Pas adzan, bubu minta shalat subuh sambil duduk. dengan merintih². Bubu pernah mimpi meninggal pas melahirkan, jadi bubu pengen mati dalam kondisi dah shalat. Serius, pas sujud bubu nangis ndak tahan, merasa ini sujud terakhir bubu. selesai shalat, bubu minta mandi. karena pengen mati dalam keadaan bersih, gitu bubu bilang dalam hati. Akhirnya bubu mandi, walaupun udah dicegah sama Ayah dan nenek bubu kekeuh aja minta mandi.

Bubu sudah lemes banget Nak kala itu. Namun, bubu rindu bertemu Rafa. Anak kesayangan Bubu. Per menit, Rafa terus berjuang untuk bertemu bubu juga. Bubu bisa merasakan dengan baik kepala Rafa yang menghentak-hentak jalan lahir. Masya Allah Nak. Tepat setelah pembukaan 4 Bubu pecah ketuban. Alhamdulillah Bubu sudah lebih nyaman dari sebelumnya setelah pecah ketuban. Karena ritme Rafa pengen keluar lebih aktif. Tepat jam 7 Pagi, Bubu di cek kembali Masya Allah Naaaaak. Sudah pembukaan 7 Qadarullah. Cepat banget. Tak henti hentinya bubu menjerit dengan lafadz Istighfar. Detik-detik itu, bubu sudah pengen bilang 'ndak sanggup lagi'. Tapi saat terbayang Rafa tengah berjuang hebat untuk ketemu bubu, Aduhai Nak, Bubu jadi bertubi-tubi semangatnya untuk lebih tegar. Beberapa saat setelah pembukaan 7, Tetiba bidan menjerit bilang kalau kepala Rafa sudah kelihatan. Lagi-lagi Bubu makin semangat mengatur Nafas dan mengeden sesuai instruksi bidan. Tahu ga sih Nak, kata Ayah Rafa itu kuat banget. Ayah melihat langsung perut ibu bergelombang karena tendangan Rafa. Ini detik Rafa meluncur keluar. Tepat Jam 7.56 pagi, hari Senin 30 Desember 2019 Rafa memekikkan rengekan manja pertama di dunia. BB Rafa 2,9 Kg dengan tinggi 51 cm. Rafa putih bersih dengan mata yang sudah melek Nak. Alhamdulillah wa syukurillah...Rontok segenap rasa  sakit dan lelah yang menerpa Bubu. Terbius oleh wajah Rafa yang lugu di tengah menempel di atas dada Bubu saat IMD.

Rafa benar-benar anak yang sholih. Bubu sangat berterima kasih pada Rafa. Entah bagaimana Rafa bisa tersambung ke Bubu saat dalam kandungan, bubu terus berkomunikasi dengan Rafa dan meminta beberapa hal seperti: "Nak, nanti bantu bubu lahiran normal ya", "Nak, nanti keluar nya dengan satu kali tendangan ya", "Nak, bantu bubu untuk tidak robek perinium ya", "Nak, lahirnya di bawah 3 Kg aja ya". Masya Allah semua pengennya bubu Qadarullah Rafa realisasikan. Bersyukur Bubu tak henti hentinya Nak. Bubu berdoa Rafa bisa selalu menjadi anak yang sholih. Jadi hamba Allah yang taat, pemuda yang terpaut hatinya pada masjid, sosok yang mencintai dan dicintai Allah. Amin Allahumma amin ya Allah.

Time flies so fast

Rasanya baru kemarin wisuda, maen sama temen-temen. Hepi kesana kemari, gak ada beban kecuali satu yakni pengen nikah. Time flies so fast...tanpa disadari dunia yang berasa terang benderang sekarang mulai menemukan titip redup. Padahal, euforia orang-orang yang merindukan pasangan adalah tiada hari tanpa bahagia. Ternyata, kita memang suka melupakan bahkan hidup bukan untuk selamanya menikmati benderang nya sinar dunia, tapi ada waktunya takdir memaksa gelap untuk menemani kita. Agar kita lebih khusyuk untuk merenung. Kembali mendefinisikan arti sebuah pernikahan. Bahwa menikah yang membawa pada sakinah, mawaddah, dan rahmah adalah pernikahan yang selalu menjadikan Allah gardu terdepan segala sesuatunya. Formulasi ini akan terus digoreng dalam keseharian. Hingga pada titik kita lupa, maka lepaslah semua kendali diri. Ujung-ujungnya akan timbul rasa bosan, lelah, dan emosi setiap saat.

