Selasa, 20 Maret 2018

Kembali

Kembali ke titik awal. Restart...!

Setiap manusia berpotensi untuk salah dan sebaik-baik yang berbuat salah adalah yang kembali membersihkan diri.

Bila

Bila senja telah ditelan malam, biarkan bulan yang menemani waktu. Tapi aku akan berdiri di pagi nan basa, karena mentari sudah rindu tuk kembali kuceritakan tentang malam.

Waktu

Allah tidak pernah salah menentukan waktu dan tak akan keliru menetapkan takdir. Indahnya dari sebuah penundaan hanya dinikmati bagi mereka yang menaruh sabar dalam keimanan.

Nona....biar waktu yang menyelesaikan. Biar waktu yang menghapus, biar waktu yang membasuh semua ingin. Karena yang lebih baik bukan yang diinginkan tapi yang dibutuhkan.

Manusia Keren


Siang ini, menyengaja main ke perpustakaan. Saya lagi penat dengan pergulatan draft tesis yang tak berkesudahan. Pada akhirnya, membawa saya pada re-charge  akal sehat sejenak ke bacaan lepas. Jadilah, melancong ke ruang referensi lain dan exactly bukan referensi tesis (-_-). Randomly aja, pas masuk ruangan saya langsung menujuk rak biografi tokoh dan lihat buku dengan judul “100 Tokoh Zuhud” karya Syekh Muhammad Shiddiq al-Minsyawi, sontak saya sabet aja tuh buku next bawa ke meja baca. Buka halaman pun juga random, direct at biografi ‘Umair bin Sa’d r.a. Alhamdulillah. Saya jadi semakin yakin bahwa buku satu-satunya kendaraan yang mampu membawa diri melintasi zaman, tempat, dan berkunjung dengan orang-orang hebat tanpa harus berpindah tempat. Semisalnya saat saya membaca biografi tersebut saya merasa seperti ditarik untuk bertemu dengan sosok yang tengah diceritakan. MasyaAllah. Beberapa hal yang saya kunci dari  ‘Umair bin Sa’d r.a, adalah Ia merupakan seseorang  yang mewarnai dunia dengan iman, menangkis gemerlap fatamorgana dunia dengan pagar wara’. Namanya harum dalam deretan orang-orang besar meski lintasannya dalam waktu sejarah serasa hanya  sekejap. Ketenangan dalam hidupnya ketika ia telah membeli rasa aman untuk akhirat dengan rasa takut terhadap dunia ini.
Cerita haru pada dialog antara Khalifah Umar bin Khathab ra dan ‘Umair bis Sa’d benar-benar menghempas kesadaran saya sangat kuat. Indah sekali kalimat yang disampaikan ‘Umair ra Sa’d ketika ditanya oleh Amirul Mukminin terhadap harta-hartanya: “Aku memberikan hartaku kepada diriku sendiri”. MasyaAllah dalam sekali makna kalimat yang keluar dari seseorang yang wara’. Arti memberikan harta untuk diri sendiri bukanlah membelanjakan untuk kemewahan dan kesenangan dirinya sendiri. Melainkan semua harta tersebut diinfakkannya di jalan Allah sampai tak satupun tersisa untuk kepentingannya, kecuali yang benar-benar dibutuhkan bagi kelangsungan hidupnya dalam mengabdi pada Allah. Lalu mengapa dikatakan diberikan pada diri sendiri?. Itu benar banget. Karena semua yang diinfakkannya dijalan Allah akan dikembalikan untuknya dalam bentuk yang lebih baik di yaumul akhir nanti. Ya Rabbi…indah sekali cerita hikmah di dapat siang ini.
Kisah dari ‘Umair ra menjadi pembelajaran tentang manajemen dunia dalam hati. Saya jadi berghairah untuk meminta pada Allah rizki bekah, melimpah ruah, dan penuh manfaat yang terbaik dari sisi-Nya untuk saya berikan pada diri saya di yaumul akhir kelak dengan menyerahkan semua rizki itu seutuhnya untuk memperjuangkan keridhoan Allah (aamiin). Uweeh…kebaca begitu cetar banget yak. ;-] Hehe namanya juga impian dan Allah mencatat semua kalimat yang baik-baik kan? Kata Om Om Motivator, kita harus membiasakan menaruh niat-niat baik yang  besar efek mashlahatnya bagi kehidupan dunia dan akhirat kita dan sesama. Ingat poinnyabukan hanya membaikknya diri sendiri tapi juga membantu yang lain menjadi lebih baik itu baru manusia yang keren”.  Oh iya, karena udah terumbar kalimat “manusia keren” yah sekaligus aja mumpung lagi baca bukunya juga nih. Manusia yang keren itu  yang punya tiga senjata yakni iman, akhlak mulia, dan ilmu pengetahuan. Nah eta ! Saya kutip dari ucapan Yusuf Qardhawi.
Saya tulis aja ya (dari Buku Yusuf al-Qardhawi: “al-Mu’assasah al-Risalah”, 1979), bagaimana dengan senjata iman dan akhlak serta wawasan atau bekal intelektul apa yang mesti dimiliki manusia keren itu . “Senjata iman dan akhlak disebut sebagai bekal spiritual, sedang ilmu dan wawasan disebut sebagai bekal intelektual. Jadi secara umum bekal manusia keren itu ada dua yakni spiritual dan  intelektual. Enam wawasan  intelektual yang perlu dimiliki (*catet inih yak sis and bro !). Pertama, wawasan Islam, meliputi al-Qur’an, as-Sunnah, fiqih, dan ushul fiqih, teologi, tasawuf, dan nizham Islam. Kedua, wawasan sejarah, dari periode klasik, pertengahan hingga modern. Ketiga, sastra dan bahasa. Keempat, ilmu-ilmu sosial dan humaniora, meliputi sosiologi, antropologi, psikologi, filsafat, dan etika. Kelima, wawasan ilmu pengetahuan dan teknologi. Keenam, wawasan perkembangan dunia kontemporer, meliputi perkembangan dunia Islam, dunia Barat, perkembangan agama dan madzhab-madzhab pemikiran, serta perkembangan pergerakan Islam kontemporer.”.
