Kamis, 08 November 2018

Mimpi-Iman

Yakin saja, mimpi-mimpi mu akan dijaga dengan seseorang yang tepat dan pada waktu yang terbaik. Maka, jagalah mimpi-mimpimu dengan sebaik-baik iman. Hanya keimanan yang membuatmu bisa belajar tentang hikmah lelahnya berjuang dalam sabar dan syukur. Nantinya, yang kamu harapkan hanya ridho Allah atas apa yang telah kamu perjuangankan. Tak ada kecewa, sebab Allah lah yang menjadi gardu terdepan tujuan. Sehingga tujuan itu  membantu mu untuk lebih terarah dalam mengambil keputusan besar suatu saat kelak. Tujuan itu pula yang memberikan mu energi besar untuk mengikhtiarkan  lebih apa yang kamu mimpikan. Kemudian, tawakal akan menjadi muara dari segenap doa dan upaya yang terlerai. Keimanan membimbing hati mu untuk mendekat pada Allah atas apapun yang akan Allah tetapkan dan menuntun hati  untuk terus terpaut pada pertolongan Allah.

Tentu, mimpi-mimpi itu tidak lagi tentang pencapaian, namun perihal bagaimana kamu meraihnya bersama seseorang yang Allah takdirkan dan tentang berjuang bersama. Untuk tercapai atau tidak, itu bukan lagi hal yang dituju karena itu sudah bagian bab tunduk dan ikhlas pada takdir-Nya, namun tujuan utamanya adalah menjadikan Allah ridho atas ikhtiar yang dilakukan dan mampu semakin dekat pada Allah. Begitulah indahnya saat mimpi-mimpi itu dipeluk erat oleh iman dan dikuatkan oleh genggaman seseorang yang tepat untuk menggenggamnya bersamamu.

Kamis, 25 Oktober 2018

Pengaruh Belajar pada Pendidikan Anak

Perbincangan tentang pendidikan di Indonesia selama bertahun-tahun masih menjadi topik hangat. Tentunya pendidikan tidak akan pernah terlepas dari sistem pembelajaran. Tidak sedikit ahli, praktisi, dan para akademisi yang bergulat pada riset-riset dunia pembelajaran dan teori-teori belajar. Saat ini, sebagian besar fesyen adopsi pengetahuan seputar dunia pendidikan di Indonesia masih kental pada kiblat barat. Katakan saja, tumbuhnya ide-ide dalam kurikurum nasional saat ini maish menjaring dari pemikiran Bloom dan Anderson. Seorang ahli pendidikan yang konsentrasi di bidang kognitif. Bukan hanya itu, survei-survei mengenai teori belajar modern pun mengacu pada buku-buku luar seperti "Accelerated Learning in the Classroom" milik Alistair Smith atau contoh lainnya buku "Accelerated Learning for 21 st Century" milik Malcolm J. Nocholl. Secara umum, memang insight yang berasal dari temuan mutakhir di dunia pendidikan barat memberikan angin segar bagi pembaharuan kurikulum pendidikan di Indonesia. Namun. ada hal yang berbeda dalam value dunia pendidikan Barat yakni pada tujuan pendidikannya.

Adopsi dari sistem pembelajaran Barat, semestinya tidak diaplikasikan secara mentah saja pada kegiatan belajar dan mengajar di kelas dalam pendidikan di Indonesia. Memang harus ada yang dipilah dan dipilih. Karena sistem pembelajaran yang diterapkan pada peserta didik akan menjadi wajah pendidikan anak-anak Indonesia kedepannya. Perlu adanya jembatan yang menghubungkan model belajar yang diadopsi dari barat dan eksistensi nilai-nilai religius dalam pembelajaran tersebut. Misalnya, jika dalam sudut pandang pendidikan di barat model belajar diorientasikan pada kebutuhan sosial dan ekonomi sehingga ditumbuhkan kecakapan-kecakapan seperti: 21st skill team work, argumentation skill, problem solving, literation skill, dan decision making skill. Kemudian ada juga  model belajar yang diorientasikan hanya sebatas untuk perkembangan pemikiran semata maupun ditujukan sesuai kebutuhan industri. Dalam hal ini, mulailah diperkenalkan STEM (Science, Technology, Engineering, and Match), PjBL (Project Based Learning), dan model pembelajaran sains lainnya yang mendukung dalam Revolusi Industri 4.0 dewasa ini. Apabila kurikulum yang disusun terkungkung hanya pada adopsi dari sistem pembelajaran Barat tanpa ada adaptasi dengan nilai-nilai religius, akan timbul kekhawatiran bahwa para peserta didik akan memobilisasi pemikirannnya tentang kehidupan ini hanya sebatas dunia materialistik. Dalam hal ini, para  pendidik mesti memiliki trik dan taktik dalam mengajar untuk tetap menanamkan nilai-nilai religius selama pembelajaran terlepas melalui apapun model pembelajaran yang diaplikasikan. 


* dokumentasi pemikiran 25-10-2018 @Perpustakan UPI

Selasa, 16 Oktober 2018

Dunia

Selama di dunia maka kita hanya menjalani satu prosesi ujian ke prosesi ujian lainnya. Sekali lagi Allah ingin memberikan hadiah terindah pada setiap prosesi yang berhasil dilewati dengan baik. Melalui proses-proses ujian  dengan baik yakni dengan belajar menerima, berdamai dengan diri sendiri, lalu berusaha untuk bertahan dengan kesabaran sekuatnya. Kita juga tahu kan, bahwa kuatnya kita bersabar sangat bergantung pada kuatnya keimanan. Lantas keimanan bergantung dengan kegigihan diri dalam menjalani ketaatan. Bukan hanya taat dalam menjalani perintah melainkan juga taat dalam menjauhi apa yang dilarang.

