Rabu, 25 Oktober 2017

Malam-Sendu-Hujan

Malam dan sendu bergelut mesra dengan rinai hujan yang membaluri bumi.
Menyoal desah-desah rindu.
Memantik kenangan-kenangan masa lalu.
Membelai hati tuk muhasabah dalam dinginnya suhu.

Ada nikmat yang tak semua hati mampu merasakannya. Yakni nikmat membasahi pipi dengan air mata taubat sebasah bumi dihujani langit malam ini.

Alhamdulillah...
Semoga hati tak putus berjuang tuk melembut.
Nona, kembalilah pada Allah.

Amanah

Semoga selalu dalam keimanan yang membaik, kesehatan yang menjadikan diri kuat menjalani ketaatan, ilmu yang manfaat dan berkah, urusan yang dimudahkan dan terbimbing, serta rizki yang berkah melimpah ruah.

Allahumma amin ya Rabbi

Tak lupa selalu mengingatkan diri sendiri dan sahabat, bahwa bukan kita yang meminta amanah, tapi Allah lah yang mempercayainya untuk kita jaga. Semoga Allah kuatkan dan mudahkan dalam menjalaninya. Sekecil apapun amanah, pasti akan dipertanggungjawabkan di yaumul akhir.

Memohon

Allah itu tahu, teramat tahu apa yang membuat kamu semakin selalu memohon pada-Nya. Agar pada satu titik tertentu kamu sadar bahwa doa-doa itu satu persatu telah Allah ijabah. Bukan seperti apa yang minta. Tapi lebih baik.

Impian

Bismillah...
.
.
Terkadang impian itu membuat senja menjadi sangat penting untuk mengevaluasi diri. Sudah sejauh apa hari ini dilangkahkan untuk mencapainya. Menjadikan pagi hari begitu dirindukan tuk kembali merajut asa. Hingga adrenalin terpicu dan terpacu menapaki hari dengan sumringah, optimisme, dan strategi yang terarah. .
.
Terlepas dari semuanya, semoga dalam mencapai impian itu banyak manfaat diri yang telah diberi dan kontribusi yang telah disemai untuk sesama. Karena hidup itu tidak cuma perkara mendapatkan apa yang diimpikan. Namun, sudah sejauh apa manfaat dan kontribusi yang telah dipersembahkan dalam meraih mimpi itu. .
.
Bila Allah yang menjadi puncak capaian impian yang dituju. Semoga impian-impian kecil tuk mendapatkannya membuat diri semakin dekat dengan Allah dan menjadikan diri sebaik-baik manusia.
.
.
Jadilah yang Allah ridhoi !
.

Selasa, 24 Oktober 2017

Kamu apa Kabar?

Ada yang rindu, bertanya-tanya dalam jeda dan spasi. Mengurai prasangka dalam helaan harap, bahwa kamu akan baik-baik saja.

Kamu apa kabar?
Tanya yang akan ku jawab sendiri dengan do'a. Semoga selalu dalam keimanan yang membaik, jiwa yang tenang, ilmu bertambah dan manfaat, rizki yang berkah dan melimpah, kesehatan yang membuat kuat tuk mendekat pada Allah.

Hingga kini tanya itu telah merimbun. Membuat sang hati limbung, entah dengan seperti apa caranya agar meranumkan jawaban. Mungkin kesabaran itu masih bisa dipompa, agar hatinya lebih lega menahan diri dalam jeda  dan spasi.

Baik-baik disana, aku pun ingin begitu disini.

Sabtu, 21 Oktober 2017

Ayah dan Anak Laki Laki

Suatu ketika anak laki-laki Ayah  bertanya pada Ayahnya tentang mengapa memilih Ibu:

Anak: Yah, mengapa dulu memilih ibu?

Ayah: Karena Ibu itu cantik

Anak: Oh ya? apa defenisi cantik seorang wanita menurut Ayah?

Ayah: Entahlah, bagi ayah wanita yang senang akan ilmu itu cantik, apalagi ketika melihat Ibu dulu yang sering baca buku di perpustakaan, Ia tampak cantik sekali.

Anak: Wah (sang anak pun tersenyum), apa hanya itu yang membuat Ayah jatuh hati pada Ibu?

Ayah: Ibu itu sangat mempesona.

Anak: Bagaimana bisa Ibu membuat Ayah terpesona?

Ayah: Wanita itu semakin mempesona dengan ketaatannya pada Allah dan kedekatannya dengan al-Qur'an serta kontribusinya. Ayah mulai terpesona saat tahu bahwa Ibumu mengajar anak-anak mengaji di mesjid dekat kosannya. Walau dengan sedemikian rupa tuntutan akademik dan amanah di kampus, namun Ibumu selalu menyempatkan diri untuk berkhidmat pada sesama.

Anak: MasyaAllah...

Kamu jangan berhenti karena  lelah sayang...
Akhir perjuangan mu harus terhenti di syurga firdaus bukan di dunia. Fokus pada target...!