Rabu, 08 Juli 2015

Syukur

Izinkan impian itu terus tumbuh.
meski hatimu patah dan beberapa perasaan harus terguncang hebat.
Walaupun pikiran harus merasakan tekanan.
Impianmu sangat berharga sebagaimana hidupmu.
Kamu harus terus terjaga dalam kesyukuran.
Dalam perjalanan mewujudkan impian mu.
Belajarlah untuk mengendalikan pikiran .
Menjaganya agar tetap jernih dan positif,
Jangan sampai menjadi pendek atau membuat kesimpulan yang keliru, apalagi membuat keputusan yang salah.
Karena, Impianmu sangat berharga sebagaimana hidupmu.
Apa kamu mengeluh ?
Coba simak adegan di sekeliling mu.
Sejenak berhentilah dalam keegoisan memikirkan keadaan sendiri.
Kamu akan tau bahwa masalah hidup mereka jauh lebih banyak dan mereka tetap berjuang untuk hidup.
Masalah kamu mungkin baru sebatas masalah-masalah seperti drama televisi.
Hidup orang lain tidak semudah hidup mu.
Bahkan untuk urusan makan esok hari.
Sementara kamu dapat menikmati apapun yang diinginkan.
Kamu harus terjaga dalam kesyukuran.
Setidak menarik apapun jalan cerita yang sedang dijalani saat ini.
Yakinlah bahwa kamu bisa membuat cerita itu menjadi menarik dengan pikiran mu .
Belajarlah melihat sesuatu dari sudut pandang yang baru.
Mungkin kamu akan kita menyesal ketika mati ketika kamu lupa untuk mensyukuri hidup.
Terus lah terjaga dalam kesyukuran dalam perjalanan menuju apa yang kamu impikan.
©ningsi_afj
‪#‎perjalanan_untuk_sebuah_mimpi

Jadilah Sederhana dan Bersahaja

Tentang hidup ini.
Dalam perjalanan kadang kekhawatiran kita akan hidup terlalu berlebihan. Padahal banyak sekali hal-hal dalam hidup kita, yang apabila kita mempercayakan segala sesuatunya kepada Allah.
Kita dapat menjalani hidup yang rumit ini dengan cara yang sederhana. Ada banyak hal yang sudah dijamin oleh-Nya.
Sedang, tugas kita hanya berusaha lantas bertawakal.
Tugas kita adalah mengusahakan.
Jika kita mampu terjaga dalam kesederhanaan dan pribadi yang bersahaja.
Tentu kita semakin diperhatikan oleh Tuhan.
Sayangnya, kadang sengaja ataupun tidak, telah sombong dan merasa semua hal bisa dibeli dan diatur dengan kemampuan sendiri.
Bisa jadi hal ini membuat Tuhan membiarkan kita dalam kesulitan, supaya kita belajar.
Belajar dari keterbatasan untuk menyederhanakan.
Belajar dari keterbatasan kita untuk menjadi diri yang bersahaja.
Belajar dari keterbatasan kita mensyukuri nikmat.
Khususnya belajar dari keterbatasan kita untuk selalu mengingat Allah.

©ningsi_afj

#perjalanan_untuk_sebuah_mimpi

Ada yang Menunggu mu

Ada yang menunggu mu disana.
Berdiri tanpa kenal lelah menunggu hingga kau hadir.
Menunggu tanpa kenal bosan hingga kau datang.
Sekarang kamu pun sedang menujunya.
Entah dengan gontai atau tebirit-birit.
Namun langkah mu selalu menuju kesana.
Ia takkan berpindah tempat dari semula ditetapkan.
Kamu harus banyak persiapan sebelum sampai padanya.
Kamu tak ada salah terus mengingatnya dalam perjalanan menujunya.
Kamu sudah tau kan ?
Siapa dia ? benar !
dia adalah, KEMATIAN....

