Kita tidak pernah sanggup menghentikan roda kehidupan ini.
Ia akan tetap melaju dalam irisan waktu, tanpa bisa dikendali. Apapun yang ada di hari kemarin akan menjadi sejarah dan semua yang ada di hari ini akan menjadi catatan yang dipertanggungjawabkan nantinya. Semua perjalanan hidup ini tidak pernah stagnan. Akan ada yang berubah, selalu ada yang berbeda dari fase awal menuju batas akhir amanah hidup ini. Orang yang muda akan beranjak tua, mereka yang hina boleh jadi akan mulia atau sebaliknya, ada yang disempitkaan hidupnya lalu diuji dengan kelapangan, ada yang sehat kemudian di pahalai dengan sakitnya, ada kurang ilmu lalu Allah karuniakan pengetahuan baginya, pada akhirnya setiap yang bernyawa pasti akan mati.
Jumat, 05 Oktober 2018
Berubah
Selasa, 02 Oktober 2018
Tantangan
Setiap jalan dipilih akan melibatkan banyak hal di dalamnya. Kadang, tak pernah terpikirkan tentang sekelumit tantangan dalam pilihan itu. Dalam lemah hati saat jauh dari mengingat-Nya menghadirkan riak-riak kekhawatiran. Apakah semua akan baik-baik saja?. Memang begitu rapuh manusia tanpa sebuah keyakinan. Segenap tantangan dalam pilihan itu tidak untuk membuat diri merasa risau, kan? Namun agar diri itu semakin terhubung pada Allah. Masalah bukan lagi perihal lulus menyelesaikan dengan kemampuan sendiri, tapi tentang sekuat apa diri memohon pertolongan Allah untuk menyelesaikannya.
Nona, kamu lagi diinginkan Allah untuk bertumbuh lebih dewasa dan semakin baik keyakinannya pada Allah.
Semakin dekat dengan Allah, semakin ringan untuk memasrahkan diri. Ada titik yang disana kamu tak perlu melakukan banyak hal kecuali mendekat pada Allah dengan air mata taubat yang sungguh-sungguh.
Kembali lah pada Allah Nona, Dia rindu akan sendu tangismu di sujud malam.
Jumat, 28 September 2018
Melengkapi
Entah bagaimana dua karakter akan saling menyesuaikan, dua pemikiran akan saling menyelaraskan, dua kebiasaan akan saling mengadaptasi, dua hidup akan menjadi satu.
Apa yang kau pikirkan?
Tantangan . . .
Tantangan dalam menyelaraskan, tantangan dalam menyesuaikan, dan tantangan dalam beradaptasi.
Namun ada satu hal yang membuat tantangan itu dapat terlewati dengan baik yakni dengan saling melengkapi. Belajar menerima apapun yang di luar ekspektasi lalu menyempurnakan dengan apa yang dimiliki.
Bukan kan itu indah?
hmm?
Kelak, kau hanya perlu menjalani, bersabar, berikhtiar, berdoa, dan terus belajar mengasah ketajaman hati dari setiap kejadian yang terlewati. Jadikan Allah gardu terdepan tujuan, insya Allah sampai. Jangan berhenti, nanti tak sampai. Kuat-kuat sebentar di dunia ini, yaaa ...?
Pergi-Pulang
Benar-benar butuh waktu untuk pergi yang sebenarnya pergi. Lalu juga butuh waktu untuk pulang yang sebenarnya pulang. Mesti ada alasan yang membuat diri yakin bahwa pergi adalah yang terbaik, dengan tak lagi melihat-lihat pada apa yang sudah sepatutnya ditinggalkan. Adakalanya harus ditinggalkan untuk mendapatkan yang lebih layak. Sedih memang, karena sudah terlanjur ada dan sempat singgah. Hanya butuh waktu, butuh doa, butuh upaya untuk beranjak pulang ke sebenarnya tempat pulang.