Senin, 30 Maret 2020

Kontemplasi Bubu Rafa

Rafa tengah terlelap, bubunya hilang ngantuk. Pengen nulis, pengen berkontemplasi lewat tengah malam...

Hampir selama 1 tahun ini, pelajaran yang terus di ulang-ulang adalah page mengendalikan diri. Bagaimana agar respon kita terhadap kondisi tidak membuat kita menyesal karena salah dalam menyikapi. Seperti halnya, selama masa kehamilan kemarin. Aku tak banyak melakukan segala sesuatu, itu cukup sudah menjadikan pikiran stres apalagi ditambah kondisi keluhan yang datang silih berganti. Masya Allah, Ilahi Rabbi rasanya kalau dikenang. Alhamdulillah, dengan mengendalikan diri, pikiran, dan perasaan agar tetap terhubung pada Allah. Insya Allah seketika semua jadi netral. Kenapa? Sebab apapun  keadaan yang Allah tetapkan adalah ruang bagi aku untuk mengasah kedewasaan jiwa, kekuatan mental, dan kebijaksanaan hati. Tambah lagi, bila meyakini bahwa Allah akan membalas segala sesuatu atas kesabaran kita dengan balasan tanpa batas, itu cukup mengkonstruksi kembali puing-puing hati yang berantakan.

Sekarang?
Kondisi semakin kompleks. Jika banyak orang melihat betapa bahagianya berfoto bersama dedek bayi, maka... aku memilih sudut pandang yang berbeda. Aku langsung menyentuh sisi betapa akan letihnya hidup seorang ibu itu di saat ini. Apalagi bila dia adalah ibu dengan anak pertamanya. Aku langsung terbayang mulai saat itu dia akan menjalani malam bagai siang dan siang yang tak pernah menjadi malam, harus mengikhlaskan semua keinginan me time demi anaknya, ah..
Banyak lagi hal-hal yang terlalu heboh untuk dideskripsikan.
Lalu? Yah, begitulah  fase-fase kehidupan terus memaksa diri untuk menjadi semakin kuat dan kian membawa diri agar pandai dalam menerima apapun yang telah menjadi takdir.

Selagi masih bisa mengendalikan diri, hati, dan akal insya Allah kita masih bisa jadi orang normal atas segala rock n roll nya lika liku kehidupan. Jangan lupa sama Allah dalam segala kondisi, insya Allah akan ada bantuan. Allah itu Maha Baik, maka berprasangka baik pada-Nya jadi jalan untuk menuju kedamaian.

Semangat ya bubu

Aku padamu selalu wahai dirikuuuuu

*Ah, akhirnya aku nulis juga. Wkwkwkw

Rafa dah bangun ni😂

Kamis, 21 November 2019

Seputaran Program Hamil End

Hai....
Assalamualaikum semua😘

Ijinkanlah aku yang unyu ini (wkwkwkwkwkek) untuk melanjutkan hasrat ingin berbagi ku terkait promil lagi. boleh ya ? Mumpung doi kerja, aku punya waktu khusus di blog ini. hehe

Aku kan udah bikin 2 page sebelumnya terkait faktor dan tips dalam menjalani promil ya cin?. Sekarang mau berbagi tips menjalani promil dengan melibatkan Allah dalam setiap prosesnya. Tenang-tenang ini bukan tausiyah bla..bla..bla. Aku yang dangkal ilmu nya ini hanya berupaya menjadi perpanjangan lidahnya dari sumber ilmu yang aku dapatin. Aiiissss panjang beud pembukaannya...maap maap😅

Malem tadi aku baca-baca WA di grup, ada temen aku yang lagi giat promil kirim tulisan tentang manfaat puasa bagi promil. Aku share dulu ya...

👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇

Ini saya bahas soal PUASA ya... Sy akan mewajibkan teth semua dlm melakukan puasa, kalau ikhtiar promil tteh serius, mangkanya nanti akan sy huat chalenge perharinya.

Oke gini
Sebagian dokter ada yng menganggap bbahwa puasa utk promil tdk dianjurkan, karna akan mengurangi asupan gizi dan nutrisi yg akan masuk dalam tubuh.

Tapi, waktu itu aku prnah belajar di beberpa sumber luar negeri, australia dan sudan arab tepatnya, kalau promil itu fokus pada masa subur dan kesuburan.

Nah gimana caranya agar masa subur perempuan bisa lebih panjang. Ternyata adalah dgn cara membatasi asupan kalori.

