Minggu, 23 Agustus 2015

Bait-Bait Rindu Anak Ayah 11

Ayah....
Bangun pagi tadi tersentak, rasanya mau mempersiapkan sarapan untuk Ayah.
Ternyata ayah mungkin sarapan dengan cara yang lebih baik di sana, atau disana tidak ada siang dan malam ya yah ?
Menuju keluar kamar biasanya ayah sudah panasin motor pagi-pagi kan yah ?
Pagi-pagi belakangan tak terdengar lagi.
Ayah tenang saja anak ayah bisa melakukannya sendiri kok.
Lalu tidak ada lagi salam mau pergi ke kantor dan klakson dari motor ayah.
Hanya lalu lalang lalu lintas saja yang membisingkan telinga.
Lihat yang pakai baju dinas hijau itu bukan ayah ya ?
Semoga baju ayah disana dari sutra hijau ya yah. Amiiin.
Siangnya istirahat kantor, suara ayah tidak ada juga mengajak makan siang.
Entah makan apa ayah disana, semoga kesejahteraan selalu tercurahkan untuk ayah disana ya yah. Amiiin...

Ayah .....tadi sore anak ayah pulang kantor, hari pertama ke kantor yah.
Tidak lihat ayah keluar menyambut anak ayah.
Tidak menyentuh tangan ayah lagi untuk bersalam.
Ayah lihat dari sana kan, anak ayah pulang.
Ayah lihat dari sana kan yah ?
Anak ayah akan mempersiapkan hari-harinya kedepan tanpa seorang ayah lagi.
Ayah tak usah pula khawatir.
Anak ayah sudah bisa memasukkan dan mengeluarkan motor sendiri.
Sudah bisa kok yah. Sudah lebih kuat.
Ayah pasti senang dengan semua ini yah.
Jika ayah tahu anak ayah sudah bisa melakukan banyak hal yang dulu hanya ayah yang mengerjakan tanpa mengizinkan anak ayah menyentuh pekerjaan-pekerjaan itu.
Dengan sekejap, anak ayah menjadi gadis yang tegar dan kuat.
Seperti ayah dulu juga pernah ditinggalkan orang tua dalam usia yang masih belia.

Ayah bercerita panjang dulu tentang perjuangan ayah menaklukkan hidup ini, bagaimana menjinakkan perasaan agar bersahabat dengan kesabaran dan kesungguhan dalam meyakini janji Allah.
Bahwa kita harus bersemangat terhadap sesuatu yang bermanfaat bagi kita dan jangan merasa lemah.
Begitu kan yah ?
Ah rindu, dengar cerita ayah.
Anak ayah pernah berencana untuk mengumpulkan kepingan-kepingan sejarah ayah dalam sebuah buku.
Semoga Allah bantu anak ayah untuk melakukannya yah.
Amiiin.

Yah...
Besok anak ayah akan lanjutkan lagi tentang perjalanan hari-harinya tanpa ayah.
Ayah, semoga selalu dalam ampunan, kesejahteraan, rahmat, dan kedamaian di sisi Allah.
Amiiin Ya Allah, ya Rabb al-'Amin.

*salam rindu sepenuh jagad dari anak ayah...

Bait-Bait Rindu Anak Ayah 9

Ayah...
Kita kini berpisah, seharusnya dulu anak ayah telah persiapkan hati untuk kehilangan.
Sehingga tak menggoncang hebat perasaan saat hal itu benar-benar terjadi.
Namun anak ayah yakin, kita akan bertemu selepas kehidupan ini, karena perpisahan saat ini, hanya menjadi jeda untuk mempersiapkan pertemuan selanjutnya.
Mungkin anak ayah akan mendaki gunung-gunung yang tinggi dari perjalanan hidupnya.
Karena di tempat-tempat tinggi ada kebahagiaan yang selama ini dijanjikan Allah.
Anak ayah akan mempersiapkan segala sesuatunya, agar kuat mendaki hingga batas tertinggi, karena ayah telah menunggu di puncak kebahagiaan 'disana'.
Iya kan yah ?

Sungguh perjuangan yang ayah bentangkan untuk anak ayah.
Meng-akar-kan nama ayah hingga ke tulang-tulang.
Bertaut erat dengan jiwa sampai relung nurani.
Hingga anak ayah tanpa sengaja menjadi peniru ulung kegigihan yang dulu pernah ayah teladankan.
Ayah tentu akan tau ceritanya nanti, setelah kita bertemu kembali.
Akan anak ayah sampaikan semua cerita perjalanan semasa kita dalam jeda perpisahan sekarang.
Cerita itu telah anak rancang alurnya sampai kita bertemu kembali, semoga Allah mengamini dan menaungi selalu dalam segala ekspektasi anak ayah yang baik-baik.
Semoga....

