Sabtu, 21 Oktober 2017

Ayah dan Anak Laki Laki

Suatu ketika anak laki-laki Ayah  bertanya pada Ayahnya tentang mengapa memilih Ibu:

Anak: Yah, mengapa dulu memilih ibu?

Ayah: Karena Ibu itu cantik

Anak: Oh ya? apa defenisi cantik seorang wanita menurut Ayah?

Ayah: Entahlah, bagi ayah wanita yang senang akan ilmu itu cantik, apalagi ketika melihat Ibu dulu yang sering baca buku di perpustakaan, Ia tampak cantik sekali.

Anak: Wah (sang anak pun tersenyum), apa hanya itu yang membuat Ayah jatuh hati pada Ibu?

Ayah: Ibu itu sangat mempesona.

Anak: Bagaimana bisa Ibu membuat Ayah terpesona?

Ayah: Wanita itu semakin mempesona dengan ketaatannya pada Allah dan kedekatannya dengan al-Qur'an serta kontribusinya. Ayah mulai terpesona saat tahu bahwa Ibumu mengajar anak-anak mengaji di mesjid dekat kosannya. Walau dengan sedemikian rupa tuntutan akademik dan amanah di kampus, namun Ibumu selalu menyempatkan diri untuk berkhidmat pada sesama.

Anak: MasyaAllah...

Kamu jangan berhenti karena  lelah sayang...
Akhir perjuangan mu harus terhenti di syurga firdaus bukan di dunia. Fokus pada target...!

Jumat, 20 Oktober 2017

Teori Kuantum

Semakin menuju ukuran materi terkecil, kita akan dapati objek-objek itu semakin tidak pasti perangainya. Namun, dalam ketidakpastian kita masih bisa memanfaatkan "peluang" yang berarti masih ada kemungkinan untuk dapat direkayasa karakternya. Contohnya komputer kita yang memiliki prosesor ukuran kecil yang memuat jutaan transistor di dalamnya. Piranti itu sebagai produk rekayasa yang didasarkan pada perangai objek-objek sangat kecil itu, yang hanya mampu digarap melalui teori kuantum.

Apakah semua yang telah terkuak oleh empirisasi dan inferensi logika manusia itu hanya untuk memuaskan penemuan terkini? Atau sebatas menjadi solusi untuk kemudahan hidup sosial manusia?

Bila kita menengok esensinya, semua itu telah dirancang Allah agar manusia yang berakal itu berfikir tentang tanda kebesaran Allah dan menjadi yakin bahwa apapun yang telah ditemukan itu adalah hukum alam yang telah Allah rancang agar manusia itu semakin mudah untuk mengabdi pada Allah, bukan sebaliknya.

Matahari

Bila kita merenungi lembaran-lembaran al-Qur'an, akan didapati ayat-ayat kauniyah tentang matahari. Hendaknya akal kita menyentuh makna lebih teliti akan  dihadirkannya matahari itu bagi kehidupan manusia agar semakin takjub dengan Sang Pencipta, lalu mengikat kuat keyakinan akan pertemuan dengan-Nya. Memang cerita tentang  matahari itu MasyaAllah....hingga-hingga ada satu kaum yang menyembahnya karena  ketidakmampuannya menjangkau ilmu yang lebih lengkap dizamannya. Di tatanan tata surya ia menjadi pusat orbit planet-planet terdekatnya. Untuk bumi ia menjadi sumber kehidupan baik itu tumbuhan untuk kebutuhan fotosintesisnya, laut untuk siklus hidrologi, makhluk hidup sebagai penerangnya, dan butuh berlembar-lembar untuk merincikannya. Pun para pujangga tak pernah luput memungut kata matahari dalam tajuk prosa, puisi, dan romansanya.

Terlepas dari semua itu, ada yang sangat menarik dari peran matahari kekinian setelah diadon oleh temuan inovasi teknologi di bidang sains. Hadirnya teori dualisme cahaya sebagai partikel dan gelombang yang dirumuskan sekitar abad ke-18 oleh para fisikawan mencemerlangkan kebutuhan manusia saat ini akan energi. Bermula dari eksperimen dan  inferensi logika para "paguyuban ingin tahu"*read fisikawan* terkait efek fotolistrik dan berakhir pada konstruksi alat yang mampu mengubah cahaya matahari menjadi sumber elektron berjalan (arus listrik).  Dengan itu, matahari tidak hanya mampu menerangi bumi Allah pada durasinya diizinkan terbit, meninggi hingga pulang ke ufuk barat, tapi saat dewi malam yang menguasai langit pun cahaya matahari yang telah diserap oleh solar cell (pengkonversi cahaya matahari menjadi listrik)  dan disimpan lalu dapat dimanfaatkan kembali dalam bentuk cahaya lain (lampu  penerang dari listrik). Tapi disana ada cahaya mataharinya tanpa kita sadari. MasyaAllah...