Lalu, demikian lah dengan puasa. Puasa itu kan sbnernya utk membatasi asupan kalori juga ya,  nah ini dia yg membuat masa subur wanita bisa menjadi lebih panjang.

Manfaat puasa mulai dari membersihkan tubuh sampai meningkatkan kesuburan. Dan sel telur perempuan jg akan lebih banyak.

Biasanya memang pada awal puasa, kesuburan seseorang mengalami penurunan (disini kenapa sebagian dokter tdk menganjurkan puasa kalau promil)
Tapi kebanyakan dr mereka tdk meneliti setelahnya, bahwa beberapa hari setelah menjalani puasa, biasanya hormon reproduksi seseorang akan kembali meningkat dan hal inilah yang membuat kesuburan meningkat pada saat melakukan puasa.

☝☝☝☝☝☝☝☝☝☝☝☝☝☝

Sista semuah bisa meniatkan puasa nya untuk ibadah pada Allah, sekaligus ikhtiar untuk dititipkan sang buah hati yang dirindukan. Kalau aku sendiri, jujur lagi deh. Promil nya belum menjajaki hal ini. hehe...Namun, tak ada salahnya kebaikan ini dikerjakan..ya kan yaaa...

Urusan sang buah hati adalah perkara ranah takdir yang tak kuasa bagi kita untuk mengendalikan nya. Pasti Allah punya rencana terbaik bagi setiap kita kan? Kenapa sampai detik ini, Allah masih meminta kita buat sabar lebih panjang. Yang jelas, kita akan mendapatkan pahala dan kebaikan pada setiap kesabaran dan ikhtiar yang dijalani  tulus karena mencari ridho Allah. aaamiiiin... hehe

Mari kita sama-sama menguatkan doa terbaik pada Allah. Aku melted sama ayat ini: Allah SWT berfirman:

قَالَ رَبِّ اِنِّيْ وَهَنَ الْعَظْمُ مِنِّيْ وَاشْتَعَلَ الرَّأْسُ شَيْبًا وَّلَمْ اَكُنْ بِۢدُعَآئِكَ رَبِّ شَقِيًّا
qoola robbi innii wahanal-'azhmu minnii wasyta'alar-ro`su syaibaw wa lam akum bidu'aaa`ika robbi syaqiyyaa

"Dia (Zakaria) berkata, Ya Tuhanku, sungguh tulangku telah lemah dan kepalaku telah dipenuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu, ya Tuhanku."
(QS. Maryam 19: Ayat 4)

Tentu udah pada tahu ya kisah Nabi Zakaria yang lamaaaa banget Allah tunda permintaannya. huhu, tapi pesannya "jangan pernah kecewa dalam berdoa !!!!" catet buat diri sendiri (sambil nunjuk muka) !!!! Dalam Al-Qur'an juga telah diajarkan sebuah doa dalam meminta keturunan, yakni do'a nya Nabi Ibrahim, Allah SWT berfirman:

رَبِّ هَبْ لِيْ مِنَ الصّٰلِحِيْنَ
Robbi hab lii minash-shoolihiin

"Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang yang saleh."
(QS. As-Saffat 37: Ayat 100)

Eh iya, tetiba aku keinget juga dengan kisah masa lampau, detik-detik aku pengen jodoh. Nah kok jodoh? Sabar...sabar..., Kan pas aku S2, ntah kenapa teramat mupeng sama bumil² yang tampak oleh ni mata. Mungkin faktor U jugalah,  udah dititik patut jadi seorang  emak, jadi insting mo hamilnya  udah berasa lebih awal. hahahha. Jadi klo mo hamil otomatis aku kudu minta jodoh dulu la kan. Aku rutin baca doa ini:

Allah SWT berfirman:

وَزَكَرِيَّاۤ اِذْ نَادٰى رَبَّهٗ رَبِّ لَا تَذَرْنِيْ فَرْدًا وَّاَنْتَ خَيْرُ الْوٰرِثِيْنَ ۚ 
wa zakariyyaaa iz naadaa robbahuu robbi laa tazarnii fardaw wa anta khoirul-waarisiin

"Dan (ingatlah kisah) Zakaria, ketika dia berdoa kepada Tuhannya, Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri (tanpa keturunan) dan Engkaulah ahli waris yang terbaik."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 89)

Masya Allah, setiap safar dan waktu mustajab aku lirihkan doa ini benar² khusyu ampe sesegukan. Di saat sujud terakhir juga aku dawamkan doa ini..intinya aku mau minta jodoh dan anak sepaket gitu. haks

