Jumat, 08 Agustus 2014

Waktu, Iman, Amal, dan Nasihat

Yang menyadari dunia ini singkat, maka akan takut untuk menyia-nyiakan waktu. Apalagi melalaikan kebaikan.
Nasihat ini buat jiwa jungkar balik malunya dengan diri sendiri.
Pedas dan mengena hati bagi yang merindukan pertemuan dengan Rabbnya.
Menggigit dan menjotos qalbu untuk diri yang ingin pulang kampung abadi dalam keadaan selamat, bahagia, dan sejahtera.
Memang kadang kita sering lupa, itu artinya masih manusia.
Makanya, manusia yang gak rugi dalam Q.S.al-'Ashr adalah yang paling mengerti hakikat waktu lalu ia pun menyempurnakan iman, memperbaiki dan melejitkan amal, serta saling menasehatkan dalam kebaikan. Nah, kalau sy belum begini artinya yah masih dalam kondisi merugi. Na'udzubillah.
Ya Rabb, beri anugrahkan kami iman dengan sebenarnya iman.
Karuniakan kami kekuatan dalam kebajikan terutama untuk berbakti pada ortu tuk memancing ridho Mu.
Luruskan segala niat kami dalam saling menasihati dalam kebaikan.
Jadikan kami insan yang beruntung, pemenang di yaumul akhir.
Jauhkan kami dari segala murka Mu.
Amiiiin

Rabu, 06 Agustus 2014

Bahagia

Setiap orang punya cara masing-masing tuk menyusun bahagia.
Meskipun banyak yang gagal dalam meraihnya, karena sering terjebak pada muslihat dunia dan mengabaikan campuran takdir Tuhan.
Bahagia bukan dilukiskan oleh harta, karena rasa itu bukan materi ia adalah vibrasi yang hangatnya di sanubari.
Bahagia pun tidak dapat di wakilkan oleh tahta, karena rasa itu telah menjadi raja abadi di jiwa.
Bahagia tak akan pernah menjelma dalam segala bentuk keduniaan alpa akan Tuhan.
Bahagia itu saat bisa online 24 jam dengan Tuhan Yang Esa, Allah penguasa segala alam.
Bahagia itu saat bisa mensinkronisasi akses dunia dan akhirat.
Bahagia itu saat radiasi kerinduan wajah Allah terefleksi dalam ibadah.
Bahagia itu saat panggilan syahid mengalun-ngalun di kediaman nyawa.
Bahagia itu saat gelora cinta menganak sungai menuju ridho Allah saja.
Bahagia itu saat ikhlas slalu menemani hati.
Bahagia itu saat sabar dan syukur memagari hari-hari.
Bahagia itu saat takwa menghiasi tubuh kehidupan.
Bahagia itu saat kedermawanan menderas dalam ketulusan.
Nyatalah .....
Komponen bahagia tak pernah berpisah dengan sentuhan Ilahiyah.
Aku bahagia......
Karena berhasil mendefenisikan bahagia...

Menggenggam Dunia, Merajakan Akhirat di Hati

Aku juga bisa menggenggam dunia dengan berkarya. Yang pasti dengan bantuan iman. Agar semua karya menjadi tulus dan barakah. Aku juga bisa keliling dunia. Yang jelas di antar sayap rezeki Tuhan dan tubuh ikhtiar. Aku bukan siapa-siapa kawan, aku hanya insan yang tidak mau rugi selama di dunia, ku awali dengan penyempurnaan iman, ku bingkai dengan amal kebajikan, terakhir ku jajakan tuk saling menasihatkan dalam kebaikan. Makanya aku tekad tuk genggam dunia agar akhirat menjadi raja di hati.

