Selasa, 07 Juli 2015

Menemukan Allah dalam Masalah

Masalah  memang dihadirkan untuk menguji seberapa jauh hati  cukup bersabar, seberapa jernih pikiran dan seberapa kukuh keimanan.
Ia  akan terus belajar setiap hari tentang hidup, bila  bertemu dengan masalah.
Dengan Masalah Ia dapat merasakan semua bentuk emosi, belajar memahami  dari sudut pandang yang berbeda.
Agar  menjadi kaya akan pembelajaran.
Agar kaya akan emosi.
Agar tahu bagaimana rasanya.

Mungkin lebih baik Ia harus terluka dan  menangis hari ini.
Sehingga Ia menjadi lebih muda dalam mempelajari dan memahami banyak hal dari kehidupan.
Apalagi dengan  masalah yang dihadirkan, membuat Ia lebih mendekatkan diri  kepada Tuhan.
Akhirnya Ia sadar bahwa kemampuannya  terbatas, lalu selebihnya adalah pertolongan dari Tuhan.
Kala  menyusuri jalan solusi dari masalah, Ia malah  menemui Allah. Dan  pertemuan itulah solusinya.

©ningsi_afj

#perjalanan_untuk_sebuah_mimpi

Perjalanan Mendaki

Kamu harus ingat !
bahwa, segala sesuatu akan terlewati.
Siap-tidak siap. Mau tidak mau.
Segala sesuatu yang sedang terjadi dalam hidup ini akan berlalu.
Tidak ada yang benar-benar abadi kecuali amalan-amalan baik.

Maka,  Ia sangat yakin bahwa semua itu pasti akan berlalu.
Agar menjadi seorang yang bila bahagia tidak terlalu berlebihan, karena semua itu pasti berlalu.
Pun bila sedih, tidak berlebihan karena semua itu akan berlalu juga.
Ia menyaksikan bahwa takdir itu bekerja melampaui asumsi atas hidupnya sendiri.
Baginya hanya perlu menjalani dengan sebaik-baiknya apapun yang sedang  dijalani hari ini.
Sudahlah...!
Tidak perlu khawatir karena kamu memiliki senjata terkuat untuk menjaga langkah hidup ini tetap di jalan-Nya.
Berdo'alah....

Perjalan kehidupan ini memang mendaki.
Naik dari tingkat awal hingga sesanggup  ketinggian yang ingin digapai.
Setiap tingkatannya tersajilah ujian-ujian.
Ujian yang akan menjadi sebuah tanda akan keimanan dan ketaqwaan . Seberapa jauh Ia  percaya bahwa hidupnya berada di bawah sebuah rencana besar Sang Pencipta.

©ningsi_afj

#perjalanan_untuk_sebuah_mimpi

Jumat, 26 Juni 2015

Kehilangan

Sepatutnya Ia tidak perlu merasa kehilangan.
Karena memang tidak pernah memiliki.
Kebahagian itu bukan miliknya.
Hanya titipan sementara.
Jika yang Pemberi Bahagia telah ingin mencabut darinya.
Maka tak sewajarnya Ia merasa kehilangan.
Ia sangat  anggun jika menyerahkan kebahagiaan itu dengan  tulus. Hingga Tuhan menaruh pandangan lebih mulia padanya.
Toh jika Tuhan berkehendak kebahagiaan itu sangat mudah untuk  diberikan kembali.
Bahkan dengan kapasitas kebahagiaan yang lebih mencetarkan jika Ia mau bersabar saat kebahagiaan yang sebentar di dunia ini diambil.

©ningsi_afj

#perjalanan_untuk_sebuah_mimpi

Masalah

Ia menatap langit-langit dengan kosong.
tenggelam dalam lamunannya .
Masalah sudah menyerah membuatnya menangis.
Tak bisa lagi, atau mungkin sudah tak ada lagi yang patut ditangiskan.
Karena air matanya sudah beku.
Didinginkan oleh lapisan-lapisan istighfar.
Bila hampir mencair, cepat-cepat ia dinginkan lagi.
Bibir hatinya terus bergeming, menyuarakan Istighfar.
Terus...dan tak mau berhenti, khawatir kesedihannya mencair kembali.
Maka masalah pun angkat bicara, " kau telah temukan cara untuk memperisai diri dari ku !"

©ningsi_afj

#perjalanan_untuk_sebuah_mimpi

Siapa Mereka

Rasanya mau berputus asa.
Tapi tak boleh !
Karena berputus asa adalah  sikap mencerca rencana Tuhan.
Karena berputus asa adalah sikap durhaka sebagai hamba.
Karena berputus asa adalah sikap yang bisa jadi membuat Tuhan semakin murka.

