Sabtu, 16 Desember 2017
Selasa, 12 Desember 2017
Ingin Istiqamah
Melalaikan hal hal yang baik secara konsisten memang bukanlah hal yang mudah. Saya kembali mengulas memory beberapa tahun belakang, tentang agenda-agenda harian yang sangat dipadatkan dengan membaca dan menulis. Fase saat masih belum banyak perkara yang menyemakkan pikiran.*haha*
Istiqamah untuk menulis, merupakan sesuatu yang penting. Kenyataannya, beberapa agenda kampus dan kegiatan bareng teman teman lebih banyak menyita waktu. Pada akhirnya, ruang waktu untuk berkontemplasi, untuk membaca, untuk menulis semakin terkikis dan menipis.
Idealnya kita mesti menyempatkan minimal 20 menit saja membaca dengan keadaan rileks, agar apa yang dibaca dapat diserap sampai ke relung pemahaman. Kemudian menyisihkan 20 menit pula untuk menulis. Sebenarnya banyak hal yang bisa kita sampaikan. Karena tidak mungkin selama 24 jam yang dijajah oleh aktifitas itu tidak mengandung hikmah untuk diceritakan.
Walau istiqamah baru sebatas keinginan yang terus diupayakan. Semoga memudahkan diri agar mampu mencapai apa yang diingini itu. Terkadang perkara menulis sangat berkaitan dengan suasana hati. Bisa dirasakan, jika kondisi hati itu dalam stabilitas ketenangan maka banyak hal yang mampu menjadi bahan perenungan. Sehingga memudahkan dalam merangkum hasil kontemplasi itu pada rentetetan kata-kata.
Nona, buatlah hari-harimu menjadi lebih hidup dengan berbagi. Setidaknya berbagi hikmah tentang perjalananmu dalam keseharian. Walau baik dalam tulisan tak berarti merepresentasikan kamu, bisa jadi menjadi pemicu agar kamu bersungguh-sungguh melakukan hal yang baik dari apa yang telah disampaikan.
*Nona yang ingin istiqamah menulis ^_^
Untitled
Walau tak sehebat hujan yang menyatukan langit dan bumi, berupayalah selembut doa yang
mampu memadukan harapan dan takdir.
Kamu, selalu menjadi upaya yang hebat bagi doa doa yang dipinta. Hal yang menyadarkan diri ini untuk lebih dekat pada-Nya.
Senin, 11 Desember 2017
Bila Doa
Bila doa-doa yang dilangitkan terijabah, disana rasa syukur mesti dilepaskan. Melepaskannya dengan ketaatan pada Allah yang kian tunduk dan hati yang kian khusyuk.
Bila doa-doa yang membusur sepertiga malam belum dijawab, maka rasa sabar sebaik-baik penolong agar keyakinan pada-Nya tetap utuh. Mengutuhkannya dengan istiqamah memohon yang terbaik dari sisi-Nya.
Bila doa-doa yang menembus kaki langit digantikan dengan yang lain.
Percayalah bahwa apa yang disisi Allah lebih baik. Sebaik keyakinan itu pada Allah.
Pada akhirnya semua doa doa itu akan menjadi indah, bila diterima dengan sikap yang baik.
Minggu, 03 Desember 2017
Cahaya
Cahaya menyulap segala menjadi relatif terhadap inersia layaknya hati yang bercahaya, ia kian mampu menilik banyak hal dari kerangka acuan yang berbeda
Sabtu, 25 November 2017
Kerja
Sebelum rehat panjang, mari jadikan hidup lebih bermakna. Dengan menjadikan setiap detik sebagai momentum tuk memproduksi amal heroik, kerja keras.
Setiap detakan jantung memompa prestasi dan karya yang bermanfaat, kerja cerdas.
Setiap cucuran keringat sebentuk kesyukuran, kerja ikhlas.
Setiap genangan air mata adalah taubatan nashuha, kerja mawas.
Setiap perih dan getir dalam perjuangan sebagai kerja tuntas untuk mencapai keridhoan Tuhan Semesta Alam.
Allah SWT berfirman:
"Dan katakanlah, Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmin, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 105)
Rabu, 22 November 2017
Lintasan
Dalam lintasan dunia memang masih terbentang jarak, namun dalam lintasan takdir titik itu telah menjadi satu. Hanya perlu menentukan kerangka acuan akan dari mana langkah itu mulai diayunkan. Memilih jalan yang mesti ditempuh. Tapak demi tapak itu tak boleh menyelisihi jalur keberkahan, agar selamat hingga ke titik temu dalam atmosfer rahmat dan ridho Tuhan Semesta Alam.
Nona...pandaikanlah diri dalam ruang tunggu, bersendirilah yang anggun. Hingga tiba kapal itu berlabuh menjemputmu ditepian dermaga untuk membawa mu ke samudra lepas. Menyusuri pentas dunia yang sebenarnya dalam keutuhan iman dan kesempurnaan agama.
