Sabtu, 11 Februari 2017

Ditinggal yang Paling Dicintai

Ada diantara mereka yang ditinggal orang yang paling dicintainya.
Sedih bukan?Kejadian  semacam ini sering terjadi, kadang  membuat kita marah dan merasa bahwa Allah tidak adil kepada hidup kita. Betapa hal  ini yang membuat dari sekian kita menjadi tumbang keyakinan. Berbeda dengan orang-orang beriman dan orang orang sholih.  
Tentang kehilangan itu, begini pesan cinta dari Allah:

Allah SWT berfirman:

وَلَـنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَـوْفِ وَالْجُـوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ  الْاَمْوَالِ وَالْاَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِ  ؕ  وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ
"Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar,"
(QS. Al-Baqarah: Ayat 155)

Saat kehilangan amat beruntung jika hati dapat ridho atas ketentuan Allah. Diberi keridhoan hati itu sebenarnya nikmat besar yang mesti sangat  disyukuri. Sebab Allah akan memberi balasan terbaik atas keridhoan kita. Memang kita menjalani hidup ini dalam rentang waktu saja. Pasti kita akan berpisah atau dipisahkan.  Masing-masing kita akan menjalani ujian yang beragam. Yang mesti dipahami adalah bahwa kita akan menerima Ujian masih dalam batas kemampuan diri.

Allah SWT berfirman:

يٰبُنَيَّ اَقِمِ الصَّلٰوةَ وَأْمُرْ  بِالْمَعْرُوْفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاصْبِرْ عَلٰى مَاۤ اَصَابَكَ  ؕ   اِنَّ ذٰلِكَ مِنْ عَزْمِ الْاُمُوْرِ ۚ  
"Wahai anakku! Laksanakanlah sholat dan suruhlah (manusia berbuat yang makruf dan cegahlah (mereka) dari yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu, sesungguhnya yang demikian itu termasuk perkara yang penting."
(QS. Luqman: Ayat 17)

Bersabarlah sholiha, itu perkara penting ! Mudah-mudahan diampuni dosa-dosa, dirahmati hidupmu, dan selalu dalam petunjuk Allah.

Barang siapa yang memaksa diri untui bersabar, maka Allah akan melimpahkan kesabaran baginya.

Perjalanan bersama al-Qur'an 2

Alhamdulillah kholas lagi muraja'ah 286 al-Baqarah...nikmat pisan euy. MasyaAllah, jangan cabut nikmat membersamai kalam Mu ya Rabb.

Jika ingin melakukan perjalanan yang penuh cinta, maka perjalanan itu adalah perjalanan bersama al-Qur'an. Darinya direnggut cinta dari bumi dan cinta dari langit. Menelan haru bercapur suka cita menggebu-gebu. Alhamdulillahi Rabbil 'Alamin

Sungguh kita dulunya mati, lalu Allah hidupkan, dan kelak Allah kembali mematikan  dan akan dibangkitkan pula pada waktu yang ditetapkan lalu  hanya kepada Allah kita akan kembali. Mari kita membekali sebaik bekal untuk kembali pada Allah dengan tuntunan hidup penuh cahaya, al-Qur'an.

Selagi mengikuti petunjuk dari-Nya maka tidak akan ada sedih nestapa lagi khawatir menjelma. Hidup lapang bahagia dalam tuntunan-Nya.

Oh iya, selalu tingkatkan kualitas sholat ya sholiha...

Allah SWT berfirman:

حَافِظُوْا عَلَى الصَّلَوٰتِ وَالصَّلٰوةِ الْوُسْطٰى ۙ  وَقُوْمُوْا لِلّٰهِ  قٰنِتِيْنَ
"Peliharalah semua sholat dan sholat wusta. Dan laksanakanlah (sholat) karena Allah dengan khusyuk."
(QS. Al-Baqarah: Ayat 238)

Sungguh setiap diri yang memperbaiki kualitas shalatnya maka Allah langsung yang akan memperbaiki kehidupannya. Menolong hamba-Nya itu di dunia dan akhirat.

Mari jadi yang beruntung !!!

Perjalanan bersama Qur'an

Bismillah...

