Sabtu, 14 Oktober 2017

Bersabar untuk Diri

Nona....bersabarlah terhadap diri sendiri, dari rasa ingin. Sehingga hatimu menjadi teguh pada kebaikan. Mungkin banyak hal bahagia yang ingin kau tampilkan pada mereka di dunia maya, tapi semua akan menjadi baik bila kau teguh untuk menyembunyikannya dalam rasa syukur. Sebab kau tak pernah tahu persepsi yang bermunculan, perasaan lain yang tercabar, dan ketidakbaikkan lainnya yang terundang. Belajarlah menjadi yang bijaksana hatinya nona...keep low profile sholiha...Allah with You selalu !!! Sing tawadhu' gitu lo ^._ ^

*kontemplasi, monolog

Hati

Telah ada seseorang yang teramat menghargai perasaanmu, yang di hatinya kamu akan merasa teduh. Sebab hatinya baik untuk kebaikan hatimu.

Beranjaklah padanya, menetaplah pada hati yang baik itu. Seseorang yang akan membawa hatimu pada bahagia yang didefenisikan dengan sederhana. Baginya bahagia itu sangat dekat, sedekat jarak seorang hamba dengan Rabbnya.

Semoga hatinya tak dicuri yang lain, diutuhkan takdir hanya untuk kamu.
Berdo'alah dan tetap ikhtiar dalam jalan  Allah ridhoi. Jadilah yang baik, tapi hanya untuk Allah ridho karena kamu telah berupaya lebih baik tidak untuk apapun dan siapapun. Biarlah Allah yang memutuskan bahwa  hati yang baik itu memang milik kamu.

Jumat, 13 Oktober 2017

Nikmat Do'a

Ada yang lebih nikmat dari mendapatkan ijabah do'a yakni nikmat untuk selalu istiqamah meminta dalam do'a yang khusyuk hingga do'a itu di ijabah. Ya Allah karuniakan hamba hati yang selalu rindu untuk meminta dan hanya berharap pada Mu.

GENAP

Ada zona ikhtiar yang meski digenapkan sebelum menjadi genap. Kenawhy? Uhuk uhuk...menikah itu bukan tentang bahagia, sayang. Tapi tentang ibadah. Ku mohon, baikkan hatimu itu untuk hati yang akan meneduhkannya. Plis jangan goyah oleh euforia, jangan termakan hoaknya foto foto lagak bahagia mereka. Sebab kamu gak pernah tahu kan, seberapa banyak air mata yang tumpah di balik senyum yang mereka tampilkan di dunia maya itu.   Tetep sama Allah hatinya sayang.

Kamu tuuh meski  fair dong kalau memikirkan perkara menikah. Optimis tapi juga realistis. Sebab amanah setelah menikah bagi seorang wanita kompleks beud kan?. Jadi pikirkan yang itu, tentang bagaimana hafalan tetap terjaga, menuntut ilmu tetap sejalan, kontribusi pada umat bisa dilakukan,  manajemen keuangan, tata kelola rumah, akhlak pada suami, mengelola emosi, mengatur menu makanan dan gizi keluarga, mengatur kesehatan keluarga, dan belum lagi masuk ke ranah anak loh.  
Tu kan ? Gimana? Udah siap gak bekal untuk menjalani semua itu dalam bingkai ibadah? Makanya, Allah kasih waktu cukup panjang untuk kamu bener bener siap dengan semua 'kelelahan' itu. Agar kamu bukan sekedar memantaskan diri tapi juga mengukur kapasitas diri untuk menerima amanah sebagai 'istri' dan 'ibu'.

Menikah bukan hanya tentang perasaan 2 anak manusia yang tengah dilanda cinta, bukan perkara hati yang berbunga-bunga. Tapi menepilah pada sudut pandang yang lebih komprehensif. Lihat orang tuamu, keluargamu, guru ngajimu, dan temen terdekatmu yang melampaui semua itu. Coba banyak bertanya pada mereka dan resapi meaningful things dari mereka . Pada akhirnya kamu akan dibilang gini "udah lah, kamu nikmati waktu sendirinya dulu, ntar kalo udah nikah gak bakal ada lagi waktu me time loh"
Nah...gimana? Haha...

*kotemplasi setelah diskusi sama BuMil yang tengah berjihad S2. -_-

Untitled

Tak perlu erat digenggam,
Cukup lekat dikenang.
Sebab tak ada yang
mampu bertahan selamanya.
Berdamailah dengan diri sendiri lalu berkompromi lah dengan yang telah terlewatkan, bahwa kau tetap menjadi yang terbaik di masa depan.
Demi masa !!!

Upayakan yang membahagiakan hatimu. Betapa bahagia itu teramat dekat. Sedekat jarakmu dengan Tuhan. Lepaskan yang lalu itu dan menetaplah pada hati yang teduh. Beranjaklah pada jiwa yang tenang dan qalbu yang selamat.


Aku akan setia padamu saja blog sayang... Huuhu

Perselancayaran dunia  maya yang lain tampak sangat mengerikan.
-_-

Sabar dan Syukur

Setiap nikmat tidak pernah menjadi kebaikan apabila tidak ada rasa syukur didalamnya. Setiap musibah tidak pula menjadi kebaikan jika tidak dihiasi oleh rasa sabar. Hidup ini senantiasa dalam pergantian musim hati; bahagia, duka, senang, sedih, dan lainnya selalu dipergilirkan. Bagi seorang mukmin urusannya selalu menjadi baik karena di semua pergulatan hatinya selalu disandingkan oleh kesyukuran dan kebaikan