Kisah Gelisah dan Gundah

Bukan ku suka mengumbar kata-kata kegelisahan.
Ia merupakan kata yang meng-aksara dalam realita hidup.
Bukan ku sengaja meluap-luap tema gundah.
Memang begitu pola rasa yang melerai pada garis ketetapan.
Aku insan lemah, mengais bahagia berupa ridho Tuhannya.
Dengan torehan di lcd modern ini, aku bertapa cerita.
Adakala melonkolis menerpa, kadang sanguinis datang tiba-tiba, tak ayal unsur pragmatisndan koleris turut serta menghiasi aroma.
Begitulah aku, tengah mencoba menyusuri keikhlasan dalam berkarya.
Kini ku gambarkan suasana hati pada urutan huruf belia.
Bahwa gelisah dan gundah sedang jadi teman bersama.

Menata Hati tuk Membangun Barakah Cinta

     Mendengar lantunan barakallahulaka, hati terkesiap tuk berdesir lebih nyata, disusul wabaraka 'alaika, kian mengharu biru menderaskan semua gelora, kala di lanjutkan oleh wajama'a bainakuma fi khair luluh lantak semua getaran jiwa. Kenapa aku yang bersyair tentang rasa ini ? Karena mereka yang sudah menunaikan keindahan cinta itu telah mengungkapkan dengan tegas pada gurat wajah yang berseri itu, pada senyum yang merekah mereka. Aku ? Hanya baru bisa menerka-nerka rasa yang belum tentu begitu sensasinya.
    Tadi baru saja membaca status seseorang yang masih hangat menikmati kesucian cinta mereka.  Begini statusnya:
"
Sebelum menikah, ia tak pernah mengganggu ku..
Pura-pura butuh pertolongan
Pura-pura menanyai sesuatu hal yang tak penting tapi di penting-pentingkan..
Atau bertanya kabar pada ku pun juga tidak..
Sehingga, menjelang hari pernikahan,
Ketika undangan sudah tersebar..
Ketika keluarga besar sudah mempersiapkan segala hal..
Aku menangis di bawah kolong meja kerjaa..
Yah, betapa tidak prefesionalnya aku..
Tidak bisa menata hati dan menempatkan situasi pada tempatnya..
Seharusnya kegundahan hati masalah pribadi aku simpan sampai aku pulang..
Tapi saat itu benar-benar tidak bisa !!
Aku menangis !!
Hati ku selalu berbisik, bertanya pada Tuhan,
"Robb.. Benar dia jodoh ku yang engkau pilihkan? Benar dia yang terbaik untuk ku dunia akhirat? Mengapa dia serasa tak peduli pada ku, mengapa ia seperti bayang-bayang yang tak jelas wujudnya,
Robb.. Kuat kan aku.. Jika memang dia jodoh ku, yakin kan hatinya untuk ku, yakinkan hati ku untuknyaa, berkahi proses pernikahan ini sampai akad tiba, sampai berbahagia di syurga, karena sungguh, semua yang ku lakukan hanya karena Engkau, hanya karena mengharapkan ridho dari_Mu.."

Aku menangis..
Selalu menangis..
Masih separuh sadar akan proses hidup yang tengah di jalani..
Tapi meski begitu, entah mengapa,
Hati ku yakin..
Benar-benar yakin bahwa ia jodoh yang di pilihkan Allah..
Sehingga waktu seminggu yang di berikan untuk mengambil keputusan,
Hati, otak dan seluruh sendi tubuhkan serentak mengatakan "Ya"..

Yaa..
Yaaa..
Aku menerima ia sebagai suami ku..
Aku menerima ia sebagai imam ku..
Yah, aku menerimanyaa..
Karena ia datang dengan cara yang baik..
Melalui orang yang baik..
Dengan niat yang baik..

Dan akhirnyaa..
Setelah akad itu terucap..
Aku mengerti,
Mengapa sebelum akad terucap, ia tak peduli pada ku..
Ia tak pernah menanyai kabar ku..
Semua karena,
Ingin mengharapkan ridho dan keberkahan atas proses pernikahan yang akan di lakukan..
Ingin bersama di atas cinta suci yang mulia..
Bukankah, bersabar lebih baik daripada menyesal?

