Minggu, 12 Agustus 2018

Terima Kasih Tuan

Terkadang patah hati itu manis. Kala rerapuhan hati yang berkeping itu pada akhirnya dirapikan oleh seseorang yang berhak untuk menjaganya dengan baik dan hati-hati sekali.

Terima kasih Tuan telah datang dan memperjuangkan dengan baik.
Bila doa dan harapan bersepakat dengan takdir, maka semua rindu akan berhimpun dalam temu yang meriah dan indah.
Saat itu, semua akan menjadi tak sama lagi. Hati telah ranum dalam cinta nan sebenarnya. Langkah akan berelaborasi dengan kesamaan visi.
Takkan ada lagi masing-masing karena semua urusan akan menjadi tanggungan bersama.

Dari sekian lama hati itu mengembara lepas, mengarung banyak perihnya berharap pada labuhan yang belum bersedia tuk mengizinkan diri berhenti. Mata angin takdir selalu membawa pada kejutan yang tak terduga. Semua perih dan getir perjalanan itu hanyalah drama sementara menjelang haluan tertuju baik padamu, Tuan. Hingga aku terkesiap dalam sadar bahwa semua doa telah terkabulkan dengan pemberhentian di labuhan yang kau sediakan dengan teramat memukau.
Terima kasih Tuan, menjadi akhir dari perjalanan sementara ini untuk kembali menderap  menuju pulau impian yang kita sepakati untuk mencapainya bersama, "baik dalam suka dan duka" katamu. 

Tuan, semoga semua urusannya lancar, mudah, dan penuh keberkahan.
Dari aku, Nona ^_^

Take Care

Semoga semua urusannya dilancarkan, Tuan.
Selalu dalam kesehatan dan iman terbaik.
Terimakasih telah memperjuangkan.
Semoga semua harapan dan doa menjadi takdir terbaik untuk merenggut ridho-Nya.

Take care disana ya, Tuan.
Dari aku, Nona

*Kala ucap hanya mampu menjadi tajuk kata, semoga Tuan membacanya ^_^

Jumat, 10 Agustus 2018

Ayah, Lelaki itu akan Datang

Ayah, akan datang lelaki sebagaimana yang pernah Ayah harapkan untukku.
Dia akan menjagaku dalam taat, mengingatkanku dengan lemah lembut di kala salah, dan membimbingku untuk menuju pertemuan dengan Rabb yang kurindukan.
Dia akan menjagaku sebagaimana ayah pernah menjagaku. Insya Allah...

Ayah, akan datang lelaki sebagaimana yang pernah aku harapkan dan aku ceritakan padamu.
Dia yang memiliki visi dan misi yang sama. Seseorang yang pecinta ilmu, penyayang, dan sosok imam yang kokoh imannya dan sangat tunduk pada Rabbnya, dengan itu ia pun tulus tuk mendidik ku  menjadi istri dan ibu yang Allah ridhoi.

Ayah, lelaki itu akan datang...
Insya Allah, semoga harapan ayah dapat terwujud padanya.
Saat nanti, lelaki itu telah membawaku. Ingin ku ceritakan banyak hal padanya tentangmu, Ayah.

Kamis, 26 Juli 2018

Sakit Emosional

Pengalaman  selalu berani untuk membuat kita belajar menjadi manusia. Belajar tentang ujian dan kesabaran. Ujian tanpa kesabaran adalah nelangsa dan kesabaran tanpa ujian hanyalah kisah fiktif belaka. Kita tak kuasa mengubah banyak hal dalam menghadapi hidup ini, namun banyak hal itu takkan pernah berubah jika kita enggan untuk menghadapinya. Seperti menghadapi ujian dengan sabar walau tak mengubah apa yang terjadi tapi ia mampu mengubah sempit menjadi lapang.

Melalui konsekuensi hidup yang kita tak bisa menghindari dari rasa sakit secara emosional. Ada diantara mereka yang berupaya membunuh rasa itu dengan berpura-pura kuat, berpura-pura tegar, dan mencoba mengalihkannya dengan banyak kegiatan yang bermakna. Namun, pereda sakit itu tak bersifat lama. Karena yang sebenarnya dalam mengobati rasa itu adalah menerima. Pikiran dan hati itu mesti melakukan  observasi keadaan secara apa adanya. Sebuah penerimaan akan menjadi suatu respon positif terhadap emosi yang pada fitrahnya bersifat netral. Memahami lebih dalam makna penerimaan dan membiarkannya ada dalam diri. Mudah-mudahan rasa sakit itu beringsut pulih sebab situasi yang sebenarnya tak seburuk yang dirasakan selama ini.