                Woow kan ? Saya terengah-engah. Betapa jauhnya saya dari kekerenan itu. Haks..[T.T} Tertegun sudah saya dengan paparan manusia keren. Hhhmmm tiba-tiba kepikiran dengan kurikulum pendidikan di Indonesia yang dulu selalu saya keluhkan karena begitu banyaknya mata pelajaran yang mesti dikonsumsi oleh peserta didik. Tapi setelah membaca gagasan dari Yusuf Qardhawi, sudut pandang saya jadi berubah. Jika ditelusuri apa yang telah ditetapkan pada tujuan pendidikan sudah sangat baik yang finnaly harus membawa peserta didik untuk menjadi insan yang bertakwa (baca deh tentang tujuan pendidikan dalam permendikbud). Lagi-lagi setiap kita butuh wawasan atau bekal intelektual kan? Maka disarankan  harus menguasai enam wawasan itu (yang dipaparkan di atas) dan beberapa wawasan itu sudah diwadahi oleh mata pelajaran dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah di negri tercinta ini. Alhamdulillah. Jadi nyesel dulu kadang gak ikhlas kalau lagi belajar karena banyak yang harus dipelajari, capeknya itu nah.Haha.. Sejatinya, jika pada fase-fase di pendidikan dasar dan menengah dulu, saya sudah menyadari bahwa semua yang dituntut oleh pendidikan itu untuk membantu saya jadi orang keren setidaknya saya bakal termotivasi buat rajin belajar. (gak sebegitunya padahal. Memang dasar males aje Wkwkwk).
                Biar jadi paket lengkap yak. Saya akan kupas penyempurna manusai keren. Yakni saat manusia itu juga melengkapi diri dengan bekal spritual kan?. Spritual disini include akhlak dan iman. Bagi saya nih ya. Akhlak dan iman ini bekal teramat penting-ting. Sifat yang mewarnai akhlak mulia itu seperti memelihara diri dari keburukan (‘Iffah), tulus (ikhlas), rendah hati (tawadhu’), bersih hati, luwes, dan empati, dsbg. Intinya punya moralitas tinggi sesempurna Rasulullah  saw gitu. Kalau dijabarin satu-satu bisa jadi satu buku loh. Nah yang penting bisa dikit-dikit diamalkan. Seperti belajar ikhlas. Yang sering saya denger dari kajian Ma’rifatullah sama  Aa Gym nih, bahwa orang-orang ikhlas itu mereka yang putus harap dari makhluk. Semua pujian, cacian, makian tidak pernah mengubah hatinya kepada Allah. Mereka  berbuat bukan karena pujian dan tetap berbuat meskipun tidak dihargai. Saya juga sedang membelajarkan hati untuk ini manteman. Oh ya. Terkait pentingnya intelektual dipandu oleh spiritual contohnya seperti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini, jika tidak dibatasi oleh rambu-rambu ajaran agama akan menimbulkan problematika baru dalam kehidupan. Hal ini sudah menjadi pembicaraan netizen kan ya tanpa harus saya spesifikasi konten masalahnya. Memang penting sih wacana yang membahas integrasi ilmu dan agama itu. Secara filosofis mengupas dari dimensi ontologis (apa), epistimologis (bagaimana), dan oxiologis (untuk apa) yang disatukan dengan praxiologis (dari mana). Okey deh..! belajar lagi aja. hehe
Dari awal saya udah membuka cerita dengan contoh manusia keren  ‘Umair bin Sa’d ra dan finnaly ketemu buku yang bisa bantu saya untuk menjabarkan bagaimana kriteria manusia keren itu. Lumayan kunjungan ke perpustakan siang ini,  ada faedahnya. Jadi bisa nasihati diri sendiri. Btw saya nulis ini bukan untuk apa-apa. Hanya ingin lebih mudah untuk mengingat ilmu yang  saya dapatkan dan agar bisa memudahkan saya untuk mengamalkannya. Berharap jadi amal sholih saat saya melakukan dan pas ada yang nyasar ke blog ini juga mendapat hikmah dari apa yang saya tulis. Kata Pak Cahyadi Takariawan, “Tuliskan apa yang kamu tahu”. Itu !
Semoga bisa jadi manusia keren ya Nona, yakni wanita yang gagasan dan nilainya tidak pernah mati (amin)….semangat menambah wawasan dan semangat untuk memperbaiki iman dan akhlak…Allahu Akbar !
Maaf kalau ceritanya pindah kemana-mana dan gak konsisten. Hehe…hanya mumpung ingat langsung ditulis. Ambil yang baik-baik aja yak. Karena mengumpulkan mud untuk menulis itu susah banget. Setidaknya dengan baca dan nulis lepas begini bisa sejenak rehat dengan kompleksitas draft. Hahaha.