Semisal aku liat ada bumil, aku shalawatin perut aku. Hahahaha...ini nih pas udah nikah ya...kek dalem hati melirih "Nak, hadirlah di rahim umi. Udah ndak kuat umi nahan rindu akan hadir nya anak umi di rahim ini".  Abis tu shalawat dan istighfar, kadang sampe nitik air mata. Qadarullahnya, temen satu kajian ada 3 orang yang hamil. Betapa  rapuh nya aku ini setiap hasrat pengen hamil itu datang....Sungguh pilu hati rasanya kalo inget gimana sendu sedan perasaan ku kala di titik itu, saat dimana udh ada keluarga yang nanyain "Udah hamil?". Haks... padahal itu baru jalan 2 bulanan pernikahan.

So, tulisan di page ini hanya semacam pengingat kita bersama ya say. Boleh lah kita menjadikan amalan-amalan kita sebagai penguat untuk terkabul harapan baik untuk memiliki keturunan yang Sholih/ah.  Amalan seperti sedekah, puasa, tahajud, Dhuha, dan amalan Sunnah lainnya.  Sebab kita ndak pernah tahu kan amalan mana yang menyampaikan kita pada hajat yang kita dambakan. Bismillah ya sista ku yang aku cintai karena Allah... Semoga Allah bantu kita dalam selurus-lurusnya niat untuk memiliki buah hati, bukan sekedar melengkapi cerita rumah tangga dan menutup mulut para netijen. Tapi benar-benar menguatkan niat dan tekad agar anak yang Allah titipkan akan kita infakkan kembali di jalan Allah dan berdoa agar dapat menjadi syafaat bagi kita di akhirat kelak. amin amin amin ya Allah

Rasanya aku agak melow nulis page ini, karena udah mencakar ranah hati. haks...
Salam cinta penuh pesona dari akuuuuh untuk semua yang bersedia mampir ke blog ini. Makasih ya😘

Pertemuan Cinta Nida dengan Sang Buah Hati

Alhamdulillah wa syukurillah, Hari ini aku makin hepi, dapat suport dari cerita temen-temen tentang prosesi bertemu dengan buah cintanya. ya Allah ilmu itu memang rejeki yang gak ternilai banget ya. Apalagi  belajar langsung dari yang udah mengalaminya. Aku mau coba sharing lagi pengalaman ukhti Sholihah (aamiiin), temen sebandung aku tentang kisahnya untuk bisa meetup sama sang buah hatinya.
ini nih, Selamat membaca...

👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇

Cerita by: Annida Ul-Fithriyah (Ummu Adzkar)

Bismillah hari ini mencoba menjawab sedikit tantangan dari ukhti Ningsi dalam menceritakan kehamilan. Sejak melahirkan aku udah jarang tulis2 blog, sampe ratusan judul di blog aku hapus semua beserta akunnya karena banyak pertimbangan, jadi tantangan kali ini bisa dibilang sedikit membangkitkan kenangan lama *tsah pembukaan oe lebay pisun wkwk.
Jadi boleh dibilang keinginan aku untuk hamil itu cukup lama mungkin sekitar 8 9 tahunan yg lalu, gatau pingin punya anak aja tapi ga pingin nikah ewkwk dikata Maryam lu nid jauh solihahnya, tapi ya emang dulu saking pinginnya punya anak sendiri kadang suka ngaca sambil elus elus perut, timingnya ketika abis makan perutku kan jadi keliatan buncit tuh jadi seolah olah lagi hamil 5 bulanan padahal isina oge cilok, baso, es jeruk eh parah dah. Waktu berselang sekian tahun aku mulai lupa dg keinginan punya anak tanpa nikah karena udah disibukin sama tugas S1 S2. Ketika nikah aku kosong 4 bulanan, termasuk cepet dapet anak kalo kata orang tapi bagiku itu lamaaa kenapa? Ya yunowlah hahaha karena udah kepingin dari 8 9 tahunan tadi hehe. 4 bulanan itu juga udah 4 kali beli tespek kali ya karena haid ku teratur, jadi setiap garis 1 aku selalu kecewa, udah kayak dipilm pilm tp jujur aja emang perasaan kecewa waktu itu sampe bikin takut dan bertanya tanya apakah aku bisa melahirkan seorang anak huhu sedih banget kalo diinget inget sampe sering istighfar, minta doa ke suami dll sampe akhirnya ada yg kasih wejangan santai aja nid, kalo ditunggu tunggu gitu justru lebih berat, masih lebih berat nunggu kehamilan dari nunggu jodoh. Jadi kebayang kan girangnya aku waktu keluar garis dua merah, yg garis kedua samar tapi masih jelas. Mau nangis karena bangga akhirnya Allah mempercayakan janin di rahimku dan bisa memberi keturunan untuk suami, mau nangis karena takut gabisa jaga amanah, pokoknya campur aduk.
Kehamilan pertama bisa dibilang cukup berat bagiku, mungkin krn aku yg terlalu lemah hiks, mual, pegel yg ga bisa diungkapkan lagi, mimisan belasan kali, sampe tiap mau makan aku harus liat mukbang di yutub dulu biar ada nafsu makan, padahal pas makan tetep aja rasanya yaAllah aku ingin bisa makan dg enak sampe salah satu doaku di waktu solat adalah yaAllah semoga aku segera bisa makan enak kayak yg diyutub2 itu aamiin haha, kemudian ucapkan selamat tinggal pada baju2 lama krn perut mulai membesar, lupa rasanya gimana nikmatnya tidur terutama tidur telentang, yaAllah aku ingin tidur telentang, janin ini berat sekalii. Memasuki bulan 7-9 sudah mulai enak makan tp jelas makin berat tapi sudah mulai terbiasa.