Malam ini mencoba kembali muraja'ah al-Baqarah. Duh, lama dah benar kerinduan dapat muraj'ah  satu surah ini sampai tuntas di ayat ke 286. Qadarallah atas pertolongannya bisa kesampaian kemarin. Alhamdulillah, Jum'at barakah. Biasanya baru juz pertama sudah mulai ngantuk atau bosan dan kadang juga kepikiran mengerjakan satu hal. Gravitasi setannya amat berat. Betapa bahagia saat bisa dalam 1 hari mengulang muraja'ah al-Baqarah 2 kali walau ada beberapa ayat yang mirip masih harus membuka mushaf untuk memastikannya dan masih ada urutan pojok halaman masih masih belum persis dengan cepat dapat diingat, tepatnya halaman 39 kala itu.

Terbayang 8 bulan silam saat sempat mondok di tahfidz Lebah Yasin selama 1 bulan. Melihat santri yang komat kamit syahdu dalam muraja'ah al-Baqarahnya. Aduhaiiii, rasa iri tingkat langit tujuh gitu menyaksikannya. Pengen...pengen...pengen... Itu mulu yang direngek sama Allah dalam kidung do'a.

Nikmatnya bersama al-Qur'an itu, apalagi dapat murajaah sembari berlinang haru memahami maknanya. MasyaAllah....rasa tak butuh yang lain lagi di dunia ini selain dapat merasakannya nikmat seperti ini setiap hari dan setiap waktunya.

Malam ini sangat ingin merasakan kembali  syahdu Surat Cinta Al-Baqarah, dan pada akhirnya tersandung keras di ayat ke 31 nya.

Allah SWT berfirman:

وَعَلَّمَ  اٰدَمَ الْاَسْمَآءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى الْمَلٰٓئِكَةِ فَقَالَ اَنْۢبِـئُوْنِيْ  بِاَسْمَآءِ هٰٓؤُلَآءِ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ
"Dan Dia ajarkan kepada Adam nama-nama (benda) semuanya, kemudian Dia perlihatkan kepada para malaikat seraya berfirman, "Sebutkan kepada-Ku nama semua (benda) ini, jika kamu yang benar!""
(QS. Al-Baqarah: Ayat 31)

Jujur saya memang sudah lama tahu ayat ini dan sudah dibaca berkali-kali. Entah tak tahu musababnya baru saat ini merasakan hentakan kuat kala mentadabburi ayat ini. Ada semacam perasaan yang kurasa yakni sanjungan nan indah lagi agung dari Allah kepada ciptaan-Nya yang disebut 'manusia' itu. MasyaAllah...

Udah gak bisa nulis lagi, esok akan ku paparkan jika masih terilhami. Sekarang mau lanjut muraja'ah lagi.

Do'akan bisa istiqamah dalam ketulusan ya. Semoga bisa menjadi penghafal Qur'an yang Allah ridhoi dan berkahi sehingga tertular pada akhlak, lisan, dan hati khususnya.

Allahumma amin ya Mujib

Kamis, 02 Februari 2017

Bingung dan Petunjuk

Yang paling enak dalam hidup ini ketika dituntun oleh Yang Paling Mengetahui menuju keselamatan kehidupan.  Jika hidup tanpa ada petunjuk maka yang ada hanya kebingungan.

Dalam situasi sulit seperti saat ini, detik dimana kemaksiatan merajalela, fitnah dimana-mana, serangan datang dari segenap sisi, dan sebagainya maka  sangat besar kemungkinan nafsu mendorong setiap diri pada jalan kesesatan. Perbanyak lah minta petunjuk pada Allah Yang Maha Pemberi Petunjuk, khusyuk lah dalam membaca al-Fatihah, khusyuklah dalam shalat.

Allah SWT berfirman:

وَمَاۤ اُبَرِّئُ نَفْسِيْ ۚ  اِنَّ النَّفْسَ لَاَمَّارَةٌۢ بِالسُّوْٓءِ اِلَّا  مَا رَحِمَ رَبِّيْ   ؕ اِنَّ رَبِّيْ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
"Dan aku tidak (menyatakan) diriku bebas (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu mendorong kepada kejahatan, kecuali (nafsu) yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun, Maha Penyayang.""
(QS. Yusuf: Ayat 53)

Apa lagi yang lebih penting dari hidup ini dari dituntun oleh Allah?. Ditunjuki pada jalan yang lurus, jalan yang menunjukkan pada kenikmatan di yaumul akhir, jalan yang akan membawa kedamaian dan kebahagiaan, jalan yang akan menjadikan setiap langkah terarah, sikap dituntun, lisan terjaga, dan hati serta fikiran  fokus hanya memikirkan yang baik-baik.

