Jumat, 22 Juni 2018

Menabur Ingin

Berupaya lah dengan maksimal lalu rendah hatilah berdoa pada-Nya. Selanjutnya, biarkan Allah yang menuliskan skenario terbaik dari sisi-Nya untuk mu, Nona...disana ada sabar, iman, dan tawakal. Ruang paling damai bagi hati-hati yang tengah menabur ingin.

Jangan berhenti untuk memantaskan diri untuk mendapatkan skenario terbaik dari sisi Tuhan Semesta Alam.

Perubahan

Hidup ini tentang perubahan posisi, dari titik yang tidak disukai kepada titik yang disukai. Seperti halnya, begitu gerah nya kita akan kedangkalan ilmu membuat kita berpindah menuju keluasan khazanah ilmu. Jelas dalam lintasan perpindahan kita selalu butuh energi yang mampu mendorong kita untuk move. Saya merasa energi keyakinan sangat mutakhir dalam hal ini. Sepertinya keyakinan kita akan sukses yang diikuti oleh kerendahan hati dengan doa membantu kita meniti jalur yang akan menyampaikan kita sebagaimana yang diyakini. Meski pada akhirnya, ada titik haluan terbaik bagi kita yang mungkin tidak seperti yang diinginkan tapi Tuhan tahu titik itu tempat terbaik bagi kita .

Lakukan yang Baik-Baik


Setiap kebaikan akan mengundang kebaikan lainnya. Kadang kita cendrung memandang kebaikan kecil tidak bernilai apapun padahal sekecil atom pun Allah abadikan dalam catatan amal kita. Meskipun dengan membagikan satu postingan ayat al-Qur'an, senyum dan menebar salam, membuang benda tajam di jalan, menyiram tanaman di halaman rumah. Masih teringat saat Ayah berpesan dulu "Nak, menyiram bunga itu berarti memberi kehidupan bagi makhluk Allah yang lain. karena mereka juga butuh nutrisi untuk bertahan hidup. Dengan menyiramnya, maka kita telah berbuat kebaikan bagi makhluk Allah yang lain." Begitulah kiranya, kebaikan kecil yang kita anggap biasa saja sebenarnya jika diawali niat yang tulus mencari keridhoan Allah menjadi lipatan pahala di sisi-Nya.

"Dan laksanakanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan segala kebaikan yang kamu kerjakan untuk dirimu, kamu akan mendapatkannya (pahala) di sisi Allah. Sungguh, Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan." (Q.S.-al-Baqarah: 110)

Hari ini, selepas menangis tersedu-sedu subuh tadi saya kembali sadar bahwa meninggalkan kebiasaan baik berarti mengurung diri untuk tidak bertumbuh dalam kebaikan. Sudah hampir 1 bulan lebih saya rest menulis. Beberapa problematika yang tak terduga kadang menarik diri untuk lebih banyak tak melakukan apa-apa. Tapi sebagai seorang mukmin, kita harus terus survive. Tidak baik berdiam diri terlampau lama dalam stagnansi diri. Sebab, banyak tugas besar yang harus dicicil untuk menjadi manusia yang bermakna bagi kehidupan ini. Dengan memulai lagi aktifitas menulis, membantu saya mengkah kecil menuju kebaikan-kebaikan besar yang diharapkan. 

Menulis bagi saya, bukan hanya kegiatan mencurahkan isi hati, tapi lebih pada aktualisasi ketajaman akal dan hati. Di ruang ini saya bisa terus mengasah ilmu dan belajar untuk mengamalkannya. Hal ini sebentuk hal sedernaha yang ingin selalu saya tumbuhkan sebagai ikhtiar untuk melakukan hal yang baik-baik.

Nona, lakukan yang baik-baik teruslah perbaiki diri dan bantu yang lain menjadi lebih baik. Karena ridho Allah tak dicapai oleh orang-orang yang bermalas-malasan. Bekerjalah, berbuat baiklah. Semoga Allah ridho !

Harapan


Ada waktunya nanti, kita akan melihat semua upaya yang pernah dileraikan untuk mencapai harapan telah berada di titik akhir. Sebab, ketika diri harapkan yang terbaik secara tidak langsung kita telah mendatangkan yang terbaik untuk direalisasikan. Meski semua yang terbaik itu masih dalam jangka jarak yang entah, pun berada dalam takaran waktu yang masih tanda tanya. Menaruh yakin pada doa dan mengupayakan dengan ketulusan ikhtiar rasanya lebih menenangkan dibandingkan mengkhawatirkan apa yang diharapkan untuk segera terwujud. Tidak salah mengharapkan yang lebih baik namun kita masih dangkal untuk mengerti ukuran yang terbaik dari sisi-Nya. Menepilah pada tawakal agar penerimaan tidak lagi berdusta dengan diri sendiri.