Pelajari selengkapnya tentang fisika modern pada bab dualitas cahaya,efek fotolistrik, dan  sistem kerja sollar cell ya ^_^

Salam  fisikawan abad -21 !!!

Mengendap-endap Hilang

Ya Allah...
Helu perempuan penikmat langit senja itu.
Sudah sangat lama ia ingin melepas rongsokan dunia yang membebani hatinya itu. Tapi selalu Allah uji dengan tampilan yang sedemikian rupa membuatnya lunglai dan kembali dalam air mata taubat. Astagfirullah...

Ia hanya ingin menjadi senyap yang memberi warna. Telah cukup lama perempuan itu mengendap-endap hilang dari orbit tipuan muslihat sosial media. Mencoba menata ulang segalanya hanya yang untuk Allah ridhoi.

Kamis, 19 Oktober 2017

Filsafat Ilmu Fisika Sains

Dengan fisika kuantum kamu akan kagum akan Allah Yang Maha Luas, Maha Besar, dan Maha Cerdas.

Dengan fisika statistik kamu jadi semakin yakin bahwa Allah Maha Menghitung, desain  piranti hisab Allah itu pasti  sangat mutakhir.

Dengan teori E=mc.c Einsten kamu jadi mengerti bahwa segala sesuatu pasti akan binasa dan mampu terulang kembali dengan sangat rapi dengan kekuatan Tuhan Yang Maha Hebat.

Dengan teori Hukum III newton tentang aksi reaksi, kamu jadi lebih pandai menjadi bagian dari masyarakat sosial dan lebih berhati-hati dalam bertindak sebab apa yang dilakukan pada hakikatnya akan memantul ke  diri sendiri.

Dengan teori gelombang kamu jadi mengerti dan yakin bahwa dunia ini tipu muslihat. Apa yang tampak tak sesuai dengan apa yang ada di alam sebenarnya, semua lebih di dominansi oleh ilusi refraksi, polarisasi, difraksi, interferensi dan refleksi optik.

Dengan menelaah teori relativitas menumbuhkan kebijaksanaan hatimu untuk lebih fleksibel dalam  menemukan sudut pandang.

Masih banyak hal fisika lainnya yang membuat mu semakin berdecak kagum. Karena setiap variabel dan angka canti yang bertengger pada teori yang kamu pikit ruwet itu menyimpan makna fisis yang menakjubkan. Kamu tak pernah takjub jika kamu tak mampu memperlajarinya dengan serius dan antusias.

Dengan terus mendalami filsafat ilmu sains fisika kamu akan semakin merasa tak ada apa-apanya, semakin yakin bahwa Allah itu Maha dekat, makin yakin dunia ini hanya pentas fatamorgana yang melalaikan.

Lalu, semakin kamu belajar...kian terasa betapa masih sedikitnya ilmu yang kamu miliki.

Diskusi BuMil

Bismillah...

Malam ini cukup menarik diskusi kami, saya dan temen yang tengah 21 weeks kehamilannya. Darinya, saya belajar banyak tentang realita setelah pernikahan. Kami pun mulai memperbincangkan beberapa kisah pengalaman adik, temen, senior, dan beberapa keluarga terdekat kami dalam pernikahannya.

Saya menjadi terlegakan, ketika temen saya itu memahamkan saya tentang konstruksi sebuah pernikahan yang sangat kompleks. Selama ini terkait pernikahan hanya bertengger dalam tatanan teori dari bacaan. Tapi dengan 'disekamarin' sama temen yang lagi menjalaninya semua jadi tampak lebih realistis. Sebab temen saya pun juga lagi menjalani study sama-sama di semester 3 dan harus bolak-balik jakarta-bandung selama masa kehamilannya itu. MasyaAllah... sering banget diulang-ulang dalam ritme kalimatnya bahwa 'manisnya masa pernikahan itu hanya sekitar 1 bulan, makanya ada istilah bulan madu, gak ada tahun madu kan? Yah karena sisanya baru kerasa ada pahitnya". Ngejleb banget...dan itu bener adanya. "Makanya say, yang  harus lebih dipersiapkan itu mental dan iman untuk menghadapi masa-masa sulit itu." Wajar saja pahala setelah menikah itu luar biasa karena guncangan keimanan pun sefrekuensi dengan pahala yang akan diraih. Untuk itu, jangan terlena dengan euforia.