Dan hari ini..
Sampai detik ini..
Syukurku pada Allah tak pernah terhenti dan terpungkiri..

Terimakasih Allah untuk kehidupan ini..
Terimakasih Allah untuk kehidupan ini..
Terimakasih Allah untuk kehidupan ini..

Terimakasih untuk cinta yang telah di berikan..
Terimakasih untuk jodoh yang telah Engkau tetapkan..
Terimakasih ya Allah..

Suami ku..
Terimakasih untuk segalanya..
Aku ingin hidup bersama mu beberapa puluh tahun di bumi
Dan selamanya di syurgaaa..
Hingga kita bertemu Wajah Tuhan dengan penuh cinta..

* nikmatnyapacaransetelahpernikahan
* hidupbahagiadenganRidhoAllah

# terimakasih Allah untuk kehidupan ini.. — feeling grateful.
(Elsa Agustina Al-Khalishah)

       Sontak bergeliat kesedihan dihati, betapa bodohnya atas apa yang pernah kuharapkan, sesuatu yang semestinya tak patut memang untuk ku gapai sebelum semuanya halal. Setiap kali ada tindakan, dan kegundahan slalu saja Allah kirimkan seseorang yang tepat memberikan solusi. Terima kasih ya Allah.

Selasa, 22 Juli 2014

Menerjang Kantuk Meraih Berkah Subuh

      Ini bukan kisah sang bijak, ulama, apalagi Nabi dan Rasul. Semua mutlak dari pengalaman saya yang selama bertahun-tahun selalu berjuang keras untuk menyentil perhatian Allah, memancing rahmat-Nya pada subuh hari. Memang kedengarannya menggelikan sekali, maaf jika cerita ini terlalu meng-hiperbolakan suasana. Saya akan membuka lapak tulisan ini dari sebuah ayat al-Qur'an dalam Q.S. al-Fajr:1, "Demi Fajar". Selain di ayat ini ada beberapa surah serupa yang mengumbar kalimat sumpah Allah pada waktu fajar menyingsing. Tentunya kata sumpah itu bukanlah hal yang dapat dianggap enteng saja. Yang bersumpah adalah Allah broooo !, Tuhan semesta alam, sahabat dapat menyaksikan begitu tak terungkap oleh kata-kata, tak sanggup dideskripsikan oleh bahasa atas segala yang Allah ciptakan di seantaro jagad raya ini, komplit berserta aset-aset hukum alam yang mengaturnya. Iya kan ?. Nah, kalau sudah tahu hal ini, terus saya harus bagaimana. Tentunya harus mengatur strategi untuk menjadi pejuang subuh, alias jihad melawan kantuk demi berkah subuh tuk mencapai ridho Allah. Bukan main sahabat..... beratnya !. Apalagi harus menerobos suasana senyap dan debur temperatur yang lebih mengasyikkan dalam balutan selimut.
      Saya masih sering gagal menjadi pemenang dalam pertarungan subuh ini. Jika persentasikan, angka KO saya lebih dominan (feel sad). Setiap usai shalat fardhu, hati saya kerap tersedu sedan mengadu pada Allah dalam untaian doa yang kalimatnya amat sederhana, "Ya Allah tolonglah hamba untuk tidak tidur setelah shalat subuh, beri hamba kekuatan untuk dapat beramal shalih pada pagi hari, mohon ya Allah, mohon". sembari kristal bening mengucur dengan sungguh-sungguh menganak arus ke gravitasi bumi. Saya teramat sadar bahwa jika saya tidur setelah shalat subuh, saya telah mengingkari nikmat waktu subuh yang tidak semua insan diberi kesempatan dan kesehatan dalam memanfaatkannya. Tak ayal pula lah, tekad untuk berubah itu selalu saya kobarkan. Kadang saya melirih dalam hati, kapan do'a ini akan Allah kabulkan. meskipun saya tahu semua itu harus diperjuangkan, bukan hanya sebatas secarik do'a saja. Maklum saya ngebet banget dapat berkah subuh setiap hari sahabat.