Tenanglah...pulang yang dituju semoga adalah segala sesuatu yang membuat diri betah. Tak ada tempat yang sempurna nyaman selama di dunia. Setidaknya, selalu ada tempat yang paling utuh untuk melindungi dan menjaga dari teriknya matahari kehidupan.
Kamis, 27 September 2018
Berdaya dan Memberdayakan
Menjadi perempuan yang berdaya dan memberdayakan. Tentunya kita harus mengulas role model panutan yang tepat untuk mengeksekusi peran kita di masyarakat yang majemuk ini. Menjadi yang berdaya bagi seorang perempuan yang telah berkeluarga tak berarti menjadikannya angkuh dan menciderai peran laki-laki sebagai aktor utama pemimpin keluarga. Tentunya berdaya dalam definisi ini bagian dari manfaat diri perempuan itu sendiri di kancah rumah tangga.
Ada dari mereka yang mencoba menjadi perempuan yang berdaya dengan bertumbuh melalui karya-karyanya. Mengisi banyak waktu dengan ilmu dan amal untuk memupuk iman dan membuktikan ikrar imanya. Perempuan yang begini cukup intens sama dunia perbukuan dan suhu perpustakaan biasanya. Bisa jadi, sehari gak baca buku bisa bikin dirinya tertekan. Karena, perempuan begini selalu haus akan newly insight yang positif. Walau bisa galau dan sedih, tapi perempuan yang senang tumbuh melalui karya-karyanya selalu punya cara mengalihkan emosinya pada koridor yang berasas manfaat.
Ada juga perempuan berdaya yang pengennya selalu jadi orang produktif dan hidup untuk kebahagiaan orang lain (asas manfaat juga nih). Maka ia akan berusaha untuk positive mind. Maklum aja kalau perempuan yang dominannya suka banyak khawatir. Hal yang sepele sering dianggap bencana mematikan. Apa-apanya nangis dulu, apa-apanya ngeluh dulu, trus butuh cerita sana-sini. Nah, beda nih sama perempuan yang produktif. Baginya, waktu adalah kesempatan untuk memproduksi sebanyak mungkin kebaikan dan perbaikan. Maka apapun jenis keterpurukan yang mengetuk pintu hidupnya akan diselesaikan dengan cara pikir yang baik. Karena baginya, untuk menjadi yang dapat memberdayakan sesama maka harus cepat-cepat selesai dengan diri sendiri dulu. Tambahannya lagi, perempuan produktif ini akan sensitif bet dengan manajemen waktu. Perempuan kan suka mikirin banyak hal dalam satu waktu. Maka manajemen waktu menjadi sangat penting level langit tujuh untuk bisa menjadwal dirinya dalam mencapai target produktivitas hidupnya. Nah, bagi yang udah berkeluarga lagi lagi nih yah harus manfaatkan multitasking untuk merapikan urusan dalam rumah dan kontribusi di luar rumah. Untuk tugas ekstra begini self-control sangat memainkan perannya dan belajar gigih buat komitmen sama diri sendiri.
Terpikir, Kamu
Pernah gak sih terpikir oleh kita, kenapa bumi tak lelah berotasi? kenapa bumi tak pernah mengeluh berevolusi, dan kenapa bulan tak pernah bosan menemani bumi?
Malam ini aku memikirkan itu, juga termasuk memikirkan kenapa aku bisa tak pernah berhenti untuk mendoakan kamu agar selalu baik-baik saja disana.
Rumah Kesabaran
Jika rumah yang kita tuju adalah kesabaran, maka jalan yang harus kita tempuh adalah ujian. Jalan yang saat melaluinya akan dipenuhi genangan air mata, isak tangis, dan kegundahan.
Selama kita yakin bahwa kesabaran akan menghantarkan kita pada pahala yang tak terbatas, semoga kegigihan menempuh jalan itu selalu membuat kita kuat tuk terus melangkah.
Mudah-mudahan yah . . .