Belajar dari kegigihan Siti Hajar terhadap harapannya. Berlari sepanjang sofa-marwa berkali-kali bukan hanya untuk menuju yang diharapkan melainkan mencari keberkahan dengan ikhtiar dan doa untuk mendapatkan yang diharapkan. Harap berpadu dengan tekad agar tak lenyap bersama masa.

Saat harapan terjatuh, keikhlasan dan penerimaan akan memberi energi untuk bangkit menuju harapan baru yang lebih layak untuk digapai.

Nona, tenanglah dengan sebaik-baik iman. Kendalikan diri dengan takwa, bersama Allah semua pasti baik-baik saja. Simpan harapanmu pada doa dan ikhtiarlah pada jalan yang diberkahi. Semoga Allah mudahkan. Inget ya, tugas kita bukan memastikan hasil yang diharapkan tapi memastikan ikhtiar yang dilakukan sudah sesuai dengan kebutuhan harapan yang ingin dicapai itu.


Selasa, 24 April 2018

Jika Allah Cinta

Jika Allah cinta maka akan Allah mudahkan melakukan kebaikan.
Jika Allah cinta maka akan Allah jauhkan dari kesia-siaan.
Jika Allah cinta maka akan Allah lembut kan hati.
Jika Allah cinta maka akan Allah sabarkan hati.
Jika Allah cinta maka akan Allah mudahkan tuk bersyukur.
Jika Allah cinta maka akan Allah bimbing.

Jika Allah cinta maka akan Allah uji.

Begitulah Nona 😃

Belajar

Dia tengah belajar, amat giat bahkan.
belajar untuk layak di hari kelak saat bersamamu.
belajar untuk mencintai mu dengan cara yang paling Allah ridhoi.
Semua sajak telah menjadi tempias rasanya dan rasa itu harus belajar tahu diri, bahwa ia hanya pergulatan romansa hati.

Terkisahlah...
Betapa inginnya rembulan itu untuk menjumpai matahari.
Tapi,
Waktu masih ingin ia belajar lebih baik.
Lebih baik menata rasa. Lebih hebat mengelola ingin. Lebih pandai memanajemen hati.
Bila rasa itu adalah amanah hati. Maka hati itu harus tunduk pada Dzat Yang Maha Menggenggam segala hati.

Duhai yang kelak bersamanya...
Ia tengah berupaya untuk bisa menjadi rembulan yang kelak dimampukan-Nya tuk memberi ketenangan dalam resah mu, rumah paling meneduhkan dari gerahnya hari, dan sosok yang memberimu rasa damai saat bersama.

Semoga ia kuat dalam taat, kelak agar ia bisa selalu kuat bantu lah ia menjalani ketaatan pada Rabbnya.
Semoga ia Indah dalam iman, kelak agar ia selalu indah bantu teguhkan ia dengan keimanan.
Semoga ia berbinar dalam takwa, kelak agar ia dapat selalu berbinar bimbinglah ia selalu di jalan takwa.

Kini ia tengah belajar...belajar banyak hal.
Mengatur ritme rindu supaya bersimfoni mesra dengan iman.
Mengatur jeda harap, mudah-mudahan lapang dada menerima semua ketetapan-Nya.
Mengatur ruang sabar, karena ia menyadari dirinya hanyalah milik Allah dan akan kembali pada Allah.

Ia tengah belajar tentang perannya membangun peradaban.
Sebab ia akan mendidik generasi.
Sebab ia lumbung generasi unggul.
Sebab ia yang dapat menghancurkan atau menyokong peradaban bangsa nan gemilang.

Minggu, 15 April 2018

Calon Bunda

Nak, suksesmu bukan dari gelar panjang yang kau sandang. Namun sukses sejati seorang penuntut ilmu adalah tauhid dan akhlak.
Ilmu yang membuatmu sukses adalah ilmu yang membuat keyakinan mu pada Allah semakin kuat dan ilmu yang menghantarmu menjadi seorang yang bermakna bagi sesama.

Nak, sabar ya !!!
Ibumu lagi berjuang agar kau kelak bisa menjadi yang lebih baik untuk peradaban bangsa ini dan demi Agama-Nya. Ibu tengah membekali diri untuk menjadi sebaik-baik madrasah bagi kalian kelak.
😊😊😊

Semangat calon bunda peradaban !!!

*Jadi ceritanya terinspirasi setelah gendong dedek Aura 😂...MasyaAllah, seneng nya bisa buat bobok si dedek dengan shalawat dan nyambil bacaain surat ar-Rahman. Menambah motivasi agar memperbaiki hafalan 😎. Biar tiap lantunan ayat-ayat-Nya yang diperdengarkan pada anak-anak kelak langsung dari lisan ibu nya sendiri. Ya Rabb... semoga dimudahkan.amin😉