Mungkin kau mencari terlalu jauh. Hingga tak menyadari hal yang ingin kau temukan ada di depan matamu. Kau terlalu sibuk mengarahkan pandangan ke sekian penjuru arah. Padahal kini yang kau butuhkan ada dihadapanmu. Dunia membuat kau berpaling pada niat yang tulus. Kau semakin terpesona oleh kemolekan rupa dan keindahan nan fana. Hingga kau pun lupa tentang apa sebenarnya yang tengah kau cari?
Memang sangking dekatnya menjadikan pandangan buram untuk memandang. Disaat itu kau tak perlu menggunakan mata tapi cukup merasakannya dengan hati. Sebab telah banyak doa darinya untukmu agar kau bersedia membawa hatimu untuk menemukannya yang kini sangat dekat.
Kamis, 13 September 2018
Dekat
Rabu, 12 September 2018
Menduga
Seiring berjalannya waktu, kau akan menemukan bahwa apa yang kau duga hanya menjadi sebatas dugaan. Dahulunya, kau kira segenap ikhtiar sebagaimana yang kau rencanakan akan serangkai dengan realita. Kau menahan diri untuk tidak melakukan apapun kecuali yang mendekatkanmu pada apa yang kau harapkan. Kau masih beranggapan ukuran yang terbaik adalah serupa yang kau harapkan. Lalu, garis waktu semakin mempertegas kenyataan bahwa tidak ada satupun yang bisa melawan kehendak Tuhan dalam memutuskan pilihan bagi dirimu.
Lantas, apa kau mengira bila ikhtiarmu satu vibrasi dengan harapan semua akan menjadi baik-baik saja?
Apa kau mengira selepas semua yang kau inginkan terwujud kau tidak akan kembali di uji?
Tidak kan?
Cobalah memaknai hidup dalam arti yang dalam akan hakikat mengapa kita harus ada di muka bumi ini.
Sebab keangkuhan diri dalam menetapkan masa depan sebentuk keculasan pada iman.
Jika memang kau yakin pada Allah, maka kau tak pernah menakar dalam takaran akal manusia yang dangkal itu tapi mengukurnya dengan kekuatan iman.
Saat perjuangan tak dibalas oleh kemenangan bukan berarti kau hancur. Tapi, kau tengah dikuatkan untuk memperjuangkan yang lebih baik untuk kemenangan yang lebih besar. Berjuang lah...jangan berhenti, nanti tidak sampai.
Pernah
Pernah, ada hati nan tengah mekar merona lalu batangnya harus dipatahkan begitu saja berkali-kali. Disini kau akan belajar memaknai kasih sayang yang sebenarnya dengan penuh kesyukuran kelak.
Pernah, semua yang kau jalani terasa hambar. Tawa bersama teman, pencapaian, kemanapun kau kunjungi situs wisata semua seperti semu. Disini kau akan belajar memaknai kebahagiaan tidak tentang bagaimana tapi perihal dengan siapa kelak.
Pernah, kesendirian menjadi hal yang mengunjungi hari-hari. Meski dalam keramaian, walau memiliki banyak kawan, dan bersama keluarga tercinta. Disini kau akan belajar tentang bersabar menemukan.
Pernah, kekecewaan tumbuh dari hasrat yang tak di'iya'kan takdir. Disini kau akan belajar menata iman. Keyakinan pada janji Allah tidak pernah menyisakan selain hati yang lapang, bukan?
Pada akhirnya, setelah sekian banyak pelajaran yang kau tekuni maka ia akan menyampaikanmu pada jawaban atas semua tanya. Sungguh, kau tertegun atas jawaban yang berhasil kau selesaikan sendiri.
Di titik itu kau akan kembali belajar tentang makna bersyukur.
Atas nikmat Tuhanmu yang manakah yang kau dustakan?
Cerita Random
Bila Hari ini
Bila hari ini menjadikan diri lebih dekat dengan Allah itu adalah hari yang paling menyenangkan.
Bila hari ini bisa berlapang hati, dapat lebih menerima, dan mampu tulus dalam beramal itu adalah hari yang baik.
Bila hari ini dapat melepaskan ingin pada tawakal itulah fase pendewasaan diri.
Bila hari ini sejagad rindu ditutup oleh doa disanalah taman kedamaian.
Bila hari ini Tuan datang menjumpai ku rasanya entah gimana.
😂
Ingin
Berpihak pada pilihan-Nya lebih membuat sang hati lega.
namun, bila kau masih membatu tuk berpihak pada inginmu maka bisa jadi sang hati akan merasakan sakit.
Kau tahu?, bahwa ada hal yang akan melukaimu dari sekian ingin itu. Yakni takdir terbaik atas doa yang dipanjatkan kepada-Nya.
Benar, takdir terbaik kadang terasa luka diawal yang kau rasa.
Tanpa kau sadari, bahwa luka itu adalah keberpihakan kau pada ingin yang dulu. Lalu takdir terbaik akan disapu waktu tuk mengantikan kulit yang terluka dengan kulit baru yang lebih baik.
Pada akhirnya, setiap orang yang menginginkan akan pasrah pada pemberian yang terbaik bagi kebaikan dirinya.
Kau, masih pada ingin mu?
Random
Hai, apa kabarnya kamu malam ini ?
Barusan aku bercerita pada gemintang malam, ohya pernahkah kau tanya padanya tentang apa yang paling kerap aku utarakan pada gemerlapan bintang di langit itu?
Jika belum...
Mungkin nanti kau akan tahu, saat cahaya bintang yang kau tatap kian menderang dalam kerlipnya ada tersimpan jutaan rindu.
Jangan tanya rindu itu milik siapa.
Kala mentari esok masih ingin tuk menyapaku, ingin sekali aku sampaikan padamu satu hal bahwa kini aku tak lagi peduli tentang indahnya pagi saat mentari menanjaki langit. Namun, aku lebih tertarik dengan siapa aku akan menikmati pagi itu setiap hari.
Aku?
Ingin kamu segera menjadi puzzle cerita yang kurangkai dalam puisi-puisi ku.
Saat malam menyelimuti senja dan bila pagi membuka hari.
Kamu ?
Semoga baik-baik disana yah.
Jangan lupa minum air putih yang cukup.
^_^