Minggu, 29 Oktober 2017

Ikhtiar

Bila memang ada kebaikan didalamnya, tidak apa-apa kamu memperjuangkan lebih. Ikhtiar untuk mendapatkan yang terbaik. Tapi jangan pernah mengagung-agungkan ikhtiar. Sebab hasil dari prosesi ikhtiar Allah yang menetapkan. Tugas seorang hamba hanya menggelar usaha terbaik dan hasil biar Allah yang menyempurnakan balasan.

Sudah begitu aturannya, bila ingin mendapatkan sesuatu yang besar maka harus berani untuk mengambil resiko besar dalam ikhtiarnya.

Melangkah

Nona...
Melangkahlah sayang,
Melangkahlah...bukan untuk mendapat sesuatu tapi untuk menemui ridho Allah atas apa yang kau tuju.

Dengarkan rintihan hatimu itu, disaat kamu letakkan Allah bukan pada gardu utamanya. Jangan sayang, jangan lagi kamu redupkan cahaya hati dengan meninggal-Nya.

Tetaplah melangkah, jadikan Allah gardu terdepan tujuan. Prioritaskanlah Allah atas segala sesuatu dalam hatimu, Nona. Agar ridho-Nya tak lagi menjadi utopia.

Sabtu, 28 Oktober 2017

Kesempatan

Bila kamu menjadi yang cukup beruntung untuk mendapatkan kesempatan bersama orang-orang hebat. Please don't waste it, nona !!!

Alasan

Tidak butuh alasan logika untuk melakukan setiap hal dalam kehidupan ini. Hanya butuh satu alasan apakah Allah ridho dengan yang akan diri itu lakukan.

Pilihan

Setiap kita harus selalu memilih, menentukan, dan memutuskan satu hal dari sekian banyak yang ingin ditempuh. Maka, ada pula yang mesti direlakan. Memang dalam pilihan itu kadang kamu harus mengikhlaskan yang diinginkan untuk sesuatu yang dibutuhkan. Disaat pilihan itu telah bulat. Maka harus ditekuni seutuh hati. Apapun konsekuensinya, tidak boleh disesali namun diri itu harus bertanggung jawab atas keputusan yang telah diambil.

Apapun yang tengah kamu putuskan nona, semoga jalan itu membuat kamu selalu bertumbuhan dan selangkah lebih maju.

Telah memilih hidup, maka kehidupan pun akan membuat kamu selalu memilih. Apapun pilihannya, pastikan petunjuk dalam memilih telah disari dari al-Qur'an dan al-Hadist.

Menyingkir Perlahan

Bila diri telah ditempatkan pada lingkungan yang baik tapi masih merasa tidak nyaman. Dengan cara apalagi yang bisa membuat diri itu betah dalam kebaikan dan perbaikan.

Menyingkirkan diri itu bukan solusi, sebab tak pernah ada cara terbaik untuk menjadi lebih kuat dan bijaksana selain dengan menghadapi dan mengadaptasi diri.

Bagaimana jika diri itu malah terlempar pada arus ketidakjelasan. Riuh mencari penetapan ruang nyaman. Pada akhirnya hanya terlontang lantung dalam perasaan yang sesak dan pikiran yang absurd.

Belajar istiqamah walau berat dan tertatih. Dalam lingkaran itu selalu ada kebaikan. Gesekan itu hanya  turbulensi sederhana tuk memicu vibrasi hati yang tengah mencari jalan berkoherensi.

Jiwa

Kita tengah mengeksekusi proyek jiwa yang besar, pekerjaan yang agung, titian yang memayahkan. Yakni perjuangan mensucikan jiwa.

Walau badai tantangan zaman menghadang, jangan biarkan cahaya hati meredup ditelan dosa.

Bahwa kobaran pergerakan untuk mengeksekusi itu adalah Qur'an dan ruhiyah. Pelumpuh pergerakan itu adalah dosa-dosa.