Allah Maha Berkuasa

Semua dalam genggaman Allah, milik Allah, diurus Allah, dan Allah yang Menguasainya.

Allah SWT berfirman:

قُلْ مَنْ رَّبُّ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ  ؕ  قُلِ اللّٰهُ  ؕ  قُلْ اَفَاتَّخَذْتُمْ مِّنْ دُوْنِهٖۤ اَوْلِيَآءَ لَا يَمْلِكُوْنَ لِاَنْفُسِهِمْ نَفْعًا وَّلَا ضَرًّا  ؕ  قُلْ هَلْ يَسْتَوِى الْاَعْمٰى وَالْبَصِيْرُ ۙ     اَمْ هَلْ تَسْتَوِى الظُّلُمٰتُ وَالنُّوْرُ   ۚ   اَمْ جَعَلُوْا لِلّٰهِ شُرَكَآءَ خَلَقُوْا كَخَلْقِهٖ فَتَشَابَهَ الْخَـلْقُ عَلَيْهِمْ  ؕ  قُلِ اللّٰهُ خَالِـقُ كُلِّ شَيْءٍ وَّهُوَ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ
"Katakanlah (Muhammad), "Siapakah Tuhan langit dan bumi?" Katakanlah, "Allah." Katakanlah, "Pantaskah kamu mengambil pelindung-pelindung selain Allah, padahal mereka tidak kuasa mendatangkan manfaat maupun menolak mudarat bagi dirinya sendiri?" Katakanlah, "Samakah orang yang buta dengan yang dapat melihat? Atau samakah yang gelap dengan yang terang? Apakah mereka menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah yang dapat menciptakan seperti ciptaan-Nya sehingga kedua ciptaan itu serupa menurut pandangan mereka?" Katakanlah, "Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Dia Tuhan Yang Maha Esa, Mahaperkasa.""
(QS. Ar-Ra'd: Ayat 16)

Allah Maha Berkuasa  atas hamba-hamba-Nya (al-Qohaar). Allah mampu   Menundukkan panas dan dingin, mengatur peredaaran semesta, menghilangkan gelap dengan terang. Allah Maha Kuasa atas segalanya. Siapa pun yang paling kuat jika  Allah buat kantuk pasti tertidur. Allah tahu siapa yang ujub maka mudah bagi Allah untuk membuat manusia bertekuk lutut tak berdaya dihadapan Allah. Ingat bahwa kita masih bisa bertahan dalam pandangan baik oleh manusia karena Allah masih tutup aib kita.

Allah SWT berfirman:

وَهُوَ الْقَاهِرُ فَوْقَ عِبَادِهٖ    ؕ  وَهُوَ الْحَكِيْمُ الْخَبِيْرُ
"Dan Dialah yang berkuasa atas hamba-hamba-Nya. Dan Dia Mahabijaksana, Maha Mengetahui."
(QS. Al-An'am: Ayat 18)

Allah mengetahui apa yang ada dalam hati manusia.

Allah SWT berfirman:

