Selasa, 24 Oktober 2017

Kamu apa Kabar?

Ada yang rindu, bertanya-tanya dalam jeda dan spasi. Mengurai prasangka dalam helaan harap, bahwa kamu akan baik-baik saja.

Kamu apa kabar?
Tanya yang akan ku jawab sendiri dengan do'a. Semoga selalu dalam keimanan yang membaik, jiwa yang tenang, ilmu bertambah dan manfaat, rizki yang berkah dan melimpah, kesehatan yang membuat kuat tuk mendekat pada Allah.

Hingga kini tanya itu telah merimbun. Membuat sang hati limbung, entah dengan seperti apa caranya agar meranumkan jawaban. Mungkin kesabaran itu masih bisa dipompa, agar hatinya lebih lega menahan diri dalam jeda  dan spasi.

Baik-baik disana, aku pun ingin begitu disini.

Sabtu, 21 Oktober 2017

Ayah dan Anak Laki Laki

Suatu ketika anak laki-laki Ayah  bertanya pada Ayahnya tentang mengapa memilih Ibu:

Anak: Yah, mengapa dulu memilih ibu?

Ayah: Karena Ibu itu cantik

Anak: Oh ya? apa defenisi cantik seorang wanita menurut Ayah?

Ayah: Entahlah, bagi ayah wanita yang senang akan ilmu itu cantik, apalagi ketika melihat Ibu dulu yang sering baca buku di perpustakaan, Ia tampak cantik sekali.

Anak: Wah (sang anak pun tersenyum), apa hanya itu yang membuat Ayah jatuh hati pada Ibu?

Ayah: Ibu itu sangat mempesona.

Anak: Bagaimana bisa Ibu membuat Ayah terpesona?

Ayah: Wanita itu semakin mempesona dengan ketaatannya pada Allah dan kedekatannya dengan al-Qur'an serta kontribusinya. Ayah mulai terpesona saat tahu bahwa Ibumu mengajar anak-anak mengaji di mesjid dekat kosannya. Walau dengan sedemikian rupa tuntutan akademik dan amanah di kampus, namun Ibumu selalu menyempatkan diri untuk berkhidmat pada sesama.

Anak: MasyaAllah...

Kamu jangan berhenti karena  lelah sayang...
Akhir perjuangan mu harus terhenti di syurga firdaus bukan di dunia. Fokus pada target...!

Jumat, 20 Oktober 2017

Teori Kuantum

Semakin menuju ukuran materi terkecil, kita akan dapati objek-objek itu semakin tidak pasti perangainya. Namun, dalam ketidakpastian kita masih bisa memanfaatkan "peluang" yang berarti masih ada kemungkinan untuk dapat direkayasa karakternya. Contohnya komputer kita yang memiliki prosesor ukuran kecil yang memuat jutaan transistor di dalamnya. Piranti itu sebagai produk rekayasa yang didasarkan pada perangai objek-objek sangat kecil itu, yang hanya mampu digarap melalui teori kuantum.

Apakah semua yang telah terkuak oleh empirisasi dan inferensi logika manusia itu hanya untuk memuaskan penemuan terkini? Atau sebatas menjadi solusi untuk kemudahan hidup sosial manusia?

Bila kita menengok esensinya, semua itu telah dirancang Allah agar manusia yang berakal itu berfikir tentang tanda kebesaran Allah dan menjadi yakin bahwa apapun yang telah ditemukan itu adalah hukum alam yang telah Allah rancang agar manusia itu semakin mudah untuk mengabdi pada Allah, bukan sebaliknya.

Matahari

Bila kita merenungi lembaran-lembaran al-Qur'an, akan didapati ayat-ayat kauniyah tentang matahari. Hendaknya akal kita menyentuh makna lebih teliti akan  dihadirkannya matahari itu bagi kehidupan manusia agar semakin takjub dengan Sang Pencipta, lalu mengikat kuat keyakinan akan pertemuan dengan-Nya. Memang cerita tentang  matahari itu MasyaAllah....hingga-hingga ada satu kaum yang menyembahnya karena  ketidakmampuannya menjangkau ilmu yang lebih lengkap dizamannya. Di tatanan tata surya ia menjadi pusat orbit planet-planet terdekatnya. Untuk bumi ia menjadi sumber kehidupan baik itu tumbuhan untuk kebutuhan fotosintesisnya, laut untuk siklus hidrologi, makhluk hidup sebagai penerangnya, dan butuh berlembar-lembar untuk merincikannya. Pun para pujangga tak pernah luput memungut kata matahari dalam tajuk prosa, puisi, dan romansanya.

