Senin, 09 Oktober 2017

Interaksi jarak Jauh

Bumi itu memeluk erat-erat segala sesuatu yang ada dipermukannya. Bila suatu benda dipaksa kondisi berada pada jarak pisah tertentu dari bumi maka akan hadir "interaksi jarak jauh". Dengan makna bahwa tidak selalu benda itu harus berada dipermukaan bumi untuk saling berinteraksi. Dalam hal ini, interaksi materi/benda terhadap bumi dinamakan gaya tarik grafitasi.

Pun Allah 'memeluk erat' segala sesuatu yang diciptakan-Nya termasuk manusia. Meski jarak pisah manusia dengan Rabbnya sejauh perbedaan dimensi materi, waktu, dan ruang tapi tetap terikat interaksi. Interaksi itu merupakan 'gaya tarik' penghambaan. Sebuah kekuatan yang pada fitrahnya tak pernah membuat manusia itu lepas dari Allah.

Telinga

Bahwa telinga manusia hanya peka pada frekuensi 10 Khz setara dengan 10.000 getaran perdetik. Dapat dicerna terkait pendengaran manusia tersebut beririsan dengan getaran. Bisa jadi juga ada kaitannya pada ayat al-Qur'an yang bertajuk tentang 'mendengar' dan 'bergetar'. 

"(yaitu) orang-orang yang apabila disebut nama Allah hati mereka bergetar, ..."

(QS. Al-Hajj 22: Ayat 35)

Bukan mengait-ngaitkan tapi ini muncul saja dalam pemahaman. Bunyi itu sesuatu yang bergetar dalam medium, jika getaran itu sesuatu yang seirama dengan amalan tubuh maka akan serta merta  menggetarkan hati.

Amalan tubuhnya itu yakni pada lanjutan ayat:

"...orang yang sabar atas apa yang menimpa mereka, dan orang yang melaksanakan sholat, dan orang yang menginfakkan sebagian rezeki yang Kami karuniakan kepada mereka."

(QS. Al-Hajj 22: Ayat 35)

Saintis Muslim

Perkara yang menggemilangkan dunia sains dalam  sejarah  peradaban emas Islam pada Dinasti Abbasiyah  adalah para saintis muslimnya yang menjaga kedekatannya pada Allah, yang menjadikan al-Qur'an sebagai cahaya inspirasi untuk mengeksekusi ide, serta keluhuran tujuannya dimana setiap penemuan diorientasikan untuk menggali tanda tanda kebesaran Allah dan  memfasilitasi kemudahan dalam mengabdi pada Allah.

Mata

Mata manusia itu hanya peka terhadap cahaya dengan panjang gelombang 400-800 nm. Ini memberimu pendalaman makna bahwa banyak hal dari dunia ini yang luput dari pengetahuanmu. Tapi kau bisa melakukan pendekatan untuk melihat dunia ini lebih dekat yaitu dengan kebijaksanaan hati, keluwesan berfikir, dan ketajaman insting. Tapi semua masih terbatas jika masih dalam marginalitas empiris (panca indra) dan rasio (akal, maka kau butuh intervensi Kalamullah. Karena didalamnya memuat informasi melebihi jangkauan indra manusia, di susun Oleh Dzat Yang Mengetahui segala sesuatu baik itu  yang bersifat materi maupun dalam bentuk energi.

Minggu, 08 Oktober 2017

Renungan Akhir Zaman

Kalian akan disantap oleh kerumunan para lelapar. Karena kuantitas kalian banyak tapi seperti buih, tak berkualitas.

Keimanan yang lemah, pemikiran yang sekuler, dan akhlak ala westernitas  menjadikan kalian buih bukan berlian yang berharga.

Berbenahlah segera hai aktor akhir zaman.

Jangan pernah mau membuih dan memberi kesan apologetik. Dipilih atau digantikan, berperan atau menjadi penonton. Decide now !!!

Setiap diri  muslimin mesti menyadari potensi warisan sejarah. Bahwa Islam telah mengungguli peradaban selama 7 abad yang belum pernah dicapai oleh agama maupun teologi manapun sepanjang sejarah. Bahkah peradaban barat hanya 4,5 abad saja berproses dalam kekuasannya.  Matahari yang menyinari selama 7 abad itu masih matahari yang menerpa teriknya hari hari kita. Pertanda kita mampu kembali menoreh kejayaan di atas peradaban dunia.

Kita hanya diminta untuk berbuat dan tidak ada intervensi dalam menetapkan hasil, karena itu hak progreratif Allah.  Wa qul I’malu fasayarallahu ‘amalakum!Laksanakan tugas kita sesuai dengan profesi dan kapasitas diri masing-masing.

