Sabtu, 22 September 2018

Bumi-Hujan

Suatu hari Bumi sangat cemas, karena hujan belum juga berkunjung.  Sebab tanpa hujan, Bumi akan menjadi pelataran tanah tandus yang tak dapat berguna lagi bagi kehidupan.

Bumi pun menengadah ke langit, meminta dengan kerendahan hati agar Penguasa Alam dapat menurunkan Hujan untuknya. Waktu demi waktu bergulir, Bumi belum tampak  tanda-tanda gemawan hitam berarak menghantarkan Hujan.

Tetiba, turunlah buliran air Hujan pada Bumi. Ah, Bumi pun sangat bahagia. Tapi Bumi tak tahu bahwa Hujan itu hanyalah kesementaraan untuk di beberapa titik untuk tujuan tertentu. Kenyataannya Hujan yang datang bukan Hujan yang tulus sebagaimana harapan Bumi, ia hanyalah Hujan sintetis yang dibuat manusia. Akhirnya, Bumi pun kembali kecewa pada langit.

Keresahan Bumi terhadap Hujan adalah buah dari hilangnya rasa percaya. Mestinya, jika Bumi yakin bahwa Tuhan lebih tahu kebutuhan Bumi dibandingkan Bumi itu sendiri maka tidak akan ada rasa kecewa dan resah.

Pada penghujung Tahun, akhirnya Hujan pun turun dengan derasnya. Membasahi sekujur bumi yang telah lama kerontang. Bumi sangat bersyukur, sebab Hujan datang pada waktu yang terbaik di sisi Tuhan bukan dalam takaran akalnya.

Jumat, 21 September 2018

Keep Fight, Keep Faith

Pengen banget bilang "Tuan, keep fight  dan keep Faith yah pake emot bunga-bunga"😂

Walau kesetiaan dalam berjuang masih dalam tahap ujian, ketaatan dan kedekatan pada Allah akan menjaga diri dari segala was-was.
Semoga yang terbaik menjadi jalan yang akan ditempuh. Namun kita tak bisa mendikte takdir, sebab manusia hanya pelakon ikhtiar. Biar semua jerih telah terenda, segenap asa telah memuncak, dan setulus ingin telah mendalam takkan bisa menggerakkan roda keputusan Tuhan.

Tuan, semoga kuat dalam berjuang.
Aku pun ingin begitu.
Keep fight, keep Faith !
Semoga spasi menjadi kata, semoga jeda menghapus jarak, semoga temu adalah takdir.
Semoga takdir dalam ridho Allah.

Senin, 17 September 2018

Kembali Tumbuh

Ada gak sih yang lebih melow dari patah?
Tapi ada pula ternyata yang lebih mengharukan setelah patah, yakni menjadi tumbuh lebih utuh dengan diperjuangkan  melalui cara yang baik.

Tuan, terima kasih...nona lagi terharu :')
Semoga urusannya dimudahkan, rizkinya dilancarkan, bebannya diringankan, sehat kuat selalu dalam 'afiat,  dan imannya selalu terjaga.
Makasih yah ^_^

Minggu, 16 September 2018

Dipertemukan-Dipisahkan

Kadang, semesta begitu apik menyajikan cerita cinta melalui sebuah skenario terbaik dari Sang Penguasa Takdir.
Menjadi uraian kisah-kisah baru untuk menyudahi sekian goresan kisah-kisah lama. Sebuah Pertemuan yang kadang harus melalui perpisahan. Sebuah perpisahan yang mengundang pertemuan.
Kemudian hati yang lelah mencari itu pun terpaku dalam meminta pada doa-doa.
Semoga yang dipisahkan adalah kebaikan, semoga yang dipertemukan adalah kebaikan.

Menemukan yang Hilang

Jangan kehilangan diri sendiri sebab masih enggan kehilangan sesuatu yang belum dilepaskan. Sayangi dirimu sendiri, lepaskan !
Bersiaplah dengan kejutan tak terduga di depan saat kamu bisa melepaskan dengan baik dan menemukan dirimu sendiri kembali.

Jumat, 14 September 2018

Izinkan dan Biarkan

Nona...
Izinkan yang lalu, pergi menjadi masa lalu.
Ada yang indah telah menunggu.
Ada yang lebih baik tengah memperjuangkan.
Ada yang menakjubkan untuk menguatkan mimpi-mimpi besarmu.

Nona...
Biarkan yang lalu, pergi menjadi pelajaran terbaik.
Ada yang telah bersabar tuk menjadi takdir.
Ada yang lebih utuh untuk menjaga mu dalam taat.
Ada yang mengagumkan untuk menemani perjalanan mu mencapai ridho Allah.

Hidup

Rasanya, kehidupan ini melulu tentang kekecewaan. Tapi rasanya jua, hanya dengan hidup dalam sabar dan syukur yang bisa menghilangkan kekecewaan itu.

Hidup ini juga isinya keperihan. Kecuali diri itu pandai menjadikan hidup menjadi layak untuk dijalani. Bukankah perih salah satu efek dari ketidakpenerimaan? Maka menerima dan berdamai dengan diri sendiri setidaknya membuat diri itu dapat merasa lebih nyaman dan layak untuk kembali bergairah menjalani kehidupan.

Juga, sulit sekali untuk bahagia jika masih hidup dengan persepsi orang lain dan membanding-bandingkan hidup kita dengan kehidupan orang lain. Karena diri itu mungkin hanya menyimak  kamuflase bahagia yang tengah menutupi segenap sedihnya. Hingga lupa apa-apa yang sudah ada, tak sadar semua yang dimiliki adalah hal yang sangat diinginkan oleh yang lain.

Selama masih hidup  rasanya sulit sekali untuk mendapatkan perasaan yang utuh. Kecuali saat diri telah selesai dengan diri sendiri dan arah langkah telah bulat tertuju pada Allah.