Terlepas dari semua itu, ada yang sangat menarik dari peran matahari kekinian setelah diadon oleh temuan inovasi teknologi di bidang sains. Hadirnya teori dualisme cahaya sebagai partikel dan gelombang yang dirumuskan sekitar abad ke-18 oleh para fisikawan mencemerlangkan kebutuhan manusia saat ini akan energi. Bermula dari eksperimen dan  inferensi logika para "paguyuban ingin tahu"*read fisikawan* terkait efek fotolistrik dan berakhir pada konstruksi alat yang mampu mengubah cahaya matahari menjadi sumber elektron berjalan (arus listrik).  Dengan itu, matahari tidak hanya mampu menerangi bumi Allah pada durasinya diizinkan terbit, meninggi hingga pulang ke ufuk barat, tapi saat dewi malam yang menguasai langit pun cahaya matahari yang telah diserap oleh solar cell (pengkonversi cahaya matahari menjadi listrik)  dan disimpan lalu dapat dimanfaatkan kembali dalam bentuk cahaya lain (lampu  penerang dari listrik). Tapi disana ada cahaya mataharinya tanpa kita sadari. MasyaAllah...

Pelajari selengkapnya tentang fisika modern pada bab dualitas cahaya,efek fotolistrik, dan  sistem kerja sollar cell ya ^_^

Salam  fisikawan abad -21 !!!

Mengendap-endap Hilang

Ya Allah...
Helu perempuan penikmat langit senja itu.
Sudah sangat lama ia ingin melepas rongsokan dunia yang membebani hatinya itu. Tapi selalu Allah uji dengan tampilan yang sedemikian rupa membuatnya lunglai dan kembali dalam air mata taubat. Astagfirullah...

Ia hanya ingin menjadi senyap yang memberi warna. Telah cukup lama perempuan itu mengendap-endap hilang dari orbit tipuan muslihat sosial media. Mencoba menata ulang segalanya hanya yang untuk Allah ridhoi.

Kamis, 19 Oktober 2017

Filsafat Ilmu Fisika Sains

Dengan fisika kuantum kamu akan kagum akan Allah Yang Maha Luas, Maha Besar, dan Maha Cerdas.

Dengan fisika statistik kamu jadi semakin yakin bahwa Allah Maha Menghitung, desain  piranti hisab Allah itu pasti  sangat mutakhir.

Dengan teori E=mc.c Einsten kamu jadi mengerti bahwa segala sesuatu pasti akan binasa dan mampu terulang kembali dengan sangat rapi dengan kekuatan Tuhan Yang Maha Hebat.

Dengan teori Hukum III newton tentang aksi reaksi, kamu jadi lebih pandai menjadi bagian dari masyarakat sosial dan lebih berhati-hati dalam bertindak sebab apa yang dilakukan pada hakikatnya akan memantul ke  diri sendiri.

Dengan teori gelombang kamu jadi mengerti dan yakin bahwa dunia ini tipu muslihat. Apa yang tampak tak sesuai dengan apa yang ada di alam sebenarnya, semua lebih di dominansi oleh ilusi refraksi, polarisasi, difraksi, interferensi dan refleksi optik.

Dengan menelaah teori relativitas menumbuhkan kebijaksanaan hatimu untuk lebih fleksibel dalam  menemukan sudut pandang.

Masih banyak hal fisika lainnya yang membuat mu semakin berdecak kagum. Karena setiap variabel dan angka canti yang bertengger pada teori yang kamu pikit ruwet itu menyimpan makna fisis yang menakjubkan. Kamu tak pernah takjub jika kamu tak mampu memperlajarinya dengan serius dan antusias.

Dengan terus mendalami filsafat ilmu sains fisika kamu akan semakin merasa tak ada apa-apanya, semakin yakin bahwa Allah itu Maha dekat, makin yakin dunia ini hanya pentas fatamorgana yang melalaikan.

Lalu, semakin kamu belajar...kian terasa betapa masih sedikitnya ilmu yang kamu miliki.