Minggu, 23 Agustus 2015

Bait-Bait Rindu Anak Ayah 9

Ayah...
Kita kini berpisah, seharusnya dulu anak ayah telah persiapkan hati untuk kehilangan.
Sehingga tak menggoncang hebat perasaan saat hal itu benar-benar terjadi.
Namun anak ayah yakin, kita akan bertemu selepas kehidupan ini, karena perpisahan saat ini, hanya menjadi jeda untuk mempersiapkan pertemuan selanjutnya.
Mungkin anak ayah akan mendaki gunung-gunung yang tinggi dari perjalanan hidupnya.
Karena di tempat-tempat tinggi ada kebahagiaan yang selama ini dijanjikan Allah.
Anak ayah akan mempersiapkan segala sesuatunya, agar kuat mendaki hingga batas tertinggi, karena ayah telah menunggu di puncak kebahagiaan 'disana'.
Iya kan yah ?

Sungguh perjuangan yang ayah bentangkan untuk anak ayah.
Meng-akar-kan nama ayah hingga ke tulang-tulang.
Bertaut erat dengan jiwa sampai relung nurani.
Hingga anak ayah tanpa sengaja menjadi peniru ulung kegigihan yang dulu pernah ayah teladankan.
Ayah tentu akan tau ceritanya nanti, setelah kita bertemu kembali.
Akan anak ayah sampaikan semua cerita perjalanan semasa kita dalam jeda perpisahan sekarang.
Cerita itu telah anak rancang alurnya sampai kita bertemu kembali, semoga Allah mengamini dan menaungi selalu dalam segala ekspektasi anak ayah yang baik-baik.
Semoga....

Ayah.....
Semoga pula Allah tak henti-henti melimpahkan segala kebaikan untuk ayah disana.
Amiiiin

*salam rindu sepenuh jagad dari anak ayah

Bait-Bait Rindu Anak Ayah 8

Seperti malam-malam kemarin, gadis itu duduk dimalam sunyi, di lantai atas, depan teras rumahnya.
Memandang rembulan sayu-sayu dan mengajaknya bicara.
Berbincang tentang sepi.
Dari pada itu.....
Tak satu manusia pun mendengar.
Bahkan oleh tanaman dan segala binatang.
Mungkin malaikat pun bingung akan mencatat apa, sebab tak ada yang terungkap.
Tidak bisa di rekam dalam pita kaset karena tidak ada suara.
Terus bercengkrama sepi.
Antara pikiran dan keyakinan.
Pembicaraan yang lebih mirip sebagai ayat-ayat panjang.
Berisi tentang kesunyiannya selama ini, senandung tentang harapannya selama ini, penyesalan atas maksiat-maksiatnya selama hidup.
Gadis sepi itu duduk sendiri.
Masih menatap rembulan.
Mengajaknya bercanda.
Tentang kesendiriannya.
Tentang hidupnya.
Tentang harapannya yang tinggi menjulang.
Rembulan itu menanyakan bagaimana rasanya sepi.
Karena rembulan tidak pernah kesepian, di langit banyak bintang.
Gadis sepi kesulitan menjelaskan.
Sampai pada suatu hari rembulan sengaja pergi, padam.
Tak bersinar padahal rembulan tidak kemana-mana.
Gadis sepi itu mencarinya.
Rembulan menatapnya dan tetap bersembunyi.
Rembulan ingin tahu apa itu sepi.
Ia menyaksikan gadis sepi itu mencarinya, melihat matanya yang kehilangan, melihat cahaya matanya yang memudar.
Gadis sepi itu duduk sendiri, di malam kelam, tanpa rembulan.
Tidak ada teman bicara, kecuali dirinya sendiri.
Jika rembulan itu ayah, maka tak perlu dijawab siapa gadis sepi itu....

