Rabu, 18 Oktober 2017

Tak Usah Gusar

Nona...tak usah menggusarkan perihal masa depan yang semua itu ada dalam ketetapan Allah. Baik itu nilai ujian, tesis,  akan bekerja dimana esok, bagaimana ini dan itu. Ya Allah, kasihan hati mu itu sayang. Dalam hidup ini kamu hanya perlu menjalani. Berjalan di atas jalan yang terbimbing. Bila masih ada gusar mungkin iman kamu masih perlu diperbaiki.

Ada yang lebih penting untuk dikhawatirkan daripada masa depan di dunia, yakni masa depan di akhiratmu. Sudah sebanyak apa bekal terbaik yang telah dipersiapkan menuju destinasi kebahagiaan sejati itu. Sudahkah semakin banyak kamu mengelilingi matahari membuat amal mu semakin baik, jiwamu semakin tenang, ilmumu lebih bermanfaat, hatimu semakin bijaksana, akhlakmu semakin baik, kebaikanmu untuk sesama semakin semerbak, baktimu pada orang tua semakin santun, dan banyak lagi yang semesti harus lebih baik dari hari kemaren. Jangan sampai kamu hanya berputar pada kepentingan diri sendiri bahkan kepentingan itu pun tak membuatmu semakin mengenal Allah, dekat pada-Nya, dab kian tunduk pada-Nya. Insyaf lah hai nona.

Minggu, 15 Oktober 2017

Ibu

Windu demi windu berlalu, kamu masih saja pada jarak yang masih entah akan berakhir. Disana, ada seorang wanita yang menahan rindu teramat dalam padamu. Kadang isaknya harus disembunyikan agar kamu tetap terjaga dalam perasaan yang damai. Agar bisa belajar menggapai cita di nun jauh disana.

Rumah, tempat paling antusias dituju dalam fase rindu ini, pada jarak yang terbentang dari wanita yang paling dicintai gadis itu. Senyum tulusnya yang setia menyungging kala menyambut simatawayangnya pulang. Aduhai...betapa lelahnya enggan diungkapkan asalkan gadis mungilnya yang dulu itu telah membura dihadapannya dalam keadaan baik maka jerihpun sirna, ujarnya.

Teringat, ketika satu waktu kamu begitu resah untuk mengutarakan maksudmu itu, bahwa ingin mu yang sangat besar untuk kembali melajutkan studi. Lalu, dengan Maha Baiknya Allah semua tujuanmu pun dimudahkan. Keputusan yang berat bagi wanita itu, melepaskan kamu kembali  merantau teramat jauh. Rindu selalu menjadi rasa yang melanda tak kunjung tahu waktu. Namamu selalu menjadi tajuk utama dalam doa doanya. Agar study kamu penuh keberkahan dan agar kamu cepat pulang tuk memeluk tubuh wanita yang telah renta itu.

Sungguh-sungguh

Ada masanya Allah pun menggembirakanmu dengan rahmat, keridhoan, dan kebahagiaan yang abadi. Maka bersungguh-sungguhlah untuk pemberian itu nona. Dunia ini hanya sebentar saja...

Sabtu, 14 Oktober 2017

Anugrah

Tak sedikit kebaikan-kebaikan dari  seseorang yang kamu dapati setiap hari. Juga begitu banyak hal yang baik mengorbit diri kamu setiap hari. Entahnya, kamu selalu repot dengan diri sendiri dan mengabaikan semua yang telah diterima itu. Cobalah mengenali hikmah akan semua anugrah yang Allah berikan nona...berbahagialah akan anugrah itu.

Teguh

Hati itu harus bebas dari intervensi makhluk. Cukup Allah yang mengintervensi dirimu. Abailah dari persepsi yang membuatmu lari dari Allah. Tetap yakin hanya pada Allah saja dan teguhkan hatimu itu nona.

Berbuatlah karena merasa diawasi
Allah bukan di awasi manusia. Bebaskan hati itu dari makhluk. Berjuanglah membebaskannya. Setiap masuk, campakkan sejauh-jauhnya agar hati itu dapat bernafas lega dengan rahmat Allah.

Berhentilah

Berhentilah menyalahkan orang lain.
Berhentilah meratapi masalah.
Berhentilah memikirkan sebab takdir dengan anggapan keliru.
Coba nona, berhentilah membebani diri dengan semua yang tak tentu itu.
Karena muara dari setiap kegetiran adalah dosa, sumber dari kegelisahan adalah dosa, inti dari pengundang kenestapaan adalah dosa.

Allah itu Maha Baik, tak pernah menyakiti hamba-Nya.
Allah itu Maha Penyayang, tak pernah membenci hamba-Nya.
Allah itu Maha Lembut, tak pernah mendzalimi hamba-Nya.

Nona, jujurlah pada diri sendiri. Lembutkan hati itu dengan air mata taubat. Agar kau semakin kenal Allah, kian yakin pada-Nya, lalu tenang menjadi hak bagi jiwa mu yang telah membaik itu.

Petunjuk

Terkadang kau butuh waspada dalam meyakini hati. Sesuatu yang mudah berganti arah dalam sekian waktu nan singkat. Bila pada waktunya, sebuah keputusan meski melampaui hatimu. Gelarlah sajadah lalu berbisiklah pada bumi, maka sejurus itu langit akan men-sinyal-i hatimu dengan bimbingan Rabbmu, Tuhan yang tengah menguji komitmenmu untuk selalu memohon petunjuk pada-Nya.

Melalui rintangan hati dalam memilih itu memang tak mudah. Bila Allah terlibat di dalamnya. Selanjutnya, kau akan menghuni konsekuensi dari memilih yang dipilihkan oleh-Nya. Berbahagialah  yang melibatkan Allah dalam hidupnya dan tak pernah kecewa orang yang datang pada Allah tuk memohon bimbingan yang lurus.
Nona....jangan lari dari pentunjuk-Nya.