Ada alasan mengapa masalah itu  diciptakan untuk nya.
Ada alasan mengapa harus Ia yang dipilih menjalani.
Ada sesuatu yang ingin Dia lakukan melalui tangan kecilnya, melalui akalnya , melalui hatinya.

Di sisi lain, saat Ia bertanya tentang alasan hidup . Dan mengapa Ia  harus bertahan sejauh ini. Sementara Ia  sibuk mencari alasan. Bisa jadi ada orang yang diam-diam menaruh harap padanya , hidupnya  adalah alasan mereka untuk terus melanjutkan hidup . Bertahan sejauh ini. Walaupun Ia masih rancu tentang  siapa mereka. Karena Ia masih belum   bisa merasakannya. Mungkin  hatinya sedang sibuk mengurusi luka.

Mungkin lusa  Ia akan tahu, siapa-siapa orang yang dijadikan  sebagai alasan hidupnya. Tidak hari ini, hari ini Ia  sedang sibuk pada diri sendiri. Sibuk pada keegoisan dalam memikirkan keadaannya. Hanya butuh waktu untuk mengenali pada dirinya siapa-siapa saja mereka. Nanti Ia akan tahu. Kini Ia dalam usaha   mencari tahu tentang mereka. Iya....Ia akan tahu pada suatu waktu yang telah di rencanakan Tuhan.

©ningsi_afj

#perjalanan_untuk_sebuah_mimpi

Perjalanan

Ada hal-hal yang  unik dari perjalanannya.
Terkadang  ia mengeluh, berpeluh, dan mengaduh.
Perjalanan yang  menjadikannya terkagum-kagum, terheran-heran, bahkan tersedu-sedu.
Lucu.....!
Bisa menjadikannya merenung dalam kehampaan,menikmati sunyi dan mencari tahu jalan  mengubur emosi.
Yang terpenting dari segala hal itu adalah bisa menjadikannya menemukan Tuhan. Lalu membuatnya lega sebab telah mengenali 'sandaran hati'.
Ia sangat yakin langkah saat ini akan melontarkannya pada keadaan yang mungkin jauh lebih baik di masa mendatang, entah esok, minggu depan, atau entah kapanlah itu.
Hanya keyakinan itu yang penting untuk diteguhkannya kuat-kuat.

©ningsi_afj

#perjalanan_untuk_sebuah_mimpi

Kamis, 25 Juni 2015

Orang-Orang Luar Biasa dan Ujiannya

     Adakalanya aku memikirkan tentang mereka. Tentang sosok orang-orang luar biasa.   Faktanya,  orang-orang luar biasa yang aku temui hari ini adalah hasil dari sebuah proses panjang hidup mereka  dan tentang proses itu tidak pernah aku saksikan. Proses hidup panjang yang bisa jadi  pernah menghancurkan hatinya berkeping-keping, namun mereka berhasil merangkainya menjadi utuh kembali . Proses hidup yang menguras air matanya, meresahkan hidupnya sedemikian rupa dan aku tidak pernah tahu tentang itu. Yang kini aku lihat kini mereka luar biasa.

         Kepercayaan berupa kesempatan itu akan menjadi sangat berharga. Tidak masalah ada yang bersedia menyertai atau tidak. Karena kita memang harus tumbuh semakin baik. Tumbuh menyertai segala yang ada dalam diri pada akhir yang memuaskan. Metaformosis hidup manusia berbeda, kita tidak bisa membandingkan chapter A hidup kita dengan orang yang hidupnya sudah sampai di chapter Z. Jangan bersedih, aku juga jangan sedih....*_*

        Berusaha terbaik yang kita mampu hingga waktu usai menyudahi semua usaha itu. Terlebih usaha untuk menjadi pribadi lebih baik setiap harinya. Karena perubahan ke arah kebaikan pasti besar tantangannya.  Itulah yang membuatku sangat berhati-hati. Mari menjalani hari ini dengan kepekaan rasa dalam menilai sudah sejauh mana kita lebih baik dari kemarin. Semoga Allah senantiasa menguatkan kita pada setiap ujian yang datang dalam hari-hari selanjutny  . Karena ujian akan selalu lebih sulit setiap harinya. Dari Ujian itu pula  kita menjadi berkemampuan dalam seni mengendalikan perasaan. Semoga dikuatkan...!

©ningsi_afj

#belajarmoveon
#HikmahRamadhan
#perjalanan_untuk_sebuah_mimpi