Ada yang lebih nikmat dari mendapatkan ijabah do'a yakni nikmat untuk selalu istiqamah meminta dalam do'a yang khusyuk hingga do'a itu di ijabah. Ya Allah karuniakan hamba hati yang selalu rindu untuk meminta dan hanya berharap pada Mu.
Jumat, 13 Oktober 2017
GENAP
Ada zona ikhtiar yang meski digenapkan sebelum menjadi genap. Kenawhy? Uhuk uhuk...menikah itu bukan tentang bahagia, sayang. Tapi tentang ibadah. Ku mohon, baikkan hatimu itu untuk hati yang akan meneduhkannya. Plis jangan goyah oleh euforia, jangan termakan hoaknya foto foto lagak bahagia mereka. Sebab kamu gak pernah tahu kan, seberapa banyak air mata yang tumpah di balik senyum yang mereka tampilkan di dunia maya itu. Tetep sama Allah hatinya sayang.
Kamu tuuh meski fair dong kalau memikirkan perkara menikah. Optimis tapi juga realistis. Sebab amanah setelah menikah bagi seorang wanita kompleks beud kan?. Jadi pikirkan yang itu, tentang bagaimana hafalan tetap terjaga, menuntut ilmu tetap sejalan, kontribusi pada umat bisa dilakukan, manajemen keuangan, tata kelola rumah, akhlak pada suami, mengelola emosi, mengatur menu makanan dan gizi keluarga, mengatur kesehatan keluarga, dan belum lagi masuk ke ranah anak loh.
Tu kan ? Gimana? Udah siap gak bekal untuk menjalani semua itu dalam bingkai ibadah? Makanya, Allah kasih waktu cukup panjang untuk kamu bener bener siap dengan semua 'kelelahan' itu. Agar kamu bukan sekedar memantaskan diri tapi juga mengukur kapasitas diri untuk menerima amanah sebagai 'istri' dan 'ibu'.
Menikah bukan hanya tentang perasaan 2 anak manusia yang tengah dilanda cinta, bukan perkara hati yang berbunga-bunga. Tapi menepilah pada sudut pandang yang lebih komprehensif. Lihat orang tuamu, keluargamu, guru ngajimu, dan temen terdekatmu yang melampaui semua itu. Coba banyak bertanya pada mereka dan resapi meaningful things dari mereka . Pada akhirnya kamu akan dibilang gini "udah lah, kamu nikmati waktu sendirinya dulu, ntar kalo udah nikah gak bakal ada lagi waktu me time loh"
Nah...gimana? Haha...
*kotemplasi setelah diskusi sama BuMil yang tengah berjihad S2. -_-
Untitled
Tak perlu erat digenggam,
Cukup lekat dikenang.
Sebab tak ada yang
mampu bertahan selamanya.
Berdamailah dengan diri sendiri lalu berkompromi lah dengan yang telah terlewatkan, bahwa kau tetap menjadi yang terbaik di masa depan.
Demi masa !!!
Upayakan yang membahagiakan hatimu. Betapa bahagia itu teramat dekat. Sedekat jarakmu dengan Tuhan. Lepaskan yang lalu itu dan menetaplah pada hati yang teduh. Beranjaklah pada jiwa yang tenang dan qalbu yang selamat.
Sabar dan Syukur
Setiap nikmat tidak pernah menjadi kebaikan apabila tidak ada rasa syukur didalamnya. Setiap musibah tidak pula menjadi kebaikan jika tidak dihiasi oleh rasa sabar. Hidup ini senantiasa dalam pergantian musim hati; bahagia, duka, senang, sedih, dan lainnya selalu dipergilirkan. Bagi seorang mukmin urusannya selalu menjadi baik karena di semua pergulatan hatinya selalu disandingkan oleh kesyukuran dan kebaikan
Senin, 09 Oktober 2017
Interaksi jarak Jauh
Bumi itu memeluk erat-erat segala sesuatu yang ada dipermukannya. Bila suatu benda dipaksa kondisi berada pada jarak pisah tertentu dari bumi maka akan hadir "interaksi jarak jauh". Dengan makna bahwa tidak selalu benda itu harus berada dipermukaan bumi untuk saling berinteraksi. Dalam hal ini, interaksi materi/benda terhadap bumi dinamakan gaya tarik grafitasi.
Pun Allah 'memeluk erat' segala sesuatu yang diciptakan-Nya termasuk manusia. Meski jarak pisah manusia dengan Rabbnya sejauh perbedaan dimensi materi, waktu, dan ruang tapi tetap terikat interaksi. Interaksi itu merupakan 'gaya tarik' penghambaan. Sebuah kekuatan yang pada fitrahnya tak pernah membuat manusia itu lepas dari Allah.
Telinga
Bahwa telinga manusia hanya peka pada frekuensi 10 Khz setara dengan 10.000 getaran perdetik. Dapat dicerna terkait pendengaran manusia tersebut beririsan dengan getaran. Bisa jadi juga ada kaitannya pada ayat al-Qur'an yang bertajuk tentang 'mendengar' dan 'bergetar'.
"(yaitu) orang-orang yang apabila disebut nama Allah hati mereka bergetar, ..."
(QS. Al-Hajj 22: Ayat 35)
Bukan mengait-ngaitkan tapi ini muncul saja dalam pemahaman. Bunyi itu sesuatu yang bergetar dalam medium, jika getaran itu sesuatu yang seirama dengan amalan tubuh maka akan serta merta menggetarkan hati.
Amalan tubuhnya itu yakni pada lanjutan ayat:
"...orang yang sabar atas apa yang menimpa mereka, dan orang yang melaksanakan sholat, dan orang yang menginfakkan sebagian rezeki yang Kami karuniakan kepada mereka."
(QS. Al-Hajj 22: Ayat 35)