Jumat, 06 Oktober 2017

Merepotkan diri dengan Al-Qur'an

Menjalani studi S2 sebuah pilihan yang didalamnya harus menelan konsekuensi tersendiri. Tugas tugas kuliah sudah tak lagi se ritme S1. Kalau mau menyerah bisa aja. Tapi itu pilihan kan?. Berjuang dan bersyukur lebih diutamakan dari mengeluh.

Alhamdulillah, bisa menyeimbangkan tekanan tugas dengan tamasya ke taman Qur'an. Nah, ini yang paling membuat diri semakin semangat. Kian terpicu untuk menghafal Qur'an semakin baik semangat belajarnya.

Untuk itu tidak ada alasan lain selain merepotkan diri dengan al-Qur'an. Urusan kuliah akan kecipratan berkahnya insyaAllah. Memang lelah kuliah dibarengi dengan menghafal itu. Tapi bukan lelah yang menjadi titik tumpu melainkan tekad, semoga selalu teguh dan tak gampang goyah oleh cobaan. Apalagi cobaan hati -_-

Semangat ya sholihah...
Dengan kelapangan hati, kobarkan lah semangat juang.
Hati hati dengan hatinya, repotkan dengan al-Qur'an agar terjaga dan terbimbing.

Makan dan Minum itu Ibadah

Apapun yang dilakukan jadikanlah ia  untuk ibadah. Makan dan minum  pun untuk ibadah. Jika memang makan dan minum untuk ibadah, tentu kau akan sangat memperhatikan apa  dikonsumsi  nona. Bukan hanya sebatas yang halal tapi juga yang baik. Makanan dan minuman yang memberi kebaikan bagi tubuhmu, yang menyehatkan. Asupan yang menguatkan tulang mu untuk beramal sholih.  Makanan dan minuman yang membuat lebih tahan lama untuk menjalani kataatan pada Allah. Kuat untuk mencari ilmu, kuat untuk mendekatkan diri pada Allah, kuat untuk memberi mafaat bagi sesama.

Untuk itu nona...sayangi dirimu dengan memberikan ruang tuk ibadah sekalipun dengan makan dan minum.

Allah mencintai hamba-Nya yang berbuat baik.
Prioritaskan yang baik baik ya sholihah.

Kamis, 05 Oktober 2017

Sepenggal Firdaus

Nak, saat ayahmu pulang dengan segenap lelah yang menghinggapinya,  itu demi sepenggal firdaus dirumah ini.

Maka kelak jika engkau telah menjadi seperti ibu jadikan rumah mu layaknya syurga, karena kelak memang engkau Ratu Bidadari Syurganya. Berlatih di dunia ini untuk peranmu yang sebenarnya saat kita pulang  kampung  kelak, akhirat.

-Ibu

Menulis Aja

Menulis bukan lagi urusan menjejali hati hati lain yang lalai. Tapi menulis menjadi alat ampuh tuk membenarkan diri sendiri.
Menulis aja jika memang ada kebaikan yang ingin kau olesi untuk dirimu, syukur syukur menjadi sumber kebaikan bagi yang lain.
Mohon pada Allah agar amalnya diterima lalu mohon ampun.

Menulis bukan tentang mendeskripsikan resah. Tapi bagaimana menelusuri solusi terbaik tuk mengenyahkan keresahan itu. Memang baiknya nanah resah itu dibersihkan dengan tilawah setelah mengering mulailah menuliskan tentang bagaimana al-Qur'an mampu menyapu resahmu
Menulis aja jika memang kau lebih lega dengannya.

Menulis aja...kau akan melihat betapa lipatan demi lipatan waktu yang kau utuhkan dalam tajuk tulisan menghantarkan mu pada ketakjuban. Bahwa banyak hal yang kau lalui. Betapa jalan ceritamu telah membuat kau sedemikian rupa menjadi berbeda, semoga lebih baik dalam versi Allah.

Hujan kan Terhenti, Kamu Terus Aja

Ada waktunya hujan kan reda. Tapi kamu tidak. Harus terus beroperasi dalam keadaan apapun.
Karena kamu adalah sabar.
Karena kamu adalah syukur.
Yang tak boleh ada titik henti dan tak punya dimensi ruang. Kamu harus melaju di sepanjang sumbu kehidupan ini dan mengisi setiap vektor dimensi yang tak hingga.
Karena ia butuh kamu selalu tuk bisa bahagia.
Karena ia butuh kamu dimanapun tuk bisa tentram.
Bersamailah ia dengan setia hai kamu, sabar dan syukur.