Sampe akhirnya di uk 36 aku dihadapkan dg pilihan apakah akan sidang akhir S2 dulu atau mau melahirkan dulu. Setelah dirundingkan aku memilih lahiran dulu biar lega, dan 2 minggu setelah lahiran dari jakarta langsung cus ke bandung buat sidang, tidak ada istilah 40 hari di kelahiran anakku haha. Memasuki uk 37 aku kontrol ke SPOG di RS Islam Al Fauzan Jakarta, dari awal kehamilan aku selalu kontrol ke SPOG, ga pernah ke bidan. Aku tipikal yg lebih percaya dg keilmuan seorang SPOG. Tiap cek mungkin bisa keluar 500-800 ribuan, itu sudah termasuk administrasi, vitamin, USG (hampir tiap bulan krn penasaran), dan konsultasi. Suami jg termasuk lebih percaya ke SPOG untuk kontrol kehamilan. Tapi untuk lahiran aku mempercayakan ke RB Anny Rahardjo di jakarta karena ipar dan temen2 perempuan suami banyak yg lahiran disana, di eyang Anny (kami manggil bidannya Eyang) terkenal dg ari2 tidak dipotong selama 24 jam kemudian baru dipotong, kata eyang yg sudah mempelajari ilmu nya ke amerika itu ada penelitian yg menunjukkan masih ada nutrisi yg masih bisa diserap oleh janin. Di eyang juga kalo di uk tertentu dimana kondisi ketuban cukup, janin tidak terlilit tali pusar, kepala sudah masuk panggul, kelahiran bisa dipercepat dg cara membuka jalan lahir atau biasa disebut dg merobek selaput ketuban jadi rasa sakitnya mirip ketika cek pembukaan, disitu aku dah nangis hehe karena aku lemah mah mah, cengeng ngeng ngeng. Untuk memastikan itu semua tentu aku ke SPOG dulu dan membicarakan rencana kelahiran ku dg dr. Prita, ternyataa yg membantu kelahiran dr. Prita adalah eyang Anny *ngakak modeon. Ya sudah jodoh yg baiklah kalo begini. Selain itu yg bikin aku pingin banget lahiran di sana karena kamar inapnya kayak hotel, ga kayak nuansa rumah sakit yg bikin aku deg deg gimana gitu. Karena di bidan itu gabisa pake bpjs kami harus menyiapkan dana 7 hingga 9 jutaan. Mertua pun support di eyang Anny juga. Akhirnya di uk 37 tanggal 18 juli 2018 sekitar jam 8 malam selaput ketuban ku dirobek oleh eyang. Sebelumnya aku sudah siap dg senam hamil yg sudah Eyang ajarkan guna mempermudah kelahiran biar jalan lahir lebih lentur ditambah sering duduk goyang goyang di gymball, sering minum air kelapa, vitamin ga pernah absen, entahlah persiapan ketika hamil pertama ini aku termasuk yg parnoan, takut banget keguguran. Ini adalah evaluasi besar buatku jika ditakdirkan hamil lagi ga boleh parnoan kayak hamil pertama, aku memaklumi diri sendiri karena ini yg pertama, kalopun kejadian lagi akupun berencana memaklumi kembali diri sendiri, maklum baru ke 2 bukan yang ke 12 haha.