Senin, 16 Juli 2018

Belajar Yakin

Jangan mendikte Allah untuk mengabulkan apa yang diinginkan karena Allah paling tahu kebutuhan setiap hamba-Nya. Gak mungkin Allah Yang Maha Baik itu mendzalimi kita dengan ketetapan-Nya. Gaaak mungkin !!! Tinggal kita aja, yakin ga sih ke Allah. Yakin kalau Allah memberikan yang terbaik bukan yang terbaik dalam versi bodoh manusia tapi terbaik dalam versi Allah Yang Maha Hebat.  Belajar yakin lah nona...biar hidup yang gini-gini aja nih gak jadi ribet

Senin, 09 Juli 2018

Pelajaran Hari ini

Sedari pagi saya dan temen-temen satu dospem ngumpul bareng buat menghadap Bapak. Namun, diujinya kami Bapak Dospem tetiba membatalkan kesepakatan untuk bimbingan siang ini. Iya okey, saya bilang dalam hati.. InsyaAllah ikhtiar udah maksimal. Berarti Allah minta saya istirahat sebab malem tadi baru bisa terlelap pas subuh alias gak tidur semaleman. Trus pagi-pagi   maksakan diri teteup kekampus dengan kepala tidak stabil pake banget. 😂😅

Jadi musabab Allah gontaikan  langkah ini ke kampus tidak sekedar untuk menyelesaikan urusan akademik. Tapi Allah mau kasih pelajaran baru ke saya lewat diskusi dengan seorang Ibu yang Qadarullah lagi nyusun tesis bareng saya.

Jadi abis gagal bimbingan kami memutuskan buat pulang aja. Nah, saat  perjalanan pulang saya ngobrol ini dan itu sama si Ibu lalu  bertanya beberapa hal ke Ibu Ema yang suaminya Alhamdulillah sebagai KaProdi Pasca Bahasa Jepang yang insya Allah kandidat Guru Besar di UPI. Beliau menceritakan lika-liku perjalanan rumah tangganya, saat pahit getir menjalani krisis ekonomi tahun 2001, sampai kisah beliau hidup 1 tahun di Jepang menemani suami melanjutkan studi. (Pengen banget, bilang dalam hati).

Okey, apa kisah dari Ibu Ema yang buat saya tersentuh? Yakni, cerita tentang perjalanan ibu Ema mensuport keberhasilan karir suami dan kesuksesan anak-anak beliau. Suami Bu Ema melanjutkan studi di Nagoya, Jepang dan mendapat penghargaan yang tak sedikit selama studi. Pas aku bilang gini "masyaAllah, gimana sih Bu tipsnya bisa menjadi wanita penghebat bagi suami dan anak-anak?. Inih jawaban lugas Bu Ema.

"Kalau kata suami, saya itu kopinya kopi bismillah, masakannya masakan bismillah, dan memang rasanya beda bahkan tidak terkalahkan oleh masakan restoran manapun"
Ya Rabb...aku langsung ucapkan tahmid.
"Terus Bu?" Tanya ku lagi.
"Iya neng, saya memang selalu mengutamakan masakan buatan sendiri untuk keluarga, juga setiap masak selalu dibubuhi doa".
"Saya juga agak 'keras' dalam mendidik anak agar lebih taat pada Allah"  MasyaAllah. "Anak-anak juga saya yang ajarin ngaji semua".
"Jadi ibu dapat amal jariyah ya Bu?". "Mudah-mudahan neng" balas Ibu.
(Diskusinya masih banyak banget)

Duh, saya teh langsung cemgimana gitu ya dapat tips rumah tangga dari teladannya langsung. Hikmah yang saya petik dari hari ini adalah pelajaran tentang rumah tangga, khususan tentang menjadi istri penghebat bagi suami dan anak-anak. Intinya,   saya harus belajar masak😂😂😂. Terus, masakan apapun dan olahan makanan apapun yang disajikan pake bismillah dan doa.

Akan terus belajar dan semoga Allah kuatkan.

Minggu, 08 Juli 2018

Tuan-Nona

Suatu hari, Tuan  pun mulai bersiap mendengar banyak hal dari Nona nya yang ingin menumpahkan luapan rasanya.

Nona: (cerita panjang kali lebar kali tinggi hingga jadi kisah yang bervolume)

Tuan: menyimak

Nona: (tetiba diam)

Tuan: Nona, kau suka hujan kan?

Nona: iya (dengan nada lesu)

Tuan: Entah kenapa sekarang aku benci sekali hujan.

Nona: (Jadi semakin pecah isaknya)

Tuan: aku benci hujan, jika ia harus turun dari mata indahmu (sambil menyeka air mata di pipi nona)

Nona: (Bertahmid penuh kesyukuran karena telah dititipi pada sandaran yang mendamaikan)

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
Duh, jangan baper laa😂😂😂