Senin, 19 Maret 2018

StartUp

Setiap ada pengumuman pembukaan CPNS, dari dulunya banget saya adalah orang yang lempeng aja. Gak grasak-grusuk gitu. HahaA...pernah waktu masih segernya tamat kuliah dipaksa ortu buat masukin berkas. Karena menghargai dan dengan males² an juga, yah finnaly gak lulus lah. Karena berkas gak lengkap. Dasar gak minat.

Karena saya lebih suka dengan pekerjaan yang no under pressure gitu. Yang bekerja serasa bermain. Yaah kaleee 😂😁 kepikiran aja buat startup. Finnaly, saya sampai nekad ganti haluan dari sains murni ke sosial sains demi merancang startup yang diimpikan. (Banyak  yang gak tahu nih) 😜. Pengen punya startup yang di bangun  nanti jadi jalan untuk bisa lebih dekat dengan Allah. Apalagi bisa sampai membuat kultur di perusahaan untuk sholat dhuha rutin, atau jamaah rutin untuk sholat fardhu dan bisa ada kajian rutin. Dudududu. Semoga someday  bisa direalisaskan... Aaamiiin ya Rabb. Agar ilmu bukan hanya jadi hafalan tapi jadi jalan untuk menuntaskan persoalan. Yeeee

Setiap ingat startup kebayang seseorang yang bisa sejalan akan visi ini. Ah, sudah 😒 Ngapain bahas bahas itulah  di tema ini 😑😂 Semoga aja ada. Eh😅

Positif

Dalam fisika ternyata kutub positif dan negatif hanyalah bahasa ilusi untuk memudahkan analogi pergerakan elektron. Tapi saya mau ambil kata "positif" nya aja. Tanpa membawa kutub apalagi unsur fisika. Hehe...

