Seperti malam-malam kemarin, gadis itu duduk dimalam sunyi, di lantai atas, depan teras rumahnya.
Memandang rembulan sayu-sayu dan mengajaknya bicara.
Berbincang tentang sepi.
Dari pada itu.....
Tak satu manusia pun mendengar.
Bahkan oleh tanaman dan segala binatang.
Mungkin malaikat pun bingung akan mencatat apa, sebab tak ada yang terungkap.
Tidak bisa di rekam dalam pita kaset karena tidak ada suara.
Terus bercengkrama sepi.
Antara pikiran dan keyakinan.
Pembicaraan yang lebih mirip sebagai ayat-ayat panjang.
Berisi tentang kesunyiannya selama ini, senandung tentang harapannya selama ini, penyesalan atas maksiat-maksiatnya selama hidup.
Gadis sepi itu duduk sendiri.
Masih menatap rembulan.
Mengajaknya bercanda.
Tentang kesendiriannya.
Tentang hidupnya.
Tentang harapannya yang tinggi menjulang.
Rembulan itu menanyakan bagaimana rasanya sepi.
Karena rembulan tidak pernah kesepian, di langit banyak bintang.
Gadis sepi kesulitan menjelaskan.
Sampai pada suatu hari rembulan sengaja pergi, padam.
Tak bersinar padahal rembulan tidak kemana-mana.
Gadis sepi itu mencarinya.
Rembulan menatapnya dan tetap bersembunyi.
Rembulan ingin tahu apa itu sepi.
Ia menyaksikan gadis sepi itu mencarinya, melihat matanya yang kehilangan, melihat cahaya matanya yang memudar.
Gadis sepi itu duduk sendiri, di malam kelam, tanpa rembulan.
Tidak ada teman bicara, kecuali dirinya sendiri.
Jika rembulan itu ayah, maka tak perlu dijawab siapa gadis sepi itu....
Minggu, 23 Agustus 2015
Bait-Bait Rindu Anak Ayah 8
Bait-Bait Rindu Anak Ayah 7
Ayah...
Kini anak ayah berjalan.
Menyusuri banyak jalan dalam hidupnya.
Melalui izin Allah, Dia melihatkan jalan yang lurus membentang untuk anak ayah.
Dalam perjalanan itu tanpa ayah.
Karena ayah sudah terlebih dulu sampai pada akhir dari perjalanan tujuan kita.
Anak ayah akan menjadi manusia yang senantiasa tumbuh dan berkembang dalam perjalanan hidupnya . . .insyaAllah.
Tumbuh menjadi lebih baik, karena tak lagi manja seperti dulu.
Tumbuh menjadi lebih mandiri, karena semakin banyak pemahaman yang didapatkannya.
Tumbuh menjadi lebih tegar, karena telah melalui banyak hal yang mengokohkan jiwanya.
Lalu berkembang dalam segenap ilmu-ilmu yang bermekaran di cakrawalanya selama ini.
Berkembang untuk mencari makna sebaik-baiknya manusia.
Walau ayah pura-pura tak melihat, karena bersembunyi dibelakang seliput dimensi lain.
Ayah....
Kelak kita akan sama-sama tersenyum.
Karena kita sangat percaya kan yah, bahwa perjalanan ini nantinya akan selesai di surga.
Amiiin
*salam rindu sepenuh jagad dari anak ayah
Bait-Bait Rindu Anak Ayah 6
Ayah...
Sejak ayah meninggalkan kami.
Anak ayah banyak belajar dan kini anak ayah memaknai kesedihan sebagai sebuah perasaan yang istimewa.
Kesedihan tidak lagi sebagai sebuah perasaan negatif yang seolah-olah membuat hidup ini hancur berantakan, membuat harapan hancur menjadi kepingan.
Anak ayah akan melihat sesuatu dari sudut pandang yang baru.
Berbahagia ketika mengalami kesedihan.
Karena perasaan itu telah mendekatkan anak ayah kepada Allah.
Sehingga kesedihan telah menjadi sebuah nikmat yang luar biasa dari Allah.
Rasa sedih itu membuat anak ayah menjadi seorang hamba yang lebih bersungguh-sungguh membenahi diri.
Jadi..... anak ayah akan menyandarkan segala beban-beban hidup ini hanya kepada-Nya.
Meminta pertolongan dan mohon ampun terus tak berbatas waktu dan kondisi.
Sebab kesedihan itu membuat anak ayah merasa sabagai hamba sejati yang tak mampu bertahan tanpa pertolongan Allah.