Ayah.....
Semoga pula Allah tak henti-henti melimpahkan segala kebaikan untuk ayah disana.
Amiiiin

*salam rindu sepenuh jagad dari anak ayah

Bait-Bait Rindu Anak Ayah 10

Duhai langit izinkan rindu ini menjadi rasi bintang yang dapat terlihat diseluruh penduduk bumi.
Gradasi emas senja tadi sudah di jemput malam, dan ia tak lagi bisa mewakili cahaya rindu ini.
Bila mentari telah mengetuk pintu hari, biarkan saja terangnya melukiskan dengan jelas sinar kerinduan dalam dada.
Sebab rindu ini sulit didefenisikan dalam kata atau aksara.
ku harap alam mau mengejanya.
Sebab kerinduan ini adalah rasa rindu untuk mu AYAH....
Untuk ayah yang telah menyelesaikan amanahnya di dunia ini.
Rindu yang tak mau usai sedari ayah menghilang dari penglihatan kami.
Rindu yang terus berdansa mesra bersama seluruh kenangan dengan ayah.
Ini terus menjadi-jadi...

Ayah...
Anak ayah menyadari bahwa Allah memberikan kita kesukaran pada suatu hal, tetapi juga kemudahan pada hal lain. Allah Mahatahu mana yang kita mampu, mana yang kita tak mampu, sehingga kesukaran datang dalam takaran, begitu pula kemudahan.
InsyaAllah....anak ayah akan terus belajar dari sekian ujian yang dihadirkan.
Waktu yang senggang di malam ini memutar kembali rekaman masa lalu.
Tentang ayah...

Ayah....
Ada sesuatu yang menggoreskan pilu dalam rasa anak ayah.
Mengenai rencana mulia kita, insyaAllah.
Lebih tepatnya janji anak ayah untuk ayah.
Janji anak ayah untuk umroh bersama ayah.
Rencananya tahun ini atau tahun depan kan yah ?
Entah apa rencana Allah yah, merubah rencana kita itu.
Yang pasti rencana Allah tak pernah cacat dan ada hal yang sedemikian rupa kelak membuat kita tercengang-cengang dengan hikmah-Nya.
Benar kan yah ?
Anak ayah akan berusaha yah untuk merealisasikannya , namun kita takkan pernah bisa pergi bersama kesana, ke Baitullah.
Saat anak ayah berada di tanah suci pada waktu yang ditentukan Allah.
Akan anak ayah katakan pada ka'bah bahwa ayah telah lama menanggung rindu tuk bersua.
Akan anak ayah sampaikan bahwa setiap perbincangan kita acapkali menjurus pada ikhtiar untuk sujud di depan ka'bah.
Akan anak ayah ungkapkan semuanya bersama sajian do'a-do'a untuk kita semua, untuk saudara-saudara kita yang sedang membutuhkan.
Akan ada waktunya yah...
Anak ayah telah mengatur caranya, namun biarkan Allah yang menentukan waktu yang terbaik dari sisi-Nya.
Ayah disana semoga selalu dalam limpahan kasih sayang Allah ya yah.
Amiiin.

*salam rindu sepenuh jagad dari anak ayah

Bait-Bait Rindu Anak Ayah 9

Ayah...
Kita kini berpisah, seharusnya dulu anak ayah telah persiapkan hati untuk kehilangan.
Sehingga tak menggoncang hebat perasaan saat hal itu benar-benar terjadi.
Namun anak ayah yakin, kita akan bertemu selepas kehidupan ini, karena perpisahan saat ini, hanya menjadi jeda untuk mempersiapkan pertemuan selanjutnya.
Mungkin anak ayah akan mendaki gunung-gunung yang tinggi dari perjalanan hidupnya.
Karena di tempat-tempat tinggi ada kebahagiaan yang selama ini dijanjikan Allah.
Anak ayah akan mempersiapkan segala sesuatunya, agar kuat mendaki hingga batas tertinggi, karena ayah telah menunggu di puncak kebahagiaan 'disana'.
Iya kan yah ?

Sungguh perjuangan yang ayah bentangkan untuk anak ayah.
Meng-akar-kan nama ayah hingga ke tulang-tulang.
Bertaut erat dengan jiwa sampai relung nurani.
Hingga anak ayah tanpa sengaja menjadi peniru ulung kegigihan yang dulu pernah ayah teladankan.
Ayah tentu akan tau ceritanya nanti, setelah kita bertemu kembali.
Akan anak ayah sampaikan semua cerita perjalanan semasa kita dalam jeda perpisahan sekarang.
Cerita itu telah anak rancang alurnya sampai kita bertemu kembali, semoga Allah mengamini dan menaungi selalu dalam segala ekspektasi anak ayah yang baik-baik.
Semoga....