ثُمَّ اَنْزَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْۢ بَعْدِ الْغَمِّ اَمَنَةً نُّعَاسًا يَّغْشٰى طَآئِفَةً مِّنْكُمْ ۙ  وَطَآئِفَةٌ قَدْ اَهَمَّتْهُمْ اَنْفُسُهُمْ يَظُنُّوْنَ بِاللّٰهِ غَيْرَ الْحَـقِّ ظَنَّ الْجَـاهِلِيَّةِ  ؕ  يَقُوْلُوْنَ هَلْ لَّنَا مِنَ الْاَمْرِ مِنْ شَيْءٍ  ؕ  قُلْ اِنَّ الْاَمْرَ كُلَّهٗ لِلّٰهِ  ؕ  يُخْفُوْنَ فِيْۤ اَنْفُسِهِمْ مَّا لَا يُبْدُوْنَ لَكَ  ؕ  يَقُوْلُوْنَ لَوْ كَانَ لَنَا مِنَ الْاَمْرِ شَيْءٌ مَّا قُتِلْنَا هٰهُنَا  ؕ  قُلْ لَّوْ كُنْتُمْ فِيْ بُيُوْتِكُمْ لَبَرَزَ الَّذِيْنَ كُتِبَ عَلَيْهِمُ الْقَتْلُ اِلٰى مَضَاجِعِهِمْ ۚ  وَلِيَبْتَلِيَ اللّٰهُ مَا فِيْ صُدُوْرِكُمْ وَلِيُمَحِّصَ مَا فِيْ قُلُوْبِكُمْ  ؕ  وَاللّٰهُ عَلِيْمٌۢ بِذَاتِ الصُّدُوْرِ
"Kemudian setelah kamu ditimpa kesedihan, Dia menurunkan rasa aman kepadamu (berupa) kantuk yang meliputi segolongan dari kamu, sedangkan segolongan lagi telah dicemaskan oleh diri mereka sendiri; mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah seperti sangkaan jahiliah. Mereka berkata, "Adakah sesuatu yang dapat kita perbuat dalam urusan ini?" Katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya segala urusan itu di tangan Allah." Mereka menyembunyikan dalam hatinya apa yang tidak mereka terangkan kepadamu. Mereka berkata, "Sekiranya ada sesuatu yang dapat kita perbuat dalam urusan ini, niscaya kita tidak akan dibunuh (dikalahkan) di sini." Katakanlah (Muhammad), "Meskipun kamu ada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditetapkan akan mati terbunuh itu keluar (juga) ke tempat mereka terbunuh." Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Dan Allah Maha Mengetahui isi hati."
(QS. Ali 'Imran: Ayat 154)

Setelah mengetahui hal ini dan merendamnya lama-lama di hati akan terasa damai. Sehingga kita akan semakin sadar bahwa tugas kita hanyalah taat. Apapun yang akan terjadi maka semua telah menjadi ketetapan Allah Yang Maha Berkuasa. Saat kita menyandarkan sepenuh hati, jiwa, dan raga pada-Nya maka yang tersisa hanyalah rasa tenang tanpa diusik oleh cemas akan masa depan dan khawatir akan celaan makhluk.

Berdo'alah "ya Allah jadikanlah hamba dalam sebaik-baik keadaan saat bertemu dengan Mu"

Kebaikan

Tidak ada kebaikan kecuali tercatat di sisi Allah Yang Maha Adil. Percaya bahwa kebaikan sekecil zaarah (partikel yang tak dapat lagi dibagi) tidak luput dari perhitungan Allah. Kita tidak tahu kebaikan mana yang Allah ridhoi, entah itu dengan mengambil remah kecil di mesjid namun hanya Allah yang mengatahui dan Allah ridho bisa jadi kebaikan itu yang menjadi saksi kita di yaumul akhir untuk dimasukkan pada timbangan kebaikan yang berat bobotnya sebab disana kita melakukan dengan ikhlas.

Allah SWT berfirman:

اِنَّ اللّٰهَ لَا يَظْلِمُ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ   ۚ  وَاِنْ تَكُ حَسَنَةً يُّضٰعِفْهَا وَيُؤْتِ مِنْ لَّدُنْهُ اَجْرًا عَظِيْمًا
"Sungguh, Allah tidak akan menzalimi seseorang walaupun sebesar zarrah, dan jika ada kebajikan (sekecil zarrah), niscaya Allah akan melipatgandakannya dan memberikan pahala yang besar dari sisi-Nya."
(QS. An-Nisa': Ayat 40)

Teruslah berbuat baik dan jangan lupa untuk ikhlas dalam melakukan kebaikan.

Senin, 30 Januari 2017

Single VS Couple

Huaammmm uhuk uhuk....

Pengen nulis, ya udah nulis aja ntar sambil ngetik dapat inspirasi.

Ngantuk, tunggu dulu harus disampaikan sebelum mata mengatup, ini tentang single dan couple.

Kamu masih single? Trus udah usia di atas 23 tahun? Nah, kalau berkunjung kemana-mana pada ditanyain gak sih, "Kapan nih?" trus kamu bakal tanggapin gimana?" Hahahaha, "gitu?