Menjadi orang yang positif sangat dipengaruhi oleh apa yang dibaca, dipelajari, didengar, dilihat, dan dipikirkan. Indikator telah positifnya seseorang saat ucapan, tindakan, pilihan, dan lingkungan nya positif. Jelas makna positif dalam hal ini adalah yang baik-baik. Saya amat sangat merasakan ini. Memenuhi pendengaran, penglihatan, dan pikiran dengan kebaikan membuat diri itu lebih ringan untuk mengeluarkan yang baik-baik pula. Makanya, saya selalu minta sama Allah ditempatkan di lingkungan yang baik. Alhamdulillah dimanapun saya ngekos selalu Allah pilihkan lingkungan yang religi dan Deket dengan masjid. Bersyukur sekali saat nyantai dikamar, suara pejalan kaki yang melewati lorong kos saya banyak yang nyambil muraja'ah. Setiap waktu shalat, suara adzannya deket  banget (alias kenceng) sambil bunyi derap langkah para pemuda Syurga yang berderap-derap membangunkan siapapun yang lagi bocan. Hehe.

Selain itu saya juga minta temen-temen yang baik yang bisa membuat saya lebih dekat dengan Allah. Qadarullahnya Allah pilih yang paling baik dari yang terbaik untuk menjadi temen-temen terdekat dalam hidup saya. Alhamdulillah.

Selanjutnya saya minta setiap keadaan terbaik yang bisa membuat saya lebih dekat dengan Allah. Maka sampai judul tesis pun Allah atur yang buat saya bisa menyelesaikannya dengan tempo waktu yang sesingkat nya. Alhamdulillah...

Terus saya meminta Rizki yang baik yang membuat saya dekat dengan Allah. Rizki bukan hanya harta tapi juga kesehatan. Saya juga suka heran dengan selera makan belakangan ini. Entah kenapa melihat makanan seperti bakso, mie, dan yang gak baik bagi  kesehatan itu gak nafsu aja bahkan lebih parahnya setiap mencoba makanan yang pake pecin banyak bakal melilit perutnya. Juga sekarang jadi punya kebiasaan olah raga yang baik. Dan banyak hal lain yang bagi saya itu adalah bagian dari Rizki. Dengan Rizki kesehatan itu bisa lebih mudah untuk ibadah.

Jadi kesimpulannya adalah berupaya  mengorbitkan diri pada hal yang positif agar semua perjalanan yang ditempuh adalah kebaikan.

Maaf yah kalau ceritanya rada garing.  hanya mencoba mencurahkan nilai dan pembelajaran yang saya dapat ke dalam rangkaian kata 😂

Sabar Nona

Nona sayang...
Sabarkan dirimu dalam iman, sebab pertolongan Allah datang dalam kesabaran. Sabar untuk mentaati-Nya, sabar menanti takdir terbaik dari sisi-Nya, sabar menjauhi yang tidak Allah suka, sabar dalam menjalani ketetapan-Nya. Sabar yang menjulur hingga ke liang lahat.

Jika kamu berhenti  bersabar, apa kamu kuat tidak mendapat pertolongan-Nya. Sebaiknya kamu harus kuat untuk bersabar  agar pertolongan Allah tak pernah berhenti untuk mu Nona.

Nona...Syurga hanya merindukan orang yang mengejarnya dengan tempuhan kesulitan tapi ia tetap bersabar dalam keimanan. Sebab ada satu derajat didalam Syurga bagi seseorang namun amal-amal kebaikan nya tak mencukupinya untuk mendapatkan derajat itu, maka ia pun akan diberi kesulitan demi kesulitan untuk mencapainya. Jika ia dapat bersabar dalam keimanan menempuh kesulitan itu maka utuh lah satu  derajat disyurga sebagaimana yang ia pinta pada Rabb Alam Semesta.

Semoga kuat dalam sabar dan istiqamah dalam keimanan ya sayang...Semangat meniti jalan berkah dan menyongsong Ramadhan nan dirindukan.