Insan produktif merupakan hamba yang Allah cintai. Mereka adalah orang yang kuat, bukan hanya kuat secara spiritual namun juga kuat secara intelektual, emosional, dan finansial.
Rabu, 03 Januari 2018
Yang Kuat yang Dicintai
Selasa, 26 Desember 2017
Terima Kasih
Teruntuk yang Allah izinkan hadir dalam jalan cerita.
Terima kasih,
Terima kasih telah membuatku kembali pada-Nya. Kembali pada kerinduan untuk selalu dekat dengan-Nya.
Wahai seseorang yang baik budinya.
Terima kasih,
Terima kasih menjadikanku dekat dengan al-Qur'an. Kembali pada semangat untuk menghafal dan mengamalkannya.
Duhai hati yang lembut.
Terima kasih,
Terima kasih atas hadirnya.
Terima kasih telah menunjukkan jalan kebaikan.
Doa yang baik-baik terlampir tulus untuk mu.
Jumat, 22 Desember 2017
Hanya Karena Allah
Sungguh saya tertegun dengan sharing dalam grup WA dan rasanya butuh diabadikan dalam blog cantik ini. Kisah menggugah dari seorang Amirul Mu'minin dan Panglima Islam terbaik dalam catatan sejarah. Begitu hebat keimanan menguatkan tekadnya untuk berjuang sekerasnya demi keridhoan Allah. MasyaAllah...kuy simak kisahnya:
“Assalamualaikum ya Amirul mukminin! Langsung saja! Saya menerima surat pemecatan. Apa betul saya di pecat?”
“Walaikumsalam warahmatullah! Betul Khalid!” Jawab Khalifah.
“Kalau masalah dipecat itu hak Anda sebagai pemimpin. Tapi, kalau boleh tahu, kesalahan saya apa?”
“Kamu tidak punya kesalahan.”
“Kalu tidak punya kesalahan kenapa saya dipecat? Apa saya tak mampu menjadi panglima?”
“Pada zaman ini kamu adalah panglima terbaik.”
“Lalu kenapa saya dipecat?” tanya Jenderal Khalid yang tak bisa menahan rasa penasarannya.
Dengan tenang Khalifah Umar bin Khatab menjawab, “Khalid, Anda itu jenderal terbaik, panglima perang terhebat. Ratusan peperangan telah Anda pimpin, dan tak pernah satu kalipun Anda kalah. Setiap hari Masyarakat dan prajurit selalu menyanjung Anda. Tak pernah saya mendengar orang menjelek-jelekkan Anda.
Tapi, ingat Khalid, Anda juga adalah manusia biasa. Terlalu banyak orang yang memuji bukan tidak mungkin akan timbul rasa sombong dalam hatimu. Sedangkan Allah sangat membenci orang yang memiliki rasa sombong. Seberat debu rasa sombong di dalam hati maka neraka jahanamlah tempatmu.
Karena itu, maafkan aku wahai saudaraku, untuk menjagamu terpaksa saat ini Anda saya pecat. Supaya Anda tahu, jangankan di hadapan Allah, di depan Umar saja Anda tak bisa berbuat apa-apa!”
Mendengar jawaban itu, Jenderal Khalid tertegun, bergetar, dan goyah. Dan dengan segenap kekuatan yang Ada beliau langsung mendekap Khalifah Umar. Sambil menangis belaiu berbisik, “Terima kasih ya Khalifah. Engkau saudaraku!”
Bayangkan Sahabat, jenderal mana yang berlaku mulia seperti itu? Mengucapkan terima kasih setelah dipecat. Padahal beliau tak berbuat kesalahan apapun.
Hebatnya lagi, setelah dipecat beliau balik lagi ke medan perang. Tapi, tidak lagi sebagai panglima perang. Beliau bertempur sebagai prajurit biasa, sebagai bawahan, dipimpin oleh mantan bawahannya kemaren.
Beberapa orang prajurit terheran-heran melihat mantan panglima yang gagah berani tersebut masih mau ikut ambil bagian dalam peperangan. Padahal sudah dipecat. Lalu, ada diantara mereka yang bertanya, “Ya Jenderal, mengapa Anda masih mau berperang? Padahal Anda sudah dipecat.”
Dengan tenang Khalid bin Walid menjawab, “Saya berperang bukan karena jabatan, popularitas, bukan juga karena Khalifah Umar. Saya berperang semata-mata karena mencari keridhaan Allah.”
Untitled
Kian dalam memahami maka akan tampak makna. Jauh ke lubuk yang ditempuh imijinasi terbongkarlah bahwa semua hanya cengkrama gelombang, energi, dan materi. Sekedar menari dalam teater inersia jangan buat diri lupa akan acuan sebenarnya. Menggegaslah lebur dalam hampa yang sebenarnya ada.
Setiap mahasiswa fisika tahu cukup rumit memahami persamaan schroodinger. Butuh berbulan, bertahun bahkan milenia. Padahal Schroodinger merumuskan persamaan itu hanya dalam waktu 1 hari. Mungkin karena lebih radikal imijinasinya dan sangat tajam akalnya dalam memahami makna dari sesuatu yang tak tampak lalu menyederhanakan dalam solusi yang sekarang membuat nilai mekanika kuantum itu tidak pernah ada A. 😂
Ada perlunya menata momentum sudut hati agar terkuantisasi pada orbit yang baik-baik saja.
Banyak kisah romantis dalam fisika modern itu.
Kisah 1.
Menceritakan romantisme ikatan inti atom yakni proton dan neutron, yang tak pernah putus hingga dunia berakhir.
😁💐
Kisah 2.
Tentang spektrum warna cinta yang menyemburat saat elektron memberanikan diri menuju orbit yang lebih dekat pada inti atom. 😁
Kisah 3.
Tentang pengorbanan cahaya yang mesti menjalani hidup dengan dualitas gelombang dan partikel agar tetap bisa membersamai malam walaupun harus menempuh proses efek fotolistrik yang memayahkan. 😁
Kisah 4.
Tentang kesabaran cahaya kala menjadi gelombang karena mesti merambat melalui rintang dan harus tegar saat menjadi partikel karena akan bertabrakan pada batu-batu cobaan. Tapi cahaya tetap setia asalkan dengan itu ia mampu bersanding dengan malam walaupun menyamar dalam lampu. *yang gk ngerti teori foton bakal bingung kan? 😂
Kisah 5.
Tentang dua insan elektron yang saling melengkapi satu sama lain dalam rumah tangga atom. Setiap dari elektron tidak akan pernah memiliki sifat bilangan kuantum yang persis sama. Tapi itulah yang membuat mereka utuh. (Teori Asas larangan pauli) 😁
Menurut prinsip ketidakpastian Heisenberg, Orbital adalah daerah kebolehjadian terbesar untuk menemukan elektron. Menurut prinsip kepastian Nona...kamu adalah daerah kebolehjadian terbesar untuk menemukan aku. *eh 😅😂