Kamu udah couple? Trus udah pajang foto ala kekinian orang-orang pasca nikah gak? Statusnya udah pake "gue luph dia". Atau udah bikim rayuan-rayuan ke pasangan trus dipublish ke citizen? Bahagia kamu udah diketahui banyak orang belum? Trus akhirnya kamu jadi bener-bener bahagia?

Krik krik krik.....
Suhu masih lumayan dingin, sedingin hati dalam menyelami kasus "single vs couple". Wkwkwkwk

Minggu ini baru dapet curcol emak-emak sholihah tentang pasca nikah (para couple yang usia pernikahan dari 2 tahun hingga 21 tahun bercerita).  Tentang perayaan cinta yang hanya sementara selang waktunya, tentang pudarnya kecantikan cleopatra sebab rumput tetangga, tentang godaan keimanan, tentang laki-laki yang tak peka, tentang laki-laki yang gak mau menemani istri belanja, tentang laki-laki yang tak bersedia mendengarkan cerita, tentang anak-anak, tentang lelahnya menghadapi ujian bersama dia (yang dulu dikira akan berjuta rasanya), Tentang perbedaan psikologi aku dan kau nan konon katanya spektrum yang tak saling mengindahkan kerap menyemburatkan konflik-konflik para couple *fiuuh lap keringat di dahi*. Hal yang membuat seorang aku rada-rada horor saat cerita itu mulai menganga pada cerita P***GAM*. Afwan (Maaf) bukan anti yang gituan nih,  namun perkara sedemikian lumayan membuat para single akan lebih asik dengan dunia sendirinya. *plintir bulu mata*. Abaikan !

Pada akhirnya, kita akan lebih memahami bahwa fase-fase perjuangan ini menjadi penentu ruang yang akan kita tempati kelak saat bersama.

Aku masih percaya, bahwa sekian dari mereka yang mengeluhkan tentang  cerita 'couple'nya masih ada daei mereka yang merasakan hal yang sama namun memilih untuk menyimpan dan mencoba untuk saling memperbaiki celah satu sama lain, karena keluhan tidak akan menjadi solusi melainkan menambah masalah baru. Kadang, Ini juga berlaku pada kasus Bapak-bapak yang jenuh dengan penampilan sang pujaan hatinya sebab tak pernah memberikan performa yang indah di depan mata, rasanya mencari pemandangan yang lebih indah bukanlah solusi melainkan menambah masalah baru di dunia dan akhirat *saya nulis gak pake emosi kok Pak, emot nyengir*. Syukuri yang ada dengan membuatnya menjadi lebih indah (itu solusi  emak-emak). Aku mah setuju-setuju banget. Hihi. Maksudnya gini lo, ah udah deh ntar salah jelasin. Aku yakin kamu ngerti dah makna yang disampaikan. Sekian hal ini akan membuat kita sadar bahwa menikah bukan sekedah seni merajut bahagia namun terlebih bagaimana agar segenap suka duka yang dilalui bersama menjadi ladang ibadah dan berbuah pahala melimpah yang diridhoi Allah. (Inget nih besok ya diri sendiri)

Bukan itu saja, euforia yang ditampakkan para couple yang baru sehari, seminggu, dan sebulan itu tidak semestinya membuat niat perjuangan ini menjadi rancu atau mengahadirkan ketergesaan. Tenang dan tetap dalam ikhtiar yang terarah (Tingkatkan takwa dan jadilah yang istiqamah dalam ketaatan). Kebahagiaan kita tidak diukur dari penilaian orang lain. Jika semasa single kita telah menjadikan penilaian orang lain sebagai tolok ukur kebahagiaan, wajar-wajar saja jika sudah couple butuh pengakuan orang banyak untuk dapat merasakan bahagia. Itu capek tau...haha

Beginilah jadinya, saat sekian silaturahim terus meruncing pada suasana tegang dengan topik "kapan nih?". Ujian minimalis  para single Lillah. Senyumin aja, hati tetap istiqamah berdo'a yang terbaik. Jangan tergoncang dengan sulutan yang menyesatkan niat. Yakinlah pada janji Allah !

Menikah itu baik, tapi belum menikah bisa jadi dapat menjadi yang lebih baik di sisi Allah.

Hidup ini hanya fase-fase yang berulang, berpindah dari kesabaran satu kepada kesabaran lain yang lebih kokoh.

Sabar ya sholihah ^_^