Yakin saja semua akan baik-baik saja di akhir. Memang awal saat menjalani terasa sangat melelahkan, sangat membuat diri penuh rasa cemas dan sangat mendebarkan. Tidak masalah, jika bisa yakin bahwa Allah Maha Baik dan Allah akan membuat semua menjadi lebih utuh indahnya di akhir. Hal yang bisa kita syukuri adalah setiap ujian akan menambah derajat kita disisi Allah dan akan membatu setiap dosa² kita berguguran.

Semua  perih dan semua duka yang kita jalani hanya untuk membersihkan diri kita. Allah Maha Baik dan Sangat Maha Penyayang mana mungkin ada dari skenario nya yang bermaksud untuk tuk membuat kita terluka. Semua hanya agar kita lebih sadar diri dan  agar Allah tahu sebatas mana ganjaran sabar yang akan diberikan.

Membedah Watak Kaum Yahudi dalam Al-Qur'an dan as-Sunnah.

Selasa, 16 Okt 2018 @DT
Ust. Roni Abdul Fatah

Memahami watak kaum Yahudi dalam memimpin akan memberikan sebuah pemahaman atas apa yang terjadi pada kaum muslimin saat ini. Memang pada hakikatnya, kemenangan itu dipergulirkan sebagaimana yang tercantum dalam Q.S. Ali-Imraan: 140. Selama 3,5 Abad puncak kejayaan ditahtai oleh kaum  muslimin. Namun, tak selamanya kaum mukminin yang memegang tampuk kekuasaan dalam memimpin peradaban bumi. Ada saatnya, tepat pada fase Mulkan Jabariyyah, kaum muslimin akan dipimpin oleh pemimpin yang dzalim. Fase tersebut adalah level keempat dari lima fase sebelum terjadinya kehancuran dunia yang sesungguhnya.

Sebelum fase keempat, kaum muslimin disatukan dalam kalimat 'la Ilaha illallah'. Mulai  dari fase An-Nubuwah, fase al-Khilafah 'ala Manhaj An-Nubuwah, fase  Mulkan 'Adhdhon. Namun saat kaum muslimin mulai meninggalkan syari'at Islam dan jauh dari tauhid maka Allah uji dengan dicabutnya kekuasaan dari kaum muslimin agar mereka dapat memetik hikmah darinya. Maka mulai lah fase keempat yakni Mulkan Jabariyyah. Disinilah bermekaran organisasi-organisasi yang memobilisasi pemikiran Yahudi untuk menguasai dunia, seperti PBB. Oleh karena itu, kita sangat dituntut untuk istiqamah dalam iman. Sebab fase menuju fase akhir  zaman begitu banyak fitnah. Beberapa fitnah tersebut muncul dari permusuhan kaum Yahudi terhadap kaum muslimin. Pernyataan ini disampaikan dalam Q.S. al-Maidah: 82 dan Q.S. Al-Baqarah:120. Belum lagi fitnah virus para munafiqin. Didalam muslimin tidak semuanya mu'min diantara mereka ada yang munafiqin. Keberadaan para munafiqin inilah yang melemahkan eksistensi kaum muslimin.

Terblow-up nya LGBT pun adalah bagian dari makar Yahudi

Manusia

Kaki itu menjadi lelah bila terus dibawa berjalan, berlari, bahkan merangkak. Rasa lelah itu bukan untuk membuat kita malas melangkah lagi bukan juga alasan untuk tidak mau memulai lagi berjalan. Bisa jadi dengan rasa lelah itu kita mampu belajar tentang hakikat batas kemampuan diri. Ada saatnya pada titik tertentu kita butuh ruang rehat, kita harus istirahat sejenak atau beberapa waktu. Tempat yang membuat kita semakin yakin bahwa kita sebenarnya manusia yang lemah tanpa dikuatkan-Nya. Lambat laun, kesadaran yang bernaung dalam kontemplasi panjang mengajarkan kembali untuk melangkah dengan rendah hati, tanpa ada rasa sombong. Kita ini hanya manusia, kan?

Senin, 15 Oktober 2018

Menemukan Diri Sendiri

Ada dari mereka yang selalu butuh ruang menyendiri. Tempat yang baginya dapat membuat diri itu lebih   khusyuk dalam berkontemplasi akan makna kehidupan.

Selepas banyak aktifitas yang melelahkan, pikiran yang bercampur aduk, hati yang penuh kecemasan, tuntutan kehidupan, dan sekian kerumitan lainnya yang mesti dijalani. Hal-hal begitu membuatnya kehilangan diri sendiri.

Bisa jadi ruang sendiri, tempat dimana ia hanya menghadirkan dirinya dan Tuhan di dalam hati, memulihkan kembali semua jati diri yang menguap.

Kembalilah kepangkuan Rabbmu, disana kau akan temukan siapa dirimu sebenarnya.

Jumat, 05 Oktober 2018

Berubah

Kita tidak pernah sanggup menghentikan roda kehidupan ini.
Ia akan tetap melaju dalam irisan waktu, tanpa bisa dikendali. Apapun yang ada di hari kemarin akan menjadi sejarah dan semua yang ada di hari ini akan menjadi catatan yang dipertanggungjawabkan  nantinya. Semua perjalanan hidup ini tidak pernah stagnan. Akan ada yang berubah, selalu ada yang berbeda dari fase awal menuju batas akhir amanah hidup ini. Orang yang muda akan beranjak tua, mereka yang hina boleh jadi akan mulia atau sebaliknya, ada yang disempitkaan hidupnya lalu diuji dengan kelapangan, ada yang sehat kemudian di pahalai dengan sakitnya, ada kurang ilmu lalu Allah karuniakan pengetahuan baginya, pada akhirnya setiap yang bernyawa pasti akan mati.