Rabu, 12 September 2018

Pernah

Pernah, ada hati nan tengah mekar merona lalu batangnya harus dipatahkan begitu saja berkali-kali. Disini kau akan belajar memaknai kasih sayang yang sebenarnya dengan penuh kesyukuran kelak.

Pernah, semua yang kau jalani terasa hambar. Tawa bersama teman, pencapaian, kemanapun kau kunjungi situs wisata semua seperti semu. Disini kau akan belajar memaknai kebahagiaan tidak tentang bagaimana tapi perihal dengan siapa kelak.

Pernah, kesendirian menjadi hal yang mengunjungi hari-hari. Meski dalam keramaian, walau memiliki banyak kawan, dan bersama keluarga tercinta. Disini kau akan belajar tentang bersabar  menemukan.

Pernah, kekecewaan tumbuh dari hasrat yang tak di'iya'kan takdir. Disini kau akan belajar menata iman. Keyakinan pada janji Allah tidak pernah menyisakan selain hati yang lapang, bukan?

Pada akhirnya, setelah sekian banyak pelajaran yang kau tekuni maka ia akan menyampaikanmu pada jawaban atas semua tanya. Sungguh, kau tertegun atas jawaban yang berhasil kau selesaikan sendiri.
Di titik itu kau akan kembali belajar tentang makna bersyukur.
Atas nikmat Tuhanmu yang manakah yang kau dustakan?

Cerita Random


Roda kehidupan ini memang amat pelik. Kemudian,  banyak dari beban yang kita bawa dari kehidupan ini efek dari piranti yang bernama perasaan. Kita kadang, dipaksa takdir untuk belajar bersabar saat perasaan itu harus dititipi kesedihan, kecewa, luka, dan getir. Aku kembali mengingat cerita panjang yang dikisahkan seorang driver travel malam itu. Tentang titik balik kembalinya seorang hamba pada jalan yang terbimbing. Aku juga heran, siapa sangka seorang engineer di salah satu industri pesawat terbang kini harus menjalani profesi sebagai driver travel Bandung-Jakarta. Apakah profesi itu buruk? Tentu, jawabannya ‘tidak’ namun ada dari beberapa mereka yang kurang bisa menerima hal sedemikian. Selama perjalanan ke Jakarta, aku telan semua rinci perjalanan hidup yang Bapak driver itu sampaikan. Tentang penyesalannya atas keputusan yang pernah diambilnya kala melawan arus untuk pergi dari pekerjaannya yang bonafit. Konon ceritanya, si Bapak adalah mantan ‘preman’ yang tidak terbiasa dalam kekangan aturan. Sehingga, keluar seperti menjadi titik terang menurutnya waktu itu. Di potongan cerita ini, aku termangu dan berspekulasi bahwa hidup ini memang rumit jika jauh dari petunjuk Allah namun selalu ada solusi bagi orang yang kembali. Himpitan hidup dengan empat orang anak menyentak kesadaran si Bapak untuk meninggalkan ‘hidupnya yang gelap’ (karena memang beliau jam bangunnya saat malam hari dan sepanjang hari dihabiskan untuk tidur).  Lebih lagi saat mengetahui anaknya terlibat kasus narkoba. *pahit banget ini T.T* 

Dalam perasaan yang kalut si bapak menemukan jalan untuk kembali pada jalan yang terbimbing. Mulai menyicil tuk pergi dari ruang lingkup keberantakan hidup pada ritme kehidupan yang tertata. Di akhir keputusannya pada usia hampir lanjut (sekitar 40 tahunan) si Bapak sepakat dengan dirinya menjadi seorang driver. Aku mengulas banyak ilmu dari beliau tentang dunia teknik permesinan yang pernah beliau geluti. Tak ada yang bisa mengubah masa lalu. Kita hanya bisa menerima dan memperbaiki masa depan. Itulah sari pati yang saya peras dari hikmah kisah perjalan si Bapak itu. Aku juga jadi lebih tahu diri, bahwa Allah punya kuasa untuk memuliakan dan menghinakan seseorang. Namun saat dimuliakan jangan sampai lupa diri dan saat dihinakan jangan putus asa dari rahmat Allah. Selanjutnya,  saya jadi menemukan sudut pandang baru tentang menghargai siapapun orang yang kita temui untuk mendapat ridho Allah karena kita tidak pernah tahu dengan siapa kita sedang berhadapan dan akan menjadi apa dia di masa depan. Mana tahu, satu sikap yang melukai hati seseorang yang tengah bermuamalah dengan kita menjadi lubang kesusahan kita di hari mendatang dan bisa jadi satu akhlak mulia yang kita teladani menjadi buah kebaikan yang banyak bagi masa depan nanti. So, tetaplah berbaik sangka pada siapapun dan lebih banyaklah menginstropeksi diri. Perasaan yang telah penjadi perangkat permanen tidak lagi menjadi beban kehidupan bila setiap hari selalu dimulai dengan niat untuk mencari keridhoan Allah. Jangan takut akan masa depan tapi takutlah jika hati tidak bisa merasakan syahdu tuk bertemu dengan-Nya.