Selanjutnya, topik berlanjut mengupas satu persatu hikmah pernikahan orang terdekat kami, baik yang berhasil maupun gagal. Saya inget selalu dengan satu cerita dari temen saya itu tentang  pernikahan kedua orang sholih yang dipertemukan dengan orang sholih dan jalan yang baik. Namun, Na'udzubillah....pernikahannya hanya bertahan beberapa tahun. Padahal katanya suaminya itu punya catatan yang baik sejak sekolah sudah jadi ketua rohis, kuliahnya dipercaya pada posisi strategis organisasi bonafit kampus, bahkan dijuluki ustad oleh binaannya. Wanita mana yang tak luluh dengan lelaki yang dalam cacatan perjalanannya baik dan semua komentar tentangnya baik-baik. Bahkan saat undangan disebarkan banyak yang memberi selamat pada si akhwat tersebut bahwa ia telah menjadi wanita paling beruntung bisa mendampingi ikhwan yang selalu diharapkan oleh banyak wanita. Huuufft :'''(      semua pun berlalu, hari demi hari, bulan demi bulan. Suatu karunia akan menjadi kebaikan apabila disyukuri dan ketidakmampuan diri mensyukuri sering kali membuat Allah harus memberi ketetapan lain agar hamba-Nya itu tak lari darinya. Kalian tahu? Bahkan semua euforia dan prasangka si istri berbeda 180° dari apa yang ia dapati dari suami, yang dimata orang banyak sangat mengagumkan itu. Faktanya, setelah menikah ia tidak memperlakukan istrinya sebagaimana mestinya, tidak dinafkahi lahir batin, jarang pulang, bahkan sudah sampai KDRT....ya Allah na'udzubillah. Saya merinding banget karena kisahnya bukanlah orang yang jauh dari kehidupan saya. Pas tahu si suami terdeteksi gay -_- haks padahal kan...ah sudahlah. . .Ikhwan pun juga manusia. Kesholihan seseorang dimasa lalu tak pernah menjamin masa depan dan akhir riwayat hidupnya. Pun sebaliknya. Sehingga kita lebih bijaksana dalam melihat diri sendiri dan melihat orang lain yang belum dapat hidayah. Harus tawadhu' dan banyak istighfar.

Apa hikmahnya dari kisah di atas?
1. Kami menyimpulkan semua kejadian itu pasti terjadi atas izin Allah yang penyebabnya bisa jadi dari 'ain. Penyakit 'ait itu bahaya banget. Kapan terpapar 'ainnya. Bisanya karena ikhwan itu terlampau kenyang dengan pujian atas kesholihannya, kontribusinya, pretasinya, karyanya, finansialnya, sampai fisiknya. Atau bisa jadi dari foto-foto mesra setelah menikah yang menstrim banget di umbar-umbar ke ranah publik. *inih yang bahaya banget, pokoknya keep banget ya say abis nikah jangan share satupun foto pernikahan kalian di sosmed karena kita gak pernah tahu hati jomblo mana yang terdzalimi -_- pun entah perasaan mana yang diam-diam terlukai, atau perasaan hasad siapa yang berpotensi terkorek atas kelakuan itu, kata bumil itu ke saya. Ya Allah kuat kan hamba...haks

2. Bisa jadi akhwat gak pake istikharah lagi saat menerima ikhwannya, karena udah tsiqoh aja dengan apa yang terlihat sebelumnya. Padahal kita tuhnya buat makanan atau pun minuman harus hati hati banget kan, karena banyak cake cantik tapi malah sumber penyakit karena pengawetnya, pemanisnya, pewarnanya, dan lain lain. Nah, apalagi jodoh say. Separuh dari agama kita. Seutuhnya hidup hingga ke akhirat akan dinahkodai olehnya. Maka jangan abaikan istikharah. Walaupun kali pertama dah mantap, terus lakukan berkali-kali.

3. Jangan memilih pasangan hidup hanya karena sisi duniawinya. Perhatikan agamanya, akhlaknya. Muamalahnya kepada sesama.

4. Jangan tergiur oleh track record organisasi calon pasangan. Karena banyak para aktivis dakwah kampus yang dulunya qowy kini melemah tergerus roda zaman kehidupan. Na'udzubillah....haks *takut banget yang ini.

5. Kita harus menyiapkan 2 mental dalam pernikahan yakni goncangan atau buaian. Yang keduanya itu harus disikapi dengan sabar dan syukur.

6. Jangan suka menceritakan keunggulan pasangan di sosmed maupun dengan temen2. Bahaya !!!

Ya Allah itu baru 1 kisah loh... Ya udah, kalau ada waktu dan inspirasi insyaAllah disambung kembali.

Istighfar ...
Kamu hanya hamba dhoif nona !!!