Ayah.....
Semoga pula Allah tak henti-henti melimpahkan segala kebaikan untuk ayah disana.
Amiiiin

*salam rindu sepenuh jagad dari anak ayah

Bait-Bait Rindu Anak Ayah 8

Seperti malam-malam kemarin, gadis itu duduk dimalam sunyi, di lantai atas, depan teras rumahnya.
Memandang rembulan sayu-sayu dan mengajaknya bicara.
Berbincang tentang sepi.
Dari pada itu.....
Tak satu manusia pun mendengar.
Bahkan oleh tanaman dan segala binatang.
Mungkin malaikat pun bingung akan mencatat apa, sebab tak ada yang terungkap.
Tidak bisa di rekam dalam pita kaset karena tidak ada suara.
Terus bercengkrama sepi.
Antara pikiran dan keyakinan.
Pembicaraan yang lebih mirip sebagai ayat-ayat panjang.
Berisi tentang kesunyiannya selama ini, senandung tentang harapannya selama ini, penyesalan atas maksiat-maksiatnya selama hidup.
Gadis sepi itu duduk sendiri.
Masih menatap rembulan.
Mengajaknya bercanda.
Tentang kesendiriannya.
Tentang hidupnya.
Tentang harapannya yang tinggi menjulang.
Rembulan itu menanyakan bagaimana rasanya sepi.
Karena rembulan tidak pernah kesepian, di langit banyak bintang.
Gadis sepi kesulitan menjelaskan.
Sampai pada suatu hari rembulan sengaja pergi, padam.
Tak bersinar padahal rembulan tidak kemana-mana.
Gadis sepi itu mencarinya.
Rembulan menatapnya dan tetap bersembunyi.
Rembulan ingin tahu apa itu sepi.
Ia menyaksikan gadis sepi itu mencarinya, melihat matanya yang kehilangan, melihat cahaya matanya yang memudar.
Gadis sepi itu duduk sendiri, di malam kelam, tanpa rembulan.
Tidak ada teman bicara, kecuali dirinya sendiri.
Jika rembulan itu ayah, maka tak perlu dijawab siapa gadis sepi itu....

Bait-Bait Rindu Anak Ayah 7

Ayah...
Kini anak ayah berjalan.
Menyusuri banyak jalan dalam hidupnya.
Melalui izin Allah, Dia melihatkan jalan yang lurus membentang untuk anak ayah.
Dalam perjalanan itu tanpa ayah.
Karena ayah sudah terlebih dulu sampai pada akhir dari perjalanan tujuan kita.
Anak ayah akan menjadi manusia yang senantiasa tumbuh dan berkembang dalam perjalanan hidupnya . . .insyaAllah.
Tumbuh menjadi lebih baik, karena tak lagi manja seperti dulu.
Tumbuh menjadi lebih mandiri, karena semakin banyak pemahaman yang didapatkannya.
Tumbuh menjadi lebih tegar, karena telah melalui banyak hal yang mengokohkan jiwanya.
Lalu berkembang dalam segenap ilmu-ilmu yang bermekaran di cakrawalanya selama ini.
Berkembang untuk mencari makna sebaik-baiknya manusia.
Walau ayah pura-pura tak melihat, karena bersembunyi dibelakang seliput dimensi lain.

Ayah....
Kelak kita akan sama-sama tersenyum.
Karena kita sangat percaya kan yah, bahwa perjalanan ini nantinya akan selesai di surga.
Amiiin

*salam rindu sepenuh jagad dari anak ayah

Bait-Bait Rindu Anak Ayah 6

Ayah...
Sejak ayah meninggalkan kami.
Anak ayah banyak belajar dan kini anak ayah memaknai kesedihan sebagai sebuah perasaan yang istimewa.
Kesedihan tidak lagi sebagai sebuah perasaan negatif yang seolah-olah membuat hidup ini hancur berantakan, membuat harapan hancur menjadi kepingan.
Anak ayah akan melihat sesuatu dari sudut pandang yang baru.
Berbahagia ketika mengalami kesedihan.
Karena perasaan itu telah mendekatkan anak ayah kepada Allah.
Sehingga kesedihan telah menjadi sebuah nikmat yang luar biasa dari Allah.
Rasa sedih itu membuat anak ayah menjadi seorang hamba yang lebih bersungguh-sungguh membenahi diri.
Jadi..... anak ayah akan menyandarkan segala beban-beban hidup ini hanya kepada-Nya.
Meminta pertolongan dan mohon ampun terus tak berbatas waktu dan kondisi.
Sebab kesedihan itu membuat anak ayah merasa sabagai hamba sejati yang tak mampu bertahan tanpa pertolongan Allah.
Perasaan sedih atas kekhawatiran sejak ayah pergi membuat anak ayah bersujud lebih lama dari biasanya.
Bagaimana kesedihan ketika merindu mampu membuat anak ayah meneteskan air mata ketika memohon pengampunan-Nya.
Hal ini amat berharga yah.
Semoga Ayah selalu bahagia 'disana' ya yah...
Karena tak ada lagi yang membuat ayah sedih, disini anak ayah akan bahagia jika kesedihan itu hadir, karena kesedihan itu bukan lagi karena dunia.
Karena kesedihan itu adalah kesedihan seorang hamba kepada Rabb-nya untuk bisa selalu dekat.
Jadilah ia energi baru untuk menyambut kebahagian.
Semoga Ayah selalu dirahmati Allah dan dinaungi dalam kasih sayang-Nya.
Amiin

*salam rindu sepenuh jagad dari anak ayah