      Laluuuuu.......! Akhirnya saya berhasil di pagi ini. Alhamdulillah, jadi pemenang dan pejuang berkah subuh. Seperti rutinitas biasa dikeluarga. Saya selalu mengajak orang tua dan abang untuk mengakhirkan sahur, jika bangun lebih awal dihiasi dengan Tahajud dulu, atau tilawah gitu. !. setelah sahur, melengangkan langkah ke mesjid bersama. Lalu dilanjutkan lagi tilawah sebentar.  Ada bisikan halus, "kamu kan tidurnya 00.30 WIB dini hari trus bangun lagi jam 03.30 WIB. sedikit sekali waktu tidurnya, sudah semestinya pagi ini rehat sejenak melanjutnya tidur", sembari mengusap-ngusap mata. husssssss, Zzzzzzzzz, plak  !!! kepala pun syahid di atas bantal. hehehe....... Ini dia yang salah.Tapi tidak lagi tubuh ini berceceran di atas kasur untuk sekarang, hari ini dan esok. InsyaAllah. Begini..... ternyata sujud lama-lama itu bisa menghilangkan rasa kantuk. Saya sudah coba dan atas izin Allah berhasil. Caranya, yah kalau saya selalu ingat bahwa hidup saya ini memang harus untuk mengejar ridho dan cinta Allah, saya harus bersaing amal dengan pada mujahidin terdaluhu dan sekarang, saya tidak mau tinggal dibarisan terbelakang dalam posisi kemulian di hadapan Allah, saya selalu menghembuskan motivasi begitu nikmatnya melihat wajah Allah dan itu tidak mudah bro harus ada perjuangan dan mengupas pengorbanan ekstra. (Ah lebay ne).  Oh ya, di sujud yang mana harus dipanjangkan. Pada sujud shalat sunah syuruq (waktu terbit matahari). Rencana untuk berbaring digantikan dengan aktifitas shalat sunah syuruq dulu dan panjangkan sujudnya dan dalamnya baca do'a yang ada di alma'tsurat sesanggupnya. InsyaAllah otak akan lebih segar dan cling-clong lah.
       Selain itu, adakalanya saya mencoba senam sambil menghidupkan nasyid agar tidak ngantuk pada pagi hari. Alhamdulilah ini sering juga berhasil sahabat. Tidur setelah shalat subuh atau tidur di pagi hari selain tidak mendapat berkah subuh juga tidak sehat apabila ditinjau secara medis. Ah, saya tidak perlu menguraikan panjang lebar lagi kan ? saya yakin sahabat semua sudah pada tahu.Apapun kondisi kita upayakanlah selalu untuk tetap beraktifitas pada pagi hari dan musuhilah rasa kantuk raihlah berkah subuh.
     Semoga kisah ini bermanfaat, mampu menjadikan saya istiqamah dalam perubahan ini. Amiin. jika ada yang salah mohon diperbaiki, jika ada tips tambahan mohon diinformasikan, jika ceritanya berlebihan ya ambil yang baik-baiknya aja.

Minggu, 20 Juli 2014

Pengahafal Qur'an, Buah Ketakutan Musuh Allah

“Barangsiapa membaca satu huruf dari Al-Qur’an maka baginya satu pahala dan satu pahala diganjar sepuluh kali lipat.” (HR. Tirmidzi)

SEPERTI yang telah kita ketahui bersama bahwa perang antara Israel-Palestina (HAMAS) tidak akan ada hentinya entah sampai kapan. Israel terus menerus melakukan pembantaian-pembantaian terhadap warga Palestina, entah dengan cara sadis ataupun menggunakan siasat licik yang lemah lembut.

