Sabtu, 28 Oktober 2017

Menyingkir Perlahan

Bila diri telah ditempatkan pada lingkungan yang baik tapi masih merasa tidak nyaman. Dengan cara apalagi yang bisa membuat diri itu betah dalam kebaikan dan perbaikan.

Menyingkirkan diri itu bukan solusi, sebab tak pernah ada cara terbaik untuk menjadi lebih kuat dan bijaksana selain dengan menghadapi dan mengadaptasi diri.

Bagaimana jika diri itu malah terlempar pada arus ketidakjelasan. Riuh mencari penetapan ruang nyaman. Pada akhirnya hanya terlontang lantung dalam perasaan yang sesak dan pikiran yang absurd.

Belajar istiqamah walau berat dan tertatih. Dalam lingkaran itu selalu ada kebaikan. Gesekan itu hanya  turbulensi sederhana tuk memicu vibrasi hati yang tengah mencari jalan berkoherensi.

Jiwa

Kita tengah mengeksekusi proyek jiwa yang besar, pekerjaan yang agung, titian yang memayahkan. Yakni perjuangan mensucikan jiwa.

Walau badai tantangan zaman menghadang, jangan biarkan cahaya hati meredup ditelan dosa.

Bahwa kobaran pergerakan untuk mengeksekusi itu adalah Qur'an dan ruhiyah. Pelumpuh pergerakan itu adalah dosa-dosa.

Kajian Peradaban

Boleh saja perapian semalam padam, tapi tak boleh  begitu dengan semangat juangmu. Banyak hal dari sisi kehidupan yang patut kau pelajari, tekuni, dan eksekusi menjadi aksi kontribusi.

Peradaban itu lintas kajian yang berulang. Buta sejarah maka kamu akan gagap bertindak. Salah menelaah sejarah bisa membuatmu salah pijakan sudut pandang. Dekatilah jalan kebenaran yakni diantara peraduan hati yang tulus dan jiwa yang suci. Agar petunjuk terus mengilhami langkah dalam menapaki peradaban itu.

Mari, selangkah lebih maju. Lebih berarti. Lebih dekat pada Ilahi Rabbi.

Cemburu

Aku tahu, disaat lebih banyak nongkrong di ruang kegiatan lain ada tumpukan tugas dan proposal tesis yang sedang cemburu.
Sabarlah sayang, aku pasti kembali padamu...
Mmuaach ^_^

Yu de onli wan lah ...yang akan ku ikhtiarkan hingga tulang masih memutih dalam daging yang memerah.


Kembali-Pulang

Tak ada yang perlu dibuktikan. Kamu hanya perlu berjalan menuju Allah dengan hati yang bersih dan tulus. Itu saja nona....
Berteduhlah sayang, tampak gurat jiwamu yang kian menggersang. Sedapkan dahaga jiwamu itu dengan taqarrub ilAllah. Biar kamu lebih damai, agar kamu bisa kembali melanjutkan perjalanan  dengan keimanan yang mantap.

Allah selalu sayang pada hamba-Nya yang tak putus asa tuk kembali.
Kembali pada manja dalam do'a. Kembali pada hati yang khusyuk pada-Nya. Kembali pada daya juang hanya untuk mengupayakan bertemu dan melihat wajah-Nya.

Ya Allah...titip hati ini rindu nan parah hanya pada Mu selalu. Agar dzikir menjadi candu setiap waktu.

Nona, bertakwalah dengan sebaik takwa. Allah selalu rindu kamu kembali. Jangan lagi bermain terlalu jauh di permainan dunia ini sayang, cepat pulang dan berteduhlah sejenak.

Jumat, 27 Oktober 2017

Untitled

Jangan meninggalkan generasi yang lemah dibelakangmu. Okey....

Bila ada takdirnya, insyaAllah mau buat suhu dan suasana rumah itu adem dengan al-Qur'an. Full muratal no musik aneh aneh. Anak-anak harus dibekali dengan keimanan. Karena jaman now ini ngeri banget. Huhu...Jadi, ibu dan ayahnya juga harus kuat imannya. Juga harus baik interaksi dengan al-Qur'annya.

InsyaAllah, tengah membekali semua dengan sebaiknya ^_^

Ya udah mau bilang itu aja. . .

Sejarawan

Ya Allah pengennya jadi sejarawan muslim wanita abad 21. Harapan yang baik, semoga membawa diri lebih banyak mengais ilmu dan menulisnya kembali.

Yah, walau jurusan fisika...itu tidak boleh menutup diri untuk mengambil jalan manfaat yang lain kan ya?