BUKU KEHIDUPAN

Apapun yang kau lakukan, kecil ataupun besar semua akan dirangkum dalam perhitungan super mutakhir di sisi Allah. Di satu kala tak ada lagi pengingkaran akan terjadinya momentum itu kau akan menyaksikan buku kehidupan yang telah kau tulis selama di dunia. Terbahak geriap gembiralah yang mengisinya dengan sebaik-baik catatan. Lalu tertunduklah hati hati yang melalaikan dan acuh akan buku kehidupannya itu.

Nona...bersigaplah menyongsong catatan yang baik untuk buku kehidupanmu.

Allah SWT berfirman:

كِتٰبٌ مَّرْقُوْمٌ
kitaabum marquum

"(Yaitu) Kitab yang berisi catatan (amal)."

(QS. Al-Muthaffifiin 83: Ayat 9 dan 20)

Sabtu, 07 Oktober 2017

Mencintai Cinta

Semoga yang menyentuh cintamu adalah sebaik-baik  keimanan seseorang, dengannya sempurnalah agamamu dan semakin baiklah keimananmu pada Allah. Seseorang yang sangat menjaga Allah dihidupnya  lalu dengan itu pula ia menjaga hatinya dan menjaga hatimu sampai saat Allah tetapkan waktu  untuk takdir terbaik.

Allah Maha Mengetahui apa yang dilakukan hamba-Nya. Allah memiliki cara dan ketetapan yang indah bagi hamba-Nya yang ridho pada ketetapan-Nya. Jika pernikahan untuk mencapai ridho Allah, maka mana mungkin menempuh jalan yang tidak Allah  ridhoi.

Jika kita mengikat hati kepada Allah dan membiarkan Allah yang menentukan kepada siapa hati itu untuk ditempatkan. InsyaAllah ruang hati menjadi lebih mapan dalam keyakinan pada Allah. Sehingga lebih tenang, lebih fokus pada mengaktualkan potensi diri dalam kebaikan. Jika keyakinan pada Allah semakin kuat  dipautkan dihati maka bersiaplah akan  ketakjuban skenario Allah yang ditakdirkan untukmu. Maka taatlah kepada Allah jika memang yakin pada janji Allah. Ketaatan itu membantu hatimu semakin kokoh. Lalu bertawakal lah pada Allah semata.

Jika kita melepaskan sesuatu karena mengharapkan keridhoan Allah. Maka Allah gantikan dengan sesuatu yang membuat Allah ridho pada kita  dan itu yang terbaik dari sisi Allah.

Jodoh itu menjadi sangat rumit jika menggunakan logika dan matematikanya manusia. Jadikan akhlak dan agama menjadi pertimbangan utama untuk memilih jodohmu.

Untuk itu  Jadikan waktu sendiri untuk fokus memperbaiki diri dan mendekatkan diri pada Allah. Sandarkan cinta dan harapmu pada Allah semata.

Mencintai tak sekedar perkara waktu, jeda, dan keberanian atau kesempatan. Melainkan  tentang keimanan, ketakwaan, dan kedekatan pada Allah. Kala kau mencintai seseorang yang tidak Allah ridhoi maka sejujurnya kau tengah diuji tentang seberapa besar Allah ada dihatimu dan sekuat apa sabarmu dalam menjauhi apa-apa yang Allah tidak suka. Fokuslah terhadap yang membawa mu ke syurga. Lalu tinggalkan sekuatnya apapun yang menghalangi kebaikan yang akan didapatkan di yaumul akhir kelak. Teguh hati itu untuk penilaian Allah semata dan jangan tinggalkan hati itu pada persepsi makhluk yang mengguncangkan keimanan. Jangan...itu hanya melemahkan langkah mu menuju-Nya.

Tak ada cinta terbaik selain membuatnya semakin rindu dan berharap pada ridho Allah. Sedang seburuk buruk cinta adalah yang membuatnya lalai dari mengingat Allah. Jatuh hatilah karena keimanannya, jika takdir berbeda dari yang diharapkan darinya kau belajar untuk memperbaiki keimanan. Jatuh hatilah pada akhlaknya, bila jalan ceritanya berbeda kau menjadi tahu bagaimana cara memperindah akhlakmu. Jatuh hatilah karena ilmunya, bila skenario yang ada perlu direvisi maka kau pun semakin bertumbuhan dalam ilmu. Jatuh hatilah karena kedekatannya  pada Allah, bila kehendak Allah tak seirama dengan inginmu semua itu pun menjadi pembelajaran untuk kau bisa lebih dekat dengan Allah...

Selamat menjaga diri dan memperbaiki keimanan...
Selamat menjadi sebaik-baik hamba Allah yang bertakwa...
Selamat menjemput takdir terbaik dari Allah...