Hidup ini tentang perubahan posisi, dari titik yang tidak disukai kepada titik yang disukai. Seperti halnya, begitu gerah nya kita akan kedangkalan ilmu membuat kita berpindah menuju keluasan khazanah ilmu. Jelas dalam lintasan perpindahan kita selalu butuh energi yang mampu mendorong kita untuk move. Saya merasa energi keyakinan sangat mutakhir dalam hal ini. Sepertinya keyakinan kita akan sukses yang diikuti oleh kerendahan hati dengan doa membantu kita meniti jalur yang akan menyampaikan kita sebagaimana yang diyakini. Meski pada akhirnya, ada titik haluan terbaik bagi kita yang mungkin tidak seperti yang diinginkan tapi Tuhan tahu titik itu tempat terbaik bagi kita .
Jumat, 22 Juni 2018
Lakukan yang Baik-Baik
"Dan laksanakanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan segala kebaikan yang kamu kerjakan untuk dirimu, kamu akan mendapatkannya (pahala) di sisi Allah. Sungguh, Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan." (Q.S.-al-Baqarah: 110)
Harapan
Saat harapan terjatuh, keikhlasan dan penerimaan akan memberi energi untuk bangkit menuju harapan baru yang lebih layak untuk digapai.
Selasa, 24 April 2018
Jika Allah Cinta
Jika Allah cinta maka akan Allah mudahkan melakukan kebaikan.
Jika Allah cinta maka akan Allah jauhkan dari kesia-siaan.
Jika Allah cinta maka akan Allah lembut kan hati.
Jika Allah cinta maka akan Allah sabarkan hati.
Jika Allah cinta maka akan Allah mudahkan tuk bersyukur.
Jika Allah cinta maka akan Allah bimbing.
Jika Allah cinta maka akan Allah uji.
Begitulah Nona 😃
Belajar
Dia tengah belajar, amat giat bahkan.
belajar untuk layak di hari kelak saat bersamamu.
belajar untuk mencintai mu dengan cara yang paling Allah ridhoi.
Semua sajak telah menjadi tempias rasanya dan rasa itu harus belajar tahu diri, bahwa ia hanya pergulatan romansa hati.
Terkisahlah...
Betapa inginnya rembulan itu untuk menjumpai matahari.
Tapi,
Waktu masih ingin ia belajar lebih baik.
Lebih baik menata rasa. Lebih hebat mengelola ingin. Lebih pandai memanajemen hati.
Bila rasa itu adalah amanah hati. Maka hati itu harus tunduk pada Dzat Yang Maha Menggenggam segala hati.
Duhai yang kelak bersamanya...
Ia tengah berupaya untuk bisa menjadi rembulan yang kelak dimampukan-Nya tuk memberi ketenangan dalam resah mu, rumah paling meneduhkan dari gerahnya hari, dan sosok yang memberimu rasa damai saat bersama.
Semoga ia kuat dalam taat, kelak agar ia bisa selalu kuat bantu lah ia menjalani ketaatan pada Rabbnya.
Semoga ia Indah dalam iman, kelak agar ia selalu indah bantu teguhkan ia dengan keimanan.
Semoga ia berbinar dalam takwa, kelak agar ia dapat selalu berbinar bimbinglah ia selalu di jalan takwa.
Kini ia tengah belajar...belajar banyak hal.
Mengatur ritme rindu supaya bersimfoni mesra dengan iman.
Mengatur jeda harap, mudah-mudahan lapang dada menerima semua ketetapan-Nya.
Mengatur ruang sabar, karena ia menyadari dirinya hanyalah milik Allah dan akan kembali pada Allah.
Ia tengah belajar tentang perannya membangun peradaban.
Sebab ia akan mendidik generasi.
Sebab ia lumbung generasi unggul.
Sebab ia yang dapat menghancurkan atau menyokong peradaban bangsa nan gemilang.
Minggu, 15 April 2018
Calon Bunda
Nak, suksesmu bukan dari gelar panjang yang kau sandang. Namun sukses sejati seorang penuntut ilmu adalah tauhid dan akhlak.
Ilmu yang membuatmu sukses adalah ilmu yang membuat keyakinan mu pada Allah semakin kuat dan ilmu yang menghantarmu menjadi seorang yang bermakna bagi sesama.
Nak, sabar ya !!!
Ibumu lagi berjuang agar kau kelak bisa menjadi yang lebih baik untuk peradaban bangsa ini dan demi Agama-Nya. Ibu tengah membekali diri untuk menjadi sebaik-baik madrasah bagi kalian kelak.
😊😊😊
Semangat calon bunda peradaban !!!
*Jadi ceritanya terinspirasi setelah gendong dedek Aura 😂...MasyaAllah, seneng nya bisa buat bobok si dedek dengan shalawat dan nyambil bacaain surat ar-Rahman. Menambah motivasi agar memperbaiki hafalan 😎. Biar tiap lantunan ayat-ayat-Nya yang diperdengarkan pada anak-anak kelak langsung dari lisan ibu nya sendiri. Ya Rabb... semoga dimudahkan.amin😉
Kamis, 12 April 2018
Angin
Di persimpangan masa silam, dia kecam damai tanpa terusik getir.
Alunan waktu mencipta simfoni takdir tertentu.
Kau meredalah sepenuh hati duhai angin. Jangan porak-porandakan dia lagi. Cukup sudah kau cerabut tata tenang nan dia seruput di kala senja. Tega benar kau padanya. Sedang kau hanya angin nan sekedar ingin berlalu.

