Senin, 15 Januari 2018

Skip Add ajah

          Nona...yang datang hanya buat basa-basi soal rasa, udah skip add aja.  Karena hati terlalu berharga untuk dihiasi dengan hal-hal yang tak membuatnya makin indah. Betapa rapuh hati bila ditawar oleh rasa yang sekedar ada untuk ditiadakan. Yang begini ini nih kerap menghadirkan sedih, galau, pilu, dan sewajat yang sejenis. Telah menjadi konsekuensi jika terlampau berharap ke makhluk pasti kecewa. Tapi mukmin tidak begitu...karena Allah terhadap mukmin tak pernah mempermainkan rasa. Allah tak rela bila hamba yang serius pada-Nya dibuat sedih dan meneteskan air mata  kecuali sedih jauh dari-Nya dan air mata taubat. Allah gak tega banget bikin hamba-Nya patah dan luka...gak, gak akan ada hati yang remuk bila ke Allah diikat hatinya. Jelas gak bakalan ada hati yang babak belur karena rasa yang menggebubu ke Allah.


Jika dunia datang hanya untuk menggaduh iman, udah skip add aja. Sebab seluruh nikmatnya dunia ini jika dikalkulasikan hanya 1% dari kenikmatan di syurga kelak. Jadi jangan memburu yang cuma sedikit dan mengabaikan yang besar untuk waktu yang lebih abadi. Dunia sementara dan sebatas ruang ujian komitmen cinta pada-Nya adalah keniscayaan. Jangan bergeming, bila dunia melenggelok datang tuk menggoda mu padanya. Karena ia amat hina untuk bersanding dengan diri yang patut dirindukan syurga.
Kalau hatinya udah full ke Allah pasti makin utuh keindahan hatinya. Nah, ini nih yang keren. Coba deh, Allah itu romantis banget. Saat butuh selalu ada, didatengin malah makin deket dan buat bahagia di hati jadi berlipat ganda. Bahkan yang gak dimintapun Allah kasih. Duuh, kurang apa lagi kan? Kenapa harus mencari yang lain selain Dia jika dengan-Nya telah mencukupi bahagia yang sejati.
Yang lain-lain kecuali Allah...udah skip add ajah !

Untitled

Jauh mengenalmu, membawa diri lebih dalam mengenal Allah.

Semua kebaikan semoga terus tercurah bagimu, disana.

Untitled

Jauh mengenalmu, membawa diri lebih dalam mengenal Allah.

Semua kebaikan semoga terus tercurah bagimu, disana.

Kenikmatan yang Menjadi Musibah

Kenikmatan yang membuat diri tak dekat dengan Allah akan berubah menjadi musibah

Allah SWT berfirman:
.
.
سَلْ بَنِيْٓ اِسْرَآءِيْلَ كَمْ اٰتَيْنٰهُمْ مِّنْ اٰيَةٍۢ بَيِّنَةٍ ۗ  وَمَنْ يُّبَدِّلْ نِعْمَةَ اللّٰهِ مِنْۢ بَعْدِ مَا جَآءَتْهُ فَاِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ

"Tanyakanlah kepada Bani Israil, berapa banyak bukti nyata yang telah Kami berikan kepada mereka. Barang siapa menukar nikmat Allah setelah (nikmat itu) datang kepadanya, maka sungguh, Allah sangat keras hukuman-Nya."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 211)

Kenikmatan belum tentu membuka  pintu keselamatan. Kecuali kenikmatan yang diikuti oleh ketaatan dan ketakwaan pada Allah. Berapa banyak dari mereka yang hanyut pada kenikmatan itu lalu mengarus pada muara kekufuran. Sebab hanya memaknai  kenikmatan sebatas pemberian yang utuh hanya miliknya dan karena upayanya sendiri. Kemudian dengan nikmat itu mereka pun kehilangan arah untuk kembali pada Rabbnya. Na'udzubillah...

Allah SWT berfirman:

فَلَمَّا نَسُوْا مَا ذُكِّرُوْا بِهٖ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ اَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ  ۗ  حَتّٰٓى اِذَا فَرِحُوْا بِمَاۤ اُوْتُوْۤا اَخَذْنٰهُمْ بَغْتَةً فَاِذَا هُمْ  مُّبْلِسُوْنَ

"Maka ketika mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu (kesenangan) untuk mereka. Sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka secara tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam putus asa."

(QS. Al-An'am 6: Ayat 44)

Minggu, 14 Januari 2018

Izinkan Aku

Izinkan aku memenangkan hatimu sebagaimana Khadijah ra memenang hati Muhammad saw. Meski bergabung 9 bidadari tak mampu membuat hati Rasul saw lebih dalam perasaannya kecuali pada Khadijah ra. Aku padamu, ingin mengupayakan sedemikian, berharap bisa dan Allah izinkan aku begitu.

Izinkan aku menjadi sajadah suci sebagai tempatmu beribadah. Saling menguatkan untuk  bersama menuju Rabb yang tengah kita rindukan.

Bisa Kembali

Malam ini, adalah haru biru...

Ada nikmat yang begitu sedap bagi diri ini. Yakni nikmat diberi kesempatan untuk kembali pada Rabb nan Mulia. Dari sekian banyak waktu yang terlewati telah mencerabut segenap diri dalam kehampaan iman. Itu teramat menyakitkan. Bahwa keberpisahan hati dengan Rabbnya sebentuk sayatan utuh oleh sembilu tajam yang terbuat dari titanium, lalu dibubuhi alkohol dan asam klorida, periiih...sakiit...haks T.T .Namun rahmat dan ampunan Allah mengobati luka-luka kedzaliman diri itu. Ya Rabb...

Nona, apa kabar?

Nona...
Apa kabar iman hari ini sayang?
Masihkah siluet firdaus menjadi bayang-bayang imiginasi rasa?.
Adakah getar romantis kala asma-Nya tervibrasi di udara?
Setiakah rindu akan bertemu dengan-Nya pada lajur cinta.

Semoga...

Nona...
Apa kabar hari ini?
Ada keluh yang terlerai sayang?
Bersabarlah sebentar, dunia ini hanya durasi yang singkat. Kantongi keluhmu dalam ruang iman. Yakinlah pada-Nya. Bisa jadi yang kau tangkap sebagai keburukan itu merupakan awal dari kejutan-kejutan besar yang akan diterima kelak sebagai anugrah dan kebaikan nan menakjubkan.

Cukupkan hatimu dengan Allah dan Rasul-Nya maka cukuplah segala sesuatu bagimu di dunia dan akhirat.

Dawamkan ini, bahwa hingga kapan pun tak pernah mampu kau temukan cinta sejati sampai engkau mencintai Allah yang Maha Cinta dan menggenggam segenap cinta. Lantas mencintai Allah memiliki implikasi yakni kau dituntut untuk mencintai apa-apa yang Allah cintai dan membenci segala sesuatu yang Allah benci. Kemudian mencintai sesiapa yang Allah cintai dan membenci mereka yang Allah benci

Nona...cintamu kan ranum indah diladang iman. Bersegeralah pada-Nya, bergegas kembali, kemasi semua kerusuhan rasa yang membebani langkahmu menuju-Nya

^_^