Senin, 19 Maret 2018

Positif

Dalam fisika ternyata kutub positif dan negatif hanyalah bahasa ilusi untuk memudahkan analogi pergerakan elektron. Tapi saya mau ambil kata "positif" nya aja. Tanpa membawa kutub apalagi unsur fisika. Hehe...

Menjadi orang yang positif sangat dipengaruhi oleh apa yang dibaca, dipelajari, didengar, dilihat, dan dipikirkan. Indikator telah positifnya seseorang saat ucapan, tindakan, pilihan, dan lingkungan nya positif. Jelas makna positif dalam hal ini adalah yang baik-baik. Saya amat sangat merasakan ini. Memenuhi pendengaran, penglihatan, dan pikiran dengan kebaikan membuat diri itu lebih ringan untuk mengeluarkan yang baik-baik pula. Makanya, saya selalu minta sama Allah ditempatkan di lingkungan yang baik. Alhamdulillah dimanapun saya ngekos selalu Allah pilihkan lingkungan yang religi dan Deket dengan masjid. Bersyukur sekali saat nyantai dikamar, suara pejalan kaki yang melewati lorong kos saya banyak yang nyambil muraja'ah. Setiap waktu shalat, suara adzannya deket  banget (alias kenceng) sambil bunyi derap langkah para pemuda Syurga yang berderap-derap membangunkan siapapun yang lagi bocan. Hehe.

Selain itu saya juga minta temen-temen yang baik yang bisa membuat saya lebih dekat dengan Allah. Qadarullahnya Allah pilih yang paling baik dari yang terbaik untuk menjadi temen-temen terdekat dalam hidup saya. Alhamdulillah.

Selanjutnya saya minta setiap keadaan terbaik yang bisa membuat saya lebih dekat dengan Allah. Maka sampai judul tesis pun Allah atur yang buat saya bisa menyelesaikannya dengan tempo waktu yang sesingkat nya. Alhamdulillah...

Terus saya meminta Rizki yang baik yang membuat saya dekat dengan Allah. Rizki bukan hanya harta tapi juga kesehatan. Saya juga suka heran dengan selera makan belakangan ini. Entah kenapa melihat makanan seperti bakso, mie, dan yang gak baik bagi  kesehatan itu gak nafsu aja bahkan lebih parahnya setiap mencoba makanan yang pake pecin banyak bakal melilit perutnya. Juga sekarang jadi punya kebiasaan olah raga yang baik. Dan banyak hal lain yang bagi saya itu adalah bagian dari Rizki. Dengan Rizki kesehatan itu bisa lebih mudah untuk ibadah.

Jadi kesimpulannya adalah berupaya  mengorbitkan diri pada hal yang positif agar semua perjalanan yang ditempuh adalah kebaikan.

Maaf yah kalau ceritanya rada garing.  hanya mencoba mencurahkan nilai dan pembelajaran yang saya dapat ke dalam rangkaian kata 😂

Sabar Nona

Nona sayang...
Sabarkan dirimu dalam iman, sebab pertolongan Allah datang dalam kesabaran. Sabar untuk mentaati-Nya, sabar menanti takdir terbaik dari sisi-Nya, sabar menjauhi yang tidak Allah suka, sabar dalam menjalani ketetapan-Nya. Sabar yang menjulur hingga ke liang lahat.

Jika kamu berhenti  bersabar, apa kamu kuat tidak mendapat pertolongan-Nya. Sebaiknya kamu harus kuat untuk bersabar  agar pertolongan Allah tak pernah berhenti untuk mu Nona.

Nona...Syurga hanya merindukan orang yang mengejarnya dengan tempuhan kesulitan tapi ia tetap bersabar dalam keimanan. Sebab ada satu derajat didalam Syurga bagi seseorang namun amal-amal kebaikan nya tak mencukupinya untuk mendapatkan derajat itu, maka ia pun akan diberi kesulitan demi kesulitan untuk mencapainya. Jika ia dapat bersabar dalam keimanan menempuh kesulitan itu maka utuh lah satu  derajat disyurga sebagaimana yang ia pinta pada Rabb Alam Semesta.

Semoga kuat dalam sabar dan istiqamah dalam keimanan ya sayang...Semangat meniti jalan berkah dan menyongsong Ramadhan nan dirindukan.

Mengakui Kesalahan


Berani menerima kritik dan masukkan semakin membelajarkan kebijaksanaan hatimu Nona. Semakin bisa mengakui kesalahan dan mengoreksi diri, lambat laut diri itu akan terasah untuk sibuk memperbaiki diri. Fokus untuk membenahi diri bukan sibuk mengurusi kekurangan orang lain. Serta jangan lupa untuk melapangkan ruang penerimaan akan kesalahan orang lain, sebagai latihan untuk menumbuhkan rasa empati. Sebab setiap orang berpotensi untuk salah dan tidak ada manusia yang sempurna. Maka tak ada salahnya untuk menghargai kesalahan dan kelemahan orang lain dan jadilah yang menguatkan kelemahannya.