Perlu diketahui bahwa dari sekian ribu jiwa korban keganasan perang Israel, 75% diantara mereka adalah anak-anak dan wanita. Berbagai alasan disampaikan oleh Israel mengenai korban tersebut, inilah, itulah bahkan sebagian besar alasannya sangat tidak masuk akal sama sekali dan terkesan mengada-ada. Lebih parahnya lagi Negara-negara dunia seakan tidak mampu menghentikan ini semua, termasuk negara-negara arab sendiri.

Banyak dari kita yang mempertanyakan kenapa Israel tega menghabisi nyawa anak-anak Palestina? Ada yang bilang memang tabiat Israel yang kejam dan biadab, ada juga yang bilang Israel takut akan pertumbuhan anak-anak Palestina. Karena anak-anak yang terlahir adalah generasi masa datang yang gemilang. Mungkin pendapat yang kedua ada benarnya dan masuk akal juga.

Berikut ini akan dijelaskan mengapa Israel menjadikan anak-anak Palestina sebagai target operasi mereka selain kelompok HAMAS tentunya.

Pada penyerangan Israel terhadap Palestina pada Desember 2008 yang bertepatan dengan bulan suci Ramadhan tahun 1429 H, pimpinan HAMAS Ismail Haniyah melantik sekitar 3500 anak-anak Palestina yang telah hafal Al-Qur’an. Dan ternyata anak-anak yang sudah hafal 30 juz Al-Quran ini menjadi sumber ketakutan Zionis Yahudi.

“Jika dalam usia semuda itu mereka sudah menguasai Al-Quran, bayangkan 20 tahun lagi mereka akan jadi seperti apa?” Demikian pemikiran yang berkembang di dalam pikiran orang-orang Yahudi.

Tidak heran jika-anak Palestina menjadi para penghafal Al-Quran. Kondisi Gaza yang diblokade dari segala arah oleh Israel, menjadikan mereka terus intens berinteraksi dengan Al-Qur’an. Tidak ada main Play Station atau game bagi mereka.

Namun kondisi tersebut memacu mereka untuk menjadi para penghafal Al-Quran yang masih begitu belia. Dan pada saat itu, karena ketakutan Zionis Yahudi, sekitar 500 bocah penghafal Quran itu telah syahid.

Itulah sebagian alasan mengapa HAMAS memberlakukan syarat-syarat yang amat berat untuk menjadi anggota mereka, diantaranya Hafidz Al-Qur’an dan tidak pernah meninggalkan shalat fardhu terutama shalat subuh.

Teringat sejarah emas tentang kejayaan Islam di masa kekhalifahan dahulu. Dan rahasia besar yang perlu dicatat dalam masa itu adalah umat Islam tidak pernah jauh dengan Al-Quran, tidak pernah melepaskan hadits Rasulullah saw menjadi pedoman. Seperti dalam sebuah hadits Rasulullah Saw. pernah bersabda.

“Telah kutinggalkan untuk kalian dua hal. Jika kalian berpegang teguh dengan keduanya, maka kalian tidak akan pernah sesat, yaitu Kitab Allah dan Sunnah Nabi-Nya” (HR. Malik).

Perang panjang dengan Yahudi akan berlanjut entah sampai berapa generasi lagi. Ini cuma masalah giliran. Sekarang Palestina dan besok bisa jadi Indonesia. Apa yang telah dilakukan pemerintah Indonesia untuk membina generasi penerus bangsa?

Belajarlah dari Palestina, walaupun mereka dikurung oleh penjajahan Zionis, nyawa mereka terancam setiap saat, setiap menit bahkan setiap detik, tapi itu semua tidak menyurutkan niat mereka untuk dekat dengan Sang Khalik dan mendalami lebih dalam dan lebih jauh tentang Agama Islam.

Israel memang unggul dalam segi jumlah pasukan dan perlengkapan tempur yang berteknologi paling tinggi. Tapi rakyat Palestina memiliki semangat juang yang tinggi, mereka berani mati demi kebebasan mereka, anak cucu mereka. Mendapat syahid dengan janji bertemu Rabb dengan leluasa tanpa tabir apapun