©ningsi_afj

#perjalanan_untuk_sebuah_mimpi

Insyirah

Jembatan menuju kemudahan itu mesti melalui kesulitan.
Jadi malu sendiri.
Mungkin ada dari kita yang terburu nafsu menginginkan kemudahan. Padahal, bisa jadi kita belum layak mendapatkan bingkisan kemudahan itu.
Karena belum sampai pada puncak kesungguhan kita.
Sebaiknya kita mengerti, dalam hal apapun kita harus diuji.
Agar terlihat seberapa sungguh-sungguh kita menginginkan sesuatu dan mengusahakannya.
Jika ada satu masa kamu merasa begitu resah dan keadaan terasa sulit, artinya pada saat itu kamu harus lebih meningkatkan kesungguhan.
Dan selalu ada kemudahan bagi orang yang bersungguh-sungguh.
Terus lah melangkah, kalau berhenti jangan terlalu lama.
Bersungguh-sungguhlah....!

©ningsi_afj

#perjalanan_untuk_sebuah_mimpi

Selasa, 07 Juli 2015

Biarkan saja

Biarkan saja senja tadi di jemput sang malam dengan gagah.
Biarkan saja purnama perlahan digerogoti waktu menjadi sabit.
Biarkan saja Dia berkehendak sebijaksana ketetapan-Nya.
Karena Dia Allah, Maha Mengatur Segala sesuatu.
Yang Maha Lembut lagi Maha Penyayang.
Sebentuk apapun yang ditetapkan telah disesuaikan pada batas kemampuan kita.
Termasuk kamu....!
Maka biarkan saja kondisi ini kelak menjadi cepisan kenangan yang menjadi hikmah bagi yang lain.
Kamu tetap saja disana, ditempat bersemayam kesabaran hati.
Sedepa demi sedepa kamu telah menaiki tangga yang kian mendekatkanmu pada Allah.
Itu....sangat memesona.
Saat jarak mu dengan Allah hanya sebatas kesabaran dan air mata iman.

©ningsi_afj

#perjalanan_untuk_sebuah_mimpi

Sebentar Saja

Sesebentar pagi berganti siang.
Sesebentar siang berganti sore lalu menjadi malam.
Sesebentar terang berganti gelap.
Yakinlah semua yang ada di dunia ini hanya sebentar.
Nikmati saja. . .!
Karena dengan menikmati apapun itu akan menjadikannya  lebih sebentar.
Nikmati kelelahan itu, nikmati pemberian Tuhan, nikmati prosesnya hidup ini.
Nikmati kerinduanmu pada kehangatan bersama orang yang teramat kamu cintai.
Nanti pada waktunya kamu akan mengerti.
Kamu akan mengerti lagi tentang kesungguhan berterima kasih.
Berterima kasih atas  kasih sayang mereka   yang sempat menyucuri segenap perjalanan mu yang telah lampau.
Berterima kasih  atas rasa rindu yang dititipkan oleh Tuhan.
Berterima kasih lebih untuk kasih sayang dan kerinduan ini.
Sehingga kelak, kamu tidak menjadi orang yang lengah terhadap mereka yang menyayangi mu.
Sehingga kelak, kamu tidak lagi   lalai untuk menyayangi penuh  mereka  yang kini kamu rindui.

©ningsi_afj

#perjalanan_untuk_sebuah_mimpi

Tentang Kehidupan Ini

Mereka sibuk dengan segala urusan di hidupnya .
Mungkin mereka resah sekaligus berharap.
Atau  mungkin putus asa sekaligus tetap percaya.
Perkara yang semesti dipahami bahwa waktu terbaik itu tidak pernah ada dalam takaran manusia.
Apa yang sedang terjadi dan sedang berjalan ini tidak serta merta membuat masa depan mereka berjalan seperti dugaan.
Keyakinan mereka tentang Janji Tuhan lah yang meneguhkan langkahnya dalam segenap urusan kehidupan.

Sambil menyimak siaran perjalanan mereka.
Hari ini, Ia  sedang menjalani sebuah proses dimana diuji  dalam banyak hal di hidupnya adalah perjalanan yang paling berat untuk Ia  tempuh.
Sebab Hidup adalah sekelumit ujian.
Hidup merupakan bagian dari pembelajaran  tentang menjalani keikhlasan.

Ada seketika Ia ingin sendiri.
Walaupun kadang ingin dalam keramaian .
Sayang sekali  , tidak semua orang mampu memahami  keadaannya.
Terlebih  keadaan hati.
Ada masanya  Ia  ingin dibiarkan, tidak ditanyai, bahkan tidak perlu dipedulikan.
Ia  hanya ingin demikian meski tanpa alasan.

©ningsi_afj

#perjalanan_untuk_sebuah_mimpi