Kembali ke titik awal. Restart...!
Setiap manusia berpotensi untuk salah dan sebaik-baik yang berbuat salah adalah yang kembali membersihkan diri.
Kembali ke titik awal. Restart...!
Setiap manusia berpotensi untuk salah dan sebaik-baik yang berbuat salah adalah yang kembali membersihkan diri.
Bila senja telah ditelan malam, biarkan bulan yang menemani waktu. Tapi aku akan berdiri di pagi nan basa, karena mentari sudah rindu tuk kembali kuceritakan tentang malam.
Allah tidak pernah salah menentukan waktu dan tak akan keliru menetapkan takdir. Indahnya dari sebuah penundaan hanya dinikmati bagi mereka yang menaruh sabar dalam keimanan.
Nona....biar waktu yang menyelesaikan. Biar waktu yang menghapus, biar waktu yang membasuh semua ingin. Karena yang lebih baik bukan yang diinginkan tapi yang dibutuhkan.
Setiap ada pengumuman pembukaan CPNS, dari dulunya banget saya adalah orang yang lempeng aja. Gak grasak-grusuk gitu. HahaA...pernah waktu masih segernya tamat kuliah dipaksa ortu buat masukin berkas. Karena menghargai dan dengan males² an juga, yah finnaly gak lulus lah. Karena berkas gak lengkap. Dasar gak minat.
Karena saya lebih suka dengan pekerjaan yang no under pressure gitu. Yang bekerja serasa bermain. Yaah kaleee 😂😁 kepikiran aja buat startup. Finnaly, saya sampai nekad ganti haluan dari sains murni ke sosial sains demi merancang startup yang diimpikan. (Banyak yang gak tahu nih) 😜. Pengen punya startup yang di bangun nanti jadi jalan untuk bisa lebih dekat dengan Allah. Apalagi bisa sampai membuat kultur di perusahaan untuk sholat dhuha rutin, atau jamaah rutin untuk sholat fardhu dan bisa ada kajian rutin. Dudududu. Semoga someday bisa direalisaskan... Aaamiiin ya Rabb. Agar ilmu bukan hanya jadi hafalan tapi jadi jalan untuk menuntaskan persoalan. Yeeee
Setiap ingat startup kebayang seseorang yang bisa sejalan akan visi ini. Ah, sudah 😒 Ngapain bahas bahas itulah di tema ini 😑😂 Semoga aja ada. Eh😅
Dalam fisika ternyata kutub positif dan negatif hanyalah bahasa ilusi untuk memudahkan analogi pergerakan elektron. Tapi saya mau ambil kata "positif" nya aja. Tanpa membawa kutub apalagi unsur fisika. Hehe...
Menjadi orang yang positif sangat dipengaruhi oleh apa yang dibaca, dipelajari, didengar, dilihat, dan dipikirkan. Indikator telah positifnya seseorang saat ucapan, tindakan, pilihan, dan lingkungan nya positif. Jelas makna positif dalam hal ini adalah yang baik-baik. Saya amat sangat merasakan ini. Memenuhi pendengaran, penglihatan, dan pikiran dengan kebaikan membuat diri itu lebih ringan untuk mengeluarkan yang baik-baik pula. Makanya, saya selalu minta sama Allah ditempatkan di lingkungan yang baik. Alhamdulillah dimanapun saya ngekos selalu Allah pilihkan lingkungan yang religi dan Deket dengan masjid. Bersyukur sekali saat nyantai dikamar, suara pejalan kaki yang melewati lorong kos saya banyak yang nyambil muraja'ah. Setiap waktu shalat, suara adzannya deket banget (alias kenceng) sambil bunyi derap langkah para pemuda Syurga yang berderap-derap membangunkan siapapun yang lagi bocan. Hehe.
Selain itu saya juga minta temen-temen yang baik yang bisa membuat saya lebih dekat dengan Allah. Qadarullahnya Allah pilih yang paling baik dari yang terbaik untuk menjadi temen-temen terdekat dalam hidup saya. Alhamdulillah.
Selanjutnya saya minta setiap keadaan terbaik yang bisa membuat saya lebih dekat dengan Allah. Maka sampai judul tesis pun Allah atur yang buat saya bisa menyelesaikannya dengan tempo waktu yang sesingkat nya. Alhamdulillah...
Terus saya meminta Rizki yang baik yang membuat saya dekat dengan Allah. Rizki bukan hanya harta tapi juga kesehatan. Saya juga suka heran dengan selera makan belakangan ini. Entah kenapa melihat makanan seperti bakso, mie, dan yang gak baik bagi kesehatan itu gak nafsu aja bahkan lebih parahnya setiap mencoba makanan yang pake pecin banyak bakal melilit perutnya. Juga sekarang jadi punya kebiasaan olah raga yang baik. Dan banyak hal lain yang bagi saya itu adalah bagian dari Rizki. Dengan Rizki kesehatan itu bisa lebih mudah untuk ibadah.
Jadi kesimpulannya adalah berupaya mengorbitkan diri pada hal yang positif agar semua perjalanan yang ditempuh adalah kebaikan.
Maaf yah kalau ceritanya rada garing. hanya mencoba mencurahkan nilai dan pembelajaran yang saya dapat ke dalam rangkaian kata 😂
Nona sayang...
Sabarkan dirimu dalam iman, sebab pertolongan Allah datang dalam kesabaran. Sabar untuk mentaati-Nya, sabar menanti takdir terbaik dari sisi-Nya, sabar menjauhi yang tidak Allah suka, sabar dalam menjalani ketetapan-Nya. Sabar yang menjulur hingga ke liang lahat.
Jika kamu berhenti bersabar, apa kamu kuat tidak mendapat pertolongan-Nya. Sebaiknya kamu harus kuat untuk bersabar agar pertolongan Allah tak pernah berhenti untuk mu Nona.
Nona...Syurga hanya merindukan orang yang mengejarnya dengan tempuhan kesulitan tapi ia tetap bersabar dalam keimanan. Sebab ada satu derajat didalam Syurga bagi seseorang namun amal-amal kebaikan nya tak mencukupinya untuk mendapatkan derajat itu, maka ia pun akan diberi kesulitan demi kesulitan untuk mencapainya. Jika ia dapat bersabar dalam keimanan menempuh kesulitan itu maka utuh lah satu derajat disyurga sebagaimana yang ia pinta pada Rabb Alam Semesta.
Semoga kuat dalam sabar dan istiqamah dalam keimanan ya sayang...Semangat meniti jalan berkah dan menyongsong Ramadhan nan dirindukan.