Eyang mengingatkan setelah dirobek selaput ketuban ini siap2 aja malem ini mulai ngerasa kontraksi palsu. Kelahiran ku boleh dibilang sedikit ada intervensi tp karena kondisi ku yg harus segera sidang untuk mengejar wisuda gelombang 3 jadi bismillah semua cocok sesuai rencana. Yg penting aku tidak sampai di induksi. Pagi harinya ditanggal 19 juli 2018 ipar langsung ke rumahku untuk nemenin ke bidan, suami udah dikantor. Karena ipar yg udah pengalaman lahir di Eyang jadi akupun nurut saja. Eh benar ketika jam 9 pagi sudah pembukaan 2, yaAllah betapa sudah mau pecah rasa ketidaksabaranku pingin segera melahirkan, apalagi janin yg kukandung laki2 sesuai dg keinginan kami berdua. Suami pun dg muka girangnya yg saat itu dari kantor langsung ke bidan dan kami seperti akan mendapat sesuatu yg besar sebentar lagi. Bagiku momen ketika suami baru dateng dari kantor dan langsung ke kamar inap untuk menemuiku adalah saat2 yg membahagiakan, rasanya aku sudah merasa dewasa hahaha lebay. Kontraksi terus berjalan yg rasanya aku udah gatahan pingin ngedeeeen aja bawaannya karena mules, memasuki jam 7 malem masih di pembukaan 4 5. YaAllah sedih stres, berapa lama lagi aku harus ngerasain sakitnya kontraksi ini, tp boleh dibilang aku ga teriak2 ketika kontraksi, ketika muncul rasa sakit aku masih bisa dzikir dan nyengkrem kuat2 tangan suami sesekali ninju bantal guling hahaha untungnya bukan ninju suami. Tibalah di jam 12 malem lewat sudah pembukaan 8, akhirnyaa mau lahiran juga. Adzkar lahir di hari jumat jam 1 malem. Setelah ngeden seheboh mungkin akhirnya denger tangisan bayi ku rasanya amat sangat terharu seperti pertama denger detak jantung janin ketika di USG. Mungkin inilah berkah mendapatkan bayi dg pasangan yg sah semua terasa terharu hehe. Setelah itu suami mengadzankan dan mengiqomatkan, lagi lagi ter ha ru ehehee. Btw jujur aja ritual ku selama kehamilan untuk tenang dll ketika udah dipuncaknya melahirkan lupa semua sama teorinya, bodo amat yg penting lahir dg selamet wkwk. Dan lucunya ketika dijait barulah aku teriak2 padahal bayi lagi IMD. Gatau kenapa aku takut jarum dari kecil, udah gitu ga dibius jaitnya. Dan lebih baik kata bidannya ga dibius biar cepet sembuh, yadeh percaya aja walopun nanti kalo lahiran lagi fix aku mau dibius ajaaaa haha. Akhirnya keinginan ku bisa IMD dan bayi tinggal 1 kamar dg ku pun terwujud, ini penting ya gaes, kalo bisa kamarnya disurvey dulu. Alhamdulillah colostrum keluar lancar, yg terpenting adalah rajin mompa biar ga bengkak. Awal awal menyusui aku belum paham ritmenya krn bayi harus menyusui 2 jam sekali dan hisapan nya ga kan bisa ngabisin semua asi di payudara kita jadi harus dipompa biar asinya lancar terus, itu juga menghindari mastitis dan hal hal lain yg tidak diinginkan. sekian pengalamanku semoga ada hikmah yg bisa diambil.

☝☝☝☝☝☝☝☝☝☝☝☝

Jujur ya, aku melted banget dengan cerita Ukhti nida ini. hahahaha

Aku ngeliat ada prinsip keyakinan yang kokoh dari ceritanya plus rasa syukur yang besar karena amanah baru yang dikaruniakan , huhuuu aku juga mau bisa gitu. Mau bisa enjoy menikmati setiap apa yang menyerang tubuh ini pada setiap fase kehamilan. Nah, ku jadi insaf sendiri, memang keyakinan dan rasa syukur bisa jadi obat manjur untuk meredakannya. Masya Allah

Jazakillah Khoir ya Nid udah sediakan waktu semedi buat berbagi ilmunya. Moga paedah dan pul barakah ilmunya...Moga bisa jadi Bunda para Ulama....amin amin amin ya Rabb