Jalan Cerita

Setiap  jalan cerita menyembunyikan romansa tersendiri, memiliki genre yang tak sama. Mungkin ada kisah yang perannya bersedih dicerita yang lain mesti bahagia. Begitulah hidup ini. Darinya, pembelajaran terbaik tentang kehidupan ini tersingkap. Banyak pelajaran berharga dari setiap peran yang dimainkan baik saat menangis maupun saat tertawa.

Mungkin ada yang tengah berharap lalu Allah berikan sesuai dengan harapannya. Di jalan kisah lain pun ada yang tengah berharap namun untuk harapan itu Allah uji berkali-kali sampai harapan itu tak menempuh jalan lain selain melalui-Nya. Sehingga pasrahnya menjadi kebaikan, harapannya menjadi lebih terarah, dan sabarnya menjadi pahala. Memang jalannya setiap kita berbeda.

Mungkin ada menanti nanti, sejurus rasa sabarnya Allah memberikan yang terbaik baginya. Tapi ada juga yang sekian lama menanti namun Allah masih percaya ia memiliki potensi sabar yang lebih panjang dari durasi waktu tunggu itu. Allah hanya ingin memuliakannya dengan kesabaran itu. Karena setiap kita akan menempuh jalan masing-masing.

Mungkin ada yang mendoakan dalam khusyuknya di sujud malam hening.  Kepada satu nama yang dirindukannya. Kemudian Allah ijabah dengan Maha Baik-Nya. Namun, ada yang sekian lama memendam satu  rasa dan  membendungnya dalam keimanan, mengabadikannya dalam sajak doa yang dilangitkan pada waktu waktu mustajab. Lalu Allah gantikan dengan yang lain, yang terbaik untuk membimbingnya menjadi lebih baik dan lebih dekat dengan Allah, yang lebih siap untuk menemaninya meraih mimpi besarnya. Sebab, tak semua jalan cerita yang kita susun itu sesuai dengan kebutuhan masa depan. Maka Allah pilih yang lebih baik. Lagi lagi setiap kita tak akan pernah bisa memaksakan diri untuk jalan cerita  yang tak semestinya kita  jalani.

Belajarlah tetap tenang dan tak mengumbar-umbar sesuatu yang membuat hati hati lain tenggelam dalam euforia.  Ada yang tengah menata hatinya. Bersiap-siap untuk jalan cerita yang tengah dirabanya dalam rasa yakin pada Allah.

Selamat melembutkan hati...
Selamat meluaskan rasa sabar...
Selamat menjalani ceritanya yang penuh makna.
Berbaik sangkalah pada Allah Yang Maha Baik. Karena pada waktunya Allah akan tetapkan untukmu pada hati yang benar. Benar mencintai Allah dan Allah pun mencintainya.

Kembali

Allah Maha Baik dengan kesempurnaan sifat-Nya yang Maha Pengasih lagi Maha Lembut.
Dari mana terlihat, dari masalah yang Allah percayakan untuk kita jalani. Nona...sadarkah engkau bahwa ada nikmat luar biasa atas sejumput pahit yang kau seruput itu. Yakni, nikmat bisa lebih dekat dengan Allah. Renungilah sayang, apa ada nikmat paling berharga dari nikmat bisa dekat dengan Allah?. Tidak ada maksud menyakiti, episode yang tampak lara adalah sesi  melatih kelembutkan hati. Saat Allah rindu dengan air matamu sayang. . .Allah tidak ingin hatimu terserak pada dunia yang hina ini. Allah hanya rindu hamba-Nya kembali. Hikmat dalam rasa yang selalu ada Allah dihatinya.

Nona...
Allah Pemelihara segala sesuatu. Maka sandarkan hidupmu pada Allah seutuhnya sayang.

Bersegeralah pada ampunan Allah yang luasnya seluas langit dan bumi. Kembalilah pada Allah, Dia rindu kamu datang pada-Nya dengan air mata taubat.

Nona sholiha...
Jangan menangisi masalah tapi tangisilah dosa dosa mu.