Perasaan sedih atas kekhawatiran sejak ayah pergi membuat anak ayah bersujud lebih lama dari biasanya.
Bagaimana kesedihan ketika merindu mampu membuat anak ayah meneteskan air mata ketika memohon pengampunan-Nya.
Hal ini amat berharga yah.
Semoga Ayah selalu bahagia 'disana' ya yah...
Karena tak ada lagi yang membuat ayah sedih, disini anak ayah akan bahagia jika kesedihan itu hadir, karena kesedihan itu bukan lagi karena dunia.
Karena kesedihan itu adalah kesedihan seorang hamba kepada Rabb-nya untuk bisa selalu dekat.
Jadilah ia energi baru untuk menyambut kebahagian.
Semoga Ayah selalu dirahmati Allah dan dinaungi dalam kasih sayang-Nya.
Amiin
*salam rindu sepenuh jagad dari anak ayah
Bait-Bait Rindu Anak Ayah 5
Rindu dalam keingingan melupakan.
Melupakan dalam kerinduan.
Hingga rindu dan melupakan setipis membran.
Ayah.....
Sebab sudah terlanjur mencintai yang sewaktu-waktu pergi, yang sewaktu-waktu diambil.
Kini belajar bagaimana caranya melepaskan.
belajar bagaimana menyikapi kepergian.
Sulit sekali....
Adakala perasaan itu mampu dibendung, adakalanya membuncah sepenuh rongga dada.
Jika merindu pada mu.... Ayah.
Sebab sudah terlanjur mencintai yang sewaktu-waktu mati, yang sewaktu-waktu harus hilang.
Kini dipaksa takdir untuk belajar tentang kesendirian.
Kini belajar bagaimana membuat hari-hari terasa lebih lapang.
Ingin sangat, mampu mengosongkan diri dari apapun yang memenuhi. Hingga setiap ruang dalam hati terasa lebih lapang dan melegakan.
Lalu Ia dapat terisi dengan rasa lebih tertata dan bijaksana.
Selalu siap dengan kehilangan.
Selalu siap dengan kepergian.
Sungguhpun diri ini tidak pernah memiliki apa-apa.
Tuhan hanya menitipkan Ayah untuk dicintai.
*semoga Ayah disayang Allah
Perjalanan yang Jauhnya Masih Entah
Masalah adalah keadaan sementara, namun kebahagiaan mu mesti berlanjut hingga ke surga. Karena menuju-Nya sudah pasti dijanjikan kebahagiaan. Teruslah belajar untuk membuat Tuhan tersenyum dengan keputusan-keputusan kita. Ketidaksanggupan kita akan disanggupkan oleh Tuhan selagi kita meyakini Dia adalah Maha Segalanya.
Semesta terus mengirimkan pesan-pesan sensorik pada kita. Sayangnya abai sering kita mengenali hal ini. Kini masih dapat kita lakukan perjalanan rasa di atas bumi bersama semesta. Pada akhirnya kita akan mengerti, skenario-Nya menyelamatkan kita dari keburukan. Disaat Tuhan memberikan kemudahan. Sebuah pertanda kita sedang memilih untuk bersyukur atau ingkar. Semoga Tuhan tetap menjadi yang pertama.
Percaya saja, akan ada saatnya kita terlatih melukis senyuman atas segala hal . Menertawakan hati yang sempat sesak atas ketidak-penerimaan. Mungkin saat itu kita belum memiliki pengetahuan yang cukup. Akhirnya, kita akan temukan jalan-jalan kebaikan yang lebih luas. Selama ada rasa syukur yang selalu dibawa, kemanapun dan sebagaimanapun. Menapaki perjalanan yang ujungnya masih entah dengan berserah seluruh diri pada-Nya. Membuat kita dapat menikmati perjalanan lebih tentram dan ditenggarai hati nan lapang. Semoga Tuhan tetap yang digaris depan tujuan.
Semoga Tuhan menjaga kita dari kesia-siaan. Karena melakukan banyak hal yang tidak memberi kemanfaatan lebih buruk dari kematian. Sebab kematian hanya memisahkan kita dari dunia. Sedang melakukan hal sia-sia memisahkan kita dari Allah . Dan kita meski mengingat bahwa tanda berpalingnya Tuhan dari seorang hamba. Apabila Tuhan menjadikan ia sibuk pada hal-hal yang tak bermanfaat baginya. Keterlenaan kita saat berlama-lamaan dalam perkara sia-sia memperlebar jarak kita pada Tuhan. Semoga ketaatan menjadi kesibukan diri hingga akhir perjalanan yang jauhnya masih entah ini.