Bila Hari ini

Bila hari ini menjadikan diri lebih dekat dengan Allah itu adalah hari yang paling menyenangkan.
Bila hari ini bisa berlapang hati, dapat lebih menerima, dan mampu tulus dalam beramal itu adalah hari yang baik.
Bila hari ini dapat melepaskan ingin pada tawakal itulah fase pendewasaan diri.
Bila hari ini sejagad rindu ditutup oleh doa disanalah taman kedamaian.
Bila hari ini Tuan datang menjumpai ku rasanya entah gimana.
😂

Ingin

Berpihak pada pilihan-Nya lebih membuat sang hati lega.
namun, bila kau masih membatu tuk berpihak pada inginmu maka bisa jadi sang hati akan merasakan sakit.
Kau tahu?, bahwa ada hal yang akan melukaimu dari sekian ingin itu. Yakni takdir terbaik atas doa yang dipanjatkan kepada-Nya.
Benar, takdir terbaik kadang terasa luka diawal yang kau rasa.
Tanpa kau sadari, bahwa luka itu adalah keberpihakan kau pada ingin yang dulu. Lalu takdir terbaik akan disapu waktu tuk mengantikan kulit yang terluka dengan kulit baru yang lebih baik.
Pada akhirnya, setiap orang yang menginginkan akan pasrah pada pemberian yang terbaik bagi kebaikan dirinya.
Kau, masih pada ingin mu?

Random

Hai, apa kabarnya kamu malam ini ?
Barusan aku bercerita pada gemintang malam, ohya pernahkah kau tanya padanya tentang apa yang paling kerap aku utarakan pada gemerlapan bintang di langit itu?
Jika belum...
Mungkin nanti kau akan tahu, saat cahaya bintang yang kau tatap kian menderang dalam kerlipnya ada tersimpan jutaan rindu.
Jangan tanya rindu itu milik siapa.

Kala mentari esok masih ingin tuk menyapaku, ingin sekali aku sampaikan padamu satu hal bahwa kini aku tak lagi peduli tentang indahnya pagi saat mentari menanjaki langit. Namun, aku lebih tertarik dengan siapa aku akan menikmati pagi itu setiap hari.

Aku?
Ingin kamu segera menjadi puzzle cerita yang kurangkai dalam puisi-puisi ku.
Saat malam menyelimuti senja dan bila pagi membuka hari.

Kamu ?
Semoga baik-baik disana yah.
Jangan lupa minum air putih yang cukup.
^_^

Rabu, 05 September 2018

Hey

Hey, kamu...
Aku pamit ya !
Semoga selalu sehat dan bahagia di sana.
Akhirnya, ada yang lelah dalam berjuang dan memilih untuk berhenti.
Bukan karena tak mau lagi mengupayakan, melainkan ada hal yang tak perlu dipaksakan.
Kadang ada pergi yang takkan pernah lagi pulang.
Itu aku !
Aku pamit yah, kamu baik-baik disana.
Aku takkan lagi menjadi yang mengkhawatirkan banyak hal tentang kamu.
Sebab pergi telah menjadi cara terbaik untuk lepas dari keinginan tuk menjaga hari-hari bahagiamu.

Hey...
Kamu anak baik !
Makasih banyak untuk semua tawa dan ilmu yang secara tak sengaja dapat kunikmati.
Kamu, buat aku belajar bersabar menahan diri lebih lama.
Buat aku belajar berdoa lebih syahdu.
Pada ahirnya, aku juga sadar bahwa mencintai yang datang lebih dulu akan utama kebaikannya dari sekedar berjuang menunggu dalam remangnya harapan pada seseorang yang belum tentu menjadi takdir dan terbaik bagi kebaikan diri.

Kamu !!!
Jangan berhenti bermimpi untuk menjadi yang punya kualitas terbaik versi dirimu sendiri.
Aku pamit yah...

Senin, 03 September 2018

Q&A

Q: Nanti kalau abis nikah mau ngapain? (Nanya sama diri sendiri)

A:
1. Mau berhenti dari segala ke-alay-an 😂😂. Sebab, mau jadi ibu teladan bagi anak-anak. Mau jadi istri yang dewasa bagi suami.  (Niatnya sih gitu 😅) kita liat aja gimana nantinya.

2. Mau memperbaiki ngafalan Qur'an dan mengupayakan bisa mengamalkan. Sebab, mau jadi bunda para ulama. Huhu

3. Mau jadi istri sholiha yang membahagiakan suami seutuhnya dan selamanya lahir dan batin. Hehe😆 Sebab ridho Allah telah berpindah pada ridho suami. Membahagiakan jadi tools terbaik dalam menjalani ketaatan pada Allah.

4. Mau jadi Bunda yang sholihah buat anak-anak. Sebab peradaban akan dimulai dari madrasah seorang Ibu. Huhu 😥😫

5. Mau belajar terus dan bisa diberi kesempatan untuk mengajarkannya kembali alias jadi pendidik generasi ilmuan muslim peradaban emas. Eaaa😂😉

Masih banyak lagi maunya abis nikah mah😂. Yang jelas mau jadi lebih baik, lebih deket sama Allah dan lebih manfaat,  Ini hanya catatan penting sebagai pengingat jika doa terijabah  oleh takdir.