Jumat, 13 Oktober 2017

Sabar dan Syukur

Setiap nikmat tidak pernah menjadi kebaikan apabila tidak ada rasa syukur didalamnya. Setiap musibah tidak pula menjadi kebaikan jika tidak dihiasi oleh rasa sabar. Hidup ini senantiasa dalam pergantian musim hati; bahagia, duka, senang, sedih, dan lainnya selalu dipergilirkan. Bagi seorang mukmin urusannya selalu menjadi baik karena di semua pergulatan hatinya selalu disandingkan oleh kesyukuran dan kebaikan

Senin, 09 Oktober 2017

Interaksi jarak Jauh

Bumi itu memeluk erat-erat segala sesuatu yang ada dipermukannya. Bila suatu benda dipaksa kondisi berada pada jarak pisah tertentu dari bumi maka akan hadir "interaksi jarak jauh". Dengan makna bahwa tidak selalu benda itu harus berada dipermukaan bumi untuk saling berinteraksi. Dalam hal ini, interaksi materi/benda terhadap bumi dinamakan gaya tarik grafitasi.

Pun Allah 'memeluk erat' segala sesuatu yang diciptakan-Nya termasuk manusia. Meski jarak pisah manusia dengan Rabbnya sejauh perbedaan dimensi materi, waktu, dan ruang tapi tetap terikat interaksi. Interaksi itu merupakan 'gaya tarik' penghambaan. Sebuah kekuatan yang pada fitrahnya tak pernah membuat manusia itu lepas dari Allah.

Telinga

Bahwa telinga manusia hanya peka pada frekuensi 10 Khz setara dengan 10.000 getaran perdetik. Dapat dicerna terkait pendengaran manusia tersebut beririsan dengan getaran. Bisa jadi juga ada kaitannya pada ayat al-Qur'an yang bertajuk tentang 'mendengar' dan 'bergetar'. 

"(yaitu) orang-orang yang apabila disebut nama Allah hati mereka bergetar, ..."

(QS. Al-Hajj 22: Ayat 35)

Bukan mengait-ngaitkan tapi ini muncul saja dalam pemahaman. Bunyi itu sesuatu yang bergetar dalam medium, jika getaran itu sesuatu yang seirama dengan amalan tubuh maka akan serta merta  menggetarkan hati.

Amalan tubuhnya itu yakni pada lanjutan ayat:

"...orang yang sabar atas apa yang menimpa mereka, dan orang yang melaksanakan sholat, dan orang yang menginfakkan sebagian rezeki yang Kami karuniakan kepada mereka."

(QS. Al-Hajj 22: Ayat 35)

Saintis Muslim

Perkara yang menggemilangkan dunia sains dalam  sejarah  peradaban emas Islam pada Dinasti Abbasiyah  adalah para saintis muslimnya yang menjaga kedekatannya pada Allah, yang menjadikan al-Qur'an sebagai cahaya inspirasi untuk mengeksekusi ide, serta keluhuran tujuannya dimana setiap penemuan diorientasikan untuk menggali tanda tanda kebesaran Allah dan  memfasilitasi kemudahan dalam mengabdi pada Allah.

Mata

Mata manusia itu hanya peka terhadap cahaya dengan panjang gelombang 400-800 nm. Ini memberimu pendalaman makna bahwa banyak hal dari dunia ini yang luput dari pengetahuanmu. Tapi kau bisa melakukan pendekatan untuk melihat dunia ini lebih dekat yaitu dengan kebijaksanaan hati, keluwesan berfikir, dan ketajaman insting. Tapi semua masih terbatas jika masih dalam marginalitas empiris (panca indra) dan rasio (akal, maka kau butuh intervensi Kalamullah. Karena didalamnya memuat informasi melebihi jangkauan indra manusia, di susun Oleh Dzat Yang Mengetahui segala sesuatu baik itu  yang bersifat materi maupun dalam bentuk energi.

Minggu, 08 Oktober 2017

Renungan Akhir Zaman

Kalian akan disantap oleh kerumunan para lelapar. Karena kuantitas kalian banyak tapi seperti buih, tak berkualitas.

Keimanan yang lemah, pemikiran yang sekuler, dan akhlak ala westernitas  menjadikan kalian buih bukan berlian yang berharga.

Berbenahlah segera hai aktor akhir zaman.

Jangan pernah mau membuih dan memberi kesan apologetik. Dipilih atau digantikan, berperan atau menjadi penonton. Decide now !!!

Setiap diri  muslimin mesti menyadari potensi warisan sejarah. Bahwa Islam telah mengungguli peradaban selama 7 abad yang belum pernah dicapai oleh agama maupun teologi manapun sepanjang sejarah. Bahkah peradaban barat hanya 4,5 abad saja berproses dalam kekuasannya.  Matahari yang menyinari selama 7 abad itu masih matahari yang menerpa teriknya hari hari kita. Pertanda kita mampu kembali menoreh kejayaan di atas peradaban dunia.

Kita hanya diminta untuk berbuat dan tidak ada intervensi dalam menetapkan hasil, karena itu hak progreratif Allah.  Wa qul I’malu fasayarallahu ‘amalakum!Laksanakan tugas kita sesuai dengan profesi dan kapasitas diri masing-masing.

BUKU KEHIDUPAN

Apapun yang kau lakukan, kecil ataupun besar semua akan dirangkum dalam perhitungan super mutakhir di sisi Allah. Di satu kala tak ada lagi pengingkaran akan terjadinya momentum itu kau akan menyaksikan buku kehidupan yang telah kau tulis selama di dunia. Terbahak geriap gembiralah yang mengisinya dengan sebaik-baik catatan. Lalu tertunduklah hati hati yang melalaikan dan acuh akan buku kehidupannya itu.

Nona...bersigaplah menyongsong catatan yang baik untuk buku kehidupanmu.

Allah SWT berfirman:

كِتٰبٌ مَّرْقُوْمٌ
kitaabum marquum

"(Yaitu) Kitab yang berisi catatan (amal)."

(QS. Al-Muthaffifiin 83: Ayat 9 dan 20)