Tulus Menurunkan

Rasa kecewa itu sebesar ekspektasi yang ditaruh. Bila diri dengan tulus mau menurunkan ekspektasi pada orang lain mudah-mudahkan lebar kekecewaan bisa diperkecil. Begitu juga dengan ego, betapa lelah menjalani perkara-perkara dalam keseharian bila ego mengusai perasaan. Bila diri dengan tulus mau menghalau ego itu mudah-mudahan dalam meminimalisir lelah hati yang menjangkit.

Dua Kendaraan

Adakalanya, lelah dan jerih mengikhtiarkan masa depan harus mengistirahatkan mu dulu dibentangan sajadah. Agar rehat jiwamu bersama Rabb Yang Maha Agung, agar lepas penatmu dalam obsesi, agar semakin pintar rasa syukurmu untuk belajar. Meskipun sepanjang-panjang sujud mu, belum seberapa dari besarnya rasa syukur yang mesti dihelakan. 

Adakalanya, lelah dan jerihnya menunggu takdir terbaik dari sisi Allah harus mengistirahatkan mu dulu dalam sujud panjang. Agar yakin hati semakin membaik, agar pasrah semakin total, agar memohon lebih sering, agar istighfar lebih hebat, agar taubat tak putus-putus, agar pada Allah  hanya berjarak sedekat rasa sabar.

Dua kendaaran yang tak boleh berhenti ditunggangi, Nona...Syukur dan sabar.


Menanti ACC

       
Bila hidup tak pernah dihidangkan perkara yang menegangkan, maka ia sulit tuk memanjangkan doa-doa  ke kaki langit tuk memohon pertolongan. Saya sangat merasa hari-hari yang dilalui semester ke-4 strata magister ini tiap detiknya adalah menegangkan. Kalender sudah mulai tercoret satu persatu dalam setiap tanggal dengan perasaan cemas akan terget. Setiap bangun tidur obsesi ACC mulai bergentayangan. Bukan hanya mengejar deadline penyelesain draft dan instrumen juga harus mengatur langkah dan nafas untuk mengejar dosen yang posisinya tidak punya koordinat pasti. Ditambah tuntutan revisi yang ketat bersamaan dengan waktu menunggu untuk mendapat feedback.  Terlepas dari serentetan lelah untuk menuntaskan semua itu, saya tengah membelajarkan rasa syukur karena lelah itu merupakan lelah yang saya rindukan. Lelah yang juga  sangat diimpikan oleh banyak orang. 
        Saya merenung malam ini, seusai semua revisi seharian tadi kelar dirobek-robek waktu. Tentang ACC, bahkan ada quote unik yang bertebaran bahwa "Tahun akhir adalah momen kata ACC lebih diharapkan dari pada  I love You". Sebagai unek-unek mahasiswa tahun akhir yang sudah mulai jengah dengan penolakan demi penolakan berkali-kali dari dosen pembimbing. Sebab kesesuaan selera akan sudut pandang itu mesti menyatukan  subjektifitas dan jelas itu sulit. Bagaimana dengan ACC Allah akan amal-amal diri ini? Haduh...tiba-tiba saja ada yang membisikkan saya akan kalimat itu. Kalimat itu datang diiringi hujan deras, petir dan gledek besar persis saat saya merapikan seluruh draft yang rencananya akan diserahkan besok ke dosen pembimbing. Bila mengupayakan ACC dari makhluk saja mengerahkan waktu, pikiran, fisik, bahkan finansial yang pada akhirnya tak punya nilai apa-apa kecuali dibubuhi niat untuk mendapatkan ridho Allah. Apakah diri itu tidak tergerak untuk menguapayakan yang lebih baik agar setiap amal-amal itu di-ACC oleh Allah. Dapat ACC dari dosen bisa membuat diri itu sangat lega dan sujud syukur yang panjang kan? Jika ACC Allah yang direnggut tentu syurga balasannya. Sebaik-baik balasan itu adalah syurga sayang.

Bila hati selalu disucikan oleh kalam-Nya maka Allah akan mudahkan untuk menemukan hikmah. Bila hati rajin belajar akan keikhlasan maka rahmat Allah lebih mudah untuk menghujani diri. Bila hati telah ditempah oleh ujian-ujian yang melelahkan maka akan mudah untuk selalu bergantung hanya pada pertolongan Allah. Belajarlah untuk tidak sekedar meminta kemudahan melainkan memohon agar Allah beri kekuatan. 

Tesis insyaAllah akan terlewati, ACC insyaAllah akan didapatkan, M.Pd insyaAllah segera dilekatkan. Tapi ridho Allah belum tentu dicapai keculai bagi yang bersungguh-sungguh mengejarnya. Nona....terus meminta pertolongan Allah dan memohon ridho-Nya.

Hari ini menuju 4 hari meniti keberkahan dan perjuangan untuk mencapai Ramadhan nan dirindukan. Nona membaiklah selalu agar semua menjadi baik dan didekatkan pada hal-hal yang baik. Tidak ada balasan pada sekecil-kecil kebaikan kecuali kebaikan yang lebih baik.

Tinggalkan

Jangan pernah mencoba mengerti tentang tidak sampainya keinginan pada realita. Karena itu  hanya membuka peluang untuk mentolerir hal-hal yang merapuhkan diri. Belajar tegas pada diri sendiri ya Nona !
Tinggalkan !!!
Ctrl+A delete

Kamu perlu restart hidup hari ini agar tak memberatkan jalan hidup di hari esok.