Senin, 02 April 2018

Selimut Hidayah

Berselimut dalam hidayah itu nikmat memang. Tapi bagaimana dengan yang lain, kita biarkan menggigil dalam kesesatan, kemaksiatan, bergelimang dosa dan kesalahan. Tanpa ada empati...sungguh mereka juga butuh kehangatan selimut hidayah itu...sangat butuh. Jika bukan kita yang merangkul mereka maka siapa lagi?. Mengerikan sekali saat dihadapan Allah dipertanyakan tentang kesempatan membagi hidayah itu terhampar namun kita menyia-nyiakannya. Na'udzubillah.

Nona...sampai sekecil apapun kebaikan yang kau miliki  bagikanlah... Lalu doakan mereka...

.Allah SWT berfirman:

فَمَنْ يُّرِدِ اللّٰهُ اَنْ يَّهْدِيَهٗ يَشْرَحْ صَدْرَهٗ لِلْاِسْلَامِ ۚ  وَمَنْ يُّرِدْ اَنْ يُّضِلَّهٗ يَجْعَلْ صَدْرَهٗ ضَيِّقًا حَرَجًا كَاَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِى السَّمَآءِ ۗ  كَذٰلِكَ يَجْعَلُ اللّٰهُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ
fa may yuridillaahu ay yahdiyahuu yasyroh shodrohuu lil-islaam, wa may yurid ay yudhillahuu yaj'al shodrohuu dhoyyiqon harojang ka`annamaa yashsho''adu fis-samaaa`, kazaalika yaj'alullohur-rijsa 'alallaziina laa yu`minuun

"Barang siapa dikehendaki Allah akan mendapat hidayah (petunjuk), Dia akan membukakan dadanya untuk (menerima) Islam. Dan barang siapa dikehendaki-Nya menjadi sesat, Dia jadikan dadanya sempit dan sesak, seakan-akan dia (sedang) mendaki ke langit. Demikianlah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 125)

Minggu, 01 April 2018

Kereta

Jangan khawatir nona, masih ada kereta yang lewat untuk menumpangi mu ke tempat yang kau tuju.

Bersabarlah...
Percayalah, kereta itu akan datang.
Bila belum ada bahu yang digunakan untuk bersandar masih ada lantai masjid yang digunakan buat bersujud...😂😂

Faghfirlana Rabbana 😑😑

Jika memang Allah tahan, maka itu menjadi kebaikan. Asalkan kamu manaruh yakin pada Allah sepenuhnya sebesar yakin mu bahwa Allah adalah Dzat Yang Maha Baik.
Nona...tertundanya suatu harapan akan baik jika disikapi dengan cara yang baik. Boleh jadi, Allah sangat suka dengan doa yang memelas itu, hingga akhirnya Allah biarkan dulu kamu dapatkan pahala sabar dan dengan semua itu menjadi kebaikan bagimu.
Bila Allah tahan suatu pemberian yang diinginkan, bukan bermaksud mendzalimi tapi untuk menyelamatkan. Betapa banyak kecelakaan yang terjadi sebab ketergesaan mendapatkan yang diinginkan. Tapi Allah ingin yang terbaik bagimu. Memberimu waktu untuk menata niat, menyiapkan mental untuk segala kemungkinan yang terjadi kedepan, meluaskan sudut pandang dengan pengalaman, menambah ilmu yang lebih dalam untuk bekal, dan mengajarkanmu tentang sabar dan sabar tanpa batas.
Mungkin kini edisinya melow dulu, kelak ada episode kamu akan tersenyum geli melihat betapa semua itu telah dilalui dan hanya satu hal yang dapat membuatmu kuat melampauinya, yakni kedekatan pada Allah.

Nona...
Ingat kampung halaman, InsyaAllah disanalah penerimaan semua hadiah terbaik atas apa yang kamu pinta.
Bersabarlah untuk yang tertunda...
Bisa jadi memang pemberiannya memang kelak, saat langkah telah menginjak tempat pulang abadi, Syurga.😊

Bila 19 kali satu hal dihampiri dalam pikiran maka berpotensi akan selalu memikirkannya. Maka, jalan terbaik untuk menjauhkan diri dari memikirkan kereta datang adalah mencintai Allah dan Rasul di atas segalanya. Memadatkan agenda dengan kebaikan, perbaikan, dan mengajak kepada kebaikan.

