Kamis, 12 April 2018

Angin

Di persimpangan masa silam, dia  kecam damai tanpa terusik getir.
Alunan waktu mencipta simfoni takdir tertentu.
Kau meredalah sepenuh hati duhai angin. Jangan porak-porandakan dia lagi. Cukup sudah kau cerabut tata tenang nan dia seruput di kala senja. Tega benar kau padanya. Sedang kau hanya angin nan sekedar ingin berlalu.

Agar

Alur waktu nan telah terbelah oleh jarak dan rindu.
Memasungkan hati pada damba.
Biar dulu semuanya begini.
Agar sabar dapat terukur.
Agar ikhlas dapat diuji.
Agar kesungguhan dapat dievaluasi.
Agar Tuhan percaya bahwa kau berhak mendapatkan selayaknya yang kau dambakan.

Setia

Adalah setia kicau burung pada pagi...
Merona sudah dedaunan  pada embun nan membasanya.
Kau tetap disana pada pendirianmu nan dulu.
Aku bisa apa?
Yang setia akan terus begitu dan kau melulu pada keteguhan mu.

Adalah setia malam pada bulan...
Gerai tirai kelam menghijab seutuh terang.
Kau tetap disana pada harap nan dulu.
Aku bisa apa?
Yang ku tahu malam kan berujung sirna dan tapi harapmu mungkin tak begitu.

Adalah setia ombak pada lautan lepas.
Nyiur melambai ditambah gradasi jingga nan elok.
Kau tetap disana pada ingin nan dulu.
Aku bisa apa?
Yang elok tak dapat diraih ingin tapi ombak hasrat kerap menggulung logika.

Kau setia
Aku setia
Tapi kita tidak setia

Rabu, 11 April 2018

Menikahlah

Menikahlah karena Allah dan Rasul bukan karena keterdesakan orang tua, bukan karena batas usia, bukan karena kicauan tetangga, bukan karena euforia teman sebaya.

Menikah itu perkara ibadah, Nona. maka  bertenanglah dalam keimanan. Kembali tata niat...
Berdekat-dekatlah pada Allah...
Bermesraanlah  dengan al-Quran...
Belajarlah untuk menjadi istri dan ibu terbaik, karena disana lah ibadahmu kelak.

Menikah itu bukan sekedar urusan cinta, bukan pula sebab rasa yang berbunga-bunga...tidak semenye-menye itu. Ingat ya Nona...hanya cinta yang dilandasi iman berbungkus kesetiaan yang akan abadi dalam kisah teladan untuk generasi berikutnya. Menikahlah untuk membungkus cinta dalam berkah, mensintesisnya dari keimanan terbaik, dan menyempurnakan keindahannya dengan taat.

Sebenarnya sederhana, bahwa jodoh akan datang bila kita benar-benar sudah membutuhkannya. Bila belum butuh maka Allah masih ingin kita berbenah sekalipun ingin telah membara. Menuju pertemuan dengan seseorang yang tepat, kadang mengharuskan kita untuk menahan lelah. Bahkan mesti diuji berkali kali dengan seseorang yang belum tepat. Bila kelak kita tidak dibersamai oleh orang yang kita cintai, tak apa-apa. Karena kita ditakdirkan untuk bersama orang yang sangat mencintai kita. Pun bila akhirnya kita tidak pernah diperjuangkan oleh orang yang kita harapkan. Percayalah kita akan bergandengan dengan seseorang yang sepenuh hati memperjuangkan kita

Ego

Penyembuh bagi ego itu adalah iman. Mudah bagi iman untuk mengomando diri meredam dan melawan ego sekalipun berat. Karena yakin seberat-beratnya melawan ego lebih berat pertanggungjawaban di hadapan Allah.

Stone Garden

Suatu ketika Pak suami ngajakin Bu Istri ke Stone Garden...sebenarnya pak suami udah bikin rencana itu sejak jauh hari.

Ditengah perjalanan dalam cengkrama kedua insan itu, tetiba Bu Istri bertanya pada Pak Suami, "Pak, kenapa pengen banget ke Stone Garden?"
Pak suami senyam-senyum menyimpan teka-teki yang berkelabat di benak Bu Istri.
"Nanti sampai di lokasi akan tahu jawabannya, sabar ya buk". Jawab pak suami sambil elus-elus manja kepala Bu Istri.

*Di lokasi....

Buk,  capek ya? Tanya pak suami pada Bu istri kala menjelajahi stone garden yang medannya mendaki, terjal, penuh bebatuan, dan  siang itu terik sangat. Namun puncak destinasi istirahat masih 3 km lagi. Bu istri hanya ketawa renyah "dengan didampingi kamu, saya bisa kuat Pak...yuk jalan lagi". Bu istri penuh semangat.

*Di puncak destinasi peristirahatan

Terlihat Bu Istri yang sangat girang, lompat-lompat dan teriak gembira ketika menikmati suguhan alam nan aduhai di puncak dakian. Pak suami pun mendekap Bu Istri dengan penuh kehangatan "Buk, beginilah analogi perjalanan dalam pernikahan kita. Bahwa menikah itu sebentuk perjalanan yang menjerihkan, melalui aral, menempuh medan penuh rintangan, dan kadang jalannya dibawah terik ujian. Sebab destinasi kita adalah puncak ini. Tempat peristirahatan terindah nan abadi. Tempat kita akan kembali menggelar nikmatnya bersama dalam naungan ridho-Nya, Syurga Firdaus"
Bu Istri yang super duper lebay melankolisnya itu gak tahan menahan haru "basah sudah baju Pak suami buat menyeka air mata dan ingusnya 😂😂😂
"Jangan takut lelah bersamaku ya, Buk" ucap Pak suami membantu Bu istri membereskan matanya yang basah.

"With both entering paradise together yes, Pak..." Bu istri menyodorkan kelingkingnya buat dil dilan.😄😚😊

-End

Semangat

Jangan lupa menyusun rencana, Nona..
Jangan lupa tentang makna ikhtiar dan gelora pantang menyerah.
Jemput kembali semangat juangmu diawal kamu ingin menggapai apa yang telah Allah berikan kini untuk mencapai makna yang lebih berarti tentang dirimu.

Nona...rawatlah konsistensi semangatmu.
Jagalah impian-impianmu dalam aksi dan doa.
Berupaya lah lebih, agar dirimu dimasa depan mengucapkan terimakasih atas usaha yang kamu lakukan saat ini.
Tuntas semua perjuangan ini, insyaAllah ada hadiah menakjubkan atas peluh dan lelahmu.
Yakini itu Nona !!!

Tapi...jangan lupa jaga kesehatan...
Terus jaga kedekatan pada Allah.
Menjauhkan dari medan keburukan.
Teruslah taat, latihlah kekuatan fisik, menghebatlah untuk menjadi penghebat, jadilah yang bermanfaat.

Berbisik lah dalam doa 'Ini untuk Mu ya Allah...jika bukan karena Mu, aku takkan sanggup'.