Bait-Bait Rindu Anak Ayah 7

Ayah...
Kini anak ayah berjalan.
Menyusuri banyak jalan dalam hidupnya.
Melalui izin Allah, Dia melihatkan jalan yang lurus membentang untuk anak ayah.
Dalam perjalanan itu tanpa ayah.
Karena ayah sudah terlebih dulu sampai pada akhir dari perjalanan tujuan kita.
Anak ayah akan menjadi manusia yang senantiasa tumbuh dan berkembang dalam perjalanan hidupnya . . .insyaAllah.
Tumbuh menjadi lebih baik, karena tak lagi manja seperti dulu.
Tumbuh menjadi lebih mandiri, karena semakin banyak pemahaman yang didapatkannya.
Tumbuh menjadi lebih tegar, karena telah melalui banyak hal yang mengokohkan jiwanya.
Lalu berkembang dalam segenap ilmu-ilmu yang bermekaran di cakrawalanya selama ini.
Berkembang untuk mencari makna sebaik-baiknya manusia.
Walau ayah pura-pura tak melihat, karena bersembunyi dibelakang seliput dimensi lain.

Ayah....
Kelak kita akan sama-sama tersenyum.
Karena kita sangat percaya kan yah, bahwa perjalanan ini nantinya akan selesai di surga.
Amiiin

*salam rindu sepenuh jagad dari anak ayah

Bait-Bait Rindu Anak Ayah 6

Ayah...
Sejak ayah meninggalkan kami.
Anak ayah banyak belajar dan kini anak ayah memaknai kesedihan sebagai sebuah perasaan yang istimewa.
Kesedihan tidak lagi sebagai sebuah perasaan negatif yang seolah-olah membuat hidup ini hancur berantakan, membuat harapan hancur menjadi kepingan.
Anak ayah akan melihat sesuatu dari sudut pandang yang baru.
Berbahagia ketika mengalami kesedihan.
Karena perasaan itu telah mendekatkan anak ayah kepada Allah.
Sehingga kesedihan telah menjadi sebuah nikmat yang luar biasa dari Allah.
Rasa sedih itu membuat anak ayah menjadi seorang hamba yang lebih bersungguh-sungguh membenahi diri.
Jadi..... anak ayah akan menyandarkan segala beban-beban hidup ini hanya kepada-Nya.
Meminta pertolongan dan mohon ampun terus tak berbatas waktu dan kondisi.
Sebab kesedihan itu membuat anak ayah merasa sabagai hamba sejati yang tak mampu bertahan tanpa pertolongan Allah.
Perasaan sedih atas kekhawatiran sejak ayah pergi membuat anak ayah bersujud lebih lama dari biasanya.
Bagaimana kesedihan ketika merindu mampu membuat anak ayah meneteskan air mata ketika memohon pengampunan-Nya.
Hal ini amat berharga yah.
Semoga Ayah selalu bahagia 'disana' ya yah...
Karena tak ada lagi yang membuat ayah sedih, disini anak ayah akan bahagia jika kesedihan itu hadir, karena kesedihan itu bukan lagi karena dunia.
Karena kesedihan itu adalah kesedihan seorang hamba kepada Rabb-nya untuk bisa selalu dekat.
Jadilah ia energi baru untuk menyambut kebahagian.
Semoga Ayah selalu dirahmati Allah dan dinaungi dalam kasih sayang-Nya.
Amiin

*salam rindu sepenuh jagad dari anak ayah

Bait-Bait Rindu Anak Ayah 5

Rindu dalam keingingan melupakan.
Melupakan dalam kerinduan.
Hingga rindu dan melupakan setipis membran.
Ayah.....

Sebab sudah terlanjur mencintai yang sewaktu-waktu pergi, yang sewaktu-waktu diambil.
Kini belajar bagaimana caranya melepaskan.
belajar bagaimana menyikapi kepergian.
Sulit sekali....
Adakala perasaan itu mampu dibendung, adakalanya membuncah sepenuh rongga dada.
Jika merindu pada mu.... Ayah.
Sebab sudah terlanjur mencintai yang sewaktu-waktu mati, yang sewaktu-waktu harus hilang.
Kini dipaksa takdir untuk belajar tentang kesendirian.
Kini belajar bagaimana membuat hari-hari terasa lebih lapang.
Ingin sangat, mampu mengosongkan diri dari apapun yang memenuhi. Hingga setiap ruang dalam hati terasa lebih lapang dan melegakan.
Lalu Ia dapat terisi dengan rasa lebih tertata dan bijaksana.
Selalu siap dengan kehilangan.
Selalu siap dengan kepergian.
Sungguhpun diri ini tidak pernah memiliki apa-apa.
Tuhan hanya menitipkan Ayah untuk dicintai.