Walau pertemuan harus dipasangkan dengan keikhlasan melepaskan. Kamu tidak serta merta menjadi yang bersalah atau menyalahkan. Sebab disana ada takdir yang menuntunmu pada pertemuan terbaik dengan yang telah Allah tetapkan untuk membaikkan masa depanmu.

Ibadah seumur hidup adalah perkara yang sakral. Jangan pernah bercanda tentang memutuskan. Bersabar untuk yang terbaik lebih utama dari pada salah menetapkan pilihan.

Tenanglah Nona...
Jangan merasa bersalah dan jangan pula menyalahkan.
Tuhan itu Maha Tahu. . .
Perbanyak istighfar sayang... kuat lah dengan taat, dan  taubatlah dengan sebenarnya.
Yang baik akan dipadukan dengan yang baik....
Jadilah yang baik dan mampu membaik serta membantunya menjadi lebih baik dengan menempuh jalan yang baik.

Kereta menuju Allah tidak akan pernah datang, hingga Allah benar-benar sudah yang tertinggi dihati dan paling kamu utamakan.

Ittaqillah Nona... serahkan hatimu pada Allah lalu biarkan Allah yang memilih pada siapa akan diserahkan hati itu melalui jalan-Nya.
Maha Benar Allah dengan janji-Nya.

Lepaskan-Ikhlaskan

Lepaskan hal yang membebani hati mu, Nona. Lepaskan karena Allah.. lepaskan sebab kau ingin lebih dekat dengan Allah.
Menyelesaikan kerusuhan yang kau ciptakan sendiri mungkin hal yang berat, bukan. Tapi kau harus bertanggung jawab atas apa yang telah kau mulai, yakni mengakhirinya dengan sebaik-baik cara. Mengakhirinya dengan jalan takwa.
Nona....al-Quran sudah rindu untuk selalu kau bersamai. Apa tak kau rasakan getaran itu. Bujukan mesra yang meminta mu kembali pada kesibukan yang baik, kesibukan bersama al-Quran.
Percaya lah nona, jika kau belum sempurna melepaskannya maka hatimu akan ternodai dan noda itu menghijab nikmat mu bersama al-Quran. Bersihkan...lepaskan... ikhlaskan...karena apa yang di sisi Allah lebih baik.

Saat

Adakalanya menjadi terasing memudahkan kita untuk mencapai tujuan.
Saat tak lagi kau hiraukan penilaian makhluk.
Saat tak lagi kau gubris cacian dan hinaan.
Saat tak lagi kau idamkan pujian dan eluan dari manusia.
Saat tuju mu pada Satu.

Nona Ittaqillah

Nona...itaqillah
Lalu kilas balik, apa yang sudah kamu persiapkan untuk bertemu Allah?

Nona...itaqillah
Bila Allah kau lupakan, maka pasti kau akan lupa diri. Berkejaranlah dengan amalan perindu Syurga sayang dan berlomba-lomba lah dengan taubat para pendosa.

Faghfirlana

Ya Allah...faghfirlana

Semoga selepas ini bisa bener-bener bisa menyirami akhlak dengan Qur'an. Huhu...

Hafalan itu bukan di otak tapi di hati. Nyatanya selama ini bertengger baru di otak dan belum meresap hingga ke hati. Ya Rabb faghfirlana...

Ah...hati ini mah tak ada yang mampu menjaga konsistensi akan iman. Makanya hafalan gak ada progres pada akhlak. Ya Rabb faghfirlana...

Entah lah, jalan kembali itu selalu begini... terus membuat diri malu pulang pada-Nya. Tapi mau pulang kemana lagi ya Allah? Tetap akan mendekati Mu sehina apapun diri ini. Tetap pada harapan dapat bertemu dengan Mu ya Rabb.

Faghfirlana warhamna
Anta khoyrorRahimin

Jaga

Jaga semangat mu nona. Jangan biarkan kelalaian mengintai dan menggerogoti waktu mu.

Jaga iman mu nona..jangan biarkan maksiat mengelabuhi pandangan hatimu dari akhirat.

Jaga istighfar mu nona..jangan sampai amalan membuat mu terlena akan dosa-dosa yang telah menggunung.

Jaga Allah nona.
Jaga Allah...
Pasti Allah jaga kamu, jaga semangatmu, jaga iman mu, dan jaga kamu dari segala yang menelantarkan mu di dunia dan akhirat.