*nasihati diri sendiri
23-08-15@home| ©Ningsi_afj
#perjalanan_untuk_sebuah_mimpi
Jumat, 21 Agustus 2015
Bait-Bait Rindu Anak Ayah 4
Dengan kebal hati, ku tangkap tiap benih rindu yang enggan untuk di sapu. Aku selalu membiarkannya bersemayam, bebas menari sesukanya saja di dalam ruang hati yang telah kusediakan. Kini hanya Membatu bersama waktu. Menata rindu yang menghunjam dalam jantungku. Andai jarak mampu diajak bercengkrama. Mungkin saja yang kurindu telah duduk di tempat kesukaannya kini, meski hanya menjelma dalam bayangan. Nampaknya jarak tengah menampakkan kekejamannya. Biarlah, tetap ku percaya ada waktunya antara aku dan yang kurindu hanya sebatas pandangan mata saja. Tentu itulah waktunya kita sudah sudah berada di tempat yang abadi.
Ayah.....
Saat ini ku kunjungi sejenak jejak yang telah terlewatkan. Walau harus melihat ke belakang, masa lalu kadang memanggil tuk disapa kembali.
Tentang Ayah masih kuat membekas. Menyisakan suatu pijakan dalam hati, lantas pikiran melukiskan beribu kenangan. Meninggalkan kesan hebat yang tak kunjung mampu dilepas. Itulah yang menjadikan rindu tak pernah jera mengunjungi.
Ayah...
Semoga disana Ayah selalu disayang Allah.
*salam rindu sepenuh jagad dari anak ayah
Bait-Bait Rindu Anak Ayah 3
Lelaki dengan sejuta ide kreatif dan ketangkasan, tersenyum jumawa bila melihat ku bercerita tentang harapan kedepan.
Ayah dengan segala kelebihan dan kekurangan selalu menyimpan banyak memori tersendiri.
Hatiku pun rindu bertalu-talu.
Terkenang slogannya, "Alam Takambang Jadikan Guru". Ah, itu semacam sindiran halus agar aku tidak menjadi manusia kaku yang teoritis.
Bahwa ada yang megah telah digelar Tuhan untuk ku dapat sulap menjadi kehidupan yang lebih menghidupkan. Belajarlah.....! Jangan berhenti belajar !
Sudah puluhan tahun lalu, semasa kecil Ayah banyak menciptakan hal-hal menarik untuk membuat ku selalu merasa seolah menjadi seorang putri raja. Pondok kayu yang ku sebut istana. Dimana banyak waktu-waktu gembira dihabiskan diatasnya. Sengaja dibuat Ayah, untuk aku lebih banyak mengamati alam. Sesekali ayah menunjuk satu hal dan menjelaskannya. Sesekali aku dengan banyak tanya manarik-narik baju ayah untuk meminta Ayah menjelaskan sesuatu. Benar-benar serasa seorang putri raja kala itu. Tentu kamu bingung bagaimana menempatkan rasa untuk mengecup apa yang pernah kulewati bersama Ayah bukan ?. hatiku pun rindu menggebu-gebu.
Karena manja seorang putri raja. Ayah kala ku kecil hanya menyuruh ku melakukan hal-hal yang kusenangi. Seperti memanjat pohon, membuat layang-layang dan menerbangkannya (ah ini yang paling aku suka), menyeret mobilan kayu yang Ayah buat dari triplek, berpuisi sambil nyengir lihat ayah, dan hal konyol lainnya. Hatiku pun rindu menggaung-gaung.
Teringat suatu hari. Setelah aku pandai bersepeda. Kedua abangku mengajak main play station (waktu itu games yang paling kece lah dizamannya) sampai malam. Pulang kerumah Ayah langsung kempesin ban sepeda (nangis sambil jerit-jerit, hhehe). Kesalnya kok sepeda abang gak di kempesin. Kata Ayah anak wanita mainnya beda dengan laki-laki. Akhirnya Ayah pun membelikan kami PS 2. Bukan main senangnya, setidaknya aku tidak perlu lagi murung setiap lihat abang main PS keluar dengan temannya. Aku malah bisa main sendiri sepuasnya sampai jari pegal-pegal menggenggam stik. Dudududu. Rindu ku jadi bertaut-taut pada segala hal yang di dalamnya ada Ayah.
Nantilah akan ku ceritakan lagi. Tentang laki-laki yang paling kucintai, Ayah.
Semoga disana Ayah selalu disayang Allah.
*salam rindu sepenuh jagad dari anak ayah
21-08-15@home|©ningsi_afj