*semoga Ayah disayang Allah

Perjalanan yang Jauhnya Masih Entah

Masalah adalah keadaan sementara, namun kebahagiaan mu mesti berlanjut hingga ke surga. Karena menuju-Nya sudah pasti dijanjikan kebahagiaan. Teruslah belajar untuk membuat Tuhan tersenyum dengan keputusan-keputusan kita. Ketidaksanggupan kita akan disanggupkan oleh Tuhan selagi kita meyakini Dia adalah Maha Segalanya.

Semesta terus mengirimkan pesan-pesan sensorik pada kita. Sayangnya abai sering kita mengenali hal ini.  Kini masih dapat kita lakukan perjalanan rasa di atas bumi bersama semesta. Pada akhirnya kita  akan mengerti, skenario-Nya menyelamatkan kita dari keburukan. Disaat Tuhan memberikan kemudahan.  Sebuah pertanda kita sedang memilih untuk bersyukur atau ingkar. Semoga Tuhan tetap menjadi yang pertama.

Percaya saja, akan ada saatnya kita terlatih melukis senyuman atas segala hal . Menertawakan hati yang sempat sesak atas ketidak-penerimaan. Mungkin saat itu kita belum memiliki pengetahuan yang cukup. Akhirnya, kita akan temukan jalan-jalan kebaikan yang lebih luas. Selama ada rasa syukur yang selalu dibawa, kemanapun dan sebagaimanapun. Menapaki perjalanan yang ujungnya masih  entah dengan  berserah seluruh diri pada-Nya. Membuat kita dapat menikmati perjalanan lebih tentram  dan ditenggarai hati nan lapang. Semoga Tuhan tetap yang digaris depan tujuan.

Semoga Tuhan menjaga kita dari kesia-siaan. Karena melakukan banyak hal yang tidak memberi kemanfaatan lebih buruk dari kematian. Sebab kematian hanya memisahkan kita dari dunia. Sedang melakukan hal sia-sia memisahkan kita dari Allah . Dan kita meski mengingat bahwa tanda berpalingnya Tuhan dari seorang hamba. Apabila Tuhan menjadikan ia sibuk pada hal-hal yang tak bermanfaat baginya. Keterlenaan kita saat berlama-lamaan dalam perkara sia-sia memperlebar jarak kita pada Tuhan. Semoga ketaatan menjadi kesibukan diri hingga akhir perjalanan yang jauhnya masih entah ini.

*nasihati diri sendiri
23-08-15@home| ©Ningsi_afj

#perjalanan_untuk_sebuah_mimpi

Jumat, 21 Agustus 2015

Bait-Bait Rindu Anak Ayah 4

Dengan kebal hati, ku tangkap tiap benih rindu yang enggan untuk di sapu. Aku selalu membiarkannya bersemayam, bebas menari sesukanya saja di dalam ruang hati yang telah kusediakan. Kini hanya Membatu bersama waktu. Menata rindu yang menghunjam dalam jantungku. Andai jarak mampu diajak bercengkrama. Mungkin saja yang kurindu telah duduk di tempat kesukaannya kini, meski hanya menjelma dalam bayangan. Nampaknya jarak tengah menampakkan kekejamannya. Biarlah, tetap ku percaya ada waktunya antara aku dan yang kurindu hanya sebatas pandangan mata saja. Tentu itulah waktunya kita sudah sudah berada di tempat yang abadi.
Ayah.....

Saat ini ku kunjungi sejenak jejak yang telah terlewatkan. Walau harus melihat ke belakang, masa lalu kadang memanggil tuk disapa kembali.
Tentang Ayah masih kuat membekas. Menyisakan suatu pijakan dalam hati, lantas pikiran melukiskan beribu kenangan. Meninggalkan kesan hebat yang tak kunjung mampu dilepas. Itulah yang menjadikan rindu tak pernah jera mengunjungi.
Ayah...

Semoga disana Ayah selalu disayang Allah.

*salam rindu sepenuh jagad dari anak ayah